
Masih di Rumah sakit di ruang rawat Eriko.
Reza begitu kaget setelah Wah mendengar perkataan dari Eriko, Ia tak menyangka kalau Eriko telah mengetahui kebenarannya bahwa dirinya bukankan anak Eriko.
"Pa.papi su..sudah tahu kebenarannya?."tanya Reza sedikit gugup.
"iya ya aku mengetahuinya bahwa kamu adalah hasil perselingkuhan ibu kamu dengan Dicky."
"Apa Papi tahu juga nama orang tersebut?." tanya Reza lagi.
"Iya aku tahu semuanya jadi tidak ada alasan lagi bagiku, untuk bertemu dengan kamu lagi dan sebaiknya kamu pergi dari sini dan temuilah ayah kamu Si Dicky itu!" ujar Eriko dengan wajah yang datar, namun sebenarnya di hatinya amatlah sakit, karena bagaimanapun ia sudah mengurus Reza sedari kecil jadi rasa sayangnya terhadap Reza masih amatlah besar. karena dulu ia berpikir kalau Reza adalah anak kandungnya.
"Tapi Pih, aku tak pernah menganggap si Dicky itu sebagai ayahku karena bagiku Papi lah ayahku, yang telah membesarkan aku hingga sekarang jadi aku mohon jangan usir aku Pih." ujar Reza yang terlihat ia memang seperti tak ikhlas kalau ia harus di pisahkan oleh Eriko.
"Maaf Reza, aku tidak punya hak atas kalian berdua, kamu dan Ratih bukanlah anakku, jadi maaf sebaiknya kalian berdua, pergilah bersama ibu kalian." ujar Eriko sambil membuang wajahnya, itu mengisyaratkan bahwa ia tak ingin lagi melihat wajah Reza.
Mendengar perkataan Eriko, hati Reza terasa sakit, sebenarnya, ia memang lebih menyayangi Eriko di bandingkan ibunya sendiri, memang ia terkadang ia sedikit arogan, itu juga atas pengaruh sang ibu, makanya ia memilih untuk bersekolah di luar negeri karena ia suka tak tahan dengan ibunya sendiri. Makanya saat ibunya berselingkuh ia semakin membencimu sang ibu, dan sekarang Eriko malah menyuruhnya pergi pada sang ibu membuat ia sedih,
Habis mendengar perkataan Eriko Reza langsung berlutut di depan ranjang Eriko berharap Eriko bisa melihat ketulusannya."Tidak Pih, aku tak Sudi mengakui wanita kotor itu sebagai ibuku, sejak ia mengakui perbuatannya, aku sudah tak pernah berhubungan lagi dengannya percayalah pada Reza Pih, bagi Reza Papilah orang yang tua Reza yang sebenarnya, jadi Reza mohon jangan buat aku menjadi yatim piatu karena Papi tidak mengakui Reza Pih." ujar Reza dengan suara yang bergetar seperti ia sedang menahan tangisnya.
"Semuanya bohongkan, semuanya bohongkan pih?!" tanya Seorang wanita muda yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.
__ADS_1
"Ratih?!" sentak Eriko dan Reza secara bersamaan, mereka semua kaget dengan kemunculan wanita muda yang di sebut Ratih itu, termasuk Dhanu, yang juga mengenal wanita itu.
"Kenapa semuanya diam?, katakan Pih, bang Reza, katakanlah kalau yang Ratih dengar tadi bohongkan, Ratih anak Papikan?!" tanya Ratih ternyata Iya telah mendengar percakapan antara Eriko dan Reza di balik pintu kamar tersebut.
"Tapi itu kenyataannya dek, kalau kita bukanlah anak Papi, tapi kita adalah anak dari selingkuhan Mami!." ujar Reza, yang terlihat kesel saat mengatakan anak selingkuhan.
"Tidak itu tidak mungkin lihat saja wajah Ratih, mirip Papikan?, banyak teman-teman Ratih yang mengatakan kalau Ratih mirip dengan Papi, jadi tidak mungkin kalau Ratih bukan anak Papi hiks..hiks..katakan Pih, kalau ini semuanya Bohongkan hiks..hiks.."
Tangis Ratih pecah, Ia nampak tak percaya dengan perkataan Reza Dan ia berharap papinya langsung lah yang mengatakan kebenarannya.
"Tapi itu kebenarannya nak, Mami kamu sendiri yang mengatakan kalau kalian berdua Bukanlah anak Papi." ujar Eriko yang akhirnya air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya lolos juga.
"Maaf Pih, Ratih tidak percaya itu, Ratih akan meminta dokter untuk melakukan tes DNA!." seru Ratih yang kemudian ia langsung menarik tangan Dhanu seraya berkata " Ayo bang Adan antarkan atih, kita cari dokter " lanjutnya, dan kemudian masih dalam keadaan menggandeng tangan Dhanu, Ratih berjalan berjalan meninggalkan Eriko dan Reza, sedangkan Dewo terlihat bingung dengan situasi itu.
"Atih kenapa?, jangan nangis atih, nanti Adan ikut sedih." ujar Dhanu yang akhirnya ia juga ikutan berjongkok di sampingnya Ratih, sambil mengusap-usap punggung Ratih.
"Hiks..Atih sedih bang Adan, Hiks.. kenapa Atih, punya ibu yang jahat Hiks.. kenapa Atih terlahir di rahim wanita yang jahat bang Adan.. Hiks.. Hiks..Atih malu punya Mami yang selalu jahat sama bang Adan.. hiks..Atih malu punya Mami yang serakah sama harta bang Adan.. Hiks.." balas Ratih yang terlihat begitu terpukul setelah mendengar pernyataan Eriko dan Reza.
"Cup..cup.. Atih, jangan nangis lagi, kan katanya Atih mau ketemu dokter, jangan nangis lagi dong." kata Dhanu dengan gaya orang yang memiliki keterbelakangan mental.
"Tapi Atih takut bang Adan Hiks.. bagaimana kalau ternyata.. hiks.. kalau Atih.. Hiks..bukan anak Papi..hiks..itu berarti Atih bukan hiks..adik bang Adan lagii hiks..huhu..hiks.." tangis Ratih pecah ia begitu sedih saat memikirkan kenyataan bila hasil tes bertolak belakang dengan keinginannya.
__ADS_1
"Makanya Atih ayo kita ketemu Dokter dulu, biar Atih cepat tahu." ajak Dhanu yang sebenarnya ia juga penasaran dengan hasil tes DNA Ratih, karena Dhanu pun merasa kalau Ratih adalah anak Omnya, itu terlihat dari wajah Ratih dan Eriko sedikit mirip dan bahkan Dhanu juga sangat berharap kalau Ratih adalah adik sepupunya, Yaa itu karena sedari Ratih kecil ia sudah sering bermain dengan Dhanu terkadang Ratih juga yang selalu membela Dhanu apabila ibunya memarahi Dhanu bahkan ia juga sering membela Dhanu kalau Reza sering usil padanya, makanya Dhanu sangat menyayanginya Adik sepupunya itu.
"Ayo Atih bangun, jangan nangis lagi, ayo kita kedokter." ajak Dhanu lagi yang kini ia sudah kembali berdiri lalu ia juga menarik tangan Ratih agar ia berdiri kembali.
"Iya iya, sakit bang Adan, ini Atih bangun." kata Ratih yang memang ia sudah bangkit dari Jongkoknya. " Ya udah ayo kita cari Dokter." kata Ratih lagi sambil ia mengusap air matanya yang tersisa di pelupuk matanya.
"Ayoo.." akhirnya Ratih dan Dhanu kembali berjalan menuju ke Ruangan dokter, sesampainya di sana Ratih pun meminta sang Dokter untuk melakukan tes DNA terhadap dirinya dan Eriko dan sang dokter pun melakukan keinginan Ratih dan bahkan dokter juga sudah mengambil sempel darah Ratih, kalau Eriko sudah tentu pihak rumah sakit sudah memilikinya karena Eriko pernah di ambil darah untuk memastikan kesehatannya.
Setelah pengambilan sempel darah selesai Ratih di minta sang Dokter untuk menunggu di luar. dan setelah tiga jam berlalu sang Dokter pun memanggil Ratih kembali.
"Bagaimana Hasil tes DNAnya Dok?." tanya Ratih yang terlihat begitu penasaran.
"Baiklah mari kita lihat ya dek." balas sang Dokter yang kemudian ia pun membuka sebuah Amplop kecil berwarna putih. Ratih hanya mengangguk dengan hati yang bergemuruh.
DEGH..DEGH .DEGH..
_____________
Oke ikuti Author terus ya, jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏
LIKE VOTE DAN KOMENTAR SELALU AUTHOR TUNGGU 😉 Jadi jangan lupa ya
__ADS_1
Syukron 🙏😊