Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
INGIN BERTEMU KAKAK IPAR.


__ADS_3

━━•⊰❁🤍 Mutiara Alfaqiroh 🤍❁⊱•━━


" Kunci Utama dalam mengahadapi suatu cobaan adalah sabar, ikhtiar dan tawakal. Karena Allah tidak akan memberi cobaan kepada hamba-Nya melebihi batas Kemampuan Mereka"


___"Ali Bin Abi Thalib"____


━━━━━━━━•⊰❁🤍❁⊱•━━━━━━━━


Mendengar perkataan Darma, yang mengungkapkan bahwa Papinya telah di penjara, Ratih begitu kaget, bahkan tubuhnya langsung bergetar, dan tanpa terasa juga air matanya langsung mangalir sangat deras.


"Tidak mungkin..Hiks.., nggak mungkin Papi di penjara hiks.. kakek bohongkan? Papi nggak mungkin dipenjarakan kek, hiks.. katakan kek, kalau itu bohong!" seru Ratih yang terlihat sekali ia tak mempercayai Perkataan sang kakek.


"Nak, kamu harus sabar dan ikhlas, karena ini sudah takdir yang harus di jalani oleh Papi kamu Nak, dan seharusnya kamu mendukung dia Nak, karena ini memang kesalahan Papi kamu yang harus di pertanggung jawabankannya nak " jelas Darma, sambil memeluk Ratih dengan penuh kasih sayang.


"Tapi Apa kesalahan Papi kek?, setahu Ratih Papi adalah orang yang baik, dia juga tidak pernah melakukan kesalahan kek.. lalu apa yang membuat ia harus dipenjara kek?" tanya Ratih lagi yang masih belum percaya kalau sang ayah memiliki kesalahan.


"Kamu benar Nak, Papi kamu orang yang baik, hanya saja ia memiliki satu kesalahan saja yaitu, melindungi serta membela seorang pembunuh, yang telah merenggut nyawa Papa dan Mama serta kedua saudara Bang Ardhan kamu, apakah menurut kamu, itu bisa di Maafkan Nak?" Ratih terlihat kaget setelah mendengar penjelasan sang Kakek.


"Hah?, benarkah itu?, lalu siapa sebenarnya yang telah membunuh keluarga Bang Adan kek?, Mengapa apa Papi begitu membelanya serta melindunginya kek?" tanya Ratih lagi, ia begitu penasaran.


"mamih kamuna itu sebabnya tapi kamu sangat membelanya dan juga melindunginya Nak" jawab Darma.


"Apa?!" sentak Ratih, Iya amat terkejut mendengar sang mami yang di sebut oleh Darma, "Benarkah Mami yang membunuh bang Adan kek?" tanya Ratih lagi, namun ia terlihat biasa saja tidak begitu syok seperti ketika ia mendengar sang ayah di penjara.


"Benar Nak, maka dari itu saat ini ibu kamu sedang dalam percarian polisi Nak, dia menjadi buronan sekarang," jelas Darma lagi.


"Huh!, Ratih sangat malu memiliki Mami yang sangat jahat, dia juga dulu sering jahatin bang Adan bahkan kata Bi Ijah, Mami juga hampir membunuh Papi jugakan?, heh! Ratih benci sama Mami kek, dan semoga secepatnya Mami di tangkap, biar Papi tidak menanggung kejahatan yang sudah mami perbuat," kata Ratih yang terlihat jelas ia sangat membenci ibunya sendiri.


"Heei, nggak boleh membenci ibu kamu Nak, kamu harus tetap menghormatinya.. sebesar apapun kesalahannya, Ia tetap ibu kandung kamu, yang telah melahirkan kamu Nak, jadi tugas kamu saat ini adalah mendo'akannya agar Mami kamu mau bertaubat dan juga agar Ia Mau mempertanggungj awabkan perbuatannya Nak" ujar Darma menasehati Ratih.


"Tapi kek, kesalahan mami sangat besar dia sudah membunuh keluarga Bang Adan bahkan dia juga hampir membunuh Papi kek, jadi apa pantas ia di hormati, menurut Ratih, mami tidak pantas mendapatkan itu kek" balas Ratih terlihat kalau ia tak mau memaafkan perbuatan sang Ibunya.


"Sssth... Nak ingat surga kamu di telapak kakinya jadi kamu tidak boleh menghujatnya, karena Allah akan murka Nak, kamu mau dapat murka dari Allah Nak?" tanya Darma, dan di balas Ratih dengan gelengan kepala.

__ADS_1


"Bagus!, kakek tahu Ratih adalah Anak yang Shalihah, maka in syaa Allah doa tulus Ratih untuk Mami kamu pasti akan di ijabah Allah, jadi kakek berharap kamu do'akanlah Mami kamu, agar ia mau bertaubat nak, kalau Ratih rajin mendoakan beliau in syaa Allah itu juga akan menaikkan drazat orang tua kamu di akhirat kelak, itu pernah kakek baca di salah satu Hadits yang mengatakan


Doa anak bisa membuat derajat seseorang diangkat di surga. Imam Ahmad dalam al-Musnad (2/509) meriwayatkan:


Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah ﷺ


bersabda: “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang hamba yang shalih di surga, lalu dia bertanya: ‘Wahai Rabb, bagaimana derajat ini bisa untukku?’ Allah menjawab: ‘Karena permohonan ampunan anakmu bagimu.”


(Hasan HR. Al-Bazzar dalam az-Zawaid (4/no. 3141)..


"Jadi apakah Ratih mau mendoakan Mami kamu Nak?, Ratih inginkan Mami berubah menjadi orang yang baik hm?" ujar Darma lembut masih menasehati Ratih.


"Mau banget kek, Ratih memang berharap seperti itu kek, Mami menjadi seorang wanita yang baik kek"


"Alhamdulillah, nah berarti Ratih maukan mendoakannya?"


"Iya kek, in syaa Allah Ratih akan mendoakannya" kata Ratih yang wajahnya kini sudah tidak ada kebencian lagi.


"Alhamdulillah, ya sudah sekarang kamu ikut kakek yuk, kerumahnya bang Adan" ajak Darma pada cucu perempuannya.


"Tidak Ratih, sekarang ini rumahnya Ratih, bang Adan sudah mengalihkan rumah ini atas nama kamu Ratih" timpal Dhanu, yang terlihat sekali ia sangat menyayangi adik sepupunya itu.


"Hah?, lalu bang Adan bagaimana?"


"Bang Adan sudah memiliki rumah sendiri Ratih," jawab Dhanu seraya tersenyum lembut pada Ratih.


"Iya Nak, maka dari itu Ayo ikut kakek ke rumah Bang Adan sekalian kamu berkenalan dengan istri Abang kamu ini Nak" sambung Darma juga.


"Apa? Bang Adan juga sudah punya istri kek?" tanya Ratih terlihat kaget.


"Iya Nak, kamu maukan berkenalan sama kakak ipar kamu?" tanya Darma.


"Mau deh kek, ayo sekarang kita kesana kek, cepat kek, soalnya Ratih ingin secepatnya bertemu dengan kakak Ipar Ratih," ajak Ratih yang terlihat tidak sabaran ingin bertemu dengan istrinya Dhanu, bahkan ia langsung menarik tangan Darma langsung menuju ke mobilnya Dhanu.

__ADS_1


Darma dan Dhanu langsung tersenyum melihat tingkah lakunya Ratih yang terlihat tidak sabaran.


"Iya iya, sabar sedikit dong Nak, kakek kamu ini sudah tua jadi jalan tidak bisa cepat nak" protes Darma namun tetap mengikuti langkah Ratih.


"Justru itu kek, kalau sudah tua harus banyak olahraga salah satunya adalah berjalan cepat kek" dalih Ratih yang kini keduanya sudah berada di samping mobil Dhanu, bahka Ratih langsung membuka pintu mobilnya.


"Haiis, sepertinya ngomong sama kamu ini tidak bakalan pernah menang yaa" protes Darma yang kini ia juga ikut masuk mobil setelah Ratih tadi yang lebih dahulu masuk kedalam mobil.


"Bang Adan cepat dong, kok belum juga masuk sih" teriak Ratih karena melihat Dhanu belum juga kunjung masuk karena, ia malah menyempatkan diri bicara pada Dewo.


"Iya iya ini juga bang Adan masuk Ratih" balas Dhanu yang akhirnya ikut masuk juga kedalam mobilnya dan di susul juga oleh Dewo yang duduknya di belakang kemudinya.


setelah semua dirasa telah siap dewa mulai melajukan kan mobilnya ke arah rumah Dhanu yang baru, di dalam mobil Ratih juga selalu berceloteh pada Darma dan juga pada Dhanu, hingga tanpa terasa mobil yang mereka tumpangi kini telah terparkir tepat di depan mansionnya Dhanu.


"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga, ayo sekarang kita masuk" kata Ratih yang terlihat ia juga yang lebih dulu turun dari mobilnya Dhanu, bahkan ia langsung berlari menuju ke pintu masuk Mansion Dhanu.


"Haiis, anak itu, nggak sabaran banget ya jadi orang, main lari aja dia" kata Dhanu sambil menggelengkan kepalanya karena tidak melihat tingkah Ratih.


"Hahaha, sifatnya persis kayak Om Riko kamu, saat masih muda, yang suka dengan terburu-buru" timpal Darma sembari mereka berjalan menuju pintu masuk mansion.


Sesampainya mereka di depan pintu mereka pun langsung memasuki Mansion tersebut, setelah mereka berada di dalam langkah mereka langsung berhenti dan bahkan mereka juga tercengang hingga mulut ketiga sampai melongoh saat melihat Ratih yang dan Salwah saling berpelukan dan bahkan Ratih sampai berjingkrak-jingkrak kesenangan.


"Haaaah??"


__________


TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,🙏😇


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..

__ADS_1


Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.


__ADS_2