
เณเนเญจ๐ปKalam Al'quran๐ปเญงเนเณ
"Dan Barangsiapa Yang Bertakwa Kepada Allah, Maka Allah Akan Memberikan Jalan Keluar Atas Segala Urusannya"
___ ( QS. At-Talaq : 2 )___
เณเนเญจเญงเนเณเณเนเญจเญงเนเณเณเนเญจเญงเนเณ
Dhanu, Dewo dan kyai Zainal, akhirnya pulang setelah mereka melaksanakan sholat berjamaah isya, mereka sengaja tidak pulang setelah Maghrib, karena waktu isya dan Maghrib jaraknya sangat dekat, jadi kyai selalu mengisinya dengan memberikan pencerahan pada para penduduk kampung santri, yang memang kebanyakan mereka adalah santri dari kyai Zainal Abidin.
Di perjalanan pulangnya dari mesjid, Dhanu Dewo dan kyai Zainal, saling mengobrol.
"Bagaimana tugas kamu di sana nak?, apakah berjalan sesuai yang kamu inginkan?" tanya Zainal yang sebenarnya ia tahu permasalahan yang sedang di hadapi oleh cucu mantunya itu.
"Alhamdulillah, Om Ardhan sudah mulai sadar kek, tugas Ardhan tinggal sedikit lagi yaitu, membuat Istrinya Om Riko mau bertanggung jawab atas perbuatannya, jadi Ardhan minta doanya ya kek," balas Dhanu
"Alhamdulillah, pasti nak, doa jaddun selalu ada untuk kamu Nak" kata Zainal, bersama mereka juga sampai di depan rumahnya, "Alhamdulillah kita sampai juga, ya sudah ayo kita masuk nak" lanjutnya lagi.
"Iya kek, Ardhan langsung ke kamar dulu ya kek, mau ganti pakaian" bales Dhanu sopan.
"Iya nak, pergilah" setelah mendapatkan balasan dari sang kakek Dhanu pun berjalan menuju ke kamarnya sesampainya di depan pintu kamar ia mendengar sayup-sayup suara merdu orang yang sedang melantunkan Alquran, sesaat ia terdiam di depan pintu kamarnya sambil mendengar alunan merdu itu.
"Maa syaa Allah indah sekali suara Wawa, aku jadi malu, karena aku tak tahu apapun tentang agamaku sendiri, dan bahkan aku tak bisa mengaji"_ batin Dhanu yang terlihat sedih karena semenjak ia sembuh, belum ada satupun yang mengajarkan dirinya.
Setelah suara merdu Salwah tak terdengar lagi, Dhanu pun mengetuk kamarnya, dan tak berapa lama pintu pun terbuka.
"Assalamu'alaikum Wawa," salam Dhanu saat ia melihat istrinya tersenyum manis kepadanya.
"Wa'alaikumus salam Mas," jawab Salwah yang kemudian ia pun meraih tangan Dhanu dan kemudian ia pun mengecupnya, " Ayo masuk Mas," ajak Salwah sambil menggandeng tangan suaminya masuk ke kamar mereka.
"Sekarang Mas ganti baju dulu ya, setelah itu kita makan malam bersama, pasti Jaddun, umi dan Aby, sudah nunggu kita," kata Salwah lembut sambil membantu membukakan baju Koko putihnya Dhanu.
"Iya Wawa" katanya sambil ia memandang wajah istrinya yang cantik, namun ada perasaan sedih di dalam hatinya karena ia teringat akan suara merdu sang Istri tadi, ia sedih karena ia tak tahu apa-apa sebagai seorang imam.
"Sudah selesai ayo mas kita makan dulu" ajak Salwah yang sekali lagi ia menggandeng tangan Suaminya menuju ke ruangan makan yang ternyata di sana sudah pada berkumpul termasuk Dewo juga ada di meja makan tersebut.
"Duduklah nak, kita makan bersama-sama." kata kyai Zainal, setelah melihat Dhanu dan Salwa.
"Iya Jaddun," bales Dhanu yang kemudian ia pun duduk di sebelah Salwah.
__ADS_1
Setelah Salwah mengambilkan makanannya mereka akhirnya pun mulai memakan makanannya masing-masing, sejenak ruangan makan begitu hening, hanya sesekali saja terdengar dentingan suara sendok.
Dhanu terlihat sekali tak berselera, membuat Salwah resa melihatnya, "Mas, nggak enak ya masakannya Wawa?," tanya Salwah terlihat tidak enak hati melihat sang suami tidak begitu semangat memakan, makanannya.
"Eh, enak kok Wawa, nih mas makannya udah mau habis" bales Dhanu yang kemudian ia mempercepatnya makannya agar terlihat ia berselera, "Tuh udah habiskan" katanya lagi dengan mulut yang penuh dengan makanannya. hingga wajahnya terlihat lucu di mata Salwah.
"Hihihi, jangan semuanya gitu juga kali, mas wajah Mas jadi lucu kayak gitu mah" tegur Salwah, sembari ia menyerahkan segelas air putih pada suaminya.
"Maaf Wawa, kan biar cepat habis," katanya sambil mengambil gelas yang di sodori oleh Istrinya, dan iapun langsung meminumnya.
Sementara keluarga Salwah ikut tertawa melihat mereka, membuat Dhanu sedikit malu karena pada keluarganya Salwah, setelah semuanya selesai, para lelaki pun pindah ke ruangan keluarga, dan mereka berbincang-bincang sejenak, sementara para wanita membersihkan bekas mereka makan tadi.
Setelah di lihat Salwah telah selesai, Zainal pun menyuruh Salwah membawa suaminya masuk karena ia tahu, kalau Dhanu sedang lelah, mungkin karena perjalanan tadi.
Dan Salwah pun mengajak Suaminya Kembali ke kamar mereka, setelah berada di dalam kamar, Dhanu langsung naik ke ranjangnya dan kemudian ia duduk sambil bersandar di kepala dipan ranjangnya, sementara Salwah langsung kemeja riasnya sepertinya ia hendak merapikan rambutnya karena sedikit berantakan setelah ia membuka hijabnya, tapi matanya melihat ke arah suaminya, yang seperti ia tahu kalau suaminya sedang ada pikiran ia pun langsung bertanya karena rasa penasarannya.
"Mas?" panggilnya dengan lembut.
"Hmm?"
"Boleh Wawa bertanya Mas?"
"Baiklah Mas" Salwah pun langsung menaruh sisir yang ia pegang, lalu ia pun menghampiri Dhanu dan kemudian ia pun duduk di sebelah sang suami, sesuai dengan permintaannya.
Setelah Salwah sudah berada di sampingnya, Dhanu pun menarik pundak istrinya agar ia bersandar di dadanya, "Sekarang katakanlah, Wawa mau bertanya apa?" katanya setelah keduanya terlihat nyaman.
"Wawa, hanya ingin bertanya, apakah Mas sedang banyak pikiran?, karena sejak tadi, Wawa perhatikan kayaknya Mas terlihat gelisah, ada apa sebenarnya Mas?" tanya Salwah dengan penuh kelembutan.
"Sebelum Mas menjawab pertanyaan Wawa, Bolehkah mas Adan bertanya juga?" tanya Dhanu kembali.
"Ya boleh dong Mas,"
"Wawa?"
"Iya Mas?"
"Wawa menyesal nggak? karena telah menikah sama mas Adan yang tidak memiliki pengetahuan ilmu agama sedikitpun, bahkan Mas Adan juga nggak bisa membaca Alquran Wawa," ujar Dhanu sambil menundukkan wajahnya karena malu.
Salwah tersenyum lembut, ia beranjak dari sandarannya, lalu iapun memegang kedua pipi Suaminya, dan otomatis pandangan Dhanu langsung menatap ke istri cantiknya.
__ADS_1
"Mas, tak pernah sedikitpun terbesit di hati Wawa, menyesal bersuamikan, malahan Wawa bersyukur banget bersuamikan Mas, karena akan menjadi ladang pahala buat Wawa mas," ujar Salwah dengan penuh kelembutan hingga membuat hati Dhanu menjadi sejuk.
"Tapi Wawa, Mas Adan malu karena tidak bisa menjadi imam yang baik buat kamu, karena Mas Adan tidak bisa apapun Wawa," Bales Dhanu dengan wajah terlihat sedih.
"Mas, kalau soal itu kita bisa belajar bersama kok Mas, selagi mas punya keinginan untuk belajar in syaa Allah akan Allah permudah kok Mas.. Imam Syafiโi pernah berkata:
โTaโallam falaisal marโu yuuladu โaaliman. Belajarlah karena tidak ada orang yang terlahir dalam keadaan berilmu"
"Mas, setiap insan lahir dalam keadaan sama, suci dari dosa dan tak berilmu. Akan tetapi, manusia sudah dibekali insting belajar, dari mulai belajar berjalan, berbicara, mengetahui nama-nama benda, hingga mengenal Tuhannya. Maka, belajar adalah sifat alamiah manusia yang perlu terus diasah dan dikembangkan" bak seorang ibu Salwa menjelaskan yang ia tahu pada Dhanu dengan penuh kelembutan.
"Mas tahu, orang yang belajar dimudahkan jalan menuju surga loh.. itu janji Allah yang akan memudahkan jalan menuju surga untuk hambanya yang senantiasa mencari ilmu. Sebagaimana yang di katakan di dalam hadis riwayat Abu Hurairah Ra, Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ู ููู ุณููููู ุทูุฑููููุง ููููุชูู ูุณู ููููู ุนูููู ูุง ุณูููููู ุงูููููู ูููู ุจููู ุทูุฑููููุง ุฅูููู ุงููุฌููููุฉู
"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya." (HR. Muslim)
Abdurrauf Al-Munawi dalam Faidhul Qadir mengatakan, orang yang dimudahkan menuju surga adalah mereka yang mencari ilmu karena ikhlas mengharap ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bukan karena riya.
Tak hanya orang tua yang selalu mendoakan anaknya, seluruh makhluk yang ada di bumi ini bahkan ikut mendoakan orang yang giat mencari ilmu. Sebagaimana sabda Rasulullah ๏ทบ :
ููุฅูููู ุงููู ูููุงุฆูููุฉู ููุชูุถูุนู ุฃูุฌูููุญูุชูููุง ุฑูุถูุง ููุทูุงููุจู ุงููุนูููู ูุ ููุฅูููู ุงููุนูุงููู ู ููููุณูุชูุบูููุฑู ูููู ู ููู ููู ุงูุณููู ูููุงุชูุ ููู ููู ููู ุงููุฃูุฑูุถูุ ููุงููุญููุชูุงูู ููู ุฌููููู ุงููู ูุงุกู
"Sungguh, para malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu akan dimintai ampunan oleh penduduk langit dan bumi, bahkan hingga ikan yang ada di dasar laut."
(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
"Huum, Maa syaa Allah bangetkan Mas?, Makanya Mas jangan malu untuk belajar ya, dan kita akan sama-sama belajar ya Mas,"
Mendengar penjelasan sang istri yang begitu menyejukkan hatinya Dhanu tak bisa berkata apa-apa, ia hanya memeluk Salwah dengan rasa syukur karena ia telah memiliki seorang yang begitu sempurna di matanya.
_________
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,๐๐
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..
__ADS_1
Jadi jangan lupa ya guys ๐๐ Syukron ๐.