Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
I WANT YOU BABY.


__ADS_3

*┈┉━❖❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀❖━┉┈*


"Hal pertama dan terpenting yang wajib menjadi alasan untuk bersyukur adalah bahwa kamu masih diberi kesempatan untuk menikmati kehidupan ini hari demi hari. Pergunakanlah kesempatan sebaik-baiknya, dan jangan membuang waktumu dengan sia-sia. Karena penyesalan datangnya bukan diawal, melainkan di akhir!"


__Quotes of the day__


*┈┉━━━━━•❖❀🤍❀❖•━━━━━┉┈*


Setelah dilihatnya, Zahro telah siap, Dewo pun langsung memulai sholat Dzuhur berjamaahnya untuk pertama kalinya ia menjadi seorang imam untuk istrinya. Setelah menyelesaikan tugasnya terhadap Rabb-nya. Zahro langsung menyalami tangan suaminya serta mengecupnya. Dan dibalas dengan Dewo dengan mengecup dahinya Zahro seraya ia berkata.


"Alhamdulillah, ternyata indah ya, sholat di imamin sama suami sendiri," ujar Zahro setelah ia menyalami tangan suaminya.


"Apakah kamu sudah siap Sayang?" tanyanya, setelah ia mengecup lembut kening istrinya.


Zahro yang bingung akan pertanyaannya Dewo, ia pun mengerutkan keningnya. "Siap apa bie?" tanyanya penasaran.


"Siap disenangi suami kamu diatas ranjang Sayang," jawab Dewo, terdengar kaku.


"Eh, inikan masih siang Bie, malu akh!"


"Kenapa? Emang ada peraturannya menyenangi istri pakai jam tertentu hm?" tanya Dewo, terlihat polos.

__ADS_1


"Yaa nggak ada sih, tapi Zahkan Malu Bie."


Dewo mengerenyit, saat Zahro mengatakan Malu, Karena seingatnya Istrinya itu tadi sudah mulai berani mencium pipinya, kenapa sekarang mengatakan Malu?


"Malu sama siapa? Malu sama aku hm?" tanya Dewo, datar. Dan dibalas Zahro dengan anggukan kepala, sambil ia menundukkan wajahnya.


"Kenapa harus malu, akukan Suami kamu? Sudah halalkan untuk aku memiliki kamu seutuhnya?" tanya Dewo, membuat Zahro, langsung tak bisa berkata-kata lagi. Karena yang dikatakan suami benar adanya, kalau dirinya sudah menjadi hak Suaminya. Jadi tidak ada alasan lagi untuk menolak, apabila sang suami menuntut haknya.


Melihat istrinya terdiam, Dewo mendekati wajahnya ke wajahnya Zahro. "Kenapa diam? Apakah perkataanku salah hm?" tanyanya, membuat Zahro kaget karena Dewo mendekati wajahnya secara tiba-tiba.


"Eh, iiss Bibie! Bikin kaget aja sih!" tegur Zahro, sembari ia memundurkan wajahnya, karena memang, wajah Dewo, terlalu dekat, sehingga ia bisa merasakan hembusan nafasnya. Namun, tangan Dewo langsung memegang tengkuknya Zahro, lalu ia dekatkan lagi wajahnya Zahro, dan ia pun meraih bibir ranumnya Zahro, yang saat ini menjadi candu baru untuknya.


Zahro yang tidak bisa menghindar lagi, akhirnya hanya bisa pasrah, dan mengikuti permainan bibir suaminya. Apalagi Dewo memberikan ciuman itu begitu lembut, membuat ia pun terlena. Sehingga tanpa terasa kini tangannya telah melingkar di leher suaminya yang terlihat begitu kekar.


Dewo, masih menggendong istrinya, dan langsung membawanya ke tempat tidur mereka. Setibanya di Pembaringan, dengan perlahan ia membaringkan tubuhnya Zahro, dalam posisi mereka yang masih bertautan bibir. Keduanya terlihat masih terhanyut akan nikmatnya bertautan. Sehingga tubuh keduanya mulai memanas, menandakan hasrat mereka, menginginkan hal yang lebih.


"Sayang?" panggil Dewo, dengan suara yang terdengar berat, dan dengan nafas yang memburu, akibat pertarungan bibir yang begitu lama.


"Hemm?" sahut Zahro yang sama seperti Dewo, ia masih terlihat tersengal-sengal. Dengan posisi mereka Zahro yang sudah dibawah Dewo, yang masih terlihat menahan tangannya, agar tidak menghimpit Zahro.


"Bolehkah aku melakukan itu?" tanya Dewo dengan tatapan yang begitu lembut dan penuh pengharapan.

__ADS_1


"Maksud Bibie?" Zahro sebenarnya paham kalau saat ini suaminya mulai meminta haknya. Namun ia sengaja ingin mendengar perkataan yang bahwa ia benar-benar menginginkan dirinya.


"Zahro? Can I have you completely? I want you baby,," (Bolehkah aku memiliki kamu seutuhnya?Aku menginginkan kamu Sayang)"ucap Dewo yang sepertinya ia sedikit malu meminta haknya.


"Of course you can, because I am yours." (tentu saja boleh, Karena aku memang milik kamu)" bales Zahro dengan lembut, sembari ia memberikan kedipan mata sebelahnya. Membuat Dewo sedikit kaget dengan keberanian istri cantiknya itu.


"Ah, kamu sangat nakal! Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi," ucap Dewo, yang terlihat begitu semangat. Setelah mendapatkan jawaban dari istri nakalnya itu.


Tanpa basa-basi lagi, Dewo kembali meraih bibir ranumnya Zahro, yang selalu membuatnya mabuk kepayang. Pertempuran bibir kembali lagi, namun kali ini, pertempuran bibir mereka telah dibarengi dengan hasrat yang membara. Dewo pun mengambil kesempatan itu, dengan perlahan tapi pasti, ia sudah membuka satu persatu kain yang menutupi tubuh istrinya, kini terlihat tubuh Zahro yang begitu menggiurkan baginya. Membuat ia tertantang Ingin menjelajahi dunia barunya.


Dewo, dengan semangat empat limanya mulai berpetualang yang diawali dari penelusuran leher jenjangnya Zahra yang begitu putih, membuat ia rugi bila tidak meninggalkan jejaknya disana. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanannya dengan menelusuri daerah perbukitan kembar, dan bermain-main disana sehingga membuat, Zahro ikut terhanyut dalam permainan suaminya. Sehingga tanpa sadar ia selalu mengeluarkan suara lenguhannya, yang membuat Dewo semakin bersemangat.


Setelah puas bermain di area perbukitan, Dewo pun mulai melajukan pertualangan yang semakin menantang. Sehingga ruangan ber-AC yang tadinya dingin, kini tak berasa lagi. Karena keduanya sudah benar-benar hanyut didalam mengharungi lautan panas, samudera bercinta mereka. Setelah itu..


Author ketiduran...😴😴😴


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.

__ADS_1


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


__ADS_2