
*┈┉━❖❀🤍Kalam Al-Qur'an🤍❀❖━┉┈*
"Dan Barangsiapa Yang Bertakwa Kepada Allah, Maka Allah Akan Memberikan Jalan Keluar Atas Segala Urusannya"
👉 ( QS.At-Talaq : 2 )
*┈┉━━━━━•❖❀🤍❀❖•━━━━━┉┈*
Masih di rumah sakit di kota Mekkah.
Dhanu masih terlihat mondar-mandir di depan ruang pemeriksaan. Wajah kekhawatiran masih terlihat jelas dengan mulut yang komat-kamit seperti sedang berdoa, dan tak berapa lama pintu ruangan pemeriksaan terbuka dan muncullah seorang wanita cantik berjas putih dengan memakai hijab hitam. Dhanu yang melihat wanita itu keluar ia langsung menghampiri wanita tersebut.
"Bagaimana keadaan Istri saya Dok?" tanya Dhanu dalam bahasa Inggrisnya, yang terlihat sekali tidak sabaran ingin mengetahui kondisi istrinya.
"Alhamdulillah tak terjadi apa-apa pada istri Anda, ia hanya kelelahan, nanti setelah ia istirahat yang cukup, in syaa Allah ia akan kembali normal" jelas Dokter wanita tersebut.
Mendengar kata kelelahan Dhanu terlihat kaget.
"Eh, kelelahan, apa itu karena aku terlalu bersemangat ya ingin memberikan cicit untuk Kakek, dari malam kami baru sampai hingga tadi malam, bahkan aku melakukannya sampai berkali-kali, Astaghfirullah ternyata aku sangat egois tanpa memikirkan keadaan Salwa"_batin Dhanu dengan raut wajah yang kini berubah menjadi merasa bersalah.
Melihat wajah Dhanu terlihat sedih dokter menyangka kalau Dhanu sedih akibat penjelasan darinya, "Pak, Anda tidak perlu khawatir karena istri Anda saat ini sudah sadar, dan sekarang sudah di pindahkan ke ruangan inap pak" ujar sang Dokter.
"Oh Alhamdulillah, kalau begitu saya sudah boleh melihat istri saya Dok?" tanya Dhanu lagi.
"Boleh pak, silahkan, kalau begitu saya permisi dulu" pamit sang Dokter.
"Silahkan Dok, dan terima kasih" ucap Dhanu, dan di anggukkan oleh Dokter wanita itu, yang kemudian ia langsung berlalu meninggalkan Dhanu.
Sementara Dhanu langsung pergi keruangan tempat Salwah di rawat setelah tadi di beri petunjuk oleh salah satu perawat yang tadi memindahkan Salwa ke ruang Rawat inap. Sesampainya di ruangan tersebut Dhanu langsung membuka pintunya dan terlihatlah Salwa yang ternyata sudah siuman dari pingsannya.
"Assalamu'alaikum sayang" ucap Dhanu saat melihat istrinya yang tidur setengah duduk karena tempat tidurnya memang terlihat lebih tinggi di bagian kepalanya.
"Wa'alaikumus salam Mas" balas Salwah yang terdengar suaranya masih lemah.
"Alhamdulillah kamu sudah bangun Sayang?" tanya Dhanu yang kini sudah duduk di samping pembaringan Salwa.
"Alhamdulillah sudah Mas, tapi ini di mana Mas?" tanya Salwah terlihat heran melihat sekeliling ruangan tersebut.
__ADS_1
"Ini rumah sakit sayang, kamu tadi tidak sadarkan diri membuat Mas panik, makanya Mas bawa kamu kerumah sakit" jelas Dhanu dengan lembut, sembari ia mengelus pipi mulusnya Salwah.
"Oh, terus apa kata dokter Mas?, Wawa sakit apa Mas?" tanya Salwa yang terlihat penasaran.
"Kamu hanya kelelahan sayang. Maafkan Mas Adan ya, mungkin karena Mas yang terlalu semangat ingin memberikan cicit untuk Kakek, membuat kamu jadi seperti ini" kata Dhanu sambil mengecup tangan kanannya Salwa.
"Eh, iya Mas, tapi kayaknya bukan karena itu deh Mas, rasa Wawa itu karena sejak kemarin di tambah tadi mendaki bukit yang begitu padat jadi Wawa kelelay Mas" dalih Salwa agar Suaminya jangan terbebani dengan rasa bersalahnya.
"Hah iyakah?" tanya Dhanu mengingat-ingat perjalanan mereka dari kemari hingga hari ini.
"Iya Mas, Maaf ya Wawa jadi merusak bulan madu kita" kata Salwa yang kali ini ia yang merasa bersalah pada Dhanu.
"Tidak apa-apa sayang, kamu jangan pikirkan itu, yang penting kamu istirahat ya, dan kamu tak perlu khawatir masih ada 10 hari lagi masa bulan madu kita, dan bila kamu mau Mas Adan bisa kok menambah harinya lagi untuk bulan madu kita sayang" balas Dhanu terdengar lembut membuat hati Salwa merasa lega.
"Terima kasih ya Mas"
"Iya sayang, ya sudah sekarang kamu istirahat lagi ya, biar kamu cepat pulih kembali, emang kamu mau berlama-lama di sini hm?"
"Nggak mau, kalau bisa pun Wawa ingin langsung pulang ke hotel saja Mas, jadi istirahatnya lebih leluasa Mas" kata Salwa terlihat ia tak begitu menyukai aroma rumah sakit.
"Sabar ya sayang, tadi kata salah satu Suster di sini, kamu boleh pulang kalau cairan yang berada di botol infusnya kamu telah habis sayang," jelas Dhanu sambil ia membelai lembut kepala Salwa penuh kasih sayang.
"Ya makanya sayang harus istirahat dulu, nanti saat kamu bangun kembali pasti isi botol itu sudah habis, " rayu Dhanu agar Salwa tak protes lagi, "Ya Sudah sekarang kamu istirahat ya, Mas juga mau istirahat juga akh, soalnya Mas juga lelah sayang bolehkan Mas tidur di sampingnya kamu?" lanjut Dhanu lagi.
"Tentu saja boleh Mas, ya sudah mas tidur di sini" kata Salwa sambil ia menggeserkan tubuhnya, agar Dhanu bisa ikut berbaring di sampingnya.
"Terima kasih sayang" ucap Dhanu, yang kemudian ia pun langsung membaringkan tubuhnya di samping Salwa.
"Iya Mas sama-sama" balas Salwa sambil ia memiringkan tubuhnya agar ia bisa tidur sambil memeluk suaminya. Melihat istrinya yang terlihat manja Dhanu tersenyum senang, ia pun ikut menyambut pelukan Salwa.
"Sekarang tidurlah sayang, semoga kamu bermimpi indah" ujar Dhanu saat melihat istrinya yang terlihat sudah nyaman di pelukannya, setelah ia ia juga memberikan kecupan lembut pada dahinya Salwah penuh kasih sayang.
"Iya Mas" kata Salwa yang kemudian ia pun mulai memejamkan matanya, dan karena mungkin pengaruh obat membuat Salwa akhirnya terhanyut dalam mimpinya, begitu juga dengan Dhanu, yang akhirnya ikut terhanyut dalam mimpinya karena memang hari ini sangat melelahkan baginya.
______
Sementara di sisi lain di tanah air..
__ADS_1
Di sebuah gedung bertuliskan WYP.
"Wo, apakah kamu sudah mendapatkan kabar dari anak buahmu yang mengikuti para cucuku hm?" tanya Darma yang setelah Dhanu pergi berbulan madu ia terpaksa menggantikan sang cucu untuk sementara waktu menjadi pemimpin WYP.
"Sudah Tuan besar," bales Dewo.
"Alhamdulillah, apakah mereka baik-baik sajakah di sana?" tanya Darma terlihat begitu penasaran ingin mendengar kabar tentang cucu-cucunya yang saat ini berada di Mekkah.
"Kata anak buah saya, Nyonya saat ini dalam kondisi tidak naik tuan besar, dan saat ini ia sedang dalam perawatan di rumah sakit Tuan", jelas Dewo membeberkan perkataan dari anak buahnya yang saat ini sedang berada di Mekah juga. untuk melindungi Dhanu dan Salwa saat di sana.
"Astaghfirullah, lalu apakah anak buah kamu tahu, dia sakit apa?" tanya Darma terlihat cemas da. penasaran.
"Kata anak buah saya, Nyonya hanya kelelahan tuan besar, mungkin karena mereka tadi sempat mendaki bukit Jabal Rahmah Tuan" jelas Dewo lagi
Mendengar perkataan Dewo Darma mengerutkan keningnya, "Hmm, masa sih hanya karena itu saja?" tanya Darma lagi.
"Iya tuan besar, seperti itulah informasi yang saya dapatkan Tuan besar" kata Dewo lagi.
"Hmm, aku rasa bukan karena itu, tapi aku yakin itu pasti ulah Dhanu yang sekarang sudah menjadi pria gahar" batin Darma, sambil tersenyum lucu kebayang dengan sang cucu.
"Ada apa tuan besar?" tanya Dewo terlihat heran melihat Darma tersenyum sendiri.
"Ada Pria gahar" balas Darma tanpa sadar.
"Hah apa?, siapa yang gahar tuan besar?" tanya Dewo semakin penasaran.
"Eh, bukan siapa-siapa!" balas Darma terlihat malu karena ia keceplosan dengan pikirannya.
"Eh?"
_____________
TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,🙏😇
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
__ADS_1
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..
Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.