Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
MAS ADAN GENIT!.


__ADS_3

πŸ”Ήβ—ˆβ—ˆβ—ˆπŸ’  Mutiara Alfaqiroh πŸ’ β—ˆβ—ˆβ—ˆπŸ”Ή


"Ketika kamu ikhlas menerima semua kekecewaan hidup. Maka Allah akan membayar tuntas kekecewaanmu, Dengan beribu-ribu kebaikan"


___(Ali bin Abi Thalib)__


πŸ”Ήβ—ˆβ—ˆβ—ˆβ—ˆβ—ˆβ—ˆβ—ˆβ—ˆβ—ˆβ—ˆπŸ’ β—ˆβ—ˆβ—ˆβ—ˆβ—ˆβ—ˆβ—ˆβ—ˆβ—ˆβ—ˆπŸ”Ή


04:25


Salwah tersentak dari tidurnya, karena memang ia sudah terbiasa bangun jam segitu, dan di saat ia membuka matanya, yang terlihat pertama kali adalah wajah suaminya. Salwah tersenyum saat melihat sang suami yang masih tertidur pulas dengan memeluk dirinya.


Sejenak ia pandangi wajah polosnya, sambil menyingkirkan rambutnya yang berkeliaran di wajah Dhanu, dan setelah itu ia pun memberikan kecupan lembut pada dahinya.


Setelah memberikan kecupan pada Dhanu, Salwah pun menyingkirkan tangan Dhanu yang melingkar di pinggangnya dengan perlahan, dan setelah lepas dari pelukan sang suami Salwa langsung melangkah ke kamar mandi.


Setelah tak terlihat lagi, Dhanu pun membuka matanya lalu ia pun tersenyum puas.


"hmm, ternyata Humairahku, sangat romantis, membuat aku jadi semakin cinta, ukh.. jadi ingin memakannya lagi, hmm sabar Ardhan, setelah ini kamu akan selalu bersamanya" batin Dhanu, yang kemudian ia kembali memejamkan matanya.


Selang berapa menit, Salwa Kembali keluar dari kamar mandinya, dengan memakai handuk kimono berwarna pink, serta kepala yang terlilitkan handuk berwarna putih, dan ia pun langsung menghampiri Dhanu, karena ia menyangka kalau Suaminya masih tertidur.


Salwah duduk di tepi ranjang, tepat disisi Dhanu yang sedang tidur, "Mas, bangun yuk, sudah mau menjelang waktunya subuh nih," katanya sambil mengusap lembut pipi sang suami.


"Hmm" balas Dhanu yang terlihat ia masih enggan membuka matanya.


"Ayo dong Mas..banguun Nanti keburu adzan subuh loh," ujar Salwah penuh kelembutan, serta masih mengusap lembut pipinya Dhanu.


"Hmm..Mas masih ngantuk Wawa" Bales Dhanu dengan suara serak khas bangun tidurnya.


"Iya Wawa tahu, tapi ini sudah mendekati waktunya subuh Mas, emang Mas nggak mau shalat subuh?.. rugi loh kalau tidak sholat subuh, waktu subuh sendiri merupakan salah satu waktu yang sangat istimewa dari beberapa waktu lainnya, sehingga Allah memilih waktu subuh untuk memerintahkan kepada hamba-nya untuk mengerjakan shalat. di dalam Al-Qur’an dijelaskan mengenai keutamaan shalat subuh, penjelasannya :


β€œMaka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh.” (QS. Ar Rum: 17)

__ADS_1


β€œDirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).”


(Qs. Al-Isra’: 78)


"Mas, jika kita melaksanakan shalat subuh, banyak sekali keutamaan yang nantinya bisa kita dapatkan. emang Mas tidak takut sebagai seorang muslim jika disebut sebagai seseorang yang munafik karena telah melalaikan shalat subuh?, karena bila kita tidak melaksanakan sholat subuh maka ia akan di golongkan orang yang munafik Mas, dan itu juga di jelaskan di sabdanya Rasulullah ο·Ί bersabda:


β€œSesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)


"Tau, nggak Mas, orang yang tak sholat subuh itu ternyata ia di ikat oleh syetan loh itu juga yang dikatakan di dalam sebuah hadits ;


Dari Abu Hurairah, Rasulullah ο·Ί bersabda: β€œSetan akan mengikat ujung kepala seseorang di antara kalian yang sedang tidur dengan tiga ikatan yang tiap-tiap ikatan itu menjadikanmu mengira malam masih panjang, maka tidurlah lagi. Apabila seseorang di antara kamu itu bangun seraya menyebut nama Allah maka akan terlepaslah satu ikatan. Apabila dia berwudhu, maka akan terbukalah satu ikatan lagi. Apabila dia mengerjakan sholat, maka akan etrbukalah satu ikatan lagi. Makai a menjadi bersemangat dengan jiwanya, jika tidak maka jiwanya akan kotor dan menjadi pemalas,” (HR Bukhari).


Mendengar penjelasan dari istrinya spontan Danau pun bangun dan langsung terduduk,


"Enggak kok, mas enggak diikat setan nih Mas sudah bangun kok Wawa" katanya dengan wajah yang terlihat polos, membuat Salwah tersenyum lucu melihat wajah polos sang Suaminya.


"Alhamdulillah ya sudah sekarang Mas mandi ya" bales Salwah lembut.


"Iya Wawa, Mas mandi dulu ya," kata Dhanu sambil mengecup singkat pipinya Salwa.


Sementara Salwah menyiapkan baju yang akan dipakai suaminya untuk shalat, setelah itu barulah ia bersiap juga, dengan memakai baju gamisnya dan tak berapa lama Dhanu pun keluar dari kamar mandinya.


"Mas, dah siap Wawa," kata Dhanu setelah keluar dari kamar dengan memakai handuk sebatas pinggang, membuat dada bidangnya yang sedikit basah pun terekspos di tambah lagi saat melihat rambutnya yang basah membuat ia terlihat seksi di matanya Salwah.


"Eh, kok nggak pakai handuk kimono sih Mas?," tanya Salwah yang terlihat ia malu saat melihat tubuh Suaminya, hingga ia memalingkan wajahnya.


"Hmm.. mengapa kamu berpaling Wawa?, bukankah tadi juga kamu sudah lihat, bahkan sudah seluruhnya, kenapa sekarang kamu malu begitu sayang?" goda Dhanu yang semakin mendekati dirinya pada Salwah.


"Eh, iiss...apaan sih Mas udah akh, sana cepat pakai bajunya, nanti keburu adzan tau" kata Salwah dengan wajah yang terlihat sudah memerah.


Dhanu yang melihat wajahnya yang sudah memerah membuat ia semakin gemas pada istri cantiknya itu, yang kemudian ia malah memeluknya dari belakang.


"Hehehe, kamu sangat menggemaskan sekali sayang" katanya yang kemudian mengecup pipinya Salwah dari posisi ia di belakang Salwah.

__ADS_1


"Eh, Mas Adan genit deh!, iiikh.. sanaa pakai bajunya Mas" seru Salwah sembari melepaskan diri dari pelukan Suaminya, dan setelah itu ia pun mendorong Suaminya kearah ranjang mereka yang di sana sudah terdapat baju Koko berserta sarung untuk Dhanu.


"Humm.. tapi Wawa.. Mas jadi ingin itu.." kata Dhanu dengan nada manjanya.


"Eh, Mas Adan.. inikan sudah waktunya subuh, sholat dulu yaa" balas Salwah dengan wajah yang semakin memerah karena kelakuan suaminya, yang sudah seperti anak kecil ingin menyusui, karena Dhanu sudah menempelkan wajahnya di dadanya.


"Tapi janji ya.. setelah mas pulang dari mesjid kasih kita main kayak tadi malam" bisik Dhanu membuat Salwah bergidik, dan di saat Salwa hendak menjawab tiba-tiba pintu kamar mereka di ketuk seseorang, membuat kedua kaget hingga mereka pun saling pandang.


Tok..tok..tok..


"Salwah?, Dhanu mana nak, ini sudah waktunya subuh" panggil seorang pria dari luar kamar mereka.


"Eh, iya Jaddun, tunggu sebentar Mas Ardhan lagi pakai baju" balas Salwah pada pria yang ternyata kakeknya sendiri dari dalam kamarnya


"Oh, ya sudah Jaddun tunggu di depan yaa" seru Zainal lagi.


"Iya Jaddun" balas Salwah lagi, "Ayo Mas cepat pakai bajunya" katanya pada Dhanu sembari ia membantu suaminya memakai bajunya.


"Iya iya, ini jugakan Mas lagi pakai" ucap Dhanu sembari ia memakai sarungnya sementara Salwah membantu mengancingkan bajunya, setelah selesai, Salwah juga memakaikan peci hitam pada kepalanya.


"Alhamdulillah sudah siap, sekarang pergilah Mas" katanya dengan lembut.


"Iya sayang, ya udah mas ke mesjid ya Assalamu'alaikum" Pamit Dhanu sambil mengulurkan tangannya.


"Iya Mas, Wa'alaikumus salam" setelah mendapatkan jawaban dari istri cantiknya, Dhanu pun melangkah keluar kamar, sementara Salwah langsung ke kamar mandi untuk berwudhu, karena ia juga akan melaksanakan kewajibannya juga terhadap Rabbnya.


_________


TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,πŸ™πŸ˜‡


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.

__ADS_1


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..


Jadi jangan lupa ya guys πŸ™πŸ˜‰ Syukron 😊.


__ADS_2