Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
DENDAM BERKEPANJANGAN.


__ADS_3

Di DHIA grup..


Dhanu sudah memulai aktivitasnya kembali, sebagai CEO di dua perusahaan sekaligus. Namun Dhanu lebih banyak berada di DHIA grup, karena dari awal ia menjadi pemimpin di DHIA grup makanya Ia lebih nyaman di sana di banding WYP grup. Karena perusahaan itu selalu mengingatkan ia pada kenangan pada Om.


Hari ini Dhanu terlihat sibuk di kantornya. Yaa akibat perjalanannya berbulan madu, membuat pekerjaan menumpuk. Sehingga Ia tak punya waktu untuk berleha-leha, bahkan ia akan marah bila ada yang mengganggunya. Seperti saat ini di tengah kesibukannya terdengar ketukan pintu membuat Ia menjadi kesal.


Tok..Tok .Tok..


"Siapa lagi sih, mengganggu saja!" gerutu Dhanu terlihat geram, "Masuk!!" katanya dengan suara lantangnya. Dan tak berapa lama seorang pria berjas hitam masuk keruangan Dhanu.


"Ada apa Wo? sudah aku katakan jangan mengganggu aku dulu! Masih saja ganggu!" bentak Dhanu kesal.


"Maaf Tuan muda saya punya kabar yang penting Tuan muda" balas Dewo dengan sopan.


"Kabar penting apa? cepat katakan aku nggak punya banyak waktu!" tegas Dhanu dengan mata masih menatap layar laptopnya.


"Reza di culik oleh anak buahnya Dicky Tuan Muda," kata Dewo.


"Hah? apa urusannya denganku?! merekakan ayah dan anak, jadi aku rasa kita tidak perlu ikut campur dengan urusan mereka. Jadi sekarang sebaiknya kamu pergi dari sini!" ujar Dhanu yang terlihat tidak senang mendengar kabar tersebut.


"Tapi Tuan Muda, Reza bukan anak Dicky melainkan ia anaknya Tuan Eriko" jelas Dewo.


Mendengar perkataan Dewo, Dhanu langsung menatap Dewo dengan kening yang berkerut, "Apa maksudnya kamu? bukankah kita sudah dua kali melihat hasil tes DNA Reza dengan Om Eriko dan hasilnya menunjukkan kalau Reza bukan anak Om Riko?" tanya Dhanu terlihat penasaran.


"Saat itu ternyata kita di permainkan oleh Dicky Tuan, dan ternyata dokter yang menguji darah mereka adalah temannya Dicky Tuan" jelas Dewo lagi.


"Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?"

__ADS_1


"Tuan besar melihat ada kejanggalan di surat tes DNA tersebut, lalu ia berinisiatif mencoba kecocokannya lagi lewat temannya yang ber ada di Singapore. Dan hasilnya seperti dugaan Tuan besar, kalau Reza memang anaknya Tuan Eriko," jelas Dewo lagi.


Dhanu mengerenyitkan dahinya kembali, tiba-tiba ia teringat pada Ratih, "Bagaimana dengan Ratih? Bukankah di tes dengan dokter yang sama?" tanya Dhanu kembali.


"Nona Ratihlah yang bukan anak Tuan Eriko, tes DNA sengaja di tukar oleh dokter tersebut, untuk menyakinkan kalau Ratihlah yang anaknya Tuan Eriko Tuan," jelas Dhanu lagi.


Dhanu mendengus, " humf.. benar-benar licik si Dicky itu, tapi Apa maksudnya Dicky melakukan hal itu?" tanya Dhanu semakin penasaran.


"itu karena Dicky ingin menjerat tante Anda, agar ia mau bekerja sama untuk menghancurkan Om Anda, yang ternyata Tuan Eriko dan Dicky dulu pernah berteman saat mereka masih sekolah, dan ternyata Om Anda dan Dicky menyukai wanita yang sama yaitu Tante Anda. Namun Tante Anda memilih Om Anda, membuat Dicky dendam berkepanjangan, maka dari itu ia menjebak Susi dan mengatakan bahwa Reza adalah anaknya," jelas Dewo lagi.


"Hah! jadi ini cerita dendam yang berkepanjangan apa itu artinya orang tuaku korban dendam mereka Wo?" tanya Dhanu dengan memasang wajah datarnya.


"Benar Tuan muda. Orang tuanya Tuan Muda korban karena ternyata beliau mengetahui pemainan Dicky, makanya Dicky melakukan berbagai macam cara untuk menyingkirkan Ayah Anda Tuan" jelas Dewo lagi.


"Baiklah aku paham sekarang, mari sekarang kita hentikan dendam berkepanjangan ini dan kita harus mencabut akarnya, baru semuanya menjadi tenang!" ujar Dhanu sembari ia bangkit dari kursi kebesarannya. Setelah ia mengambil jasnya yang ia sampiri di sandaran kursi kebesarannya, Dhanu pun mulai melangkah dengan langkah yang gagah ia keluar dari ruangannya dengan di ikuti Dewo dari belakang.


__________


"Siapa kalian sebenarnya? cepat lepaskan gue!" teriak Pria yang tergantung tersebut. Dan disaat bersamaan terdengar suara langkah kaki mendekati mereka.


"Hai Reza, anakku sayang, ada apa kamu berteriak-teriak hm?" ujar Pria paruh baya yang baru saja datang, dan langsung duduk setelah salah satu dari Pria berbadan besar tersebut menyediakan kursi untuknya.


"Dicky!" sentak pria yang tangannya tergantung yang ternyata dia adalah Reza.


"Mengapa kamu memanggilku seperti itu? panggil aku Papi Nak, aku ingin mendengar kamu menyebutku Papi" ujar Dicky dengan memasang senyum seringainya.


"Cih! mana ada orang tua yang mengikat anaknya seperti kau! Lo nggak pantas gue panggil Papi! karena Lo bukan Papi gue! " seru Reza yang menatap Dicky dengan tatapan kebencian terhadapnya.

__ADS_1


Mendengar perkataan Reza, Dicky langsung tertawa sembari ia bangkit menghampiri Reza, "Hahaha anakku sepertinya amat membenci aku. Hingga kamu tak mengakui aku sebagai ayah kamu, tapi sayangnya kita tetaplah Ayah dan anak, Mau tak mau itulah kenyataannya Nak," balasnya sambil menangkup kedua pipi Reza dengan satu tangannyq.


Reza yang merasa sakit di bagian pipinya langsung meludahi wajah Dicky dengan cepat, " Cuih! jangan sentuh gue!" serunya terlihat geram saat melihat wajah Dicky dari dekat.


Dicky kembali tersenyum seringai sembari ia mengelap wajahnya yang terkena air ludahnya Reza, "Heh! beraninya kau meludahiku! tapi aku tidak masalah selagi kamu mau mengatakan dimana ibu kamu? Cepat katakan kau sembunyikan di mana dia?!" tanya Dicky yang terlihat wajahnya kini mengeras dan tatapannya juga terlihat dingin.


Kali ini Reza yang tersenyum berseringai, karena mendengar pertanyaan Dicky, " Heh..Ckckck.. jadi Lo menahan gue, karena sudah putus asakah? karena tidak bisa mengasah pedang Lo!" katanya dengan nada mengejek.


"Kau!.. berani sekali kau mengatakan itu, Cepat katakan dimana Dia!" bentak Dicky dengan wajah yang terlihat sudah merah karena kemarahannya.


"Cuih! sampai aku matipun gue tak akan memberi tahu keberadaannya!" seru Reza dengan tatapan menantangnya.


"Auoh.. itu pilihan kamu oke, akan aku kabulkan permintaan kamu," ujar Dicky datar, "Hajar Dia, sampai dia mengakui di mana ibunya!" titah Dicky lagi pada anak buahnya.


"Oke Bos!" balas anak buahnya yang kemudian mendekati Reza dan.


Bugh!..Bagh..Bugh!..Bagh..


___________


Tetap dukung author terus ya🙏 😉 dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga oke guys 🙏🥰


Oh iya sambil menunggu author update, yuk singgah ke novel nggak kalah serunya loh, ini punya teman-teman seperjuangan Author jadi yuk kepoin ya guys 🙏😉.



__ADS_1


Jangan lupa di kepoin ya guys 🙏😘🥰.


__ADS_2