Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
INGIN MEMBAWA SALWA KE KOKTA.


__ADS_3

*┉━•❖❀🏵MUTIARA Alfaqiroh🏵️️❀❖•━┉*


"Jangan menasihati orang bodoh, karena dia akan membencimu. Nasihatilah orang yang berakal, karena dia akan mencintaimu."


____ALI BIN ABI THALIB___


*┈┉━━━━━━•❖❀🌼❀❖•━━━━━━┉┈*


Selepas subuh, karena Kyai Zainal memiliki program untuk para santrinya, maka beliau harus tetap berada di masjid, sedangkan Dhanu dan Dewo, langsung beranjak pulang, dan di dalam perjalanan pulang mereka.


"Tuan muda, saya mendapatkan kabar kalau di perusahaan ayah Anda yang di pimpin tuan Eriko hari ini akan diadakan rapat dewan direksi, dan beliau mengundang Anda untuk hadir tuan muda" tutur Dewo di dalam perjalanan mereka.


Mendengar perkataan Dewo, Dhanu mengerutkan keningnya, "Hmm, mau apa, Om Riko mengundangku, di rapat dewan direksi?" tanya Dhanu terlihat penasaran.


"Saya kurang begitu tahu Tuan muda, cuma kata salah satu anak buah saya ya ini menyangkut pengalihan perusahaan," jawab Dewo seadanya.


"Pengalihan perusahaan?, hmm ya sudah, kalau begitu kita langsung berangkat saja, oh iya hari ini aku membawa istri juga, jadi kamu persiapkan segalanya, karena aku tidak ingin membawa dia ke rumah Om Riko, kamu pahamkan?" ujar Dhanu yang terlihat serius.


"Baik Tuan muda saya paham!" balas Dewo, yang juga mereka sampai tepat didepan rumah kyai Zainal.


"Bagus!, ya sudah kamu bersiaplah, dalam 30 menit kita langsung berangkat" kata Dhanu sembari ia berjalan memasuki rumahnya Kyai Zainal.


"Baik Tuan muda" balas Dewo yang kemudian ia mulai bersiap, namun sebelum itu ia seperti mengambil benda pipihnya, karena sepertinya ia hendak menghubungi seseorang.


____


Sementara Dhanu yang sudah berada di dalam rumah Ia pun langsung menuju ke kamar Salwa, sesampainya di depan kamar ia pun langsung masuk, dan ternyata di dalamnya tidak ada siapapun.


"Eh kemana Salwa? kok nggak ada? apa mungkin di dapur ya? ah, sebaiknya aku kedapur saja." gumam Dhanu, yang kemudian ia berjalan keluar dari kamarnya, dan langsung menuju ke dapur dan benar saja ternyata Salwah memang sedang berada di dapur.


"Wawa?" panggil Dhanu saat ia sudah berada di dapur.


"Iya Mas?" sahut Salwah seraya ia menoleh sejenak ke arah suami sejenak, lalu ia pun kembali fokus pada masakannya, yaa saat ini Salwa sedang memasak makanan untuk sarapan mereka.


"Sudah lapar ya nak?" tanya Hanna ibu Salwah.


"Eh, tidak Umi, Ardhan cuma mau ngasih tahu, sama Salwa kalau pagi ini, kami mau pulang ke kota" jelas Dhanu.


"Loh kok cepat banget nak?, baru kemarin kamu sampaikan?" tanya ibu Salwah

__ADS_1


"Iya umi, soalnya ada urusan mendadak, oh iya Umi, Ardhan boleh membawa Salwakan?" tanya Dhanu.


"Ya boleh dong Nak, diakan istri kamu"


"Alhamdulillah, makasih Umi"


"Iya nak, sama-sama, ya sudah Salwa kamu bersiap sana, biar Umi saja yang meneruskan masaknya" ujar Hanna, pada Salwah.


"Baiklah umi, kalau begitu Salwa tinggal ya" balas Salwah sembari mencuci tangannya.


"Iya nak" setelah mendapatkan balasan dari sang ibu Salwah langsung menghampiri Suaminya.


"Ayo mas kita bersiap" ajak Salwah sambil menggandeng tangan Dhanu.


"Iya Wawa" lalu merekapun beranjak dari dapur dan pergi menuju ke kamar mereka.


Sesampainya di dalam kamar Salwah mengambil kopernya ia bermaksud ingin membawa pakaiannya, untuk baju gantinya saat di kota.


"Untuk apa itu Wawa?" tanya Dhanu heran.


"Untuk menaruh baju Wawa mas, untuk baju ganti disana" balas Salwah, sambil ia membuka koper tersebut.


"Eh, benarkah Mas?, tapi dari mana kamu tahu ukuran Wawa mas?"


"Ya tahulah Wa, kan, waktu Mas, datang yang kedua mas membawa baju kamu, tanpa kamu ketahui" kata Dhanu berkata jujur.


"Hah?, jangan-jangan Mas membawa baju gamis Wawa, yang berwarna pink ya?" tanya Salwah yang terlihat penasaran.


"Hehehe.. hu'um" balas Dhanu cengengesan, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, karena malu.


"Ya Allah Mas.. kenapa nggak bilang sama Wawa sih?, jadikan Wawa nggak nyariin Mas," protes Salwa, akan tetapi cara penuturannya tetap lembut.


"Maafin Mas Adan, ya Wawa" ucap Dhanu sambil menyatukan kedua jari telunjuknya, terlihat jelas ia merasa bersalah.


Salwah yang melihat itu, jadi nggak enak hati, ia pun mendekati suami, "Iya udah Wawa maafin kok," ucapnya seraya ia memegang kedua tangan Dhanu.


"Alhamdulillah, terima kasih Wawa" ucap Dhanu yang kemudian ia pun mengecup dahi Salwah.


"Iya Mas, ya sudah kalau begitu, kita sarapan dulu yuk, baru kita berangkat," ajak Salwah kembali menggandeng tangan Suaminya.

__ADS_1


"Tidak Wawa, kita sarapan di jalan saja ya, karena takutnya mas terlambat meeting"


"Oh, ya sudah kalau begitu kita langsung berangkat aja, kita pamitan dulu ya"


"Baiklah Wawa" balas Dhanu yang kemudian mereka pun meninggalkan kamar mereka dan kemudian mereka berjalan menuju ruang keluarga yang ternyata disana sudah ada Kyai Zainal dan Arifin Ayah Salwah.


"Jaddun, Abi, bolehkah Ardhan membawa Salwa ke kota?, apakah Ardhan boleh membawa Salwanya ke rumah Ardhan?" tanya Dhanu yang terlihat sedikit takut, karena tidak di izinkan membawa istrinya.


"Boleh dong Nak, sekarang Salwa memang sudah menjadi tanggung jawab kamu, jadi kamu berhak membawanya kok nak" balas Zainal lembut.


"Alhamdulillah, terima kasih Jaddun,"ucap Dhanu terlihat senang, "Kalau Abi bagaimana?" tanyanya kembali pada Ayah Salwah.


"Tentu saja boleh dong Nak, tetapi Berjanjilah, kamu akan menjaga anak Abi dengan baik ya Nak," balas Arifin lembut juga.


"Baiklah Abi, Ardhan janji akan menjaga Salwa dan juga akan membahagiakannya" kata Dhanu terlihat ia sangat yakin dengan perkataannya.


"Aamiin, itu yang kami harapkan nak, ya sudah ayo kita sarapan dulu ya" ajak Arifin seraya ia bangkit dari duduknya.


"Maaf Abi, Jaddun, kami akan sarapan di jalan saja," kata Dhanu sopan


"Oh, ya sudah kalian berhati-hatilah di jalan ya" ujar Zainal,


"Iya Jaddun, ya sudah kami pamit ya, Assalamu'alaikum" ucap Dhanu sembari menyalami Zainal dan Arifin dan di susul juga oleh Salwah yang ikut menyalami tangan kedua orang tuanya dan juga pada sang kakeknya.


Setelah acara berpamitan selesai, Dhanu dan Salwah pun langsung melangkah keluar menuju ke mobilnya Dhanu, yang disana sudah ada Dewo, yang sudah membuka pintu mobilnya untuk kedua majikannya.


Setelah melihat kedua majikannya sudah duduk nyaman, Dewo pun mulai melajukan mobilnya, meninggalkan kediamannya milik Kyai Zainal, dan ia juga mengarah mobilnya menuju ke kota,


____________


TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,🙏😇


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..


Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.

__ADS_1


__ADS_2