
"Tolong ya boy jaga dia,karna banyak di luar sana yang mengincar kalung itu demi keserakahan mereka sendiri, jadi ayah minta tolong jaga Hasna dan juga kalung itu jangan sampe hilang karna taruhannya adalah hubungan kalian dan juga anak-anak kalian kelak"ucap Ayah menjelaskan pada Arka
"Baik lah ayah aku akan menjaga Hasna itu pasti,dan Aku akan usahakan kalung itu aman pada kami"Ucap Arka prrcaya diri
"Baiklah bahas itu nanti lagi ok.Sekarang kita bahas kapan kau akan melamar Hasna gadis cantik sepertinya jangan dilamakan untuk di nikahi"goda ayahnya pada Arka
"Kalo aku hanya terserah Hasna yah!.Karna dia tak ada keluarga di sini, dia dlu memiliki kelura tapi dia hidup dengan neneknya, entah di mana keluarganya, dia udah mencari selama 4 tahun sebelum neneknya tiada,dia mencari sesuai dengan alamat yang di berikan oleh orang tuanya dulu,nyatanya zonk, tak ada satupun kelurganya disana"ucapa Arka dengan membuang nafas kasarnya merasa kasihan pada kekasih hatinya itu
"Ya sudah lusa kita datang ke kontrakannya,kita meminta bantuan RT dan warga setempat mewakilkan orang tua Hasna.Bagaimana?"ucap ayah
"Setuju saja, besok biar bunda siapkan seserahan untuk lamaran"jawab Bunda
__ADS_1
"Baiklah terserah kalian saja"ucap Arka lalu pergi ke ruang keluarga di mana keponakan dan pujaan hatinya di sana
Arka turun ke lantai bawah, dia berhenti di tengah tangga kala melihat Hasna tengah bermain dengan keponakannya,dia menyunggingkan senyumnya kala melihat peandangan itu,dia melangkah menghampiri keponakannya dan duduk di samping keponakannya.
"Hai sayangnya Om Arka, mau es krim hmm? "tanyanya pada ponakan kesayangannya yang sedang bermain lego dengan Hasna
"Au om!!! "seru Abi dengan semangat ketika mendengar kata es krim
"Ampun kak, Aauwsss kak,sakit!!!..,lepasin!!.Bunda!!!kak Arsita jahat sama Arka, dia tarik kuping Arka!! "Adu Arka pada sang bunda yang baru turun dari lantai atas dengan sang Ayah
"Pasti kau mengajak Abian membeli es krim lagi kan, pantas Arsita marah padamu"goda sang ayah yang membuat Arka siap menangis
__ADS_1
"Iya ayah dia yang mengajak Abian makan es krim lagi, udah tau Abian lagi batuk dan belum boleh makan es krim, dia dengan seenaknya nawarin es krim.Dasar bocah!!! "omel Arsita yang sebenarnya sedang menggoda adik manjanya itu dengan sengaja karna ketika dimarahi pasti akan menangis
"Mumpung ada Hasna kan, sekalian aja bikin nih bocah Malu,uhh sayangnya kakak, maaf yah kakak kerjain,kasihan sih, tapi siapa suruh bikin Abian sakit, dan lagian siapa suruh manja"batin Arsita dengan menahan senyum melihat Arka yang sudah menahan air matanya dengan hidunh merah, mata yang memerah,kuping dan wajahnya pun memerah dan bibir tipisnya sudah melengkung ke bawah
"1....2.....3....."ucap Ayah, Bunda, Arsita, dan Agam yang baru pulang dari kantor melihat Arka yang menangis ikut menghitung karna dia sudah hapal apa yang terjadi pada adik iparnya itu jika wajah tampannya berubah merah dan bibirnya sudah melengkung ke bawah pasti akan menangis
"Huaaaaa, Bundaaaa!!!! "tangis Arka dengan kencang, ya seisi rumah sudah tidak heran dengan tingkah Arka yang seperti Abian, dia akan menangis jika sudah di omeli kakaknya atau kakak iparnya yang jahil padanya
tangisan Arka membuat seisi rumah tertawa dan Hasna serta pelayan dan juga penjaga runah hanya mengulam senyumnya,mereka sudah tau dan paham tingkah Arka yang juga manja pada mereka, ya Arka diluar bereibawa, tegas, dingin, cuek, dan cool, tapi bersama keluarganya sekalinya kena bentak dia akan menangis dengan kencang.
"hiks...Bunda...,k.. kak.Ar... arsita jahat bunda.... huaaa...."tangis Arka serta mengadu pada sang Bunda dan hanya di balas senyum oleh Bundanya
__ADS_1
"Dasar bayi!!!, manja!!! ,cengeng!!"ejek Arsita pada adiknya itu,yang membuat seisi rumah tertawa karna Arka menangis lebih kencang dan berlari ke kamarnya