Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 54


__ADS_3

Pagi hari yang cerah Hasna sidah disibukkan oleh tangis bayi kecilnya dan ditambah rewelnya Rafael yang semalam suhu tubuhnya naik, saat ini anak itu tak ingin jauh dari Papanya, bahkan saat Arka akan berangkat ke kantor Rafael akan menangis dan selalu minta digendong olehnya. Ya akhirnya Arka mengalah demi kesembuhan putranya


"Cup..cup..cup.. sayangnya Papa sudah sayang ya, jangan nangis terus dong sayang. Papa kan disini sama Rafa"ucap Arka menenangkan Rafael yang masih menangis dalam gendongannya


"Suhunya masih tinggi sayang?"tanya Arka kepada Hasna yang baru saja masuk menggendong Anggara masih menangis


"Cup..cup.. iya mas, Anggara juga masih panas ini, kerumah sakit aja deh ya, aku takut mereka kenapa-kenapa"ajak Hasna dengan menimang Anggara yang masih saja menangis


"Kamu benar sayang, sebentar aku ganti baju dulu"ucap Arka namun baru saja melepas tangan Rafael dilehernya, anak itu sudah menangis kembali


"Sebentar ya nak, Papa mau ganti baju dulu sayang, sama Mama dulu ya sayang"bujuk Arka namun Rafael menolak membuat Arka menghembuskan nafasnya pelan


"Bentar mas, Angga udah bobo"ucap Hasna lalu meletakkan Anggara di ranjang mereka


"Sini sayang sama Mama dulu ya, Papa mau ganti baju dulu. Papa bau acem sayang"ucap Hasna berusaha membujuk putranya


"Sebentar aja sayang ya, sama Mama dulu ya, Papa mau ganti baju dulu"ucap Arka saat Rafael menatap wajahnya dengan wajah sudah penuh air mata dan juga bibir yang sedikit pucat


"Sebentar ya sayangnya Mama, nanti sama Papa lagi"bujuk Hasna dengan mengambil Rafael dari gendongan Arka, akhirnya berhasil juga


"Sssttt... sayangnya Mama. Bobo ya nak ya, kita ke rumah Kak Ian nanti kalo Rafa bobo"ucap Hasna dengan menimang Rafael dan dengan perlahan Rafael memejamkan matanya mulai mengantuk


Arka keluar dengan badan yang sudah segar dan baju yang sudah bersih, ya dia pergi untuk mandi karna sedari kamarin dia belum mandi saat makan siang dan mendengar anak-anaknya sakit, dan Arka memutuskan tak mandi terlebih dahulu dan keterusan hingga pagi.


"Sini sayang, Biar Rafa sama aku, kamu gendong Angga aja ya"ucap Arka dan di angguki oleh Hasna


Mereka pergi ke rumah sakit anak, dan disana adalah rumah sakit milik Aryo dan yang menangani adalah Riza, adik kandung Aryo. Sampai disana Arka menemui Riza di dalam ruangannya dan untungnya Riza sedang tidak ada pasien hari ini, jadi tidak perlu mengantri


"Wahh, bang Arka. Gimana kabarnya bang?"tanya Riza menyalami Arka


"Baik, kamu gimana?, setelah pulang kuliah di Amerika selama 5 tahun sekarang baru pulang gak mampir kerumah"ucap Arka memeluk Riza

__ADS_1


"Bukannya gak mau nih bang, tapi abang tau kan bang Aryo itu nyebelin. Baru aja sampe indonesia selama 1 hari dan udah ada niat mau kerumah Abang dan aku juga kangen sama Abian, Ayah, Bunda dan yang lainnya juga, ehh udah disuruh ke kantor Abang buat gantiin meeting mana bisa aku"jawab Riza mengadu kepada Arka


"Ouh iya ini...?"ucap Riza terpotong


"Istri aku, dan ini anak-anak aku. Bisa bantu gak, anak aku panasnya gak turun-turun dari kemarin padahal, aku udah coba bawa ke rumah sakit lain, tapi ttp aja gak turun panasnya, mereka bilang hanya demam biasa"ucap Arka dengan menimang Rafael yang sudah terbangun dari tadi


"Sebentar aku periksa dulu. Namanya siapa Bang?"tanya Riza kepada Arka yang membaringkan Rafael di ranjang pasien


"Namanya Rafael, anak pertama aku, dan yang itu Anggara anak kedua aku"jawab Arka memperkenalkan anaknya


"Hai Rafael, ganteng banget ini, takut ya sama Om?, jangan takut ya sayang, nama Om, Om Riza"ucap Riza mengajak bicara Rafael yang menatapnya bingung


"Rafael umur berapa sayang?"tanya Riza


"Yima taun"jawab Rafael dengan menunjukan 2 jarinya


"Salah sayang, ini dua dan umur Rafa itu 1 ½ tahun sayang"ucap Arka membenarkan yang anaknya ucapkan


"Buka mulutnya sayang, pinter.."ucap Riza


"Gimana Za?"tanya Arka


"Menurut pemeriksaan aku tadi, dia hanya demam biasa dan gak bahaya kok untuk Rafael, tapi tenggorokannya kayaknya sakit deh bang makanya dia nangis sambil megangin lehernya kan?"ucap Riza dan di angguki oleh Arka


"Iya dia kalo nangis lehernya yang selalu di pegang,kadang saat aku usap-usap agak mendingan nangisnya"jawab Arka


"Kalo menurut aku dia kena radang tenggorokan bang, coba deh dibanyakin minuman yang hangat,lebih baik sih teh hangat aja dan jangan terlalu pahit dan obatnya rutin diminum ya jangan sampe lupa"ucap Riza kepada Arka dan Hasna dia hanya menyimak


"Trus ini yang kecil kenapa?"tanya Riza dengan menyentuh Anggara digendongan Hasna


"Sama kaya Rafa, panasnya gak turun-turun dari kemarin, udah aku kasih obat penurun panas, tapi gak turun juga demamnya"jawab Hasna

__ADS_1


"Apa Rafa masih minum ASI dari mba?"tanya Riza menatap Hasna


"2 bulan lalu memang masih, tapi mulai 1 bulanan ini udah aku biasain pake botol"jawab Hasna


"Anggara ketularan Rafael mba, tapi hanya demam biasa kok mba dan gak usah khawatir. Insyaallah nanti anak-anak kalian bakal sembuh kok, dan ya jangan lupa kalo pagi hari berjemur ya mba"ucap Riza lalu memberikan resep obat


"Makasih banyak Riza"ucap Hasna


"Sama-sama mba, cepet sembuh ya ganteng"jawab Riza dengan mencubit pipi gembul Anggara


"Kami pamit"ucap Arka lalu pergi dari rumah sakit


mereka keluar dari rumah sakit setelah mendapatkan obat dari apotek, Hasna melihat kakek Nicholas didalam mobil mereka dengan memejamkan matanya, apakah dia tidur. batin Hasna


"Mas, itu kakek tidur atau pingsan di mobil"bisik Hasna di samping Arka


"Gak tau"jawab Arka lalu masuk dengan menggendong Rafael masuk


"Jalan pak"perintah Arka setelah Hasna masuk kemobil


"Kakek tidur?"tanya Hasna kepada kakek Nicholas di sampingnya dan kakek Nicholas langsung membuka matanya


"Kakek disini mengawasi asap hitam yang menyelimuti anak-anak kalian, mereka yang membuat anak-anak kalian sakit. Maka dari itu kakek disini untuk membuang mereka"jawab Kakek Nicholas


"Berarti ada hubungannya dengan Carlos?"tanya Hasna


"Betul, dia mengirim anak buahnya untuk memberikan sakit kepada anak kalian,tapi tenang saja mereka sudah aman jadi mereka tidak akan panas tinggi lagi, hanya perlu tidur dan setelah bangun mereka akan seperti biasa lagi"jawab Kakek Nicholas dengan menatap Anggara di gendongan Hasna


"Dia yang menetralkan semua kekuatan jahat Carlos, anakmu yang membuat anak buah Carlos melemah secara perlahan, tapi dia harus menerima resiko sakit seperti ini setelah menetralkan kekuatan jahat itu"ucapnya kembali


"Apakah tak bisa kita melepaskan ramalan itu dari anak-anakku, aku takut jika anak-anakku akan sakit terus seperti ini"ucap Hasna

__ADS_1


"Tidak bisa Kalia, mereka sudah di takdirkan seperti itu untuk menghancurkan Carlos. Jadi jangan pernah takut jika mereka sakit, mereka akan sembuh dengan sendirinya setelah mengistirahatkan diri mereka dibawah sinar matahari"jawab Kakek Nicholas lalu menghilang entah kemana


__ADS_2