
Acara pesta kecil-kecilan ulang tahun pernikahan Arka dan Hasna telah selesai, dan kini mereka berada dikamar masing-masing, anak-anak sudah tidur sekarang giliran sang Papa, Ayah dan Daddy yang ingin di manja oleh istri-istri mereka. Ya siapa lagi kalo bukan 3 sekawan
mereka bertiga tengah membujuk sang Istri agar mau memanjakan mereka, ya meski mereka tau bagaimana lelahnya Istri mereka menjaga anak-anak mereka yang mulai tumbuh dengan aktif, tapi tak masalah jika mereka minta untuk di manja. Seperti saat ini dikamar Aryo, dia sedang membujuk Dinda untuk memanjakannya bahkan Dinda sudah tidur pun langsung dibuat bangun olehnya
"Sayang!!, aku kangen banget sentuhan kamu, mau ya?,kamu makin cantik tau gak bikin aku jadi betah untuk selalu deket dan selalu kangen setuhan kamu, kan kita udah lama gak main. Ya...ya...mau ya.."bujuk Aryo yang memang raja buaya diantara kedua sahabatnya
"Ya udah iya"jawab Dinda pasrah jika menolak pun dia tak akan pernah bisa tidur karna Aryo akan terus berbicara panjang lebar
Tak menunggu lama, Aryo langsung menyambar bibir tipis istrinya dan merebahkan kembali Istrinya diranjang dan langsung menindihnya. Dikamar sebelah yaitu kamar Adhi, dia sudah memulai permainannya dengan membantu melepas semua pakaian istrinya setelah ciuman panas antara mereka, Ghiva hanya menerima semua yang dilakukan Adhi kepadanya, mau bagaimana lagi dia juga merindukan sentuhan suaminya setelah dia melahirkan 2 bulan lalu
Sementara Arka dan Hasna yang hari ini hadi spesial diantara mereka,Bunda Klarisa sengaja membawa Rafael dan Anggara ke kamarnya supaya orang tua mereka bisa bermesraan. Tapi sepertinya waktu mereka akan di undur, saat ini mereka sedang melaksanakan makan malam romantis di balkon makar mereka, disana sudah terdapat meja makan yang sudah dihias dengan begitu cantiknya ditambah dengan makanan yang terlihat begitu menggiurkan
"Mau makan malam dulu atau mau lanjut ke ranjang?"tanya Arka dengan menaik turunkan alisnya
"Apa sih mas, makan malam aja deh, aku laper"jawab Hasna dengan menahan senyum karna melihat Arka menghela nafas pelan
"Ya udah deh makan dulu aja. aku juga laper"balas Arka karna dia tak mungkin memaksa Hasna
"Kok mukanya gitu sih?"goda Hasna melihat wajah Arka yang cemberut membuatnya gemas
"Gak kok, aku biasa aja"jawab Arka dengan menormalkan kembali wajahnya menjadi tersenyum
"Massa, kok aku lihatnya kaya nahan sesuatu gitu sih, apa perasaan aku aja ya?"goda Hasna dengan menyentuh jakun milik Arka yang sudah naik turun sejak tadi
"Gak. A-aku gak nahan apapun kok, aku cuma lagi kepengin pipis aja"jawab Arka dengan gelagapan
pasti wajahnya sudah merah, bagaimana tidak. Hasna hanya mengenakan baju tidur yang tipis dan itu membuat lekuk tubuhnya menerawang dan tentunya belahan dadanya yang membuat Arka seperti sekarang
__ADS_1
"Ya udah, yuk makan"ajak Hasna lalu memakan makanannya dengan melirik Arka yang mungkin sedang mengendalikan juniornya untuk tidur kembali
"Kamu kenapa sih mas?,kaya gelisah gitu duduknya"ucap Hasna yang memang sengaja dia mengerjai Arka
"Gak papa, lanjut aja makannya"jawab Arka dengan menundukkan kepalanya, dia tak akan menatap belahan dada Istrinya, bisa gawat nanti
selesai makan malam, Arka langsung berlari ke kamar mandi dan dia mengunci pintu kamar mandi, mungkin apa yang Hasna pikirkan benar jika suaminya sedang bersolo dan sejak tadi sedang menahan itu. Tak lama datang kakek Nicholas dengan membawa sebuah botol putih, entah apa itu tapi dia meminta Hasna meminumnya sekarang juga
"Hai Lia, minum ini sayang"ucap Kakek Nicholas memberikan botol itu, membuat Hasna mengernyit
"Ini apa Kakek?"tanya Hasna menatap botol itu bingung
"Ini hanya obat untuk membuat tubuhmu lebih vit, dan ya jangan lupa bermain bersama Arka ya"goda Kakek Nicholas dan Hasna blussing mendengar itu
"Hahhah,wajahmu begitu mereh Lia"ejek Kakek Nicholas lalu menghilang
Baru saja pergi, kakek Nicholas sudah kembali lagi dengan mengepalkan tangannya dan sorot matanya jelas jika dia marah. " Kakek ada apa?"tanya Hasna melihat kakeknya terlihat marah
"Ada yang akan membuatmu terluka Lia,anak buah Carlos secara diam-diam berniat masuk ke kamarmu saat kalian sedang berdua"jawab Kakek Nicholas dengan menelisik setiap kamar
Arka keluar dengan kondisi yang sudah fress, tentu saja dia kan mandi lagi. Arka terkejut melihat Kakek Nicholas ada di kamarnya sedang menatapnya marah, atau malah melihat kearah belakangnya, saat Arka akan menengok ucapan kakek Nicholas menghentikan gerakannya
"Jangan lihat kebelakang Arka, ada yang ingin jahat pada kalian malam ini, Anak buah Carlos membuat masalah kembali"ucap Kakek Nicholas lalu menarik Arka ke arahnya lalu tatapannya ke arah bayangan hitam dibelakang tubuh Arka
"Kalian keluar dulu dari kamar ini, jangan kembali sebelum aku keluar dari sini. Karna ini bukan yang biasa, dia memiliki ilmu yang lebih tinggi dari kalian"ucap Kakek Nicholas lalu Arka dan Hasna pergi ke luar dari kamar mereka
sampainya di ruang depan, Hasna lupa jika dia belum mengganti bajunya membuat Hasna gelagapan sekarang, dan Arka dia juga ikut bingung, lalu tak lama ide muncul kenapa tidak ke kamar tamu disebelah kamar Aryo dan disitu adalah kamar satu-satunya yang kedap suara, tak ada yang tau kecuali Arka karna dia memasangnya
__ADS_1
"Kita ke kamar tamu sayang"ucap Arka dengan menggendong Hasna
"Gak ada yang lihat aku kaya gini kan mas, didalam kamar aja baju aku kan?"tanya Hasna dengan manatap wajah Arka di atasnya
"Ada tenang aja, disana kamar kita yang dulu waktu kamu hamil kita tempatin"jawab Arka dengan mencium dahi Hasna
"Tunggu sebentar"ucap Arka pergi kelemari setelah mereka sampai di kamar tamu
"Gak usah mas, nanti aja. Aku mau tau ini apa"ucap Hasna dengan menunjukkan botol yang kakek Nicholas bawa tadi dan menghentikan langkah Arka
"Dapet dari mana?"tanya Arka yang juga bingung botol itu apa
"Kakek yang kasih sebelum ada bayangan hitam itu keluar dari kamar mandi bareng kamu"jawab Hasna
"Mau coba mas?"tanya Hasna kepada Arka yang masih menatapnya
"Kamu aja dulu, kalo enak aku mau"jawab Arka dengan menaik turunkan alisnya
Hasna meminum setengah air dari dalam botol itu, rasanya manis-manis asam,tapi enak menurutnya, Lalu dia memberikannya kepada Arka dan Arka langsung meminumnya, memang benar rasanya enak. Tapi kenapa tiba-tiba tubuh mereka panas dan nafsu mereka semua tinggi setalah meminum ini
"Kenapa panas gini sih, ACnya nyala gak sih?"gumam Arka lalu meninggikan suhu AC
"Kenapa gak dingin, kenapa palah tambah panas"gumam Arka lalu melepas kaos yang dia gunakan, dan melihat Hasna yang sudah melepas baju tidurnya hanya memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sudah polos
Hasna mendekatkan tubuhnya kepada Arka dan menggesekkan pipinya di dada bidang Arka dan dia merasakan dingin di pipinya saat bersentuhan dengan Arka, lalu menatap wajah Arka dan Arka langsung mencium bibir Hasna dengan rakus hingga merebahkan tubuh Hasna di ranjang dan menindihnya. Kegiatan mereka berlanjut hingga mereka merasakan tubuhnya normal kembali
Sementara kakek Nicholaa setelah selesai mengurus anak buah Carlos, dia mencari cucunya yang bilang menunggu di ruang tamu tapi kenapa tak ada. Lalu dia mencari ke arah kamar tamu yang dulunya kamar cucunya saat hamil Rafael dan Anggara, saat membuka pintu dia terkejut melihat pergulatan yang begitu panas antara Hasna dan Arka di kamar itu, astagfirullah matanya yang suci ternodai melihat semua kegiatan itu,lalu kakek Nicholas menutup pintu kamar itu dengan rapat dan pergi dari sana
__ADS_1
dengan jelas dia melihat Hasna yang duduk diatas tubuh Arka dengan mendongakkan wajahnya dan Arka yang menikmati dengan tangan aktifnya membuat Kakek Nicholas menggeleng lalu menghilang dari sana, gawat miliknya berdiri tegak sekarang