Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 62


__ADS_3

Saat ini Hasna tengah menidurkan Anggara di pangkuannya dengan memberikan ASI dan menyanyikan lagu tidur khusus untuknya, tak lama Arka datang membawa bubur ayam yang dia beli di luar, karna Hasna ingin makan bubur ayam di luar. Arka duduk di bangku sebelah ranjang dengan semangkuk bubur ayam ditangannya


Hasna yang menatap Arka membawa makanan yang dia pesan tersenyum senang, lalu menatap Anggara yang sudah tertidur dan memberikannya pada Arka yang sudah menyiapkan tempat tidur untuk Anggara tepat disamping Rafael yang sudah tidur disofa


Setelah menidurkan Anngara disofa,Arka kembali kepada istrinya yang sedang berusaha mengambil bubur ayam yang Arka letakkan di nakas samping ranjang, Arka dengan cepat menghentikan usaha Hasna mengambil mangkuk berisi bubur ayam tersebut takut saja jika Hasna terjatuh dari ranjang saat itu juga


"Bilang dong sayang kalo mau ambil apa-apa, jangan ambil sendiri kaya gini. Aku takut kamu kenapa-kenapa"ucap Arka lembut dengan mengelus pipi Hasna


"Maaf mas, aku udah laper. Tapi kamu masih nenangin Angga yang kebangun"balas Hasna dengan menundukkan kepalanya


"Maaf ya, aku hampir lupa kalo kamu laper, karna belum makan. Sebentar!"ucap Arka merasa berasalah dengan memberikan mangkuk yang dia ambil di atas nakas pada Hasna


"Gak papa kok, aku ngerti"jawab Hasna dengan menerima mangkuk yang Arka berikan


"Nih, habisin yah?. Anak Papa makan yang banyak ya, biar cepet besar, sehat dan cepet ketemu Papa dan Mama"bisik Arka diperut Hasna yang mulai sedikit buncit


"Aku jemput Bunda sama Ayah ke depan dulu ya?. Mereka mau jemput Rafa sama Angga sekalian anter baju kita"pamit Arka lalu berdiri di bangkunya dan mencium dahi Hasna


"Ok. Jangan lama-lama ya?, aku gak mau sendirian disini"pinta Hasna dengan bibir cemberut, membuat Arka terkekeh. Lucu banget bini gue.batin Arka


"Iya aku gak akan lama kok, jangan lupa nanti setelah makanannya habis taro aja di meja ini ya, trus obat sama vitamin jangan lupa diminum. Aku tinggal sebentar"ucap Arka lalu mengecup bibir Hasna dan melangkah pergi dengan terkekeh karna Hasna mengerucutkan bibirnya kesal dengan sikap Arka yang nyosor tiba-tiba


Arka keluar melewati berbagai rungan dan lorong di rumah sakit tersebut. Sampainya diparkiran dia melihat Bunda Klarisa dan Ayah Arga baru saja sampai diparkiran, dan tak lupa kakek Nicholas yang suka nebeng di bangku belakang menganggu keromantisan Ayah Arga dan Bunda Klarisa sedari tadi, dan sekarang dia ada disamping Arka dengan menghilang dari tempatnya


"Kakek ikut kesini?"tanya Arka pada kakek Nicholas yang ada disampingnya dengan menenteng tas kecil ditangannya


"Iya, aku kan ingin menjenguk cucuku dan melihat kondisinya,memangnya tidak boleh?"ucap kakek Nicholas dengan memainkan tas ditangannya

__ADS_1


"Boleh-boleh saja sih, tapi apa tak bosan kakek selalu datang kemari bahkan tadi membuat suster pingsan karna tiba-tiba muncul dihadapan susternya,untuk saja tidak jantungan itu suster setelah mengira kakek ini hantu, bahkan sekitar 15 menit yang lalu kakek datang dan sekarang datang kembali"ucap Arka


"Aku kan ingin menjenguk cucuku sendiri, memangnya ada larangan untuk aku menjenguk cucuku sendiri, siapa yang akan melarangku?, aku bahkan bisa hilang jika aku ingin, dan aku juga bisa kapanpun datang kesini dan kemanapun aku mau. Aku memiliki ilmu tinggi, jadi aku bebas kapan saja kemari"balas kakek Nicholas lalu melenggang pergi meninggalkan Arka, Ayah Arga dan Bunda Klarisa yang melongo melihat kakaek Nicholas yang tiba-tiba galak seperti wanita sedang PMS saja


"Dia kenapa?"tanya Ayah Arga kepada Arka dan Bunda Klarisa yang hanya mengangkat kedua bahunya tak tau


"Ya sudah ayo masuk, Angga dan Rafa baru saja tidur"ajak Arka melangkah masuk kedalam rumah sakit menuju rungan Hasna


sampainya di rungan Hasna, Hasna yang sudah tertidur dan di ujung ruangan, disana kakek Nicholas sedang duduk di atas karpet berbulu dengan melipat kedua kakinya dengan memejamkan matanya dan tangan memegang kantong yang dia bawa tadi. Arka menghampiri Anggara dan Rafael tapi terhalang sesuatu yang tebal membuatnya terpental mundur dengan kepala membentur besi dibelakangnya


"Akhhh...."pekik Arka saat merasakan sakit dikepalanya


"Astaghfirullah Arka!!!...kamu gak papa nak?"pekik Bunda Klarisa membantu Arka duduk disofa dengan dibantu Ayah Arga


"Aku gak papa kok Bund, Yah. Anak-anak?"jawab Arka dengan menanyakan kondisi kedua putranya


"Mereka aman nak, dalam gendongan Papa Nicho"balas Ayah Arga melihat Rafa dan Angga dalam pelukkan kakek Nicholas dengan tenangnya tertidur


"Gak papa sayang, kakek sedang melindungi anak kita dari anak buah Nichiolas yang ingun mencelakai anak-anak kita"jawab Arka dengan mengelus pipi Hasna lembut


"Beneran kan?, anak-anak kita gak papa kan?. Kamu juga gak papa kan mas?"tanya Hasna bertubi-tubi saat melihat memar di lengan Arka karna terbentur kursi besi


"Aku gak papa kok, nanti juga sembuh setelah di kompres"jawab Arka sambil tersenyum tampan


"Lia?"panggil kakek Nicholas


"Iya kakek?, anak-anak aku gak papa kan Kek?"tanya Hasna pada kakek Nicholas dengan mengembalikan kembali Rafael dan Anggara sofa badnya

__ADS_1


"Mereka tidak apa-apa, mereka hanya tidur saja. Itu!"balas kakek Nicholas dengan menunjuk Rafa dan Anggara yang tidur di sofa bad


"Alhamdulillah...."gumam Hasna bersyukur kedua putranya baik-baik saja


"Sebenarnya ada apa kek?, aku sampai mental karna pelindung yang kakek buat untuk kedua putraku?"tanya Arka penasaran dengan mengelus kepalanya yang masih sedikit nyeri


"Anak buah Carlos datang kembali ingin membawa kedua anak kalian kealamnya untuk dijadikan sandra oleh mereka supaya Arka dan aku datang kesana membebaskan mereka"jelas kakek Nicholas yang duduk disamping Rafael dan Anggara dengan menatap wajah lelap mereka


"Kalian jadi membawa Rafa dan Angga kembali kerumah?"tanya kakek Nicholas kepada Ayah Arga dan Bunda Klarisa


"Kami bimbang Pa, kami takut jika anak buah Carlos datang kembali saat mereka dirumah tanpa pengawasan darimu dan Arka. Tapi kami tak bisa membiarkan Rafa dan Angga disini sampai nanti malam, petugas rumah sakit pasti melarangnya"jelas Ayah Arga dan di angguki oleh Bunda Klarisa


"Baiklah jika begitu, aku beri kalian keputusan telak. Tak terima penolakan. Turuti dan jangan membantah!"ancam kakek Nicholas di angguki keduanya, sementara Hasna dan Arka hanya menatap mereka cengo, 'kenapa seperti pemeran fiksi di dunia oren itu, kenapa kata-kata kakek bisa mirip seperti yang aku baca',batin keduanya lalu saling tatap


"Kalian bawa pulang saja mereka berdua, jika kalian susah dan merasa jika anak buah Carlos mulai mengancam keamanan, kenyamanan,ketenangan dan keselamatan kalian. Panggil namaku 3 kali dengan memejamkan mata, aku akan datang didepan kalian setelah kalian menyebut namaku yang ketiga kalinya"jelas kakek Nicholas dan di iyakan oleh keduanya


"Sayang..kami pulang dulu ya dengan membawa anak-anak kalian. Mereka akan aman sama kami, dan cepat sembuh ya, jaga cucu kami disini"ucap Bunda Klarisa dengan mengelus perut Hasna dan mencium dahinya


"Iya Bunda, Ayah. Hati-hati kalian, Aku titip anak-anak ya, maaf jika mereka merepotkan dan membuat kalian susah"balas Hasna dengan merasa tak enak hati


"Tidak ada masalah jika kalian menitipkan mereka. Mereka adalah cucu kami, kami sayang pada mereka seperti kami sayang pada kalian. Kami pamit"ucap Ayah Arga yang menggendong Rafael


"Assalamualaikum"pamit keduanya


"Waalaikumsalam"jawab mereka


"Istirahatlah Lia, kakek dan Arka akan berjaga disini untuk melindungimu"ucap kakek Nicholas kepada Hasna

__ADS_1


"Baik Kek, Selamat malam Mas, Selamat malam Kek"ucap Hasna lalu merebahkan diri untuk tidur


"Selamat malam sayang"balas keduanya lalu kakek Nicholas duduk di sofa bad dengan melipat kakinya dengan mata terpejam, meski tak tidur. Sementara Arka tetap di bangku sebelah ranjang Hasna


__ADS_2