Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 71


__ADS_3

Arka sudah menyiapkan segelas sirum Strobery kesukaan Hasna tentunya, lalu dia mengambil sebuah belati kecil dan menggoreskannya ditangan,tak lupa Arka menetaskannya kedalam minuman tadi yang dia siapkan


Arka membawa minuman itu kepada Hasna yang terlihat seperti orang menahan sakit, dengan keringat membanjiri keningnya dan juga baju yang dikenakannya, jujur Arka bingung saat ini, kenapa istrinya malah seakan menahan sakit di dadanya


"Honey, bangun sayang!, hai bangun sayang!, ada apa denganmu?"tanya Arka panik melihat Hasna wajahnya memerah menahan sakit didadanya, tangannya menekan bagian jantungnya untuk meredam rasa sakit


"Hikss...sakit..."pekik Hasna semakin membuat Arka gelagapan


"Ya Allah, kenapa lagi ini?, aku panggil kakek saja"gumam Arka yang sudah benar-benar bingung


Arka memejamkan matanya dengan bibir bergerak memanggil kakek Nicholas yang kini tengah tertidur. Dikamar lain, kakek Nicholas mendengar ada yang memanggilnya, dia langsung menghilang dan menghampiri asal suara


"Ada apa Ka?"tanya kakek Nicholas setelah sampai di kamar Arka, dia terkejut melihat Hasna yang sudah basah karna keringat dengan wajah yang benar-benar merah


"Sial!, kita tertipu oleh makhluk itu, ternyata dia tau rencana kita menggagalkan niatnya untuk melahirkan raja gelepan"ucap kakek Nicholas semakin menekan dada Hasna untuk memberikan kekutannya metralkan rasa sakitnya


"Kakek ada apa?"tanya Arka panik


"Ternyata makhluk itu telah memasang sesuatu dijantung Lia, sehingga Lia seperti ini. Ka, bisa kau keluar sebentar, aku akan mengurus ini"pinta kakek Nicholas meskipun dengan berat hati mengusir Arka dari kamar


"Tapi kakek, aku ingin menjaga istriku disini. Aku mau menemaninya"balas Arka dengan mata tertuju kepada Hasna


"Aku mohon boy, keluarlah!. Aku tak ingin benda ini malah masuk ketubuhmu ketika aku lempar nanti"ucap Kakek Nicholas


"Aku mohon kaluarlah, jangan biarkan Lia mati dengan cara melihatmu terluka, kaluar sekarang!!"ucap kakek Nicholas dengan nada dinginnya


"Baiklah kakek, aku akan keluar. Aku mohon selamatkan Nana kek, aku tak bisa hidup tanpa dia"ucap Arka dengan melepas genggaman tangannya ditangan Hasna


"Percayalah padaku. Lia akan baik-baik saja"balas kakek Nicholas


setelah Arka keluar, kakek Nicholas menarik sesuatu keluar dari dada Hasna, lebih tepatnya jantung. Saat ditarik keluar Hasna berteriak kencang, untung saja kamarnya kedap suara, sehingga tidak ada yang mendengar teriakan kerasnya


Kakek Nicholas melihat sebuah benda kecil disana, sial!. Itu adalah tombak yang telah menusuknya beberapa tahun lalu dan digunakan oleh Carlos untuk membunuhnya, kenapa bisa ada dijantung cucunya sekarang. Baru saja tombak itu lepas dan Hasna sudah kembali tenang seperti semula,Muncul makhluk asap hitam yang sudah meletakkan tombak tadi kejantung Hasna


"Berani sekali kau mengambil tombak itu dari tubuhnya"ucap makhluk itu kepada kakek Nicholas yang sedang menyeringai


"Memangnya kenapa jika aku ambil tombak ini?, kau keberatan aku mengambilnya?. Ini adalah tubuh cucuku, jadi aku berhak mengambil benda sial ini dari tubuh cucuku"balas Kakek Nicholas dengan suara menyeramkan


"Kembalikan tombak itu padaku?, aku janji tak akan mencelakainya"ucap makhluk tersebut


"Heh...memangnya ucapanmu bisa aku percaya?, makhluk seperti kalian hanya bermulut sampah, tak pernah bisa berguna apalagi di percaya"ucap kakek Nicholas membuat makhluk itu emosi


"Berikan itu,,atau aku akan membuat dia hamil anakku sekarang juga"ancam makhluk itu dengan menyiapkan dirinya

__ADS_1


"Silahkan saja kalau kau bisa"jawab kakek Nicholas, dia yang sudah memasang pelindung ditubuh Hasna dengan sebuah kalung titanium putih berbandul kotak berlian



kalung ini bisa melindungi Hasna dari ancaman jahat makhluk tersebut,Mereka tak bisa menyentuh Hasna selama kalung ini tetap dia pakai


"Kenapa tidak bisa?"gumam makhluk itu dengan menyemprotkan benihnya ke perut Hasna, semua hanya terbuang sia-sia


"Percuma saja kau usaha sekeras apapun, karna kau tak akan bisa. Aku tau kau cerdik dan licik,tapi aku lebih licik Hans


"Bagaimana kau tau jika aku Hans, kau tak pernah melihatku apalgi bertemu denganku, tapi kau tau dari mana namaku?"tanya Hans


"Ouh kau mau tau, baiklah!"balas kakek Nicholas melangkah mendekati Hans


"Mau apa kau kemari?"tanya Hans dengan memundurkan langkahnya


"Tadi kau bertanya padaku, tau dari mana aku namamu bukan?, ya aku akan menjawab pertanyaanmu lah, bodoh sekali kau ini"balas kakek Nicholas dengan menahan tawanya


"Kau lihat jubahmu ini, disini kan ada namamu, bagaimana aku tak tau namamu. Namamu saja besar begini. Hahaha..."tawa kakek Nicholas dengan menyembunyikan tombak ditangannya tadi ke ruang senjata miliknya diistana


"Astaga kenapa aku bisa lupa, besar begini namaku, ya jelas dia taulah bodoh aku!!""gumam makhluk tersebut dengan menunduk malu


"Kenapa kau malu mengakui kebodohanmu Hans?"tanya kakek Nicholas dengan senyum jahilnya


"Ouh yah, Makhluk polos nan lugu, tapi kau terlalu licik dan nakal untuk disebut polos nan lugu. Kau lebih pantasnya jadi bocah kecil yang licik"ejek kakek Nicholas dengan mencubit pipi Hans dan menarik telinga Hans


"Ikut aku"ajak kakek Nicholas dengan menarik Hans keluar dari kamar Hasna


"Kakek, dia yang?"tanya Arka menatap Hans, kenapa wujudnya seperti manusia biasa, hanya saja dia memakai jubah


"Ya kau benar, dia yang membuat Lia sakit. Pasti kau berpikir kenapa dia seperti manusia biasa bukan?"tebak kakek Nicholas menatap Arka dan Hans bergantian dan Arka hanya mengangguk sebagai jawaban


"Dia ini adalah keturunan manusia biasa. Orang tuanya berbeda, ibunya bangsa manusia, sementara Ayahnya bangsa Makhluk asap hitam. Dia terlahir setengah manusia untuk wujud fisiknya, dan setengah lagi makhluk asap hitam untuk kekuatannya, dia bisa menghilang sama dengan makhluk lainnya, sayangnya dia tak bisa menghilang sepenuhnya ,karna dia termasuk manusia, akan ada perwujudan manusia dalam dirinya jika dia hilang"jelas kakek Nicholas dengan menarik telinga Hans


"Aduh...sakit bodoh...kau ini seperti ibuku saja suka menarik telingaku"keluh Hans yang menatap kakek Nicholas tak suka


"Anggap saja aku ini ibumu yang akan menghukummu, karna kau sudah melukai cucuku. Ayo!!"balas kakek Nicholas dengan membawa Hans ke kamar Opa Abraham


sampainya dikamar Opa Abraham. Kakek Nicholas mengambil kalung giok milik Opa Abraham dilaci kamar, dan membacakan mantra dan semua asap hitam dalam dirinya terserap kedalam kalung giok tersebut membuat kakek Nicholas tersenyum licik, ternyata Hans menolak untuk masuk kedalam kalung tersebut


"Kau menolak hmm?, kau ini kan makhluk gelap, labih baik kau masuk sekarang, sebelum aku membacakan mantra yang akan membakarmu hingga kau didalam"ancam kakek Nicholas


"Aku tidak mau tuan, aku tidak mau terkurung disana"balas Hans dengan berusaha melepas jeratan dilehernya karna mantra yang kakek Nicholas baca

__ADS_1


"Kau mau apa memangnya jika tidak mau di kurung, kau itu makhluk gelap dan jahat, lalu harus ku apakan kau?"tanya kakek Nicholas


"Aku ingin menjadi manusia saja, ibuku manusia, aku ingin seperti ibu. Aku ingin mendapatkan kasih sayang darinya Tuan, dan aku ingin melihat ibu kandungku. Selama aku hidup, aku belum pernah melihatnya apalagi bertemu dengannya, aku dipisahkan dengan ibuku sejak aku bayi oleh Ayahku, aku mohon jangan kurung aku, biarkan aku menjadi manusia biasa untuk bersama dengan ibuku sampai aku mati, aku mohon Tuan"jawab Hans dengan jujur


"Baiklah, aku akan membuatmu menjadi manusia biasa, tapi aku akan mencetak wajahmu diotakku ini. Jika kau berbuat jahat, akan aku masukkan kau kedalam penjara api milikku. Paham!!"ucap kakek Nicholas di angguki dengan cepat oleh Hans


kakek Nicholas segera menyedot semua kekutan gelap dalam diri Hans dengan membaca mantra pelebur kegelapan, dan kuatan gelapnya langsung hilang begitu saja terserap kedalam kalung giok tersebut. Hanya menyisakan fisik Hans sebagai manusia dengan telanjang bulat, membuat kakek Nicholas membalikkan badannya


"Sialan kau ini, ambil kolor Abra didalam kopernya,disana celana panjang dan kaos untukmu"perintah kakek Nicholas


"Baiklah"balas Hans yang melenggang dengan santainya


"Cepat Hans, kau mau aku potong milikmu hah?"ancam kakek Nicholas membuat Hans takut


"Iya..iya..aku sedang mencari celana kolor saja, kenapa semuanya berwarna pink?,Wanita sekali"ejek Hans


"Hah? Pink?"beokakek Nicholas lalu ikut melangkah kekoper milik Opa Abraham, dan benar saja, kolor bahkan ****** ***** berwana pink


"Hahahahaha....."tawa kakek Nicholas menggema melihat itu


"Berisik Nicho!!!"pekik Opa Abraham


"Kau penyuka warna pink atau kau ini jelmaan wanita Abra?, kenapa semuanya berwarna pink hah?, ada lagi ****** ***** Cinderella dengan warna pink. Hahahahah"tawa kakek Nicholas membuat Opa Abraham malu dan membulatkan matanya


"Sial,untuk apa kau membongkar lamariku hah?"tanya Opa Abraham kesal


"Aku sedang membantunya mencari pakaian dilemarimu, dan aku meminta dia mengambil yang baru saja untuknya, tapi malah menemukan barang koleksi wanita dilemarimu. Hahahah..."tawa kakek Nicholas kembali dengan menepuk pundak Opa Abraham


"Diam kau Nicho!!!. Ini semua pakaian lengkap untukmu, jangan kau datang kembali ke kamari, jika kau datang, aku sunat kau 2 kali"ancam Opa Abraham lalu pergi keluar kamarnya


"Hahahahah....."tawa Hans dan Kakek Nicholas lalu melakukan tos bersama melihat Opa Abraham


"Pergilah ke alamat ini. Ibumu tinggal disini, dia sendiri disini, temui dia dan jaga dia sebaik mungkin, dia membutuhkanmu sebagai anaknya"ucap kakek Nicholas setelah tertawa bersama


"Baiklah, terimakasih banyak Tuan, terimakasih atas bantuan dan kebaikanmu"ucap Hans lalu memeluk kakek Nicholas dan dibalas pelukkan oleh Kakek Nicholas


"Pergilah, sekarang. Dan ini untukmu, untuk penghidupanmu sampai kau mati, baru ini akan habis"ucap kakek Nicholas dengan memberikan 75 butir emas kepada Hans dalam kaleng susu dengan plastik hitam membungkusnya


"Anda serius Tuan memberikan ini padaku?"tanya Hans tak percaya


"Itu untukmu dari kami, semoga kau bahagia bersama ibu Hans"ucap Opa Abraham bersama, Hasna, Arka, Ayah Tama dan Agam, yang berniat akan kembali kerumah hari ini


"Terimakasih banyak Nona, maafkan kesalahan hamba Nona, karna membuat anda kesakitan dan membuat anda terluka Tuan"ucap Hans mengingat Arka yang melukai tanganya hanya untuk mengobati Hasna dan Hasna yang kesakitan karnanya

__ADS_1


"Tidak papa, kami sudah memaafkanmu, pergilah. Matahari akan segera terbit, kau akan dihadang nanti diluar"jawab Hasna lalu Hans pergi dari sana mencari keberadaan ibunya


__ADS_2