Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 61


__ADS_3

Mereka kini sudah berada didalam rumah sakit,Hasna tengah ditangani oleh dokter kandungan dan Arka berserta yang lain menunggu di depan ruang pemeriksaan merasa khawatir dan cemas,sementara Adhi dan Aryo kembali ke kantor melanjutkan kerjanya


tak lama seorang dokter wanita keluar dari ruangan tersebut dengan senyum kecutnya membuat jantung Arka berpacu dengan cepat membayangkan apa yang telah terjadi pada Hasna dan calon anaknya


"Bagaimana kondisi istri saya dok?"tanya Arka mulai tak tenang sekarang karna sang dokter diam saja


"Dok?"panggil Ayah Arga


"Ah iya, maaf Tuan saya larut dalam pikiran saya"jawab sang dokter


"Maaf untuk saat ini kondisi Nona baik-baik saja namun tekanan darahnya naik sehingga mengakibatkan kandungan Nona lemah dan kondisi bayinya tidak berkembang dengan semestinya"lanjutnya dengan wajah menunduk


"Terus gimana agar istri dan calon anak saya terselamatkan"tanya Arka mulai khawatir


"Lebih baik untuk sekarang Nona dibadtres selama beberapa hari untuk menormalkan tekanan darahnya yang naik dan kandungan Nona membaik"jawab dokter tersebut


"Ya sudah dok,lakukan yang terbaik untuk menantu dan calon cucu saya. Apapun itu lakukan yang terbaik dok"ucap Ayah Arga


"Baiklah Tuan, kami akan melakukan yang terbaik untuk Nona, untuk sekarang Nona akan dipindahkan ruangannya, permisi"balas dokter tersebut lalu melangkah pergi kedalam dan keluar mendorong ranjang Hasna yang masih memejamkan matanya


Arka melihat istrinya dan melangkah menghampiri Hasna dan menggenggam tangannya, Arka mencium punggung tangan Hasna dan keningnya memberikan semangat dan ketenangan didalam dirinya


"Aku akan selalu ada disamping kamu sayang, bertahan dan semangat untuk aku dan anak-anak kita. I Love You"bisik Arka tepat di samping telinga Hasna yang tertutup hijab


Setelah dipindahkan, Arka bersama yang lain ikut masuk kedalam,tak lama kakek Nicholas muncul disamping ranjang Hasna dan mengusap pucuk kepalanya dengan sayang,tanpa sadar air matanya menetes melihat cucunya belum sadarkan diri


"Kapan waktu berjalan cepat Ya Allah, aku ingin membalaskan semua yang Carlos lakukan pada cucuku selama ini, aku ingin secepatnya melenyapkan dia dari dunia ini selama-lamanya. Aku akan membalaskan semua rasa sakit yang cucuku,istriku dan anakku rasakan selama ini, aku akan melenyapkannya dengan tanganku sendiri, itu janjiku"gumam Kakek Nicholas tapi masih didengar oleh Arka dan Opa Abraham


"Nicho, apa kau tak bisa menembus alam gelapnya itu dengan semua kekuatan atau mantra yang kau miliki?"tanya Opa Abraham, karna dia sudah cukup sakit melihat Hasna dan Arka serta kedua cucunya yang masih bayi terluka bahkan sakit karna Carlos


"Memang aku bisa menembus kealamnya Abra,tapi tak semudah itu aku harus ada dialamnya. Dia memili rajah penghancur jiwa dan sukma di area pintu utamanya, jika aku nekat pergi dan menembus pintu utama, aku belum bertemu dengan Carlos aku sudah mati terlebih dahulu selamanya. Kau tau Abra?,rajah penghancur jiwa hanya akan lenyap oleh keturunanku yang ke 8, yaitu Rafael. Hanya dia yang bisa menembus rajah penghancur jiwa itu dan menghabisi Carlos dengan kekuatan yang dia miliki. Tapi Carlos hanya bisa dihabisi dengan pedang milik Raja langit, yaitu kau Arka"jelas kakek Nicholas membuar membuat Arka dan yang lainnya


"Aku?. Raja langit?"tanya Arka bingung

__ADS_1


"Iya, apakah kau selama ini tak sadar dengan tanda lahir di leher kirimu berbentuk awan dan berwarna seperti memar itu?. Itu adalah lambang raja langit, kau bisa mengendalikan langit, tapi kau tak sadar selama ini. Kau adalah reinkarnasi dari Raja langit,Natan Sky sang raja langit, dia mati ditangan Carlos karna kelemahannya ada di..."penjelasan kakek Nicholas berhenti saat merasakan ada asap hitam muncul di belakang Arka


"Diam Ka, jangan kau bergerak dahulu. Ada pengganggu disin"ucap kakek Nicholas lalu menjentikkan jarinya dan asap hitam itu lenyap dan hilang seketika


"Dia berusaha menjilat tanda lahirmu untuk menghilangkan kekuatan dalam dirimu"lanjutnya


"Kau tak bercanda kan Nicho jika Arka adalan reinkarnasi dari Natan Sky?"tanya Opa Abraham yang tau siapa itu Natan Sky


"Aku tidak bercanda, kau bisa buka buku legenda yang di tulis oleh James, kau akan menemukan jawaban disitu"jawab kakek Nicholas dengan menengadahkan tangannya dan memejamkan matanya, tak lama muncul sebuah buku di tangannya


"Kau baca ini, aku mengambilnya di ruang perpustakaanmu"lanjutnya dengan cengengesan


Opa Abraham membuka buku itu di halaman pertama yang menceritakan kisah tantang Nicholas dan benar saja halaman ke 4 adalah kisah kematian Natan Sky dan terlahir kembali menjelma menjadi manusia yang memiliki tanda lahir awan dileher kirinya dan berwarna seperti memar kebiruan


"Jadi benar jika putraku?"ucap Ayah Arga terputus karna terkejut


"Iya dia reinkarnasi Natan Sky, anakmu cukup menggunakan pedang milikmu dia akan berhasil menghabisi Carlos"balas kakek Nicholas


"Lalu dimana pedang itu?"tanya Arka karna mulai penasaran dengan dirinya sendiri, pantas saja selama ini dia sering bermimpi dipanggil dengan sebutan yang mulia dan memegang pedang berwarna biru langit


"Astaga Papa, itu kopiku..!. Kau ini suka sekali mengambil makanan dan minuman milik orang lain"ucap Ayah Arga kesal


"Hai kau kan tau, jika dialamku tidak ada makanan dan minuman seperti ini, yang ada hanya jamu dan ramuan yang pahit, tak pernah aku menemukan yang manis dan lezat seperti ini"jawab kakek Nicholas dengan santainya


"Terserah padamu Pa"ucap Ayah Arga lalu merebut kopinya kembali di tangan kakek Nicholas


Arka dan Opa Abraham yang melihat itu hanya geleng kepala, selalu saja bertengkar. Jika bukan dengan mereka berdua Ayah Arga lah sasaran empuk bagi kakek Nicholas untuk adu mulut, dan selalu dia yang menang dengan semua jawabannya


"Hai sudahlah, kalian ini kenapa jadi bertengkar hanya karna makanan dan minuman hah?"pekik Opa Abraham menengahi keduanya yang masih saja ribut


"Dia duluan yang mulai"jawab keduanya bersamaan


"Kau..."ucap kakek Nicholas

__ADS_1


"Papa.."


"Kauuu.."


"Papaaa.."


"Stopp hentikan!!!"pekik Arka mulai kesal karna mereka berdua mengganggu dirumah sakit


"Bisakah kalian diam sekarang, Nana belum sadarkan diri, tapi kalian malah bertengkar seperti ini"ketus Arka


"Tapi dia duluan..."tuduh kakek Nicholas tak mau disalahkan


"Kau duluan Pa"balas Ayah Arga tak mau kalah


"Hufh...dasar tua-tua kaya bocah tak ada yang mau kalah"gumam Arka dan Opa Abraham bersamaan


"Kita bukan bocah tau"pekik keduanya bersamaan menatap Arka dan Opa Abraham bergantian lalu pergi keluar rungan


"Astaga, bagaimana bisa Arga bisa tertular virus ngambek Nicho, apa yang Nicho lakukan pada anakku"gumam Opa Abraham menepuk dahinya


"Aku mendengarmu Abra, aku tidak menularkan apapun dan melakukan apapun pada putramu itu, dia yang menyebalkan"teriak kakek Nicholas entah dari mana


Arka hanya geleng kepala mendengar ucapan kakek Nicholas yang seperti anak kecil. Arka menatap Hasna yang mulai mengerjapkan matanya dan perlahan terbuka lebar


"Kamu udah sadar!,ada yang sakit gak?,perutnya sakit?,aku panggil dokter?"tanya Arka beruntut,dan hasna hanya menggelengkan kepalanya lalu menganggukan kepalanya saat Arka akan memanggil dokter


"Gimana dok?"tanya Arka antusias setelah dokter selesai memeriksa Hasna


"Kondisi Nona sudah mulai membaik,tapi masih lemah. Untuk sekarang dan seterusnya jangan terlalu banyak pikiran, Relaks, tenangkan diri anda, jangan pikiran anda menjadi beban. Istirahat yang cukup ya,itu akan menurunkan tensi anda yang tinggi. Takutnya jika tensi anda semakin naik, itu akan berbahaya untuk anda dan calon anak anda, untuk sekarang sampai kedepannya anda akan di rawat inap, mungkin bisa selama 1 minggu disini"jelas dokter tersebut lalu pergi


"Sekarang istirahat ya, aku akan jaga kamu disini"ucap Arka dan di angguki oleh Hasna


"Makasih mas"ucap Hasna lalu memejamkan matanya saat merasakah kehangatan dari ciuman Arka di dahi dan bibirnya

__ADS_1


"Love You My Wife"bisik Arka saat Hasna sudah tertidur


__ADS_2