Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 22


__ADS_3

Pagi hari pun datang, membawa keceriaan untuk semua orang dan menjadikan hari lebih indah dengan hadirnya matahari. Tapi tidak dengan Hasna, dia sudah terduduk di lantai kamar mandi dengan lemas dan tak memiliki tenaga setelah muntah-muntah hingga mengagetkan Arka yang ada di ruangan ganti, dia yang bersiap berangkat ke kantor,akhirnya tak jadi karna istrinya masih terus muntah-muntah


"Ke rumah sakit ya sayang? "tanya Arka dan di jawab gelengan kepala oleh Hasna


"Aku gak papa kok, cuma pusing aja, nanti juga sembuh kalo udah istirahat"balas Hasna


"Ya udah aku minta bi Tuti untuk buat jahe anget yah?"tanya Arka di jawab anggukan oleh Hasna


"Loh Ka, gak jadi kerja kamu?"tanya Ayah Arga


"Enggak yah, Nana lagi sakit.Dia muntah-muntah terus dari tadi pagi saat bangun tidur sampe sekarang baru selesai"jelas Arka dengan membawa secangkir jahe anget


"Aku kekamar dulu semuanya"pamit Arka


saat Arka masuk tak mendapati istrinya ada diranjang mereka, dia mencari ke sekeliling kamar tak ada, saat mendengar suara dari kamar mandi, dia pergi menyusul kesana, dan benar saja istrinya sudah terduduk di lantai kamar mandi, dengan muka yang sangat pucat, dan keringat yang membanjiri dahinya,tanpa menunggu lama, dia langsung menggendong istrinya ke ranjang kamar dan menyandarkannya di sandaran ranjang


"Minum jahe angetnya sayang!"ucap Arka dan langsung di minum oleh Hasna


"Udah mas"ucap Hasna


"Habisin yah, biar gak mual lagi"ucap Arka dan di jawab gelengan oleh Hasna

__ADS_1


"Mas?"panggil Hasna


"Iya, kenapa?.Mau sesuatu hmm? "tanya Arka dan di balas anggukan oleh Hasna


"Mau apa? "tanyanya lagi


"Mau martabak keju sama coklat"jawab Hasna dan Arka mengkerutkan dahinya


"Kamu yakin mau beli dua-duanya?"tanya Arka meyakinkan pendengarannya dan di jawab anggukan oleh Hasna


"Mas sekarang yah?, kamu yang bikin yah?"pinta Hasna membuat mata Arka membola, diakan gak bisa masak,apa lagi di suruh bikin martabak, Astagfirullah. batin Arka


"Gak bukan gitu sayang, tapi kamu kan tau aku gak bisa masak, nanti martabaknya gosong lagi kalo aku yang bikin"sanggah Arka dan mencari alasan


"Ihh gak papa, aku mau martabak buatan kamu hikss... "ucap Hasna dengan meneteskan air mata membuat Arka kelimpungan


"Iya...sayang.., aku buatin yah, yok ke bawah, bisa jalan gak?"tanya Arka dan di balas anggukan oleh istrinya


Setelah tiba di bawah, Arka pergi ke dapur dan membuka hpnya mencari cara membuat martabak, dan Hasna yang melihat itu memasang senyum cantiknya. Arka saar ini benar-benar mengacaukan dapur, terbukti dari wajan yang sudah di lantai, panci yang ada di atas cucian piring, beberapa alat lain sudah tak pada tempat semula dan saat mengambil tepung dia tak sengaja menjatuhkan gandum di dalam lemari hingga dari atas kepala sampe lantai sudah putih semua


Bunda Klarisa yang melihat itu hanya menutup mulutnya, bagaimana sang putra menghancurkan dapur dengan tubuhnya yang menggunakan kaos lengan pendek sudah berwarna putih gandum, dan istrinya sedang tertawa melihat Arka seperti itu,Bunda Klarisa tau pasti Hasna sedang ngidam Arka yang memasak sesuatu

__ADS_1


"Astaga boy, kau ini masak atau sedang berperan jadi badut hahaha?"tanya Ayah Arga dengan tawanya dan yang lainnya ikut tertawa


"Tanyakan saja pada menantu kalian ini, dia memintaku membuat martabak dan harus aku tak mau beli diluar sana"ucapan Arka membuat Hasna siap untuk menangis dan Arka menyadari itu langsung menghampirinya


"Maaf sayang, aku tak bermaksud seperti itu, tapi Ayah yang tany jadi aku jawab dengan jujur, jangan nangis yah, cantiknya ilang nanti"lanjutnya


"Maaf aku udah suruh kamu masak martabak"ucap Hasna dan sudah meneteskan air matanya


"Hei sayang tak apa,lagian aku juga suka seperti ini sekalian aku belajar masak hmm"ucap Arka membuat Hasna tersenyum dan menghapus air mata


"Sabar boy, istrimu sedang hamil anakmu, jadi kau haris ekstra sabar"goda Ayah Arga membuat Arka mengembuskan nafasnya pelan


Sudah 1 jam memasak akhirnya martabak buatan Arka jadi juga,dan Hasna dengan antusian menanti martabak pesanannya itu. Saat mencicipi martabak buatan Arka,Hasna tampak menikmati, sepertinya nikmat, setelah memakan 3 potong martabak keju dan 2 potong martabak coklat,akhirnya di berikan pada yang lain


"Kalian habiskan ya, aku udah kenyang, makasih sayang"ucap Hasna lalu pergi ke kamar mandi


"Gimana bund?.Ayah gak yakin sama lidahnya Nana"ucap Ayah Arga


"Lumayan juga martabaknya ka, kau pintar juga bikin martabak ka?"ucap Bunda Klarisa, memang benar rasanya enak dan bisa untuk di ajak berjualan, jika Arka mau


"Hmm, lumayan juga kau buat ini, tak sia-sia kau hingga mandi gandum seperti itu.Sudah sana mandi biar martabak ini kita yang habiskan"ucap Ayah Arga dan di balas anggukan oleh yang lain

__ADS_1


__ADS_2