Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 65


__ADS_3

Arka masih dengan rasa kesalnya kepada kakek Nicholas sama sekali tak ingin menatap, berbicara dan membalas apapun yang kakek Nicholas lakukan, dia masih kesal karna kejahilan kakek Nicholas yang kentut tepat didepan wajahnya membuat Arka muntah hingga membuat tubuhnya lemas, bahkan hampir pingsan


"Sudah lah Ka, maafkan aku ya?. Aku kan hanya bercanda"ucap kakek Nicholas lirih merasa bersalah sekarang


"Bercanda sih bercanda, tapi tidak dengan seperti itu juga kek. Aku kan hampir pingsan karna bau kentutmu yang seperti bunga bangkai itu"sengut Arka karna masih kesal


"Iya...iya..maaf. Aku minta maaf padamu Natan Sky"ucap kakek Nicholas membuat Arka membulatkan matanya terkejut


"Kenapa Natan Sky?. Aku Arka javier rafendra"ucap Arka dengan tegas


"Ya..ya..ya...kau Arka. Tapi kau tetap saja keturunan Natan Sky ,titisannya"jawab kakek Nicholas mulai kesal


"Terserah aaja padamu kek, aku lelah"balas Arka lalu merebahkan kepalanya diranjang Hasna


"Dasar kau ini, no 1 untuk urusan tidur"sindir kakek Nicholas dengan memakan cemilan diatas meja


"Serah padamu saja kek,biarkan saja aku tidur. Karna manusia butuh tidur bukan makan saja seperti dirimu"balas Arka dengan memejamkan matanya


"Heh..kita juga butuh makan, kalo tidak makan kita akan mati. Makan juga termasuk kebutuhan dan tidur hanya 25% saja untuk kehidupan, yang sisanya makan, minum, olahraga dan aktivitas lainnya"jelas kakek Nicholas tak terima akan ucapan Arka barusan


"Ya baiklah, kau menang sekarang. Sekarang aku mau tidur kakek. Jadi jangan berisik"gumam Arka dengan memejamkan matanya karna ini sudah waktunya tidur siang


"Dasar bocah"gumam kakek Nicholas dengan mengambil segelas air


"Aku mendengarnya kakek"ucap Arka membuat kakek Nicholas tersedak


Uhuk...uhuk...


"Sialan kau bocah, hampir saja aku mati tersedak"ucap kakek Nicholas kesal


"Mampus"balas Arka lalu tertidur


"Sudahlah ,kalian berdua ini selalu saja bertengkar, aku pusing melihat dan mendengar kalian bertengkar. Apa kalian tak lelah adu mulut terus, bahkan Rafa dan Angga menatap kalian yang bertengkar seperti ini"ucap Opa Abraham yang sedari tadi pusing mendengarkan sahabatnya dan juga cucunya bertengkar membahas kentut


"Ya baiklah, aku akan tidur saja. Lebih nikmat dari pada mendengar ocehanmu Abra"ejek kakek Nicholas lalu menghilang sebelum mendapat amukan singa tua


"Sialan kau Nicho"pekik Opa Abraham


4 tahun kemudian


hari ini adalah hari dimana Rafael kini sudah masuk sekolah Sd kelas 1 , sementara Anggara masuk Taman kanak-kanak,dan anak ketiga Hasna dan Arka sicantik Medina Putri Rafrendra, dia masuk ke Paud karna usianya masih 4 tahun setengah

__ADS_1


"Abang...cepat..atu telat ini"teriak Anggara memanggil Rafael yang sedang memasang sepatunya


padalah masih jam 6.10 tapi anak itu sudah kesetanan memanggil kakaknya untuk cepat berangkat ke sekolah. Ya seperti itulah Anggara yang paling nakal, jahil dan usil kepada kakaknya Rafael,


Rafael. Si tampan, manis, Cubby, dan lesung pipinya yang memikat orang yang melihtnya. Sifatnya sama dengan Arka dulu waktu kecil hingga dewasa, bahkan sekarang pun masih melekat dalam dirinya menurun pada Rafael yang pendiam, cuek . Tapi anak itu begitu baik, penyayang, selalu jujur dan tak pernah membalas apa yang adiknya perbuat padannya



(Rafael Dirga Rafrendra)


Anggara. Si tampan mewarisi wajah Papanya dan Opa Abraham. Memiliki sifat seperti kakek Nicholas mungkin, karna sama nakalnya, jahil, bikin orang darah tinggi karna emosi dan selalu membuat Mamanya kesal karna sikap nakalnya



(Anggara Haidar Rafendra)


Medina. Si cantik,imut dan lucu, sementara sifatnya sama dengan sang Mama dan sekarang anak itu memilih ikut seperti Mamanya yang memakai hijab begitu cantik dan lucu,dia sama nakalnya dengan Anggara namun masih sedikit kalem Medina dibanding dengan Anggara



(Medina Putri Rafendra)


"Tabar Angga, pake tepatu dulu"jawab Rafael setelah selesai memakai sepatunya


"Ndak, kamu yang ngambek"jawab Rafael dengan wajah datarnya


"Mama...talapan Angga mana?"teriak Anggara membuat Hasna menghembuskan nafasnya kasar didapur, sementara Arka yang baru saja keluar kamar langsung menutupi kupingnya yang berdengung


"Beritik Angga...Takit kuping aku"pekik Rafael membuat Anggara langsung terdiam


"Bodo amat wle..."balas Anggara lalu berlari menghampiri Arka yang baru turun


"Pagi Anak-anak Papa!, pagi Boy!"sapa Arka kepada anak-anaknya dan menggendong Anggara ke meja makan


"Pagi papa..."jawab keduanya


"Hai princess Papa. Kenapa pagi-pagi cemberut hmm?"tanya Arka kepada putri kecilnya lalu menggendongnya


"Bang natal"jawab Medina dengan mata berkaca-kaca menatap sang Papa


"Abang nakal?, emang abang ngapain kamu sayang?"tanya Arka dengn menghapus air mata putri cantiknya yang menangis

__ADS_1


"Huaaaa...aaaa...Mama...Bang natal...aaaa.."tangis Medina membuat Arka kebingungan


"Siapa yang nakal sayang?, abang yang mana?abang kamu kan dua"tanya Hasna yang baru datang membawa nasi goreng, nuget,susu dan kopi ke meja makan


"Bang Ngga natal...Huaaaa..."tangis Medina dengan menangis kencang


"Cupp..cupp...sayang..sudah ya..jangan nangis, nanti Abang Angga mama jewer ya"ucap Hasna menenangkan putri cantiknya


"Emm..putri cantik Mama, mau sekolah gak boleh nangis. Nanti diketawain sama temen-temen. Udah ya jangan nangis, senyum dong buat Mama"ucap Hasna dan Medina tersenyum imut untuk Mamanya


"Pinter banget princess Papa ini"puji Arka dengan mencium seluruh wajah Medina hingga membuat anak itu tertawa geli karna bulu didagu Papanya menggelitik wajahnya


"Sekarang Angga minta maaf sama Dina, setelah itu cuci tangan sarapan ok"perintah Hasna


"Siap Mama"balas Anggara


"Maafin Abang ya?, abang talah"ucap Anggara lalu memeluk adik perempuannya


"He'em"balas Medina menganggukan kepalanya


"Sudah sekarang sarapan, setelah itu berangkat sekolah. Siap??"tanya Arka mengintruksi anak-anaknya


"Siap Papa"jawab ketiganya dengan semangat lalu tertawa bersama


kakek Nicholas saat ini sedang menyusun rencana untuk menghabisi Carlos bersama Opa Abraham, Ayah Arga, Arka dan Agam didalam ruang kerja Arka di kantor. Arka mendengarkan rencana yang Kakek Nucholas susun untuk menyerang istana Carlos di daerah hutan terpencil dikota itu


"Kau siapkan pedang milik Natan Sky yanga dalam dirimu Ka. Cukup kau pejamkan mata dan panggil pedangmu dengan sebutan blue sebanyak 2 kali, pedang itu akan keluar sendiri dari tubuhmu. Serahkan pedangmu pada Rafael untuk menghabisi Carlos, tetap tenangkan dirimu dan hatimu serta buat Lia tetap percaya jika anaknya bisa"jelas kakek Nicholas dengan menatap Arka lembut, dia sebenarnya tak ingin melibatkan cucu kecilnya. Tapi karna takdir yang meminta maka dia akan tetap menjalaninya


"Baiklah kek, aku akan ingat pesanmu itu. Apakah Anggara akan ikut menjadi pemain disana bersama Princessku dan kalian semua?"tanya Arka sebenarnya tak rela jika anak-anaknya terluka apalagi terlibat


"Ya aku tau perasaanmu, tapi itu memang harus Ka,sesuai dengan takdir anak-anakmu yang akan menjadi kunci kehancuran Carlos. Aku yakin jika hatimu belum siap untuk itu, tapi ingat satu hal. Jika anak-anakmu tak bisa mengikuti perang itu, taruhannya adalah Lia , dia yang menjadi incaran Carlos untuk menggantikan Anggara dan Medina"jelas kakek Nicholas


"Kenapa harus Istriku yang menjadi korban dan menggantikan kedua anakku?"tanya Arka mulai tak suka dengan pembahasan ini karna membawa nama Istrinya, keselamatannya


"Itu memang sudah menjadi takdir Lia yang memiliki ikatan darah denganku, dan semuanya yang memiliki ikatan darah denganku, dia akan memiliki takdir seperti itu. Jujur saja, aku juga tak ingin Lia terlibat apalagi anak-anak yang masih sangat kecil, tapi apa dayaku yang meminta adalah yang diatas, aku hanya mengikuti alur kehidupan"jelas kakek Nicholas menitikkan air matanya


"Baiklah jika memang begitu, lakukan yang memang paling terbaik untuk semuanya"balas Arka memeluk kakek Nichiolas memberi ketenangan


"Aku percaya, mereka akan baik-baik saja selama ada kau disamping mereka dan kita akan menghabisi Carlos hari itu juga"lanjutnya dengan mengusap punggung kakek Nicholas yang sudah pasti menangis


Hallo gaes, beberapa eps lagi nih cerita ini untuk tamat, aku mau ucapin makasih sama kalian yang udah mau baca cerita aku sampai selesai, kasih vote sebanyak-banyaknya ya buat karya aku ini. Maaf kalo banyak kata yang mungkin menyinggung perasaan kalian dan membuat kalian merasa gak nyaman

__ADS_1


Aku disini juga masih belajar membuat cerita tentang kehidapan meski terkadang ada kisah nyata yang aku ketik disetiap epsnya, dan tentu aja itu yang aku alami sendiri


Tanks buat dukungan kalian. Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya ya. Pay..🤗


__ADS_2