Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 46


__ADS_3

Hasna yang sedang di dalam kamar mandi di temani Arka,dia mendengar suara putranya dari dalam. Saat dia selesai lalu keluar dari kamar mandi, benar saja putranya ada di atas ranjangnya yang dijaga oleh Kak Arsita dan juga Bunda Klarisa,sementara Agam ada di sofa bersama Abian yang tertidur di sampingnya


"Mamama..."ucap Rafa meminta di gendong oleh Mamanya


"Uhhh,anak Mama...Mama kangen sama Rafa nak, Rafa kangen gak sama Mama?"tanya Hasna memangku Rafa di pahanya sebagai tempat duduk Rafa


"angen"jawab Rafa kangen kepada Mamanya,dan tanpa di minta Rafa langsung memeluk serta mencium pipi Mamanya dengan sayang


Pemandangan indah itu membuat yang ada disana tersenyum bahagia, bagaimana kasih sayang dan cinta yang Rafa berikan kepada Hasna sunggung membuat hati tenang dan bahagia


"Dede?"tanya Rafa dengan memegan perut Mamanya


"Dedek gak papa sayang,dedek sehat"jawab Hasna mengusap kepala Rafa


saat sedang asik bercanda dengan Rafa, kakek Nicholas datang dengan membawa Parsel buah dan buket bunga berukuran besar. Entah dari mana Kakek Nicholas mendapatkannya, padahal dia tak terlihat oleh orang lain, kecuali sahabat dan keluarga keturunannya


"Kakek!"ucap Hasna melihat kakek Nicholas menghampirinya


"Bagaimana keadaanmu cucuku?"tanya kakek Nicholas


"Aku baik-baik saja kek, kandunganku juga baik-baik saja"jawab Hasna lalu pandangannya teralih pada parsel dan buket bunga yang kakek Nicholas bawa


"Kakek mendapatkan itu dari mana?"tanya Arka yang sudah penasaran dari tadi


"Ah, ini, aku..."ucap Kakek Nicholas terbata-bata


"Aku apa?,kakek mencuri dari tokonya?"tanya Arka dengan dengan selidik


"Ah, aku mengambil ini dari tokonya langsung, tapi aku tidak mencurinya"jawab Kakek Nicholas dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Kakek sama saja mencurinya, ish...ish...ish...Kakek ini, mentang-mentang tak terlihat oleh orang lain, kakek nekat mencurinya"ejek Arka dengan menggendong Rafa ke arah sofa

__ADS_1


"Aku tak mencurinya bodoh, aku menemukan ini tergeletak di atas meja toko, lalu aku ambil saja karna tak ada orang yang mengakuinya"jawab Kakek Nicholas kesal


"Ckk. Kakek....itu namanya mencuri, kakek mengambil barang yang bukan milik kakek,lalu kakek membawanya kemari"ucap Arka berdecak


"Ya baiklah,aku minta maaf. Tapi aku sudah membayarnya dengan uang yang Kalia berikan waktu itu"jawab Kakek Nicholas


"Uang?, sayang?"ucap Arka bingung lalu beralih menatap Istrinya


"Iya uang, Kalia memberiku uang untuk keperluanku disini. Dia memberikan uang ini"jawab Kakek Nicholas menunjukan uang yang di maksud


"Astaga kakek, bagaimana mereka tau kalo kakek yang membayarnya,mereka tak melihat kakek. Lalu itu uang Rp. 50.000,00, kakek mambayar semua ini dengan uang itu,lalu kakek ambil kembali uangnya?"keluh Arka dengan menepuk jidatnya


"Ya aku ambil lagi uangnya,karna sisa segini jadi ajy


ku bawa kembali"jawab kakek Nicholas dengan santainya


"Kakek. Lia kan kasih uang ke kakek banyak untuk keperluan disini. Tapi kenapa sisanya tinggal segitu?"tanya Hasna bingung


"Ya pantas saja pakaian kakek berubah,seperti anak muda yang sedang jatuh cinta sekarang dengan stail seperti ini"ucap Arka memperhatikan pakaian kakek Nicholas yang keren


"Kau benar,bahkan Abra kalah tampan denganku"jawab kakek Nicholas membanggakan diri


"Akek?"panggil Rafa yang ada dalam gendongan Arka


"Kenapa boy?,kau ingin di gendong oleh kakek buyutmu?"tanya Arka pada putranya yang bertepuk tangan sebagai jawaban


entah kenapa tiba-tiba kakek Nicholas merasa ada kekuatan jahat datang ke rumah sakit ini. Setelah menggendonfmg Rafa semuanya terasa tidak asing,seperti ada yang mengintai di balik pintu kamar mandi


"Kau pegang putramu, aku akan urus sesuatu disana"ucap Kakek Nicholas dengan mengembalikan Rafa pada Arka lalu mendekati pintu kamar mandi


"Jaga Istrimu di situ Ka,biar aku yang urus ini"ucapnya kembali dengan melahkah perlahan ke arah pintu kamar mandi

__ADS_1


Kakek Nicholas mendekat ke arah pintu kamar mandi,dan benar saja sebuah asap hitam yang mereka kenal anak buah Carlos datang mengintai untuk menjadi mata-mata sang Raja kegelapan. Kakek Nicholas memerintahkan Arka memanggil Opa Abraham untuk mengurung asap hitam itu di dalam kalung giok yang sekarang menjadi milik Opa Abraham setelah di lepas ikatan diri dari Arka dan Hasna.


"Kau datang untuk menjadi mata-mata ya?"tanya Kakek Nicholas kepada asap hitam yang sudah ada dalam genggaman tangannya


"Ampun tuan,saya hanya di minta memata-matai cucu anda dan calon anaknya saja. saya tak menyelakainya Tuan"jawab asap hitam itu yang terdengar menggema dalam ruangan itu


"Aku tau, kau yang hampir membawa cucuku ke alammu bukan?"tebak kakek Nicholas dengan mengeratkan genggamannya


"Arrggghh.....ampun Tuan. Lepaskan saya!!!!,ya saya mengakui jika saya yang hampir membawa cucu anda pergi karna Baginda meminta saya membawa cucu anda ke alam kami. Ampunni saya Tuan"jawab asap hitam itu dengan merintih kesakitan karna genggaman kakek Nicholas dengan kekuatannya menghancurkan sebagian tubuhnya


"Aku akan mengampunimu, tapi kau harus di kurung terlebih dahulu, karna aku tak yakin kau tak akan berbuat jahat kembali"ucap Kakek Nicholas melihat Opa Abraham datang dengan mengerlingkan matanya memberi kode jika kalung tersebut sudah di buka pelindungnya


"Baik Tuan saya akan mengikuti ke inginan Tuan. Tapi tolong sembuhkan saya dulu. Rasanya begitu sakit Tuan"jawa asap hitam itu dengan meminta tolong untuk di sembuhkan


"Baiklah"jawab kakek Nicholas dengan mengeluarkan sedikit ilmunya untuk menyembuhkan asap hitam itu


"Abra"panggil kakek Nicholas memberikan perintah yang langsung di mengerti oleh Opa Abraham


Setalah asap hitam itu masuk kedalam kalung, semuanya bisa lebih tenang. Opa Abraham menghampiri cucunya yang tidur di sofa bersama kakek Nicholas yang juga duduk di sofa


"Kau merasakan kekuatan gelap itu aku yakin pasti karna cucu kita ini bukan?"tanya Opa Abraham


"Betul Abra, aku merasakannya seakan lebih pekat dan lebih kuat dengan kehadiran mereka disekitarku. Doa yang menjadi kekuatan utamaku, dia juga yang menjadi tameng pelindung kedua orang tuanya dan kalian" jelas kakek Nicholas dengan menatap Rafa yang masih tertidur


"Aku tau ikatan antara kalian begitu kuat. Bahkan saat Rafa jauh dari kau, dia sering menyebut namamu saat melihat asap hitam disekitarnya"jawab Opa Abraham


"Aku percaya itu, Rafa adalah bagian dariku, dia adalah separuh dariku Abra, dia juga yang akan melangitkan kedua orang tuanya dan menjadi tameng terkuat pertama, bahkan adiknya tak akan sanggup menghadapinya"jelas kakek Nicholas dengan senyum manisnya menatap Rafa yang juga tersenyum dalam tidurnya


"Ya aku paham itu, kau adalah Raja Agung, Kekuatanmu tak bisa di tandingi termasuk Carlos saja tak bisa melawanmu, hanya kelicikannya dia bisa mengalahkanmu waktu itu"jawab Opa Abraham kembali mengingat memori dimana sahabatnya ini mati karna kelicikan Carlos, hingga kini tinggal nyawa keduanya yang membuat sahabatnya ini masih hidup


"Kau benar"jawab kakek Nicholas lalu memeluk sahabatnya

__ADS_1


__ADS_2