Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 45


__ADS_3

Arka dengan mengendarai di atas rata-rata,dia begitu khawatir kondisi Istri dan anak kedua yang masih dalam kandungan Istrinya, Setelah 10 menit di perjalanan yang sedikit padat. Arka sampai di rumah sakit dan menggendong Istrinya masuk ke dalam rumah sakit,dengan keadaan Istrinya yang kesakitan di perutnya,membuat Arka tak tega melihatnya secara langsung dan Arka merebahkn Hasna di atas bankar,dan tak lama dokter kandungan milik keluargany datang dan akan memeriksa kondisi Hasna


"Permisi Tuan,boleh anda keluar,biar kami memeriksa istri anda terlebih dahulu"ucap suster yang datang bersama dokter Putri untuk mengecek kondisi Hasna


"Tapi sus,saya ingin bersama Istri saya di sini,saya ingin menemaninya"jawab Arka menggenggam tangan Hasna


"Iya pak,saya mengerti kondisi anda,tapi untuk kenyamanan pasien anda di mohon keluar sebentar"ucap suster tersebut,lalu Arka menganggukan kepalanya sebagai jawaban


"Aku keluar dulu sayang, jangan takut ya?,berdo'a semoga anak kita dan kamu gak papa"bisik Arka di telinga Hasna,dan mencoba melepaskan genggaman tangannya


tapi Hasna seakan menolak untuk melepaskan genggaman tangannya dari Arka,dia butuh Arka untuk menemaninya,dia tak ingin sendirian sendiri disini


"Aku gak mau ditinggal,aku mau sama kamu,temani aku mas. Aku takut,Aku mohon disini aja"ucap Hasna dengan menahan sakit di sekitar bawah perutnya,dia menggeleng kuat ketika suster mengatakan Arka untuk keluar


"Gak,jangan keluar mas,sini aja"ucap Hasna dengan mencengkeram kuat tangan Arka


"Bagaimana dok?"tanya suster Putri


"Tidak apa-apa,biarkan saja Tuan muda disini menemani Istrinya"jawab Dokter Putri membuat suster tersebut kesal didalam hatinya


'Sial,kenapa di biarin disini sih,kan gagal gue mau kasih perhatian ke Tuan Muda,manaTuan Muda kaya panik banget lagi liat Istrinya kaya gitu,kan harusnya gue yang menikah sama dia,bukan wanita sialan ini.Ihh!!!,telat banget sih gue kenal Tuan Muda. Udah ganteng, tajir lagi"batin suster tersebut dengan menatap Arka dan Hasna bergatian


Dokter mulai memeriksa Hasna drngan hati-hati,saat pemeriksaan Tangan Arka yang menjadi sasaran Hasna menahan sakit di perut bawahnya, Arka tau itu, dia paham jika Istrinya sedang kesakitan. Setelah pemeriksaan selesai,Hasna sudah bisa merasa lega karna sakit diperut bawahnya sudah sedikit menghilang,meski masih terdapat rasa nyeri disana

__ADS_1


"Untuk saat ini,kondisi kandungan Nona Alhamdulillah masih baik-baik saja,tapi untuk yang berikutnya lebih hati-hati ya, karna nanti bisa menyebabkan keguguran jika, dan sekarang kandungan Nona sedikit lemah. Jadi disarankan jika Nona rawat inap saja di sini untuk mendapat pengawasan yang lebih dari saya dan dokter Gita"ucap Dokter Putri


"Baik dok,terimakasih. Ouh ya,untuk rawat inapnya,kira-kira berapa hari dok?"tanya Arka yang sudah bernafas lega mendengar Istri dan calon anak keduanya baik-baik saja


"Sebaiknya Nona di rawat inap selama 6/7 hari di rumah sakit,karna untuk menguatkan kandungannya kembali,Nona perlu banyak istrirahat disini"jawab Dokter Putri dengan senyum manisnya


"Biaklah kalau begitu,saya permisi untuk kembali ke ruangan saya Tuan,Nona"ucap Dokter Putri lalu pergi setelah di jawab anggukan oleh Arka


"Gimana sayang?"tanya Arka dengan mengusap perut buncit Istrinya


"Udah mendingan mas,udah gak kaya tadi sakit banget"jawab Hasna lalu membuang nafasnya


"Alhamdulillah kalo gitu. Istirahat aja ya?,aku mau jemput Rafa dulu kata Bunda dia nangis terus dari tadi nyariin kamu"ucap Arka dengan menatap Hasna yang menatapnya


"Baiklah,kalo gitu aku tunggal dulu ya. Sus?,titip Istri saya ya?"pinta Arka


"Baik Tuan Muda"jawab suster tersebut


Arka mengecup dahi Istrinya dengan sayang,lalu mengusap perut buncit Istrinya itu dengan lembut. Setalahnya Arka pergi ke luar rumah sakit. Dia hendak masuk ke dalam mobilnya,tapi baru akan masuk,dia melihat asap hitam muncul di atap Rumah Sakit itu,lalu dengan cepat asap hitam itu menghilang entah kemana,yang jelas dia masuk kedalam Rumah Sakit itu. Seketika Arka teringat dengan Istrinya yang ada di dalam sana


"Sial!!!"umpat Arka lalu berlari ke dalam rumah sakit dengan menabrak orang yang berpapasan dengannya


"Sayang...?"panggil Arka setelah sampai diruangan Hasna,tapi dia tak melihat Hasna di sana

__ADS_1


"Kemana Nana?"gumam Arka lalu berlari kembali keluar ruangan


Arka membaca mantra untuk memanggil kakek Nicholas,setelah membaca mantra tersebut kakek Nicholas muncul dengan menggendong Hasna yang tak sadarkan diri, Arka dengan khawatir mengambil Istrinya dari gendongan Kakek Nicholas dan meletakkannya di bankar rumah sakit lalu memanggil dokter,Dokter pun segera memeriksa Hasna,setalah semua selesai kini hanya tinggal mereka berdua ditemani oleh Kakek Nicholas yang datang kembali


"Ada apa dengan Istriku kek?"tanya Arka sambil menggenggam tangan Hasna


"Dia hampir saja di bawa oleh anak buah Carlos setelah kau tinggal pergi menjemput anakmu. Untung saja Hasna memanggil Kakek tepat saat anak buah Carlos berniat membawanya"jawab Kakek Nicholas dengan menatap cucunya yang masih belum sadarkan diri


"Anak buah Carlos yang tadi aku lihat di atas atap rumah sakit ini?"tanya Arka dan di balas anggukan oleh Arka


"Kau harus berhati-hati cucuku,Kalia tengah mengandung anak keduamu,dia akan menjadi kekuatan kedua untuk kalian melawan Carlos,Carlos mengincar Rafa dan calon adiknya ini agar dia bisa hidup selamanya. Carlos akan mati di tangan kedua anakmu,setalah kakekmu tiada di tangan Rafa waktu itu dan nenek Mirna pun sama mati di tangan putramu Rafa. Dia balas dendam akan kematian Raja gelepan mereka,maka dari itu mereka mengincar anak-anak kalian. Satu pesan kakek padamu Ka?,lindungi Keluargamu dari anak buah Carlos selama 1 tahun,tunggu anakmu yang kedua berusia 1 tahun. Maka kehidupan Carlos akan musnah oleh kedua anakmu itu"jelas kakek Nicholas lalu menghilang


"Mas..?"panggil Hasna yang sudah sadar dengan suara lirihnya


"Hai...,kamu udah sadar,ada yang sakit gak?"tanya Arka dan di jawab gelengan oleh Hasna


"Rafa mana?"tanya Hasna


"Rafa akan di atar sama Bunda ke sini,tadi aku mau pergi jemput dia,tapi setelah melihat anak buah Carlos kembali lagi untuk menyakiti kamu dan calon anak kita,aku kembali lagi kesini untuk melindungi kamu dari asap hitam itu,tapi ternyata kamu udah sama kakek Nicholas,kamu udah aman sama dia kok"jelas Arka sambil mengusap pucuk kepala Hasna


"Maaf ya mas. Karna aku,kamu harus balik lagi,kamu gak jadi jemput anak kita hanya karna melindungi aku"ucap Hasna merasa bersalah


"Hei...,ngomong apa sih?,ini semua bukan karna kamu kok,udaj jadi tugas aku menjaga kamu, Rafa dan calon anak kita, kamu gak perlu.minta maaf ok"jawab Arka cepat lalu mengecup dahi Hasna dengan tangan mengusap lembut di atas perut Istrinya

__ADS_1


__ADS_2