Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 21


__ADS_3

"Hao sayang Papa, sehat-sehat ya nak di perut Mama, kita akan tunggu kamu sampe lahir nanti, cepat besar ya nak, Papa sayang kamu"ucap Arka lalu mengecup perut rata istrinya lagi,Arka berdiri lalu memeluk istrinya dan kecup dahi istrinya dengan meneskan air matanya


"Makasih sayang"ucap nya lagi dengan memeluk Hasna lagi dan di balas anggukan dan tangis bahagia oleh Hasna,dia tak menyangka Suaminya akan sebahagia ini mendapat kabar kehamilannya di hari ulang tahunnya


"Kamu hamil sayang? "tanya Bunda dan Oma bersamaan membuat keduanya saling tatap dan membuat yang lain tertawa


"Iya Bunda, Oma.Aku tau kalo aku hamil setelah dokter kasih tau aku kalo aku hamil saat aku pingsan di acara pernikahan Kak Adhi dan Ghiva.Aku rahasiain ini untuk hadiah ulang tahun Mas Arka, maaf Mas aku udah bohongin kamu kemarin,dan aku sembunyiin kalo aku hamil"jelas Hasna dan menatap suaminya yang juga menatapnya lalu dia menangis karna bersalah. Ya mungkin sindrom kehamilan membuat dia sedikit sensitif


"Hei, gak usah nangis dong, gak papa kok aku palah seneng, seneng banget karna kamu kasih aku kado spesial di hari ulang tahun aku. Makasih yah"ucap Arka lalu memeluk istrinya itu yang akhir-akhir ini suka sekali menangis salah bicara sedikit saja


"Ya udah sekarang istirahat, udah larut ini"ajak Arka tapi Istrinya menolak dengan menggelengkan kapalnya


"Kenapa, kan udah saatnya tidur?"tanya Arka melihat istrinya menggelengkan kepala, dan yang lain hanya tersenyum menyadari Hasna tengah nyidam saat ini


"Aku mau itu? "ucap Hasna sambil nenunjuk pizza di atas meja


"Ya udah ayok! "ucap Arka menuruti istrinya dari pada nangis trus ngambek


"Makasih mas ku!!.muach"ucap Hasna lalu mengecup singkat pipi Arka membuatnya mematung di tempat lalu senyumnya kembali mengembang karna bahagia

__ADS_1


"Na, Habiskan sekenyang kamu saja yah, nanti kalo sudah makan langsung bobo ya nak? "ucap Oma Puspa lalu beralih pada perut rata Hasna mengerti maksud Oma, Hasna berdiri menghampiri Oma dan mengambil tangan Oma lalu meletakkannya di perutnya membuat Oma Puspa tersenyum dan yang lainnya


"Cicit Oma, cepet besar ya nak yah, oma buyut tak sabar menanti kamu. Sehat-sehat ya di perut Mamamu"Ucap Oma Puspa mengelus perut Hasna dsn mengecupnya pelan


"Iya Oma buyut"sahut Hasna menirukan suara anak kecil membuat yang lain tertawa


"Ya sudah Oma masuk yah, sudah malam kamu juga langsung istirahat yah"ucap Oma Puspa mengelus kepala Hasna


"Siap Oma,selamat malam"balas Hasna memberi hormat dan menyalami Omanya


Setelah yang lain masuk ke kamar masing-masing sekarang Hasna yang beluk ingin tidur, dia masih ingin menonton Tv,membuat Arka menghela nafasnya pelan


"Sayang bobo yah, jangan begadang gak baik untuk beby kita, nanti beby kita sakit kamu juga sakit, aku gak mau sayang, ayok sekarang kita bobo, udah jam set 2 pagi ini"ucap Arka dengan menuntun istrinya


"Okh kalo gitu, Ayo naik? "ucap Arka berjongkok untuk Hasna naik ke punggungnya


"Ets.. tunggu dulu! "lanjutnya menghentikan Hasna yang hendak naik kepunggungnya


"Kenapa sih mas, aku ngantuk nih? "tanya Hasna pada suaminya, lalu Arka pergi ke sofa dan mengambil satu bantal di sana

__ADS_1


"Nih kamu pake ini di bawah dada kamu, jangan kena perut nanti keteken anak kita, kamu taro ini buat mengalangi perut kamu gak nempel bgt di punggung aku"jelas Arka lalu berjongkok


setalah berhasil di gendong menuju ke kamar mereka di atas, Hasna dia pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan makanan yang tadi dia makan,dengan berjongkok di kloset di bantu Arka memijit tengkuknya untuk mengurangi mualnya


Hoekk...


Hoekk....


Hoekk...


Semua makanan yang dia makan di muntahkan dan cairan bening yang banyak keluar setelah mengeluarkan makanannya dan menyiramnya, ,Lalu dia terduduk lemas di lantai kamar mandi dengan Arka mengusap rambut istrinya yang basah karna keringat, muka yang pucat dan tak bertenaga. Arka membawa istrinya keluar kamar mandi menuju ranjang, dan merebahkan istrinya di ranjang dengan tangan di perut rata istrinya pindah ke kepala memberi pijitan ringan.


"Masih mual sayang? "tanya Arka khawatir dan Hasna hanya menggeleng


"Pusing mas"jawab Hasna memegang kepalanya yang terasa pusing


"sebentar aku ambil minyak putih dulu"ucapnya lalu bangkit mengambil minyak putih di laci nakas


Arka naik ke atas ranjang, menyingkap baju tidur istrinya dan menggosokannya ke perut dan kepala istrinya, dia menggosok dengan lembut hingga Hasna perlahan tidur karna memang sudah mengantuk dan tak memiliki tenaga sebab memuntahkan semua makanannya

__ADS_1


"Jangan nakal ya nak di perut Mama, kasihan Mama nak nanti dia sakit kalo muntah terus. Jangan bikin Mama sakit ya nak,nanti kamu sakit juga.Papa gak mau kalian sakit, Papa sayang kalian berdua"ucap Arka mengecup perut rata istrinya lalu menutup kembali baju tidur istrinya dan beralih mengecup dahi istrinya


"Selamat malam sayang, selamat tidur. Love You So much" ucap Arka lalu ikut memejamkan matanya dengan tangan masih aktif mengucap perut rata istrinya pelan


__ADS_2