Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Extra Part


__ADS_3

Sampainya dirumah. Rafael dan Anggara segera memarkirkan motornya di garasi, sementara Syafira dan Medina, mereka menunggu didepan pintu masuk rumah. Rumah tampak sepi dan para maid yang biasanya menyiram atau menyapu taman dan halaman depan, mereka tak terlihat satupun.'Pada kemana?,kok sepi banget sih?', pikir Rafael lalu mengetuk pintu, karna pintunya dikunci


"Angga, coba kamu telfon Mama!, dia dimana sekarang?. Apa lagi jemput Papa dibandara?"perintah Rafael dan Anggara segera mengambil hpnya dan menghubungi Mamanya, tapi tak aktif sama sekali


"Gak aktif Bang. Aku coba telfon Oma sama Opa ya?"tanya Anggara dan diangguki oleh Rafael


"Gimana?"tanya Rafael, perasaannya mulai cemas saat ini. Mamanya kan sendirian dirumah tadi


"Kata Oma sama Opa gak tau sama sekali, tadi Oma juga telfon Mama, tapi gak aktif"balas Anggara


"Bang, aku takut Mama kenapa-napa Bang, Aku takut terjadi sesuatu sama Mama"ucap Medina dengan menggoyangkan lengan Rafael


"Hai, dengerin Abang. Mama pasti baik-baik aja sayang, jangan berfikir buruk dulu tentang Mama saat ini. Ucapan doa Medin. Kita cari Mama sekitar komplek dulu ya?, nanti kalo Mama gak ada, kita cari keluar komplek"jelas Rafael dan diangguki oleh Medina


"Ayo, naik montor aja sekitar sini dulu"ucap Anggara


"Bang apa gak sebaiknya kita naik mobil aja, nanti kalo kita naik montor. Mama mau ditaro mana?, masa iya Mama suruh duduk ditangki montor?"tanya Anggara dengan cengirannya melihat Rafael menatapnya tajam saat mengatakan sang Mama duduk ditangki montor


"Kamu aja naik mobil, kita mencar. Syafira kamu naik mobil aja ya sama Anggara?"ucap Rafael sementara Syafira hanya diam bingung


"Ouh tidak bisa!, Kak Syafira sama Abang naik montor, nanti kalo kak Syafira naik mobil, dia akan bosan karna kita suka kelupaan kalo ada yang duduk dibangku belakang ya kan bang Angga?"ucap Medina dengan menyenggol lengan Angggara meminta kerja samanya


"Ha'ah Bang, bener banget, nanti Kak Fira malah bosen terus males sama kita. kita kan suka lupa gitu kalo udah ngobrol sama berantem"balas Anggara membuat Rafael menghela nafas, dia paham niat kedua adiknya ini


"Terserah kalian deh. Ayo Fira"ucap Rafael dengan menarik tangan Syafira pelan ke motornya


setelah Rafael dan Syafira. Anggara dan Medina mengadukan telapak tangannya membuat tos,karna rencana mereka berhasil mendekatakan Abang mereka si raja kulkas dengan seorang gadis lugu dan menggemaskan, lalu mereka tertawa dengan keberhasilan mereka


sementara dijalanan komplek. Rafael dan Syafira masih tetap diam, tanpa ada yang membuka suara karna sibuk dengan pikiran masing masing, hingga saat Rafael membuka suaranya untuk memecah keheningan diantara mereka berdua


"Syafira?"panggil Rafael dengan wajah datarnya


"Ah iya?"balas Syafira karna sedari tadi dia menatap Rafael tanpa berkedip membuatnya teekejut karna dipanggil namanya


"Maaf ya, kamu jadi ikut masalah ini. Maaf juga jadi buat kamu gak nyaman ikut nyari Mama aku"ucap Rafael dengan menunduk, saat ini mereka ada di jalan komplek dengan menaiki montor


"Gak papa kok, aku gak masalah untuk bantu kalian. Aku juga mau bantu buat cari Mama kalian, gak perlu minta maaf oke"balas Syafira membuat Rafael mengembangkan senyum yang jarang terlihat dibalik kaca gelap helmnya


"Ouh iya Rafa?"lanjut Syafira dengan menatap mata Rafael dari spion montor besar Rafael yang kini juga sedang menatapnya

__ADS_1


"Kenapa?"tanya Rafael menepikan montornya karna lampu merah


"Kita kan udah jalan dari tadi, kita mau cari Mama kamu kemana?, ini kan udah keluar dari komplek?"balas Syafira sambil bertanya dengan wajah yang menggemaskan menurut Rafael


"Kita kerumah Oma sama Opa aku dulu ya?, nanti kalo mereka gak ada disana, kita cari lagi ketempat lain"jawab Rafael dengan menatap wajah Syafira dispion montornya


"Rafa?"panggil Syafira yang sebenarnya ingin mengatakan sesuatu pada Rafael, tapi tak enak


"Kenapa?"balas Rafael dengan menjalankan motornya karna lampu merah sudah berubah hijau


"Papa aku baru aja ngabarin, kalo dia gak bisa jemput aku dirumah kamu dan sopir aku juga katanya nanti malem baru bisa jemput, aku gak enak sama kamu kalo aku harus nebeng lagi"ucap Syafira membuat Rafael menyinggungkan senyumnya


"Gak masalah kalo kamu mau nginep juga gak papa, kamu bisa tidur sama Medina kalo mau, kalo gak mau ada juga kamar tamu kosong, kamu bisa pake selama papa kamu dan supir kamu gak bisa jemput sampai besok. Kalo besok sore belum juga dijemput, aku yang antar kamu sampe rumah, tapi Mama dan Papa aku jelas ikut. Karna mereka hanya takut terjadi hal gak diinginkan sama aku karna bawa anak orang"jelas Rafael dan Syafira hanya menganggukan kepalanya dengan senyum mengembang


baru saja mereka berbelok kearah perumahan mewah, hp milik Rafael sudah berbunyi disaku celananya. Rafael segera mengambilnya dan melihat nama orang yang menelfonnya adalah Anggara, dia segera mengangkat panggilan itu


"Hallo Ngga gimana?, Mama udah ketemu?"tanya Rafael dengan wajah khawatirnya


"......"


"Astaghfirullah, ya udah Abang pulang sekarang. Iya Assalamulaikum"ucap Rafael dengan menghembuskan nafas lega


"...."


"Mama udah pulang, ternyata Mama pergi kebandara sendirian, dan semua maid dan sopir diliburkan. Pantes aja pintunya dikunci semua karna Mama"balas Rafael dengan memakai kembali helmnya


"Kita kerumahmu ya, nanti aku aja yang bilang soal kamu ke Mama dan Papa aku"lanjut Rafael dan Syafira hanya menganggukan kepalanya


"Makasih ya Fa, maaf ngerepotin kamu sama keluarga kamu"ucap Syafira dengan memegang pundak Rafael


"Sama-sama. Gak ngerepotin sama sekali kok, santai aja"balas Rafael


"Pegangan perut aku ya biar gak jatuh kebelakang"lanjutnya dengan menarik tangan Syafira untuk melingkar seperut roti sobeknya


Rafael menancapkan gas montornya dan pulang kembali kerumahnya, disana ternyata sudah ada mobil Papanya dan juga Anggara disana. Syafira segera turun dari montor dan membuka helm milik Medika dan menunggu Rafael turun dari montor


"Kenapa gak masuk? "tanya Rafael menahan senyumnya melihat Syafira yang kebingungan


"Hah!, gak mau, malu!. Kan yang punya rumah kamu, jadi kamu dulu yang masuk baru aku"balas Syafira menyembunyikan gugupnya

__ADS_1


"Ya udah ayo masuk, ngapain disitu? "tanya Rafael melihat Syafira masih berdiam diri dijalankan rumahnya dengan menatap montornya


'Astaga bodohnya aku, kenapa juga harus terpesona sama ketampanannya Rafa, sekarang malu sendiri kan karna lihat Rafa benerin rambutnya yang berantakan karna helm. Aaa.. tapi ganteng banget. Stop Fira, gak boleh salting didepan Rafael dan keluarganya" batin Syafira dan mengikuti langkah Rafael masuk kerumahnya


"Assalamulaikum"ucap keduanya masuk kerumah dan melihat Hasna, Arka, Medika dan Anggara duduk di ruang keluarga


"Waalaikumsalam. Rafa dari mana aja kamu nak? "tanya Hasna membuat Rafael menggelengkan kepalanya


"Kan Mama yang kunci pintu rumah, terus menelfon gak bisa, dicari keliling komplek Gak ada. Ya aku cari Mama"balas Rafael membuat Hasna tersenyum geli


"Maaf ya sayang. Mama sebenarya mau telfon kamu, tapi hp Mama mati kehabisan Batrai, jadi ya Mama Gak tau kamu telfon"balas Hasna santai


"Rafa. Itu siapa? "tanya Arka dengan menyeruput teh manisnya


"Menantu Papa"balas Anggara dan Medina kompak membuat Rafael dan Syafira membulatkan matanya dengan wajah yang merah


"Serius kalian berdua? "tanya Hasna dengan menatap kedua anaknya


"Serius Mama, dia menantu kalian. Kakak Ipar Syafira"seru Anggara dan Medina membuat Rafa melangkah dengan menjewer telinga adik-adiknya


"Sembarangan kalo ngomong ya mulutnya. Mau Kakak sumpal pake cabe 1 karung hmm? "ancam Rafael dan kedua adiknya hanya menjulurkan lidahnya dan berlari kearah Arka dan Hasna


"Nama kamu Syafira sayang?"tanya Hasna lembut kepada Syafira


"I-iya tante"balas Syafira gugup


"Panggil Mama aja ya sayang, anggap aja Mama seperti Mama kamu sendiri"ucap Hasna Membuat Syafira meneteskan air matanya


"Hai, kenapa sayang?, Mama salah bicara ya?, maaf ya sayang? "tanya Hasna dengan memeluk Syafira, dia dapat merasakan ada kesedihan mendalam dalam tangis Syafira


"Mama, kak Fira kehilangan Mama dan Kakaknya dalam kecelakaan. Maka dari itu Mama bilang anggap Mama seperti Mamanya sendiri, membuat Kak Fira nangis"jelas Medina langsung disekap mulutnya oleh Rafael


"Kamu ini, kasihan Syafira. Gak lihat dia tambah nangis"tegur Anggara membantu Rafael


"Maaf kak, aku gak bermaksud ngomong gitu"ucap Medina


"Gak papa kok, lagian aku juga udah ikhlas atas kepergian mereka, aku cuma kangen aja sama mereka "balas Syafira membuat Rafael menyunggingkan senyumnya


"Sekarang kamu boleh kok anggap Mama seperti Mama kamu sendiri, karna Mama juga yakin, Medina butuh teman curhat apalagi kakak Ipar"goda Hasna membuat Rafael tersedak minuman jusnya

__ADS_1


"Apaan sih Ma, Rafa mau fokus sekolah terus kuliah dan kerja. Urusan mantu nanti aja"balas Rafael


"Dih.. kalo ngomong 'urusan mantu nanti aja', sekarang belum jadi pacar aja udah suka pepet-pepet, terus nanti ditinggal nikah. Galau, nangis, ngamok. Kita sih ogah ya buat jadi pelampiasan kepalsuan Abang karna ditinggal kak Fira"ejek Anggara membuat Rafael kesal dan segera menghampirinya dan mengejarnya karna Anggara yang terus berlari dan berlindung dibelakang Arka


__ADS_2