
"Arka Opa minta kamu jaga ketat Hasna mulai saat ini ya,Opa buyutmu pasti akan keluar kembali dari kalung sabit itu,Opa pikir selama ini dan dalam buku peninggalan Opa buyutmu ada seseorang yang menginginkan kalian berdua berpisah dan Hasna ke guguran,tapi Opa salah itu semua karna ulah Opa buyutmu sendiri yang ingin janin Hasna untuk di jadikan budak olehnya"jelas Opa Abraham
"Lalu Nicholas kembali untuk apa Pa?"tanya Ayah Arga
"Dia kembali karna tau jika kakekmu kembali berulah dan sekarang mengincar janin cucunya dan itu tak akan dia biarkan begitu saja. Papa yakin Nicholas akan berbuat sesuatu untuk melindungi cucunya yang belum lahir itu. Dan Arka Opa minta kau tetap gunakan gelang itu selalu, dan kau pasti di beri cicin giok butih bukan untuk Hasna?"tanya Opa Abraham
"Tidak Opa Kakek itu hanya memberikan gelang ini saja tanpa ada cincin apapun. Ehh tunggu dulu.. "ucapan Arka terputus karna dia teringat sesuatu
"Ada apa?"tanya Ayah Arga
"Tunggu sebentar!!"jawab Arka lalu berlari keluar ruang kerja Ayahnya dan entah kemana,setelah 10 menit pergi Arka kembali membawa sebuah kotak berbentuk hati itu milik istrinya?
"Ini Opa,Yah?"ucap Arka menunjukkan kotak itu
"Ini apa Boy?"tanya Ayah Arga
"Ini milik Nana yah, ini kotak beludru itu yang nenek Mirna berikan Pada Nana, Nana hanya cerita jika dia di beri kalung itu saja, tapi aku merasa ganjal dengan kotak ini kenapa setiap aku ingin membuka kotak ini, aku merasa ada cincin di balik kotak ini, tapi aku sama Nana sama sekali tak bisa membukanya"jelas Arka
"Arga coba kau ambil kitab milik kita di balik lemari itu"minta Opa Abraham dan di angguki oleh Ayah Arga
"Ini Pah, Akan aku cari dulu kuncinya"ucap Ayah Arga memberikan kitab itu pada Papanya
__ADS_1
"Ini dia kuncinya, biar aku coba membukanya"ucapnya lagi setelah menemukan kuncinya
Ayah Arga membaca beberapa bait kunci kotak beludru itu, dan perlahan kotak itu terbuka sendiri dan membuat Ayah Arga dan yang lain terkejut dengab isinya
"Ini cincin yang anda maksud bukan?"tanya Ayah Arga di angguki Opa Abraham
"Itu cincin milik Nicholas, ternyata dia sengaja ingin menunjukan cincin ini pada kita dengan cara menakjubkan. Kau memang misterius sejak dulu Nicho"ucap Opa Abraham
"Kau memanggilku Abra?"tanya seseorang entah dari mana tiba-tiba terdengar sangat jelas ada di samping Ayah Agra
"Nicho keluarlah, aku tau kau ada di samping putraku sejak tadi"ucap Opa Abraham hingga terdengar suara tertawa dan munculnya cahaya terang dari sofa sebelah Ayah Agra dan munculnya seorang pria gagah,terlihat masih muda meski usianya tua, rambut yang sedikit putih dan baju yang di kenakan serba putih
"Ckk, kau ini aku bisa mencium baumu meskipun kau jauh dari ku"jawab Opa Abraham membuat Kakek Nicholas
"Ini cucumu yang kau nikahkan dengan cucuku?"tanya kakeh Nicholas dan di angguki oleh Arka
"Kau pria yang baik, jaga cucuku ya, jangan kau sakiti dia. Dia sudah kehilangan orang tuanya karna kekuatan gelap milik Opa buyutmu, aku tak marah karna itu, karna orang tua Kalia dia memilih mengikuti jalur gelap di banding memusnahkan"jelas Kekeh Nicholas
"Pasti kek, aku akan menjaga Nana meski aku mati sekalipun"jawab Arka membuat Kakek Nicholas tertawa keras
"Cucumu itu sungguh luar biasa, dia tak tau kah lawannya yang bisa saja mencelakai cucuku?"tanya Kakeh Nicholas pada Opa Abraham
__ADS_1
"Dia tau, hanya saja sifat bucinnya yang membuat dia sedramatis ini"jawab Opa Abraham membuat mereka tertawa
"Memang kau pikir tidak pada mendiang Irana"ucap Kakek Nicholas membuat wajah Opa Abraham murung dan tersenyum kecut
"Ya aku begitu mencintainya dan menyayanginya, saat dia rela mati demi melindungiku dari Papaku sendiri dan menjadikan dia tameng perlindunganku hingga dia mati dalam pelukanku membawa adik Agra.Hatiku begitu hancur bahkan sulit untuk di perbaiki sampai sekarang. Kau tau sendiri Nicho aku sampai depresi dan aku gila karna kehilangan dia,wanita terbaik dan sempurna di mataku hingga aku mati hanya dia satu-satunya istriku dan kekasih hidup sematiku"jelas Opa Abraham dengan meneteskan air matanya
"Aku tau itu, aku tau kisah cinta kalian,aku mengenalmu sejak kita belum di lahirkan di dunia ini, mana mungkin aku lupa pada masa itu, dimana Irana melawan mertuanya sendiri dalam keadaan mengandung anak keduamu. Sudahlah lupakan saja. Maaf ucapanku membuatmu kembali mengingat mendiang istrimu"jawab Kakek Nicholas
"Arka kau berikan cincin ini pada Kalia cucuku, sematkan cincin ini ketika ia tidur jam 12 malam kau pasangkan ini jangan sampai dia tau saat itu, atau cincin ini akan menolak untuk di pakai oleh cucuku"ucapnya lagi di anggiki oleh Arka
"Baiklah, aku pamit sekarang, Abra jika kau membutuhkan bantuanku,cukup sebut namaku 2 kali saja aku akan menemuimu kemari"ucap Kakek Nicholas lalu menghilang di balik cahaya senja
"Ini sudah hampir magrib lebih baik kita sholat berjamaah dulu setelah itu makan malam. Ayo Pa, Aku yakin Mama dan adikku bahagia di sana"ucap Ayah Arga dengan menuntun Opa Abraham ke mushola didalam mansion mereka
"Bund Nana mana?"tanya Arka mencari istrinya yang tak terlihat sejak dia kembali
"Nana ada di kamar Abian bersama Abian juga kakakmu,temui dia ajak dia makan malam setelah sholat magrib, dia tak mau makan sejak kejadian tadi"jawab Bunda Klarisa di angguki oleh Arka
Arka mengetok pintu kamar Abian tapi tak ada sahutan sama sekali, suara tawa Abian pun tak terdengar dari luar kamar, biasanya selalu terdengar dengan jelas suara Abian ketika tertawa ataupun menangis. Akhirnya Arka memilih masuk ke kamar Abian dia melihat istrinya di ranjang, hanya ada Kak Arsita dan Abian yang tertidur di ranjang, dimana istrinya?
"Say.. Astagfirullah kamu ngapain tidur di sofa sih,udah tau perut udah segede ini tapi milih tidur di sofa"gumam Arka dengan menggendong istrinya ke kamar mereka dan merebahkannya
__ADS_1