
Hari ini adalah hari dimana semuanya sudah bersiap untuk berperang melawan Carlos sang raja kegelapan.
Arka, dia sudah menyiapkan semua kebutuhan yang diperlukan, terutama gelang yang diberikan kakek Nicholas dulu waktu Hasna hamil Rafael. Hasna sedang menyiapkan perlengkapan untuk anak-anaknya dan yang paling utama adalah do'a untuk ketiga anaknya
"Sayang...dengerin Mama ya nak?"pinta Hasna dengan menatap ketiga anaknya
"Yes Mama"jawab ketiganya bersamaan
"Kalian sudah siap sayang?, kalian yakin mau melanjutkan ini?"tanya Hasna kepada ketiga anaknya yang tergolong pintar, dan dengan mudahnyaa mereka mengerti yang Mamanya ucapkan
"Tami tiap Mama, tami dengan bismillah dan do'a tulus dali Mama. Inshaallah tami tiap Mama"jawab Anggara lalu memeluk Hasna disusul kedua saudaranya
"Mama percaya sama kalian. Kalian hebat, kalian kuat, kalian adalah pahlawan dan princess Mama sayang. Do'a Mama akan selalu ada dan selalu melindungi kalian semua"ucap Hasna dengan memberi kecupan lama diseluruh wajah anak-anaknya
"Boy's and Girl. Sudah siapkah kalian?"tanya Arka yang mendengar pembicaraan ibu dan anak tadi berusaha memecahkan suasana haru itu
"Tiap Papa"balas ketiganya
"Baiklah, mari kebawah?. Kakek Nicho dan yang lain menunggu kita semua. Come on Dear!"ajak Arka kepada keluarga kecilnya dengan tangan merengkuh pinggang Hasna
Sampainya dibawah, mereka disambut dengan riang oleh para maid & bodyguard dengan menghamburkan bunga kepada mereka, ya sesai dengan perintah kakek Nicholas
"Hai Boy's, Hai Girl. Sudah tampan dan cantik sekali cucu Kakek ini. Sudah siap untuk berperang sayang?"tanya kakek Nicholas yang memang sudah berhasil mendidik ketiganya dengan ilmu bela diri dan ilmu dalam, sehingga mereka tak perlu diragukan lagi ilmunya
"Tiap dong kakek, Angga udah ndak tabal mau pum...pum...pum...sama Calot jahat"balas Anggara dengan semangat sambil memeragakan tangannya meninju membuat yang disana terkekeh dan geleng-geleng kepala
"Wahh...baiklah kalo begitu. Kita berangkat sekarang!!!"seru kakek Nicholas dan dijawab dengan sorakan gembira anak-anak, tapi tidak dengan Rafael dia hanya tersenyum dan tetap diam ditempat
"Belsiap untut mati Callos"gumam Rafael dapat didengar oleh Arka yang langsung membulatkan matanya, lalu tersenyum senang. Karna anaknya begitu yakin dan pemberani
__ADS_1
"Papa bangga padamu nak"ucap Arka kepada Rafael yang kini memalingkan wajah menghadapnya
"Aku juga bangga punya Papa"balas Rafael langsung memeluk Arka
"Mari berangkat sayang"ucap Arka melepas pelukkannya dan menatap Rafael yang menganggukan kepalanya
"Ayo honey?"ajak Arka kepada Hasna yang masih mematung dengan air mata yang masih menetes
"Hai, tenang honey. Jangan menangis aku mohon, jika anak-anak melihatmu menangis, mereka akan bersedih.Percaya pada Allah, jika semua akan baik-baik saja. Do'a seorang ibu akan selalu di kabulkan oleh Allah. Do'akan mereka, kita semua agar kita bisa menang dan tanpa ada yang tersakiti satupun honey. Hmm"ucap Arka menangkan Hasna dalam pelukkannya
ia tau, istrinya pasti khawatir, cemas, sedih dan yang lainnya bercampur menjadi satu, bagaimanapun dia tetap seorang Ayah, dia tau perasaan istrinya saat ini sebagai seorang ibu yang akan melepas dan melihat anak-anaknya yang masih kecil dibebaskan untuk berperang melawan kebatilan demi mendamaikan dunia ini
"Calm down honey, trust me, everything will be fine"ucap Arka dan dibalas anggukan oleh Hasna yang masih bersandar didadanya
"Nak?"panggil Bunda Klarisa bersama dengan Arsita, Abian dan anak keduanya
"Bunda yakin, kalian pasti bisa sayang. Do'a Bunda selalu bersama kalian semua, jaga cucu-cucu Bunda ya, dan kau Na.."ucap Bunda Klarisa menggantung
"Ya Bund?"jawab Hasna dengan menghapus air matanya sambil melangkah menghampiri Bunda Klarisa
"Bunda tau perasaanmu. Bunda juga seorang ibu yang melepas anak Bunda untuk pergi berperang melawan kejahatan diluar sana. Bunda yakin anak Bunda pasti berhasil dan tetap selamat serta melindungi kalian dari mara bahaya yang mengancam kalian, terutama dirimu Na, kau adalah wanita tercintanya, kau kekuatan dan kelemahannya, kau juga penguat hatinya. Jangan kau rapuh dan hancur, jangan kau tinggalkan putraku, jangan kau kalah dalam perang nanti nak. Bunda tak ingin cucu-cucu Bunda dan putra Bunda terluka dan sakit melihatmu tak berdaya dihadapannya. Bunda sayang padamu Na, Bunda tak ingin kehilangan menantu Bunda ini. Berjuanglah, semangat. Do'a cinta dan sayang Bunda menyertai kalian"jelas Bunda Klarisa dengan memeluk Hasna menumpahkan rasa sedihnya
"Aku akan kembali dengan selamat bersama dengan mereka Bund, aku janji"jawab Hasna membalas pelukkan mertuanya dengan erat lalu melepasnya
"Hai Na?"sapa Arsita dengan air mata mengalir dipipinya
"Hai juga kak"balas Hasna lalu mereka tertawa dan berpelukkan dengan erat
"Kembali dengan selamat adikku, kakak hanya bisa berdo'a dan berharap sama Allah, semoga kau kembali bersama dengan yang lain membawa kemenangan dan tetap selamat. Kakak tak ingin kau terluka sayang"ucap Arsita menangkup kedua pipi Hasna lalu mencubitnya pelan
__ADS_1
"Pasti kak, aku akan kembali dengan selamat dan aku akan langsung memeluk Bunda dan kakak jika sudah kembali"balas Hasna memeluk Arsita dan Bunda Klarisa kembali
"Arka?"panggil Arsita
"Iya kak?"jawab Arka lalu maju kehadapan kakaknya dan memeluknya
"Kembalilah dengan selamat boy, jaga anak-anakmu dan istrimu. Janji pada kakak, kau akan kembali dengan selamat dengan mengandeng ketiga anakmu dan istrimu disampingmu"pinta Arsita kepada Arka yang menganggukkan kepalanya dengan menangis
"Aku janji akan pulang dengan selamat bersama keluarga kecil kita, dan aku akan membawa adik kakak serta keponakan kakak dengan selamat"balas Arka lalu memeluk Bunda dan Kakanya kembali diikuti oleh Ayah Arga ,Opa Abraham dan ketiga krucil itu
"Nicho, aku titip keluargaku padamu, jaga mereka. Jangan biarkan mereka terluka Nicho, aku percayakan mereka aman bersamamu"ujar Oma Puspa yang baru keluar kamar karna tak ingin memperlihatkan tangisnya
"Aku akan menjaga mereka Puspa sesuai janjiku kepada Irene mendiang Istri Abra"balas Kakek Nicholas
"Aku percaya itu, Irene akan bangga padamu karna kau pasti menepati janjimu"ucap Oma Puspa menghapus air matanya
"Pasti. Tunggu kami pulang Puspa, aku akan memenuhi ucapanku padamu"balas kakek Nicholas kepada Oma Puspa lalu memeluknya
"Kami pergi dulu"pamit kakek Nicholas lalu menghilang menuju mobil, dia tak ingin ketahuan menangis karna berjauhan dengan Oma Puspa dan disusul yang lain pergi ke mobil yang sudah disiapkan
Kalian pasti taunya Oma Puspa itu adalah istri Opa Abaraham ya?, kalian salah gaes. Oma Puspa adalah adik angkat Opa Abraham sejak masih bayi yang diambil di depan gerbang rumah Opa Abaraham dahulu oleh kedua orang tua Opa Abraham, mereka merawat Oma Puspa seperti keluarga mereka sendiri, lalu menikahkan Om Puspa dengan seorang CEO terkenal dan saling mencintai, namun sayang. Takdir tuhan memisahkan cinta mereka dengan mengenaskan, suami Oma Puspa telah tiada karna kecelakaan beruntun dahulu.
Hingga membuat Oma Puspa depresi hingga keguguran bayi kembarnya dan dipindahkan kerumah sakit jiwa selama 10 tahun, dan saat dia keluar dari rumah sakit jika, dia tak ingin lagi menikah dan bertemu dengan kakek Nicholas yang saat itu masih menjadi manusia,kakek Nicholas mulai merasakan jatuh cinta kembali kepada seorang wanita
hingga saat mereka menjalin hubungan, kakek Nicholas harus mati ditangan Carlos dan membuat Oma Puspa depresi kembali dan tinggal di rumah sakit jiwa lagi, dan sekarang Oma Puspa telah sembuh dan dia di pertemukan kembali dengan cintanya yaitu kakek Nicholas
Kakek Nicholas memang mencintai Oma Puspa, tapi dia sadar dirinya dan Oma Puspa tak akan pernah bisa bersatu, karna mereka berbeda, dan banyak hambatan dan cobaan yang berat mereka lewati selama berhubungan. Akhirnya kakek Nicholas memendam perasaannya kepada Oma Puspa sampai saat ini karna tak ingin membuat kekasihnya dalam masalah apa lagi terluka karnanya, meski dia tau jika Oma Puspa masih mencintainya
"Aku janji akan membawa keluargamu kembali dengan selamat Puspa, aku akan membawa mereka kepelukkanmu"gumam kakek Nicholas dengan menghapus air matanya
__ADS_1