
"Hei sayang, kau kenapa?"Tanya Arka, hanya di balas gelengan kepala oleh Hasna
"Kau yakin?,kau tak sedang menyembuyikan sesuatu apapun dariku kan?, aku perhatikan setelah berbicara dengan Opa Abraham sikapmu berubah,kau jadi diam seperti ini"lanjutnya membuat Hasna menoleh padanya dengan air mata jatuh dari mata indahnya
Arka yang melihat itu langsung menepikan mobilnya di tepi jalan, lalu menghadap istrinya dan memeluknya dengan memberikan beberapa kecupan di pucuk kepalanya
"Hei ada apa sayang?,kenapa hmm? kau tak biasanya seperti ini. apa tadi pertanyaanku menyinggungmu? "tanya Arka dengan menatap mata istrinya yang lagi-lagi hanya air mara yang jatuh
"Ayolah sayang, jangan menangis seperti ini,hatiku sakit melihatmu menangis seperti ini,jawab sayang"pinta Arka yang hanya di balas dengan tangis yang mulai terisak
"Maaf"hanya kata itu yang keluar dari mulut istrinya membuat Arka menaikan sebelah alisnya
__ADS_1
"Maaf, sudah membuatmu terjebak karna cintaku, maaf karna sudah membuatmu harus hidup denganku dengan taruhan sesuatu berharga dalam hidupmu, aku akan melakukan apapun, asal kau tetap selamat dan tetap aman tanpa aku sekalipun"ucap Hasna membuat Arka membulatkan matanya
"Kau mau meninggalkan ku, kau mau pergi dariku hanya karna kalung itu iya. Opa membahas kalung itu dan membahas kalau taruhannya nyawaku dan anak-anak iya. Kau percaya begitu saja apa yang Opa katakan. Kau mau pergi dengan merelakan nyawamu aku bisa hidup dengen anak-anak selamanya, tanpa kau aku tak akan pernah bisa hidup Na, aku tak akan pernah bisa tinggalkan aku hanya karna kalung itu kau korbankan nyawamu untuk menyelematkan ku, kita akan menjaga kalung itu bersama Na, kita akan hilangkan pengaruh kalung itu padaku dan pada anak-anak kita nanti, aku tak bisa ke hilanganmu, aku mencintaimu. Sangat,sangat,sangat mencintaimu. Jangan pernah berkata kau akan pergi hidupku hanya karna mengorbankan dirimu, aku tak sanggup tanpamu"jelas Arka dengan nada bicara yang mulai melemah karna tangisnya dan Hasna hanya menangis dalam pelukan Arka
"Lihat aku, sekarang kita pulang. Istirahat hmm, jangan nangis lagi, aku gak suka"lanjutnya dan di balas anggukan kepala
Sekitar 25 menit di jalan karna sedikit macet, akhirnya mereka sampai di rumah mereka, mereka langsung masuk ke kamar mereka, terlihat jelas Arka seperti sedang kesal karna tak biasanya Arka langsung masuk ke kamar mandi sebelum mencium istrinya dulu, ini langsung saja masuk dan mendiamkan istrinya, dan Hasna hanya menghembuskan nafas beratnya
Tanpa dia tau, air gelas itu di beri obat perangsang oleh seorang bibi baru di rumahnya yang memang menyukai Arka, dan ingin menjebak Arka dengan minuman itu dan bibi tersebut ada di depan pintu kamar mereka bersiap masuk untuk bercinta dengan tuannya, tapi dia salah sasaran,yang meminum adalah Hasna bukan Arka. Hasna naik ke atas ranjang dan dia masuk ke dalam selimut di belakang Arka yang sekarang membelakanginya.
"Mashh..."panggil Hasna dengan nada sensualnya dengan menggigit kecil daun telinga Arka dan tangan yang masuk ke dalam kaos Arka mengusap otot perut Arka dengan lembut,membuat Arka memjamkan matanya menahan desahnya
__ADS_1
"Mashh...Aku udah gak tahan mas, panas ini"ucap Hasna dengan tangan membalik tubuh Arka langsung ******* bibir suaminya dengan kasar"ehm"ciuman Hasna semakin menuntut dan semakin dalam
"Kamu kenapa?"tanya Arka melihat istrinya agresif dengan wajah memerah dan keringat membanjiri dahinya
"Ahhh..., panas Mas"desah Hasna dengan meremas gundukannya sendiri karna tak tahan sambil menggesekkan kedua pahanya
"Kamu minum obat perangsang"tanya Arka dengan mengambil tisu di atas nakas membersihkan keringat di dahi istrinya
"Emmhh... aku.. ah.. gak... tau"desah Hasna menahan hasratnya
"Sial, pasti ada yang sengaja menaruh obat perangsang, kamu tunggu sebentar sayang"ucap Arka lalu pergi ke Arah jendela untuk membukanya sedikit dan menyalakan AC
__ADS_1