
Pagi hari datang dengan begitu cerahnya hari ini, mungkin sang alam dan langit merestui acara ulang tahun abian yang ke 4 tahun hari ini, semua acara persiapan melai dari balon, pita, hiasan, makanan, kue ulangan tahun, pernak-pernik lainnya dan juga jajan untuk anak-anak ketika mereka akan pulang
Abian dengan wajah bahagianya, dia berlari masuk ke kamar milik Rafa yang sengaja di pisah jika sudah malam hari hingga pagi hari dan tempatnya di sebelah kamar Arka yang di buat khusus untuk anak, di sana juga ada Damar anak Adhi dan Ghiva berusia 4 bulan, dan juga Vito anak Aryo dan Dinda yang masih berusia 2 bulan
"Hallo, Yapa, Hallo Damay, Hallo Pito"ucap Abian dengan dengan mengecup ketiga bayi itu bergantian yang masih memejamkan matanya
"Loh Ian, udah bangun sayang?"tanya Hasna dari ambang pintu melihat adanya Abian tengah mengajak ketiga bayi kecil itu berbicara dengan bahasanya sendiri
"Oty, tenapa dedet beyum bangun?"tanya Abian yang mengamati ketiga bayi itu dengan tangan jahil yang masih aktif mencolek pipi,hidung dan juga dagu mereka
"Sebentar lagi pasti bangun kok, Ian mandi gih?, kan Ian ulang tahun hari ini.Ian gak boleh bau dan harus ganteng ok"ucap Hasna memerintahkan Abian ke kamarnya
"Ote Oty"jawab Abian lalu pergi berlari ke kamarnya
Setelah Abian pergi datang Arka dan kedua sahabatnya yang datang sudah rapih dan tentu saja wanginya semerbak seperti kembang kuburan. Mereka masuk membawa peralatan mandi untuk ke tiga si kecil lengkap dengan baju ganti, membuat Hasna bingung, kenapa mereka kompak sekali?
"Loh mas!,ngapain bawa perlengkapan mandi segala kesini?, sama bajunya juga lagi?. Kan di sini juga ada mas, dan kalian berdua juga sama kenapa bawa lengkap banget sampe bedong segala di bawa, emang kalian bisa bedong bayi?"tanya Hasna membuat ketiga Papa itu menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Sayang, hari ini biarkan para Papa ini yang akan memandikan anak-anak mereka, biarkan kami belajar memandikan dan memakaikan pakaian lengkap untuk anak-anak kami. Kami mau belajar gimana caranya merawat bayi. Gitu sayang"jelas Arka dengan cepat dan dalam 1 tarikan nafas
"Hah?, ngomong apa sih?"tanya Hasna bingung dengan ucapan suaminya
"Ahh udah lah, yang penting kita kesini mau mandikan anak kita dan memakaikan mereka semua pakaiannya, dan kalian para Mama saksikan usaha kami ok,dan nilai hasilnya"ucap Aryo membuat Arka dan Adhi mengangguk setuju dan Hasna hanya melongo
"Ihh, enggak ya, Kalian pikir anak kita ini ajang percobaan apa?, bulan lalu aja mas Arka belajar mandiin Rafa dan di akhir palah bikin Rafa kaya donat gula, putih semua seluruh badan. Gak aku gak izinin, dan aku gak mau kejadian Rafa keulang lagi bikin Rafa batuk parah waktu itu"ucap Hasna menggendong Rafa yang ternyata sudah bangun dari tidurnya
"Yah!!!,,, Please ya?,boleh ya?"ucap Arka memohon
__ADS_1
"Ya udah iya, tapi ini terakhir kali ya kalo kejadian bulan lalu keulang lagi,sebagai hukumannya kalo sampe kejadian itu keulang lagi. Gak akan aku kasih jatah 1 bulan kamu"ucap Hasna menyerahkan Rafa pada Arka yang sedang memajukan bibirnya kesal
"Okh sayang Papah, sekarang kita mandi ya, biar ganteng"ucap Arka membawa Rafa ke kamar mandi di susul oleh ketiga sahabatnya dengan menggendong anak-anaknya ke kamar mandi
sampai di kamar mandi, mereka melepaskan pakaian putra mereka dan meletakkan putra mereka di ember khusus bayi yang sudah terisi air hangat dan juga jeruk nipis yang sengaja mereka campurkan dengan air hangat tersebut
Hasna dan kedua sahabatnya hanya menyaksikan tingkah suami mereka, yang jelas mereka sudah mandi tapi palah memandikan junior mereka dengan tertawa bersama,bahkan Rafa ikut tertawa ketika ketiga pria dewasa itu tertawa
"Yey, anak Papa udah wangi sekarang kita pake dulu handuknya, bajuan trus kita ke acara ulang tahun Kak Abian ya?"ucap Arka pada putranya yang sedang mentapnya dengan senyum
"Ka, kita duluan ke dalem ya?"ucap Adhi di angguki oleh Aryo
"Ok"jawab Arka
Saat akan keluar, Arka tak menyadari ada sisa sabun yang menggumpal di bawah kakinya, Arka terkejut dan jatuh di lantai, untung saja Rafa baik-baik saja dalam pelukkan Arka dan tetap tenang anak itu. Hanya Arka yang terluka di bagian dahinya membentur wastafel hingga berdarah meski tak banyak
"Anak Papa gak papa sayang?, gak ada yang luka kan?, maafin papa ya nak?"ucap Arka bertubi-tubi mencium seluruh wajah Rafa hingga bayi itu terkekeh
"Mas!! Ya Allah mas, kamu gak papa?"tanya Hasna dengan memeluk suaminya dan mengambil Rafa digendongan suaminya
"Aku gak papa sayang, aku cuma sedikit pusing aja.Rafa aman kan?dia gak papa kan?"jawab Arka dan bertanya tentang putranya
"Rafa gak papa mas, dia baik-baik aja kok.Tapi kamu..?"ucapan Hasna terpotong saat Arka menyentuh bibirnya dengan bibir dingin Arka
"Aku gak papa kok"jawab Arka
"Ya Allah Arka, kamu kenapa nak?"panik Bunda Klarisa
__ADS_1
"Aku gak papa Bund, aku cuma gak sengaja kebentur tadi"jawab Arka membuat Bunda Klarika membuang nafasnya berat
"Kak Arsita, boleh minta tolong pakaikan pakaian untuk Rafa ya?, aku mau obatin dahi mas Arka dulu"ucap Hasna dengan meminte tolong pada Arsita dan disetujui oleh Arsita
"Mas duduk disini dulu ya, sebentar"ucap Hasna berlari ke kamarnya mengambil kotak P3K, dan Hasna kembali membawa kotak P3K dan juga teh hangat
"Kalo sakit, bilang ya mas?"ucap Hasna dengan nada bicara mulai serak, dia akan menangis saat ini juga, Arka sudah paham hal itu
Hasna mengambil Alkohol, Obat merah,kapas,dan juga plester untuk menutup luka.Hasna mengobati luka suaminya dengan pelan dan lembut, dia takut suaminya akan kesakitan
"Awsss.. "ringis Arka saat obat merah menyentuh lukanya dan membuat Hasna terkejut
"Maaf mas"ucap Hasna dengan mengambil kapas serta obat merah, dia menunduk menyembunyikan air matanya agar tak jatuh saat ini
Arka yang melihat tingkah istrinya, dia mengangkat dagu istrinya lembut dan menatap mata istrinya yang sudah basah karna air mata. Dia menghapus air mata itu dengan ibu jarinya, lalu mengecup kedua mata istrinya membuat Hasna memejamkan matanya
"Kenapa hmm?, kok nangis sih?"goda Arka membuat Hasna menangis kembali
"Aku gak suka liat kamu terluka mas, aku gak mau kamu kaya gini, aku gak mau kamu berdarah, aku gak suka kamu nutupin sakit kamu dengan kata gak papa mas. Aku sakit liat kamu kaya gini"jawab Hasna dengan menangis di pelukan suaminya
"Hai, aku gak papa sayang, ini kan hanya luka kecil, nanti juga sembuh kok. Jangan nangis dong jelek tau istri aku. Sekarang pasangin perbannya"ucap Arka menghibur istrinya
Hasna hanya bisa menahan tangisnya saat tangannya mengambil perban di dalam kotak p3k dan memasangkannya di dahi suaminya, setelah selesai Arka menarik Hasna kedalam pelukkannya dan mengecup dahinya dengan lamat
"Makasih sayang"ucap Arka disela pelukannya
"Sama-sama mas"jawab Hasna dengan menghapus air matanya di dalam pelukkan suaminya
__ADS_1