
Kakek Nicholah melangkah maju kearah Carlos dengan memegang sebuah benda yang disimpan didalam kotak kuno ditangannya dan mendekat kearah perdana mentri disana
"Apa yang kau lakukan?"tanya perdana mentri tersebut
"Tidak. Aku hanya ingin memberikan hadiah kepada King, sebagai ucapan terimakasihku karna mau membantuku mencari anakku"jawab Kakek Nicholas dengan menunjukkan sebuah kalung kepada perdana mentri
"Baiklah, berikan pada King"ucap perdana mentri setelah memberi izin. Kakek Nicholas melangkah mendekati Carlos, lalu bersujud dihadapannya. 'Menjijikan',batinnya
"Mohon diterimalah hadiah dari kami King"ucap kakek Nicholas menundukkan kepalanya dengan menyerahkan kotak tersebut kepada Carlos
"Aku terima hadia darimu rakyatku. Terimakasih banyak atas hadiah ini. Aku dengar kau membutuhkan sebuah keadilan, keadilan macam apakah itu?"tanya Carlos dengan suaranya yang menyeramkan, membuat yang pertama kali mendenger takut, seperti ketiga putra Hasna dan Arka, mereka berteriak ketakutan
"Aaaaa...hiks..hiks...huaaa"tangis ketiganya membuat atensi semua makhluk metap kearah mereka
"Maafkanlah cucu saya King, mereka tidak pernah kami bebaskan keluar dari rumah, maka dia ketakutan mendenger suara anda yang mungkin asing bagi mereka"ucap kakek Nicholas menghela nafasnya pelan, merasa cucunya begitu ketakutan hanya mendengar Carlos berbicara
"Tenanglah sayang...semua akan baik-baik saja, dia iblis nak, tak perlu kalian takut. Setelah ini lawanlah dia dan habisi dia demi keadilan didunia ini"bisik Arka kepada ketiga anaknya
"Hiks...Papa...dia selam.."jawab Rafael dengan menatap Carlos yang sedang menatapnya
"Dia iblis sayang, memang pantas mukanya menyeramkan, apalagi suaranya yang ihhh..."balas Arka membuat ketiga anaknya tertawa pelan
"Apa yang mereka bicarakan hingga tertawa seperti itu?"tanya Carlos kepada kakek Nicholas lalu menatap kearah Arka dan ketiga anaknya yang seketika diam mendengar suara Carlos
"Ayahnya tengah mencoba menenangkannya King, maka dari itu cucuku tertawa. Maafkan mereka jika menggangu ketenangan anda King?"ucap kakek Nicholas dan mendapat tepukkan di pundaknya oleh Carlos
"Tidak apa, aku suka tawa anak kecil. Mungkin benar mereka asing dengan suaraku, sehingga mereka takut dan sekarang mereka seperti patung, karna tegang"balas Carlos dengan melangkah turun menghampiri Medina dan Hasna
Hasna yang melihat Carlos mendekat, dia menggenggam erat tangan Arka, dia sudah ketakutan saat Carlos berhenti tepat didepannya dengan mata merahnya menatap dalam wajah Hasna. Carlos beralih menatap Medina yang masih meneteskan air matanya, meski tidak menjerit takut saat Carlos mengendus tubuhnya
"A-ada ap-apa K-king?"tanya Hasna dengan memberanikan diri bertanya
__ADS_1
"Kau bisa bahasa manusia?"tanya Carlos di depan wajah Hasna membuat genggaman tangan Hasna semakin kecang pada Arka. Arka tau jika Istrinya sangat ketakutan
"B-bisa s-sedikit?"jawab Hasna dengan menundukkan kepalanya, dia baru sadar jika dia bisa bahasa para makhluk ini
"Baiklah, coba kau ucapkan 2 kata saja dalam bahasa manusia"perintah Carlos, dia merasa mengenali wanita ini, tapi dimana, apa dia salah atau tidak. Tapi dia merasakan jika wanita ini adalah ibu dari kunci kematiannya
"Jangan ucapkan Lia, dia sedang mencoba memancing dirimu, Karna dia merasakan kau adalah ibu dari kematiannya. Jangan sampai dia tau jika kau sedang menyamar untuk berperang dengannya, jangan sampai dia menghabisi anak-anakmu saat ini juga Lia, dia akan mengambil dan membunuh anakmu saat ini juga jika kau berucap bahasa manusia, dia sudah sangat hapal dengan suaramu Lia"ucap kakek Nicholas yang berbicara dengan Hasna menggunakan telepati tepat ditelinga Hasna
"Baiklah kakek, terimakasih sudah memberitahuku tentang ini"balas Hasna lalu menatap Carlos
"M-maafkan saya King. S-saya lupa b-bahasa manusia"ucap Hasna dengan menundukkan kepalanya, dan Carlos menggeram membuat anak-anak semakin takut terutama medina dan Anggara
"Baiklah, aku hanya salah orang. Keadilan apa yang kalian cari?"tanya Carlos kepada kakek Nicholas setelah kembali duduk di kursi kebesarannya
"Kami kesini ingin mencari anak saya yang hilang 5 hari yang lalu King, dia bilang ingin menemui anda untuk meminta bantuan pada anda saat saya sakit waktu itu. Tapi hingga kini anakku belum juga ditemukan King"jelas kakek Nicholas berbohong, lalu menunjukkan sebuah lukisan anaknya
"D-dia?"ucap Carlos tergagap menatap lukisan yang kakek Nicholas tunjukkan
"Anda ingat perempuan ini King, dia bilang ingin memberi hadiah kepada anda, tapi sampai sekarang dia belum juga kembali"ucap kakek Nicholas menangis mengingat bagaimana putrinya juga menantunya mati ditangan Carlos
"D-dia putrimu?"tanya Carlos menatap Kakek Nicholas dengan wajah terkejut
"Benar King, dia putri keduaku. Dia hilang bersama dengan suaminya, padahal dia sedang hamil cucuku King"jawab Kakek Nicholas dengan menghapus air matanya
"A-aku tidak tau tentang dia, mungkin sudah mati"jawab Carlos dengan memalingkan wajahnya
"Kenapa anda berbicara seperti itu tentang putriku King?, apa benar jika putriku telah mati?, apa kau yang membunuhnya bahkan kau menyetubuhinya saat dia sedang hamil hingga dia pendarahan lalu meninggal ditempat, dan anda memakan dagingnya dan juga suaminya. Lalu anda datang kembali setelah membunuh putriku dan ingin menghabisi cucuku yang lain yang sedang hamil bahkan kau mencoba membunuh anaknya yang masih bayi, anda takut jika anda akan mati ditangannya?"ucap kakek Nicholas membuat Carlos terkejut bukan main sampai dia berdiri dari bangkunya menatap Carlos terkejut
"Anda terkejut King?, tak perlu anda terkejut King, karna anak-anak yang mau kau bunuh ada disini"ucap kakek Nicholas melapas penutup kepala jubahnya dan menampilkan wajah tampannya yang awet muda dan diikuti yang lain
"Nicholas?, kau?"ucap Carlos terkejut melihat siapa yangbada dihadapannya
__ADS_1
"Ya ini aku Carlos, sang raja kebajikan. Aku akan membalas atas semua kejahatanmu karna membunuh putriku,menantuku, istriku, kau membuang cucuku kejurang lalu kau berusaha membunuh cucu-cucuku yang masih dalam kandungan ibunya. Kau lihat Carlos, dia adalah kunci kematianmu, kematianmu sudah menanti dirimu saat ini. Bersiaplah untuk mati Carlos"ucap kakek Nicholas didepan wajah Carlos lalu berbisik ditelinga Carlos dengan menunjuk Rafael sebagai kematian Carlos
"AKU TIDAK AKAN MATI NICHO. KALIAN YANG AKAN MATI, BERSIAPLAH KALIAN UNTUK MATI DIISTANAKU. KALIAN SEMUA!,SERANG MEREKA!!!,HABISI MEREKA SEKARANG!!!!"teriak Carlos kepada seluruh pasukkannya
perang pun terjadi, Arka melawan perdana mentri dengan sebuah tali **** yang dia bawa,dan menendangnya hingga pingsan, lalu mengikatnya dipilar istana dan beralih membantu Hasna menyerang makhluk yang lainnya menggunakan gelang, kalung dan cincin yang kakek Nicholas berikan sebagai pelindung mereka
Ayah Arga melawan menggunakan pedang bersama dengan Opa Abraham dan Agam melawan makhluk hitam itu hingga mereka semua kalah. Opa Abraham berlari membantu kakek Nicholas melawan Carlos, ingatan perang beberapa tahun yang lalu kembali teringat, dimana dia berperang bersama kakek Nicholas melawan Carlos hingga kakek Nicholas mati ditangan Carlos karna kelicikkannya
"Rafael, bersiaplah nak!!"teriak kakek Nicholas dengan memerintahkan Rafael yang digendong dipunggungnya
"Papa...Pedangmu!!!"teriak Rafael kepada Arka yang menganggukan kepalanya
"Blue..blue...blue"gumam Arka dengan menengadahkan tanganya didepan dadanya dengan memanggil pedangnya, tak lama keluarlah pedang biru dari dalam tubuhnya, dia juga kagum sendiri dengan keindahan pedang miliknya
"Ambil ini sayang"pekik Arka dengan melempar pedang kepada Rafael dan langsung ditangkap oleh tangan mungilnya
"Kau akan mati Callos, saat ini juga. Kau sudah membuat Mama sakit dan kau juga membuat kami mendelita, belsiaplah..."ucap Rafael menatap Carlos dengan kemarahan membuat Carlos memundurkan langkahnya
"Rafaell....sekarang!!!!"pekik kakek Nicholas lalu berlari kearah Carlos dan Rafael langsung mengarahkan pedang Arka kepada Carlos tepat di ubun-ubunnya, karna kelemahan Carlos diubun-ubunnya
"Argghhh......"teriak Carlos merasakan sakit dikepalanya lalu perlahan menghilang berubah menjadi abu hitam dan masuk kedalam.kalung giok Opa Abraham
semuanya makhluk yang disana terserap kedalam kalung giok tersebut dan semua penduduk asap hitam pun menghilang. Setelah semuanya musnah dan masuk kedalam kalung goi. Mereka segera keluar dari sana, karna istana Carlos akan runtuh. Hingga saat mereka sampai di luar perbatasan dunia manusia dan dunia iblis. Istana Carlos hancur beserta rumah para warga, semuanya lenyap dan menghilang, langit berubah menjadi cerah dan pepohonan kembali hijau, tidak hitam seperti sebelunya
Air sungai yang keruh warna hitam berubah menjadi biru segar, semuanya telah kembali seperti ciptaan Allah yang semestinya. Pulau tersebut berubah indah dengan bunga-bunga bermekaran dan burung-burung menyanyikan lagu kemenangan untuk mereka
"Kita berhasil kakek, kita berhasil"teriak Rafael dengan melompat bahagia dalam gendongan kakek Nicholas
"Terimakasih atas perjuangan kalian. Terimakasih karna sudah menjadi bagian dari peperangan ini,terimakasih juga kalian sudah mau membantuku membalas perbuatan Carlos yang begitu jahat dan mengembalikan perdamaian dunia ini lagi. Kalian hebat para pahlawanku"ucap kakek Nicholas memeluk lalu memeluk semuanya
"Kakek terhebat"puji anak-anak membuat mereka tertawa bahagia, sekarang hanya ada kebahagian bukan lagi kejahatan dari Carlos yang datang mengganggu
__ADS_1
"Kebahagiaan akan datang"ucap Hasna lalu memeluk Arka dengan erat menatap anak-anak yang tertawa bersama Opa-opa, Om dan Kakeknya