
"Maap oty, ian natal. Ian dah catiti oty, om maapin ian ya? "bujuk Abian pada omnya yang sekarang berlagak marah padanya
"Om ian calah, ian natal.tayik aja om tuping ian, putul aja botong ian, taya mama talo ian natal"ucap Abian sudah mulai menangis dan itu membuat Arka tergelak dan Hasna hanya gelengkan kepala dan tersenyum geli
"Hei sudah lh, ounty kan baik-baik saja, dan ounty juga tak apa kok, jadi Ian gak usah nangis yah, anak ganteng gak boleh nangis, biarin aja om Arka nanti Ounty jewer kayak gini"ucap Hasna menenangkan Abian yang menangis dan menarik telinga Arka meski tak keras tapi cukup terasa
"Auwww....,sakit sayang....,lepasin ihhh... "ringis Arka meski tak sakit sebenarnya tapi untuk menghibur Abian supaya tak menangis kembali, dan benar saja Abian tertawa kala melihat Arka Di jewer
*****
satu minggu sudah kini saatnya hari dimana Arka dan Hasna melakukan prosesi pernikahan, mereka melaksanakan pernikahan di sebuah Hotel mewah di salah satu kota tersebut. Hasna yang cantik elegan mengenakan pakaian adat sunda dan Arka yang gagah dan menawan mengenakan pakaian yang sama dan warna yang sama yaitu putih. Arka duduk di depan penghulu dengan perasaan yang jelas tak normal dan pastinya dia gugup karna untuk yang pertama kalinya.Setelah dia merasa tenang akhirnya dia memberanikan diri untuk memulain ijab qobulnya
"Bagaimana mas Arka apakah Sudah siap? "tanya pak penghulu dengan mulai menjulurkan tangannya dan Arka menganggukan kepalanya dan menjabat tangan penghulunya
__ADS_1
"Baiklah mari kita mulai"ucap pak penghulu
"Saudara Arka Javier Rafendra bin Rafendra Syahputra saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan ananda Kalia Hasna Ayunda binti Alm. Ahmad Aditya dengan mas kawin uang sebesar 1,5 Miliyar, sebuah rumah dan seperangkat sholat di bayar tunai"ucap pak penghulu
"Saya terima nikah dan kawinnya Kalia Hasna Ayunda binti Alm. Ahmad Aditya dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"ucap Arka dengan lantang dan membuat keluarga besar Arka menitikkan Air matanya termasuk sang Ayah Arka
(maaf ya gaes di sini Hasna udah tau siapa Ayahnya dan beliau telah tiada semenjak Hasna masih bayi)
"Sah...."
"Alhamdulillah"di lanjut dengan doa,dan di panggilah sang mempelai wanita yang begitu cantik di tuntun Ibunda Arka,Kak Arsita, dan kedua sahabat Hasna Dinda dan Ghiva di belakangnya.
Pandangan Arka tak lepas dari gadis yang sekarang menjadi istrinya, begitu cantik dan anggun mengenakan gaun pernikahan tersebut, dan Hasna juga tersenyum cantik melihat lelaki yang sekarang menjadi suaminya sungguh sanhat tampan dan gagah dengan pakaian pernokahan itu.
__ADS_1
Hasna berdiri tepat di depan Arka lalu mengambil tangan Arka dan menciumnya, lalu Arka memegang ubun-ubun Hasna dan berdoa(gak tau doanya.hehe)lalu mengecup dahi Hasna yang membuat Hasna meneteskan Air mata karna terharu. Ini adalah hari pernikahannya namun keluarganya tak ada di sini untuk mendampinginya di saat hari bahagiannya.
Setelah menandatangani buku nikah dan berkas mereka melakukan Foto bersama keluarga, saudara, dan juga sahabat mereka, di hari bahagia mereka ada salah satu perempuan yang merasa iri akan kebahagiaan Hasna yaitu Calista, yang awalnya adalah teman Hasna ketika masih SMA, namun karna perbuatannya memfitnah dan hampir membuat Hasna celaka hubungan mereka renggang dan tak ada lagi kata sahabat diantara mereka,tapi Hasna tak pernah membenci Calista sama sekali, dia hanya merasa kecewa sajah
ini contoh ekspresi mereka gaes saat foto
sekarang di gelarnya Acara resepsi mereka kengenakan pakaian yang sangat menarik dan sangat bagus saat ini
ini pakaian resepsi mereka berdua
__ADS_1