
Hampir 4 jam lamanya mereka bermain, entah karna air yang Kakek Nicholas berikan kemarin pada Hasna atau karna mereka sudah lama tak bermain hingga mereka merasa lelah dan puas. Hasna pergi ke kamar mandi dengan kondisi kewanitaan yang sedikit perih dan bengkak karna Arka bermain kasar
Arka yang masih memejamkan memejamkan matanya, dia tak tau jika Hasna tak ada disampingnya. Arka meraba kesampingnya,dia berpikir ingin memeluk Hasna tapi ternyata kosong tak ada orang disampingnya, lalu dia membuka mataya dan mendengar suara air keran yang sangat kecil
Arka turun dari ranjang dan memakai kembali boxernya, kenapa kepalanya pusing,tiba-tiba sekelebat banyangan muncul di otaknya dan baru ingat jika dia bermain kasar dengan Hasna pasti Hasna kesakitan sekarang, lalu Arka melangkah ke kamar mandi dan membuka pintu yang ternyata tak di kunci. Arka masuk dan melihat Hasna memejamkan matanya didalam bethtup dengan keadaan nekad
Arka yang mengira mungkin Hasna ketiduran atau malah pingsan, dengan cepat dia menghampirinya dan menepuk pipi Hasna pelan dan memanggil namanya
"Na...hai..sayang. Kamu tidur atau pingsan?"tanya Arka khawatir karna Hasna tak kunjung membuka matanya
"Hai...Na..bangun!!,kamu pingsan ha?"ucapnya kembali dengan meletakkan kepala Hasna di lengannya
"Astaga..ini kamu kenapa sih sayang?"ucap Arka panik dengan mengangkat Hasna keluar dari kamar mandi dan memindahkannya diranjang dengan tubuh sudah di balut handuk dan selimut
"Ya Allah badan kamu dingin banget Na, bangun sayang!!"ucap Arka dengan menggosok telapak tangan hingga kaki dengan minyak angin
"Arka...sara.."ucap kak Arsita yang masuk kedalam kamar dan melihat Hasna yang tak sadarkan diri dengan Arka yang terus menggosok tangan hingga kaki Hasna dan memperlihatkan wajah panik serta cemas
"Nana kenapa Ka,kok pucat gini?, ini kenapa dingin banget badannya?"tanya Arsita kepada Arka yang masih aktif menggosok tubuh Hasna
"Aku gak tau kak, Nana pingsan di dalam bethtup dengan badan yang udah dingin banget kaya gini. Kak tolong panggilin dokter sekarang juga"ucap Arka dan di angguki oleh Arsita
Bunda Klarisa yang tengah menata makanan di meja makan menoleh kearah kamar tamu dan melihat Arsita berlari keluar membuatnya bingung,sama dengan yang lainnya ikut bingung
"HeI...hei. Stop!!"ucap Agam mengehentikan Arsita yang berlari padahal menggendong Fadhil anak kedua mereka
"Kamu kenapa lari-lari gitu, kamu gendong Fadhil nanti jatuh gimana?"ucap Agam
"Nana..."jawab Arsita dengan memegang tangan Agam menetralkan nafasnya
__ADS_1
"Nana kenapa memangnya?"tanya Opa Abraham yang baru keluar dari kamarnya
"Opa. Nana pingsan didalam bethtup dan badannya Nana dingin banget kaya es, pucet banget wajahnya"jawab Arsita mulai panik
"Kenapa kok bisa?"tanya Bunda Klarisa yang baru datang dari dapur
"Mas tolong gendong Fadhil dulu ya, aku mau telfon dokter dulu"pinta Arsita dengan memberikan Fadhil pada Agam
Selama Arsita menelfon dokter, anggota keluarga masuk kedalam kamar tamu yang di tempati Hasna dan Arka, mereka melihat Arka yang sedang memberikan selimut setebal mungkin pada Hasna agar lebih hangat suhu tubuhnya
"Ar..Nana kenapa?,kok bisa gini nak. Ya Allah dingin banget lagi badannya"ucap Bunda Klarisa khawatir dengan membantu menggosok tubuh Hasna
"Opa. Tolong panggilin kakek Nicholas sekarang. Hanya dia yang tau Nana kenapa dan obatnya apa"pinta Arka
"Baiklah,sebentar"jawab Opa Abraham lalu memejamkan matanya dan menyebut nama kakek Nicholas 3 kali
"Astaga aku sampai lupa memberi tahu jika bak mandi di kamar ini sudah di beri serbuk pembeku oleh anak buah Carlos tadi pagi, dan istanaku di serang oleh anak buah Carlos sehingga aku lupa memerintah salah satu pengawalku memberi tahu kalian"keluh Kakek Nicholas lalu dia membuka kantong bajunya dan muncul cahaya putih terang dari sana lalu cahaya tersebut perlahan hilang dan terlihat jelas benda kecil bundar seperti mutiara
"Apa ini Kek, kenapa bulat begini?"tanya Arka yang bingung kenapa bentuknya seperti mutiara
"Ini adalah penangkal untuk mencairkan pembekuan di tubuh Lia, kau masukkan kedalam mulutnya dan beri air hangat untuk menambah kahangatannya"jawab kakek Nicholas dan dengan gerak cepat Arka mengambil segelas air hangat
Arka membuka sedikit mulut Hasna dan memasukkan sedikit air hangat, hingga tak lama wajah biru Hasna berubah menjadi normal, suhu tubuhnya juga perlahan kembali normal. Hasna mengerjapkan matanya perlahan dan membuka matanya melihat semua anggota keluarga sedang mengelilinginya termasuk kakek Nicholas yang duduk di sampingnya
"Aku kenapa?,kok disini semua?"tanya Hasna dengan lirih karna masih lemah
"Kamu hampir beku sayang. Tubuh kamu membiru dan juga sangat dingin tadi, tapi Alhamdulillah kakek Nicholas memberikan obatnya sehingga kamu bisa sadar lagi"jawab Arka dengan memeluk Hasna
"Jangan kaya gini lagi ya, aku takut. Aku takut kehilangan kamu. Aku takut kamu benar-benar akan tinggalin aku tadi. Aku gak mau Na"ucap Arka dalam pelukkan Hasna, yang sudah pasti dia menangis terbukti leher Hasna basah dan hangat karna air mata
__ADS_1
"Aku gak akan tinggalin kamu mas. Kita akan hidup dan mati bersama, jangan berpikir jika aku akan meninggalkan kamu. Jika aku mati maka aku akan hidup kembali untuk selalu bersama kamu"bisik Hasna di telinga Arka membuat Arka semakin mengeratkan pelukkannya
"Janji!"
"Janji mas"
"Ya sudah,Nana kamu istirahat di kamar ya dan ditemani Arka juga kakek kamu. Nanti makanan akan di antar bi Sumi"ucap Bunda Klarisa dengan mengelus sayang pipi Hasna
"Baik Bunda"jawab keduanya
Setelah semuanya meninggalkan kamar Hasna, kini kakek Nicholas yang akan memulai pembicaraan. Terbukti dengan tangannya menggenggam erat tangan Arka dan Hasna bersamaan
"Kakek minta pada kalian. Jaga diri kalian jika tak ada kakek disekitar kalian, berhati-hatilah dengan sekitar kalian. Terutama kamu Lia, mereka menginginkan kamu untuk mati, karna kamu yang akan melahirkan anak ketiga kalian nanti, dia seorang gadis cilik yang akan menghidupkan Kakak atau Mamanya.
Jadi kakek mohon padamu jaga dirimu jika tak ada kakek. Ini ada beberapa penangkal jika kalian terkena kekuatan jahat atau jebakan dari anak buah Carlos, telan ini 1 butir saja lalu rebahkan tubuh kalian. Itu akan menghilangkan sakit ditubuh kalian akibat jebakan mereka atau serangan mereka"jelas kakek Nicholas dengan memberikan kantong yang berisi 45 butir mutiara kecil didalamnya pada Hasna dan Arka
"Baik kek, maaf jika kami selalu merepotkan kakek"ucap Hasna memeluk kakek Nicholas dan kakek Nicholas hanya tersenyum dengan tangan mengelus kepala Hasna lembut
"Kau cucuku, kau kesayanganku,kau bidadari di hidupku,kau anugrah terindah dalam hidupku sayang. Jangan pernah kau berkata jika kau merepotkan kakek hmm. Kakek sunggung sangat-sangat sayang padamu"jawab kakek Nicholas memeluk Hasna erat
"Lia juga sayang banget-banget sama kakek"ucap Hasna
"Ouh kamu sekarang lebih sayang sama kakek Nicho dari pada aku?"sindir Arka merasa cemburu
"Haiss. Kau ini begitu cemburuan ternyata ya"jawab Kakek Nicholas lalu menarik telinga Arka
"Akhh...ihh saakit kek..."pekik Arka lalu tertawa saat kakek Nicholas melepasnya dan mereka berpelukkan bersama
Tanpa ketiganya sadari Opa Abaraham yang ingin berbicara dengan kakek Nicholas melihat semua adegan itu ikut terharu dan bahagia dengan apa yang dia lihat sekarang
__ADS_1