
Pagi hari yang sedikit mendung Hasna dia sudah duduk di bangku taman dengan si kecil Rafa, di sedang menemani Rafa untuk merasakan sinar matahari pagi yang menyehatkan untuknya. Arka sudah berangkat ke kantornya pagi-pagi sekali karna meeting yang dadakan dengan perusahaan ternama Luar Negeri.
Saat asik bercanda dengan anaknya, Hasna melihat sebuah bayangan hitam lewat di depan matanya, dia berpikir positif tentang hal itu, namun sudah ada 5 kali bayangan itu melintas di depan matanya yang sekarang mendekat ke arah putranya membuat Hasna mengeluarkan cincin giok dan gelang milik putranya yang kakek Nicholas berikan tempo hari
"Siapa kau?"tanya Hasna pada bayangan itu dengan menggendong anaknya menjauh
"Hahahaha, kau tau siapa diriku cantik, kau seharusnya tak perlu takut begitu. Aku hanya menguncar rahimmu untuk tempat semayam anakku,bukan bayi sialanmu itu"ucap bayangan hitam itu dengan lantangnya membuat Opa Abraham yang sejak semalam tinggal bersamanya berlari menghampirinya
"Aku tak akan pernah sudi mengandung anak iblis sialan serti kau, kau akan musnah jika sampai kau menyentukku"jawab Hasna dan bayangan hitam itu semakin mendekat
Opa Abraham datang membawa kalung giok yang tadinya milik Hasna sekarang berada di tangannya untuk mengurung makhluk jahat dan kekuatan gelap seperti itu. Bayangan itu mulai menunjukkan wujudnya yang asli, dan muncullah sosok lelaki tinggi, putih namun tertutup asap hitam pekat di sekitar tubuhnya terutama juniornya yang siap mengeluarkan sesuatu ke arah perut Hasna
"Na cepat ambil cermin dan pasangkan di sekitar perut dan punggung bawahmu"ucap Opa Abraham dan di angguki oleh Hasna
"Bibi aku titip Rafa dan telfon Mas Arka untuk pulang, rumah dalam keadaan kacau"perintah Hasna dengan mencari cermin di manapun
"Cepat Na, Opa tak bisa menahannya lagi,dia mulai mengarahkan juniornya pada perutmu"teriak Opa Abraham dari taman belakang
"Iya Opa sebentar cerminnya pecah semua Opa"jawab Hasna dari arah gudang dan terlihat dari taman belakang
"Ketemu!!!"pekik Hasna lalu memasangkan cermin itu dan menutup pintu cermin di ruangan itu
"Kau mau menggunakan itu untuk melawanku dan menghalau calon anakku bersemayam di rahimmu?,tidak akan bisa sayang. Kau akan tetap melahirkan anakku meskipun itu harus menggunakan cara apapun. Hahaha"ucap lelaki hitam itu
"Sayang??"panggil Arka di depan pintu kaca tersebut melihat istrinya yang ketakutan dengan di tutupi cermin
__ADS_1
"Mas Arka, gunakan gelang yang kakek berikan, lindungi dirimu dan Opa mas. Aku akan menjaga diriku sendiri"jawab Hasna melihat suaminya mengambil gelang itu
"Tapi kau bagaimana, aku harus masuk untuk melindungimu"ucap Arka
"Gak mas, Rafa dan Opa lebih membutuhkan kamy dari pada aku. Cepat kesana"jawab Hasna di angguki oleh Arka
"Rafa di mana?"tanya Arka pada bibi Murni
"Den Rafa ada disini tuan, dia sedang meminum ASI yang diperah oleh nona Nana"jawab Bibi Ina
"Baiklah jaga putraku, aku akan melindungi istri dan Opaku"ucap Arka lalu pergi
"Ahhhhh..... "desah lelaki hitam itu menyemburkan kekuatan hitamnya dari juniornya pada perut Hasna, Namun itu gagal karna Hasna terlindung cermin membuat kekuatan hitam itu lenyap berbalik
"Kurang ajar kau, kau sudah membuang benihku hah?"teriak lelaki hitam itu dengan murka
"K-kau tau jika aku Rizky, dari mana kau tau jika aku Rizky?"tanya lelaki hitam itu
"Kau tanya aku tau dari mana?,aku tau kau karna dari suara, nada bicaramu, amarahmu, dan juga caramu yang menunjukkan jika kau ingin berhubungan dengan wanita mana saja aku tau itu. Aku pernah dekat denganmu di SMA, dan kejadian itu sungguh membuat aku malu setengah mati, aku kotor karna dirimu. Aku jijik dengan diriku sendiri saat kau sentuh. Aku hampir bunuh diri karna kau meski Allah masih melindungiku dan menjaga kesucian dan kehormatanku dengan datangnya Adhi dan Aryo.Aku tau jika kau Rizky lelaki tang haus akan sentuhan dan nafsunya seorang wanita padahal kau belum menikah tapi kau menghamili banyak wanita termasuk adik kandungmu sendiri"jawab Hasna dengan terisak dan berteriak membuat lelaki hitam itu mundur
"argghh...bagaimana bisa kau ingat akan hal itu, aku membuat diriku seperti ini karna aku ingin lebih mudah menghamili dirimu, tapi ternyata kau ingat hal itu dan kau ingatkan aku akan kebusukanku. Aku sudah tak bisa lagi memberikan benihku pada rahimmu, kau memang sialan Na"ucap lelaki hitam itu lalu perlahan berubah menjadi asap
"Aku gagal memiliki anak darimu Na, tapi aku bisa memili anak dari sahabatmu Ghiva. Hahaha"ucap lelaki hitam itu lalu menghilang
"Telfon Adhi sekarang mas"ucap Hasna di angguki oleh Arka,dan tak lama panggilan di angkat
__ADS_1
"Halo dhi"ucap Arka
"Lindungi istri dan anak lo dari makhluk asap hitam, pake cermin dan pasangkan disekitar perut istri lo dan dan bagian belakang. Dan tempatkan istri lo di ruang kaca. Gue sama Nana akan ke sana" ucap Arka lalu memutuskan tlfnnya
"Mas telfon mas Aryo untuk berjaga,pasti Rizky akan mengincar Dinda dan Ghiva sebagai istri dari lelaki yang udah nolongin aku dari kejadian itu"ucap Hasna di angguki oleh Arka
"Bi, Rafa mana?"tanya Hasna
"Den Rafa bersama dengan Tuan besar Abraham nona"jawab Bibi Ina
"Kau tenang saja Na, anakmu akan aman denganku sekarang. Pergilah selamatkan sahabatmu"ucap Opa Abraham menyakinkan cucu menantunya di balas anggukan oleh Hasna
"Ayo"ajak Arka
20 menit di perjalanan Akhirnya mereka berdua sampai di rumah Adhi,dan di sana sudah tertutup kabut hitam di sekitar rumah,saat masuk kamar utamalah yang paling pekat akan kabut hitam
"Adhi, dimana Ghiva?"tanya Hasna dengan panik tanpa menggunakan 'mas'dalam memanggil Adhi
"Ada di ruang cermin di sudut kamar, ayo"ajak Adhi yang sudah menunggu mereka berdua
"Ghiva?"panggil Hasna
"Nana gue takut,Rizky kembali dengan wujud lebih menyeramkan sekarang.Gue takut dia bakal nyakitin bayi gue"ucao Ghiva
"Dia gak akan nyakitin anak kamu, tapi yang dia Inginkan hanya rahim kita, aku udah bertemu dengan dia tadi,dan dia memang mengarahkan kekuatan hitam dari pusakannya ke arah perut aku. Tapi itu gagal saat aku ingatkan dia tentang kejahatannya"jelas Hasna
__ADS_1
"Sekarang pasti Dibda jadi incarannya Na"ucap Ghiva khawatir
"Kamu tenang aja,Dinda aman karna ada Kakek aku daan Mas Arka yang lindungin dia. Dan Ghiva kamu simpan kalung ini ya, ini kalung kakek aku berikan saat di jalan tadi, ini khusus buat kamu untuk lindungin kamu dari Rizky,dia pasti akan datang lagi untuk menanamkan benihnya di rahim kamu. Kamu harus hati-hati sekarang, jangan biarin lampu kamar kamu gelap ok. Hubungi aku kalo ada apa-apa"jelas Hasna di angguki oleh Ghiva