
" Ya udah nanti di kompres di rumah aku yah, biar gak tambah hitam itu memarnya?"ucap Arka sambil menunjuk luka memar Hasna
"He'em"jawab Hasna sambil mengangguk dan tersenyum
Lalu Arka melajukan kembali mobilnya menuju ke rumah, selama 5 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di depan rumah mewah Arka,lalu keluarlah pak satpam yang membukakan pintu gerbang dan memberi salam pada anak majikannya itu. " Selamat datang den, selamat datang non"ucap pak satpam sambil membungkukkan badannya
" Makasih pak"jawab Arka setelah membuka kaca mobilnya
" Makasih pak satpam, semangat kerjanya" ucap Hasna memiringkan kepalanya memberi semangat pada pak satpam
Setelah Arka melajukan mobilnya masuk ke halaman rumahnya,tiba-tiba perasaan cemas dan takut muncul di Hati Hasna dan pikirinya mulai tak tenang, dia membayangkan akan mendapat sebuah penolakan dan hinaan oleh keluarga Arka,karna dari status dan derajat dia berbeda sangat jauh dengan Arka, dia hanya anak dari desa yang merantau di kota dan berpenghasilan kecil, sementara Arka dia jauh lebih di atas segalanya, pikir Hasna.
__ADS_1
melihat pujaan hatinya diam saja di didalam mobil, melamun dan mukanya pucat, membuat Arka memberanikan diri menggenggam tangan Hasna, dan benar tangan itu sedingin es
,"Kamu gak papa kan? ,kamu sakit?, kok pucet gitu sih mukanya?"tanya Arka sambil mengelus tanga Hasna digenggamannya dan memegang dahinya memastikan apakah panas atau tidak.
"Gak panas kok,tapi kok pucet banget"ucapnya setelah memastikan suhu tubuh Hasna
"A...aku gak papa kok,aku baik-baik aja"balasnya dengan gugup tapi mencoba menyakinkan Arka bahwa dia baik-baik saja
"Aku gak papa Arka,A...aku hanya sedikit cemas dan takut sama keluarga kamu? "jawab Hasna dengan sedikit gugup
"Takut...,kenapa? "Ucap Arka dengan menaikkan sebelah alisnya
__ADS_1
"A... aku takut kalo orang tua kamu gak suka sama aku, mereka gak mau terima aku"jawabnya dengan menundukan kepalanya ,namun jawaban hasna membuat arka tersenyum
"Hei.. ,kok takut sih!!,gak usah takut dong,orang tua aku baik kok, mereka gak memandang orang dari derajat dan status orang,bahkan mereka yang minta aku jemput kamu untuk bawa kamu ke sini.Jadi gak da alasan buat kamu takut hmm." ucap arka mengelus pipi Hasna meyakinkan dengan senyumnya.
Hasna hanya mengangguk dan senyum manis, dia menghembuskan nafasnya untuk menetralkan jantungnya yang berdetak cepat, dia melangkah bersama Arka di sampingnya menggandeng tangannya memberi kekuatan.
Setelah masuk mengucapkan salam, mereka menemui keluarga mereka yang berada di ruang keluarga.dan Hasna di sambut hangat oleh keluarga Arka, hilang sudah ketakutan dan kecemasannya saat itu juga setalah bertemu keluarga Arka yang ternyata sangat baik dan sangat ramah kepadanya.
Disaat semuanya tengah bermain bersama abian si kecil montok itu, Arka membuka suara mengucapkan niatnya membawa Hasna kerumahnya"Yah,Bun,Bang Agam,Kak Arsi, Arka dengan kejujuran,dengan ketulusan hati Arka dan keseriusan Arka, Arka disini berniat untuk melamar Hasna,dan Arka udah jatuh cinta pandangan pertama sama Hasna semenjak pertama kali kita ketemu di cafe.Arka tau, Hasna hanya anak dari keluarga biasa dan kerja di cafe, tapi Arka bener- bener sayang sama dia dan Arka ingin Hasna menjadi wanita pertama dan terakhir untuk Arka selamanya" ucap Arka sangat serius sambil menatap Hasna di sampingnya dengan senyum tampannya.
Sang Ayah tersenyum dan mengalihkan pandangannya kepada Hasna, dan berkata...
__ADS_1