Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 38


__ADS_3

Arka besertaistrinya dan di susul oleh Adhi beserta istrinya telah sampai di rumah Aryo, mereka masuk kedalam setelah maid membukakan pintu dan mengizinkan mereka masuk. Hasna dan Arka dapat merasakan kekuatan hitam itu ada di sekitar kamar tamu pintu paling pojok ujung lorong


"Sayang, kamu merasakan sesuatu kan?"tanya Arka pada Hasna yang bisa merasakan kekuatan gelap setelah di beri gelang dan cincin oleh kakek Nicholas


"Aku merasakannya mas, rasanya begitu pekat sekali di kamar ujung lorong itu"jawab Nataza


"Kamu benar sayang, kita akan kesana nanti.Kita lihat dulu kondisi Dinda dan calon anak keduanya"ucap Arka di angguki oleh Hasna


"Na..?"panggil Dinda yang sudah dalam pelukan Ghiva


"Kamu tenang aja ok, Aku sama mas Arka akan coba bantu untuk musnahkan kekuatan gelap milik Rizky. Dan ya ini,kakek Nicholas memberikan ini untuk melindungi kamu dan juga keluarga kamu dari kekuatan gelap milik siapapun,pake ini jangan sampe lepas dari leher kamu, meski kamu mandi sekalipun ya. Untuk Adhi dan Aryo boleh minta tolong ajak Opa Abraham kemari?,dan ya jangan lupa bawa kalung giok itu juga"ucap Hasna di angguki oleh keduanya


"Bro kita titip bini kita ya sama lo?"ucap Adhi pada Arka


"Pasti!,hati-hati kalian"ucap Arka setelah melihat kedua sahabatnya pergi dari rumah Aryo


"Kita sekarang berdo'a ya, kita baca Al-Qur'an bareng-bareng, untuk memusnahkan kekuatan gelap itu meskipun gak langsung semuanya"ucap Hasna di angguki oleh semuanya


Mereka melaksanakan sholat maghrib,setelah selesai mereka membaca Al-Qur'an. Terlihat jelas jika kekuatan hitam itu sedang mengelilingi mereka, dan Hasna dapat melihat wajah Rizky yang tengah tersenyum Smirk di dalam kupalan Asap itu


"Mas, keluarkan gelang kamu, Ghiva keluarkan cincin kamu yang tadi aku kasih, Dinda keluarkan kalung milik kamu yang baru aku kasih tadi. Kita lawan Rizky dengan ini setelah Opa abraham datang membawa kaling giok itu, kita arahkan ke Rizky bersaman dalam hitungan 3-1"ucap Hasna yang sudah di beri tahu oleh kakek Nicholas lewat batinnya

__ADS_1


"Baiklah, bersiap sekarang"ucap Arka dengan memasang gelangnya di tangannya


"Kalian hati-hati ya"ucap Adhi yang sudah datang bersama Opa Abraham dan Aryo di belakangnya


"Siap. 1....2....3...."ucap Hasna dengan lantang dan menjulurkan cincinnya dan diikuti oleh Arka, Dinda Ghiva Opa Abraham


Mereka berempat menuntun Kekuatan gelap Rizky ke arah Opa Abraham yang sedang memegang kalung giok itu. Mereka membutuhkan banyak waktu untuk memusnahkan kekuatan gelap Rizky dan masuk kedalam kalung giok itu. Adhi dan Aryo yang menunggu di depan kamar mereka khawatir dan panik ketika mendengar suara lelaki berteriak sangat keras dari kamar itu


Akhirnya setelah 2 jam melakukan perlawanan pada Rizky Akhirnya berhasil, kini Rizky musnah dan tak akan pernah kembali lagi,dia dan kekuatan gelap lainnya tak akan pernah bisa keluar dari kalung giok itu,kecuali kalung itu di pegang oleh penerus kalung itu, yaitu Putra Hasna dan Arka,Rafael.


Mereka semua keluar dengan wajah yang lelah terlebih Hasna yang ada di depan karna di tuntun oleh Kakek Nicholas,Karna cincin milik Hasna adalah cincin peninggalan Nenek Hasna yang dulu wanita penakluk kegelapan paling hebat dan bijaksana. Tapi karna kelicikan raja kegelapan Carlos membuar Nenek Hasna,Kacitra meninggal dunia hari itu juga di depan mata kakek Nicholas,hingga membuat Kakek Nicholas depresi dan ilmu yang ia miliki kini di gunakan untuk melenyakkan raja kegelapan Carlos


setelah kejadian itu akhirnya keadaan rumah menjadi tenang dan aman kembali.Saat ini Rafa sudah bisa merangkak dan mengambil apa saja yang menarik perhatiannya seperti saat ini,dia mengambil selimut tebal miliknya dan masuk yang Hasna letakkan diatas ranjang dan Hasna sedang pergi mengambil baju milik putranya setalah memandikannya


Arka membuka pintu kamarnya dan tak melihat istrinya, tapi dia di buat terkejut melihat putranya sudah tengkurap dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebalnya hanya kepalanya saja yang terlihat sedang menatap Papanya



"Astagfirullah...anak Papa ini ngapain sih?,lagi main petak umpat sama Mama hmm?"tanya Arka pada putranya lalu mengeluarkannya dari gulungan selimutnya


"Loh mas, udah pulang?"tanya Hasna yang baru kembali dari lemari kecil putranya

__ADS_1


"Kamu kok tinggalin Rafa sendirian sayang, nanti dia jatuh gimana hmm?, untung aja dia kegulung selimut tebel kaya gini, kalo jatuh gak akan sakit tapi kaget"ucap Arka membuat Hasna melempar senyumnya


"Iya mas maaf, tadi aku cuma ambil baju buat Rafa, lagian aku juga udah batesin Rafa pake bantal,dan ya tadi kamu bilang Rafa ke gulung selimut, kok bisa?"tanya Hasna dan di jawab Arka dengan mengadikkan bahunya


"Aku masuk ke kamar udah lihat Rafa ke gulung selimut gitu"jawab Arka


"Ya udah Rafa sekarang bajuan dulu, setelah itu kita pergi ke rumah Oma dan Opa ya?"ucap Hasna mengajak putranya berbicara, dan Rafa yang seakan mengert ucapan Mamanya hanya menendang angin dengan tangan di gerakkan sambil tertawa



"Ihh anak Mama udah ganteng banget ini, udah wangi, lucu dan imut bajunya ya sayang ya"ucap Hasna berceloteh dengan putranya yang masih saja berceloteh entah itu apa seperti menjawab ucapan Mamanya


Arka keluar dari kamar mandi dan melihat putranya yang sidah lucu menggunakan baju bertema harimau hadiah dari tantenya,Arsita.Dia memakai pakaiannya dan bersiap untuk kerumah bundanya yang sudah meminta mereka mengajak Rafa menginap sejak 2 hari lalu


"Aku udah beres, kamu mandi gih,Biar Rafa sama aku ya disini. Sini sayang sama Papa"ucap Arka di angguki oleh Hasna


"Ouh ya mas, tolong masukin minyak telon, bedak, losion, sampo, sabun mandi, minyak oil, dan salep iritasi punya Rafa itu di atas nakas kedalam tas ya mas. Makasih"pinta Hasna dari dalam kamar mandi


"Iya sayang, sebentar. Rafa bobo sini dulu ya, Papa mau siapin keperluan Rafa dulu buat nginap di rumah Oma"ucap Arka


10 menit Hasna keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap, hanya memasang hijabnya saja, setelah selesai dia menggendong Rafa dan pergi kerumah utama. Karna besok adalah ulang tahun Abian jadi Bunda Klarisa meminta mereka menginap di sana hingga acara selesai

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai di rumah utama, mereka sudah di sambut oleh Abian yang menunggu di taman depan rumah sambil memainkan layang-layang bersama Agam dan juga Ayah Arga,mereka langsung menghampiri Hasna dan juga Arka dan yang utama adalah Rafa yang sudah menjadi rebutan Tante, Om, Opa buyut, Opa dan Omanya


__ADS_2