
Arka pergi ke kamarnnya untuk mandi, selama 10 menit dia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya, dia bahkan lupa jejak kakinya terdapat gandum yang membuat terlihat jelas. Saat Arka akan menuju ke lemari,dia melihat jejak kakinya di lantai kamar,bersamaan dengan itu Hasna masuk membawa makanannya dan dia menginjak jejak gandum dari tubuh Arka tadi
"Sayaaangg.... "teriak Arka melihat Hasna akan terjatuh
dengan cepat Arka manarik Hasna ke pelukkannya membuat mereka jatuh ke ranjang, untung saja istrinya aman dan mereka duduk di sisi ranjang, beberasaat kemudian Hasna merasa sakit di perutnya membuat dia meringis sakit
"Kamu kenapa...?"tanya Arka melihat wajah istrinya yang menahan sakit
"Auwss mas... sakit perut aku... Ahh.. sakit mas.."jawab Hasna dengan mencengkeram lenganya kuat hingga berdarah karna kuku panjang Hasna menancap serta menggores dalam
"Sebentar aku pake baju dulu"ucap Arka, setelah menggunakan baju, Arka menggendong istrinya untuk pergi ke rumah sakit
Saat semuanya tengah berkumpul dan bercanda tawa dengan Abian, pandangan mereka beralih dengan suara langkah dari lantai atas dengan pelan dengan Arka menggendong Hasna yang sedang kesakitan, membuat yang di sana panik
"Kenapa nak, Hasna kenapa?"Tanya bunda Klarisa
__ADS_1
"Aku gak tau bund, kita kerumah sakit sekarang"balas Arka berlalu pergi ke mobil
"Pak buka gerbangnya"teriak Arka kepada pak satpam,
Arka langsung melajukan mobilnya dengan kecepaan tinggi, dengan sesekali melirik istrinya yang sedang ke sakitan, dia mengusap keringat di dahi istrinya dan berdoa semoa anak dan istrinya baik-baik saja
"Ayok sayang!!"ucap Arka menggendong istrinya ke dalam dan di ikuti oleh keluarga Arka di belakang,Opa Abraham benar-benar takut jika ramalan di buku dari nenek moyang mereka benar adanya, akan adanya yang tiada di garis keturunan pemilik kalung sabit giok biru, Pasti ada seseorang yang ingin mendapatkan Arka ataupun Hasna. Semoga saja apa yang di pikirkan Opa Abraham tak terjadi lada cucunya, dia tak akan sanggup melihat cucunya bersedih karna kehilangan anak mereka.
Sekitar 1 jam dokter di dalam membuat Arka dan yang lain cemas, apa lagi Arka yang sedari tadi mondar mandir, dan keringat dingin membanjiri pelipisnya karna khawatir pada istri dan calon bayinya
"Bagaimana dok kondisi istri dan calon anak saya? "tanya Arka pada dokter dengan memegang tangan dokter tersebut
"Kondisi istri anda dan kandungannya sudah baik-baik saja pak, memang sebelumnya saya khawatir karna ada pendarahan dari jalan lahirnya,sehingga tadi kami berpikir akan mengangkat janinya, tapi Alhamdulillah calon anak anda kuat dia bisa bertahan dan tetap berkembang di dalam kandungan ibunya. Ibunya tadi sempat terkejut sehingga membuat dia keram perut dan juga ada benturan yang mengenai perutnya sehingga membuat istri anda penderahan"jelas dokter
"Baik dok,terimakasih banyak"balas Arka
__ADS_1
"Apa yang sebenernya terjadi Ka?" tanya Ayah Arga
Arka masuk ke ruangan istrinya dan melihat istrinya berbaring di bankar dengan memejamkan matanya, dia belum menjawab pertanyaan ayahnya, lalu Ayah Arga mendekat ke arah putranya bertanya lagi, dan Arka menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya sampi istrinya bisa seperti ini,setelah mendengar penjelasan dari Arka membuat yang lain menghembuskan nafasnya pelan, mereka tau pasti ini bukan karna ramalan kalung itu, semoga semuanya tenang,sehat dan bahagia selalu
"Terimakasih sudah bertahan dan kuat nak, kamu hebat,papa percaya itu.terimakasih sayang sudah kuat demi anak kita"ucap Arka pada perut istrinya lalu mengecupnya dan berpindah pada istrinya dengan mengecup hangat didahinya membuat yang lain tersenyum senang dan bahagia
"Mas..? "panggil Hasna dengan lirih melihat Arka yang tengah memejamkan mata di sisi ranjang
"Sayang...kau tak apa kan?"tanya Arka dan du jawab gelengan oleh Hasna
"Mas...anak kita?"tanya Hasna dengan memegang perutnya khawatir anaknya tak selamat, dia sudah menjatuhkan air matanya karna takut
"Anak kita baik-baik saja sayang, dia selamat, dia masih ada di sini, dan dia kuat seperti kamu"balas Arka dengan mengusap perut istrinya yang sedikit membuncit lalu mengecupnya
"Terikasih sayang, kamu sudah kuat dan bertahan demi anak kita, I Love You sayang"ucap Arka mengecup dahi istrinya membuat Hasna memejamkan matanya merasakan ciuman hangat suaminya dengan senyum terukir di bibirnya
__ADS_1
"Love You Too mas"balas Hasna dengan senyum cantiknya