
"Apakah Kakek sudah ingat sesuatu tentang cerita kakek sebelum kakek meninggal?"tanya Arka setelah membaca buku kitab yang ternyata ditulis oleh James pengasuh sekaligus pengawal setia Nicholas sejak dia bayi hingga Nicholas tiada
James membuat buku tersebut untuk membantu Nucholas ingat dengan kehudupannya yang dulu dan tentunya ingat dengan masalalunya meskipun pahit kenyataannya. Nicholas yang perlahan mengingat masalalunya. Kakek Nicholas kini menatap Arka dan Opa Abraham yang menatapnya
"Aku ingat semuanya,aku ingat kematian dan dimana aku dijebak"ucap Kakek Nicholas lalu memeluk sahabatnya
"Terimakasih banyak Abra,Arka aku begitu senang setelah aku ingat semua masalaluku meskipun pahit dan hnya segelintir manis"ucapnya kembali menatap Arka dan Opa Abra dengan senyum mirisnya
"Tak apa Nicho, hidup memang butuh perjuangan dan perjalanan hingga menemukan kebahagiaan. Kau sudah bahagia sekarang dengan bertemunya kau dan cucumu,setidaknya kau sudah ikhlas dan mencoba melukapan masalalumu yang sakit"jawab Opa Abraham menepuk bahu Kakek Nicholas
"Hmm kakek,sepertinya kau tak pantas di panggil kakek"ucap Arka membuat Nichilas dan Opa Abraham mengeryitkan alisnya
"Kenapa memangnya?"tanya Kakek Nicholas
"Kau bukan terlihat seperti kakek,tapi kau terlihat seperti sahabatku kek, Kau begitu muda hingga orang lain yang mungkin dapat melihatmu akan berfikir aku ini kakakmu"jawab Arka sebal
"Hahaha....kau baru tau jika aku tampan hmm?,kau baru tau jika aku masih muda?,Ish...ish...ishh..kemana saja kau ini bocah"ejek Kakek Nicholas membuat Arka mendelik
"Aku ini bukan bocah ya,aku sudah menjadi Papa ,jadi aku bukan bocah"jawab Arka dengan ketus karna kesal
"Ya..ya..ya..baiklah,jika kau bukan bocah berarti ku bocil"ejek kakek Nicholas kembali membuat Arka menatap Opa Abraham yang mengadikkan bahunya
"Opa..."rengek Arka kepada Opa Abraham membuat kakek Nicholas semakin tertawa keras melihat tingkah cucu menantunya begitu manja dan cengeng
__ADS_1
"Sssttt...apakah kalian dengar sesuatu?"tanya Arka yang mendengar suara langkah kaki
"Dimana Kalia?"tanya Kakek Nicholas mencari cucunya
"Ahh sial..,berhenti kau asap hitam!!"teriak Arka melihat asap hitam itu datang menghampiri istrinya ke taman belakang
"Sayang..awasss"teriak Arka melihat asap hitam itu mendorong Hasna kedalam kolam renang hingga membuatnya terjatuh
"Aakhh...m-mas..to-tolong!!"teriak Hasna ketika sudah tercebur,Arka baru ingat jika istrinya tak bisa berenang
"Tolong istrimu ka,ini akan menjadi urusan kakek dan Opamu"ucap kakek Nicholas dan diangguki oleh Arka
Arka langsung masuk kedalam kolam renang tersebut,dia mencoba mencari istrinya dan ternyata Hasna ada di ujung kolam renang dan hampir saja kepalanya membentur tembok kolam tersebut jika Arka tak langsung menariknya kepelukkannya
"Uhuk...uhuk.."Hasna terbatuk dan mengeluarkan air yang dia telan
"Mas...takut.."ucap Hasna langsung memeluk Arka karna dia masih merasakan trauma akan kolam,sungai dan lautan,dia trauma akan kedalaman dan gelombang
"Sssttt...sudah tenang ya sayang ya,kamu udah aman kok"ucap Arka menenangkan istrinya
"Hikss...aku gak mau kaya gini lagi.."ucap Hasna semakin mengeratkan pelukkannya kepada Arka dan menangis dalam pelukkannya membuat Arka membalas mengeratkan pelukkannya memberikan ketengan
"Udah aman sayangku, sekarang ke kamar ya ganti baju nanti masuk angin"ucap Arka dengan menggendong Hasna kekamar dan mengganti pakaiannya
__ADS_1
sampainya di kamar,Arka mendudukan Hasna di sofa dan dia pergi ke lemari pakaian mengambil pakaian untuk istrinya. Arka membuka hijab yang dipakai Hasna dan melepas satu persatu baju Hasna dan mengganti dengan yang baru dan tentunya kering. Hasna tetap duduk disofa dengan wajah yang pucat dan menatap kedepan kosong,dia masih trauma dengan kejadian tadi
"Arka ini teh angetnya nak"ucap Bunda Klarisa dari luar kamar membawa segelas teh hangat untuk Hasna
"Iya sebentar Bunda,aku tinggal sebentar ya"pamit Arka lalu membuka pintu kamarnya dan melihat Bunda Klarisa membawa teh hangat untuk Hasna
"Makasih ya Bund,maaf jadi repotin Bunda"ucap Arka dandibalas usapan di pipinya pelan oleh Bunda Klarisa
"Gak papa sayang,Gimana Hasna gak papa?"tanya Bunda Klarisa kepada Arka
"Nana gak papa kok Bund,cuma masih syok aja soal kejadian barusan"jawab Arka dan di angguki oleh Bundanya
"Ya sudah suruh istirahat aja,Biar Rafa sama Bunda aja. Kasihan dia pasti masih syok"ucap Bunda Klarisa lalu pergi
"Sayang..minum dulu ya biar anget badannya,setelah minum istirahat ya"ucap Arka dan diangguki oleh Hasna sebagai jawaban
setelah memonum teh hangatnya,Hasna merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan memejamkan matanya karna melihat bayangan hitam datang kepadanya,dan itu disadari oleh Arka
"Jangan lihatin dia, biarin aja dia, biar ini jadi urusan kakek Nicholas,kamu tidur aja ok"ucap Arka dan ikut merebahkan diri sambil memeluk tubuh istrinya
"Iya mas"jawab Hasna membalik tubuhnya menghadap Arka di belakangnya lalu memeluk erat tubuh suaminya yang membuat dia merasa hangat
"Selamat Bobo cantikku"ucap Arka mengecup pucuk kepala Hasna dan memejamkan matanya karna ikut mengantuk
__ADS_1