
8 bulan sudah usia kandungan Hasna sekarang, tinggal 1 bulan lagi dia akan melahirkan anak keduanya, menurut pemeriksaan dokter bayi mereka berjenis kelamin laki-laki lagi, sehat dan aktif
Hasna yang selalu meminta makanan yang aneh-aneh sekarang berulah kembali. Bagaimana tidak, Ya Arka diminta memetik buah Alpukat langsung dari pohonnya dan di tambahkan saus untuk topingnya. Membayangkan saja Arka sudah ingin muntah,apalagi kalo memakannya,sudah dipastikan akan muntah terlebih dahulu
"Sayang!!,mana mungkin aku makan alpukat pake saus, ihh...bayangin aja kepengin muntah tau gak?"ucap Arka mencoba menolak
"Aaaahh...pokoknya mas harus makan, kalo enggak aku gak mau tidur sama mas, aku mau pindah kamar aja sekalian"jawab Hasna membuat Arka membulatkan matanya,mana mungkin dia bisa tidur jika tidak memeluk tubuh bohay istrinya ini, apalagi sekarang perutnya membesar sudah jadi aktivitas bari untuknya
"Jangan dong sayangku,masa kamu pindah kamar sih,trus mas bobonya sama siapa?"tanya Arka kepada Hasna mencoba membujuknya
"Tidur aja sendiri, bodo amat kalo mas gak mau"jawab Hasna lalu pergi begitu saja meninggalkan Arka sendirian
"Aisshh...ya udah iya. Aku makan alpukat pake saus deh, udah dong jangan ngambek. Bobo di kamar ya?"bujuk Arka dan semua yang mereka berdua lakukan menjadi tontonan spesial untuk Kakek Nicholas dan Opa Abraham baru dari dapur
"Ckk, mereka itu seperti kucing dan tikus, sebelum menikah saja seperti prangko tak mau lepas, setelah menikah seperti Tom and Jerry, sungguh membuat kepala pusing. Cucumu Nicho begitu menyiksa cucuku saat sedang hamil"ucap Opa Abraham dengan menggelengkan kepalanya menyaksikan Arka dan Hasna yang kembali akur lalu bertengkar kembali
"Biarkan saja mereka, aku malas sekali menengahi mereka jika bertengkar, aku yang selalu menjadi korban peperangan mereka. Baiklah jika itu hanya bantal aku terima, tapi tidak dengan penggorengan itu membuatku trauma kau tau"ucap kakek Nicholas dengan muka kesalnya jika mengingat saat dimana Hasna sedang memasak,tapi Arka mengganggu dan mengajaknya bercinta di dapur, otaknya rusak memang dan membuat Hasna kesal hingga melempar yang dia pegang dan yang terkena imbasnya adalah kakek Nicholas yang baru saja datang untuk menemui Opa Abraham
"Hahaha....kasihan sekali kau ini Nicho. Hahaha"tawa Opa Abraham dengan menunjuk kakek Nicholas di sebelahnya membuatnya kesal dan mengambil kue di tangan Opa Abraham dan memasukkannya ke mulut Opa Abraham yang masih terbuka karna tertawa
"Mampus!!"ucap Kakek Nicholas lalu menghilang entah kemana
"Sialan kau Nicholas. Akan aku balas kau nanti. Uhuk...uhuk.."umpat kakek Nicholas dengan terbatuk karna kue yang dimasukkan ke mulutnya oleh Kakek Nicholas
Setelah berperang Arka akhirnya menyerah untuk berdebat dengan Hasna untuk tidak memakan alpukat saus. Dia akhirnya memetik alpukat yang sudah matang di atas pohon dan meminta saus pada Bi Inah untuk menjadi toping alpukatnya, saat akan masuk kedalam mulut,Arka sudah menelan ludahnya membayangkan bagaimana rasanya. Dan dalam satu gigitan rasanya sungguh aneh tapi demi calon anaknya dia harus menghabiskan 4 buah alpukat sekaligus dengan saus diatasnya
__ADS_1
"Enak kan mas?, kalo beneran enak aku akan buat ini trus khusus buat kamu ya?"ucapan Hasna membuat Arka membulatkan matanya, Apa istrinya bilang barusan buat makanan ini trus?,tidak. Bisa mati dia!
"Emhh.. gak usah sayang, kamu kan tau aku gak terlalu suka sama alpukat,jangan ya nanti aku sakit"jawab Arka mencari alasan untuk menolak ucapan Hasna
"Yah... iya juga sih,aku sampe lupa"ucap Hasna lalu mengambil piring alpukat saus di depan Arka dan membawanya
"Ehh.. mau kemana?, kenapa di bawa?"tanya Arka melihat istrinya pergi dari meja makan
"Mau kedapur narok ini. Kan kamu gak terlalu suka alpukat, jadi aku bawa aja ini. Sebentar ya"ucap Hasna meninggalkan Arka sendiri dimeja makan dengan memegang sisa alpukat saus di tangannya
Arka segera pergi ke kamar mandi di kamarnya dan memuntahkan makanan yang baru saja dia makan, rasanya begitu aneh dan membuat dia trauma sekarang dengan alpukat di beri saus
"Mas.. ini minum teh angetnya biar mendingan"ucap Hasna di ambang pintu kamar mandi
"Sebentar"jawab Arka yang merasakan gejolak di perutnya
"Hai kok minta maaf sih,aku gak papa kok. Kan demi dedek dan kamu juga jadi aku gak masalah kalo kaya gini"jawab Arka setelah membersihkan mulutnya dari sisa muntahannya
"Aku yang salah, aku yang udah bikin kamu kaya gini. Aku udah minta kamu makan makanan yang gak seharusnya kamu makan. Aku minta maaf"ucap Hasna mulai menangis
"Sstt... udah ya. Gak papa kok, bukan salah kamu. Ini juga keinginan dedek jadi jangan salahkan diri kamu ya. Aku juga udah gak muntah lagi"jawab Arka dengan memeluk Hasna dan membawanya keluar dari kamar mandi
"Sekarang kita ketaman belakang aja ya, Kasihan Rafa sendirian sama Bi Imas"ucapnya lagi dengan menggandeng Hasna ketaman belakang menghampiri Rafa yang ternyata sedang meminum susu di dotnya dengan di temani baby siternya
Entah dari mana,tiba-tiba kakek Nicholas muncul dan dia membawa kain putih yang jelaa bukan kain kafan, tapi entah untuk apa kain itu di pegang kakek Nicholas dan melangkah kearah Rafa
__ADS_1
"Kakek kenapa?,kok bawa kain putih sih?"tanya Hasna dengan menatap kakeknya yang menatapnya
"Aku ingin melindungi Rafa dari asap hitam di belakangmu, dia mencoba membawa Rafa ke alamnya dengan menarik sukmanya saat tidur seperti ini"jawab Kakek Nicholas dengan menatap asap hitam dibelakangnya
"Ya Allah!!"pekik Hasna lalu akan menggendong Rafael tapi di hentikan oleh Kakek Nicholas
"Jangan di pegang dulu Lia. Kau yang akan terbawa oleh dia jika kau memegang Rafa, Biarkan aku yang menghalanginya"ucap Kakek Nicholas merentangkan kain putih di atas tubuh Rafael yang tertidur
"Mas,aku takut Rafa kenapa-kenapa"ucap Hasna memeluk Arka di sampingnya
"Kita berdo'a ya, kita percayakan ini sama Allah dan kakek Nicholas,semoga dia baik-baik aja"jawab Arka
"Setelah 10 menit,akhirnya asap hitam itu hilang dengan munculnya Opa Abraham dengan membawa kalung giok itu, Kakek Nicholas tersenyum dengan mengambil kain putih itu lalu menggendong Rafael dan membawanya kepada Arka
"Kau tepat waktu Abra"ucap Kakek Nicholas menepuk pundak Opa Abraham
"Tentu saja, aku habis dari rumah tetangga dan Bi Imas datang memberi tahu jika cucuku dalam bahaya,makanya aku langsung kemari untuk menolong kalian"jawab Opa Abraham
"Baiklah- baiklah kau memang penyelamat sejati Abra. Tapi apakah aku boleh minta kepada kalian?"tanya Kakek Nicholas mulai serius
"Bersiaplah, 4 tahun lagi kita akan berperang melawan Carlos sang raja kegelapan. Aku minta izin darimu Kalia, aku akan mendidik anak-anakmu dari besok usia 2 tahun, supaya mereka bisa mengendalikan ilmu yang mereka miliki dan juga emosi mereka. Jika mereka memiliki emosi yang tinggi, itu akan memudahkan Carlos mengalahkan mereka"ucap kakek Nicholas mulai serius
"Silahkan kakek,tapi aku minta padamu, jangan buat anak-anakku terluka dan jangan biarkan Rafael ku jauh dariku. Bawa dia kembali jika dia sudah selesai dengan didikannya kakek"ucap Hasna dengan mencium sayang Rafael
"Aku akan kembalikan Rafael setelah dia berhasil menguasai ilmunya nanti, dan jangan tanyakan padaku jika akan muncul tato di lengannya dengan alami, itu tato milik klanku, tanda bahwa dia adalah bagian dariku, tidak semua anggotaku memili tato itu, hanya orang terpilih yang memiliki tato itu. Aku telah memastikan kedua anak laki-lakimu lah yang terpilih menjadi klan abadi milikku, mereka yang akan menjadi tameng kekuatan putih dan mereka yang akan menjadi pemilik kekuatan terbesar setelah aku tiada, dan tato itu pula akan menambah ilmu yang dia milikki, tato itu akan akan muncul jika dia lulus dalam pendidikan pertamanya nanti" jelas kakeh Nicholas dengan mengelus kepala Rafael yang tidur di gendongan Arka
__ADS_1
"Baiklah kek,kami mengerti apa yang baru kau sampaikan. Kami akan menunggu waktu dimana kedua putraku menjadi perisai kebenaran"jawab Arka