
Siang hari Arka membawa Hasna ke rumah sakit keluarganya, di sana dia bertemu dengan Adhi juga Ghiva keluar dari ruangan dokter kandungan?, apakah Ghiva juga hamil?, pikir Hasna
"Loh kalian kok disini, habis cek kandungan?. Kamu hamil Va?"tanya Hasna dengan antusias
"Enggak, Ghiva cuma mau periksa aja. Kemarin Ghiva sempet pusing terus mual sampe pagi tadi subuh , aku pikir ya hamil lagi karna tanda-tanya sama dengan hamil Damar waktu itu, tapi tadi di periksa dokter negatif, tadi pagi juga udah di cek pake tespack tapi akunya gak percaya maka dari itu aku bawa Ghiva kesini"jelas Adhi dengan senyum kecutnya, dia sudah berharap anak ketiga dari Ghiva karna anak kedua mereka meninggal dalam kandungan Ghiva 2 bulan lalu
"Yang sabar ya Bro, nanti Allah bakal gantiin anak lo yang belum sempet lahir kedunia dengan yang lebih istimewa lagi. Mungkin aja kembar nanti"ucap Arka mencoba menghibur sahabatnya
"Amin..Eh!, Ngomong-ngomong Nana hamil lagi?, kata Tante Klarisa kemarin ngasih tau Adhi beneran?"tanya Ghiva antusias
"Iya Alhamdulillah, aku hamil lagi. Do'ain aja semoga lancar ya sampe nanti persalinan ya, ouh ya nanti saat aku lahiran kamu harus hadir ya temenin aku, sama Dinda juga"pinta Hasna, entahlah. Tiba-tiba dia ingin kedua sahabatnya hadir saat persalinan nanti
"Itu pasti Na, kita akan selalu ada untuk lo, kita akan selalu menjadi penyemangat lo, dan jadi sahabat bahkan sauadara terbaik lo. Selamat ya, jaga ponakan gue baik-baik"jawab Ghiva lalu memeluk Hasna
"Pasti kok, Makasih ya udah jadi sahabat aku selama ini"ucap Hasna
"Gue yang seharusnya makasih sama lo, lo udah hadir di hidup gue dan mau menjadi sahabat gue, gue bahagia bisa punya sahabat kaya lo. Lo pantas bahagia Na"jawab Ghiva dengan meneteskan air matanya
"Jangan buang air mata kamu yang berharga itu sekarang Va, tumpahkan nanti di waktu yang tepat"ucap Hasna lalu melirik Arka
"Kita masuk ya, udah di panggil soalnya"pamit Arka dan masuk ke dalam ruangan
"By, maksud Nana apa sih?, kok aku jadi parno gini?"tanya Ghiva mulai merasa gelisah dengan ucapan Hasna
"Nana cuma gak mau kamu nangis By, maka dari itu dia bilang begitu ke kamu"jawab Adhi dengan melangkah bersama Ghiva keluar rumah sakit
"Aku hanya takut aja By, akan terjadi sesuatu sama Nana"ucap Ghiva mulai dengan sifat parnonya
"Astags By, jangan terlalu di pikirn juga kali By, mungkin Nana cuma mau kasih tau kamu untuk jangan nangis karna air mata kamu terlalu berharga. Jangan parno ah"dengus Adhi lalu berlalu pergi ke mobilnya
"Ihh... By!!, tungguin!!!. Kok di tinggal sih"rengek Ghiva dengan berlari ke arah mobil
Di ruang pemeriksaan,Hasna berbaring di atas bankar dan disana Arka menggenggam tangan Hasna erat, dia berharap nanti jika usia kandungan Hasna 6 bulan, semoga apa yang di ucapkan Kakek Nicholas benar jika anaknya ini perempuan, dia menginginkan anak perempuan dari Hasna, dan semoga janin ini akan tumbuh menjadi seorang gadis cantik
"Selamat ya Nona, Tuan. Usia kandungannya sudah berusia 2 bulan ternyata. Apakah kalian anda tidak tau jika selama ini 2 bulan ini anda sedang hamil?"tanya dokter tersebut
"Enggak dok, soalnya saya gak merasakan gejala apapun selama ini, bahkan mual atau pusing juga enggak. Saya beraktivitas dan berkegiatan seperti biasa, baru kemarin aja saya mual dan sempet pingsan"jawab Hasna membuat dokter menganggukkan kepalanya
"Baiklah, memang selama ini ada tidak mengecek jadwal bulanan anda Nona?, atau mungkin anda tidak mengonsumsi pil KB setelah berhubungan dengan suami?"tanya dokter lagi
__ADS_1
"Ya memang, 1 bulan lalu saya sempat flek kemerahan, saya pikir saya datang bulan maka dari itu saya tidak cek menggunakan tespack, dan memang setelah saya berhubungan dengan suami saya lupa meminum pil kb"jawab Hasna dengan wajah memerah malu
"Jadi benar, jika flek yang anda alami itu bukan flek datang bulan, anda sedang hamil namun karna kelelahan dan juga banyak pikiran sehingga membuat anda mengalami flek tanpa anda sadari"jawab dokter
"Gitu ya"gumam Hasna mengelus perut ratanya merasa bersalah karna tidak menyadari kehadiran anaknya
"Baiklah, Nona untuk saat ini sampai usia kandungan anda 4 bulan,tolong jangan terlalu banyak pikiran dan bekerja berat seperti begadang ya, kandungan anda lemah dan tekanan darah anda tinggi, itu bisa membahayakan nyawa anda dan juga janin dalam kandungan anda"jelas dokter tersebut sambil menuliskan resep obat
"Baiklah dok,terimakasih banyak"jawab Arka lalu pergi dari ruangan tersebut
saat ini Hasna berada di apotek rumah sakit, dan Arka yang membeli vitamin dan penguat janin dengan resep yang dokter berikan tadi. Hasna menunggu di bangku tunggu dengan melihat foto USG bayinya, meski bentuknya belum terlalu jelas, tapi itu membuat Hasna bahagia dengan kehadiran sikecil
Tanpa Hasna sadari ada seseorang yang sedang mengawasinya dari bangku belakangnya, dia mengepalkan tangannya saat melihat Hasna memegang foto USG bayinya, dia marah sekarang, dia berharap jika itu adalah calon anaknya yang dikandung Hasna,tapi melihat Arka datang dengan tersenyum bahagia kepada Hasna membut orang itu semakin marah dan kesal apalagi saat tangan Arka mengelus perut rata Hasna membuat orang itu ingin menghabisi Arka sekarang juga. Dia memilih pergi dari pada merasakan sakit dihatinya melihat wanita yang begitu dicintainya menikah bahkan memiliki anak dari laki-laki yang menjadi sangiannya mendapatkan Hasna
Yudha Farizy
Pria yang jauh dari kata baik, pemain judi, pemain perempuan di club malam, ringan tangan, keras kepala, pengedar narkoba, hingga masuk penjara 4 kali dengan tuduhan menghamili perempuan dan membunuh perempuan tersebut. Papanya rela menjual sahamnya hanya untuk membebaskan putranya dari penjara bahkan melakukan korupsi di perusahaannya dan menipu kliennya sendiri hingga dirinya sendiri masuk penjara.
Kembali dari rumah sakit, Hasna dan Arka kini tengah berada di warung rawon, yap Hasna ingin makan rawon kepada Arka, dan untung saja mereka melewati warung tenda yang menjual rawon, jadinya mereka mampir kesana untuk memenuhi keinginan Nana
"Mau mas?"tawar Hasna kepada Arka yang sedang bermain hpnya
"Ihh kok gitu, kamu harus makan juga ya?,Aaaaaa....."ucap Hasna lalu menyuapkan rawon miliknya pada Arka
"Gak usah sayang, kamu aja ya yang makan, kamu habisin"tolak Arka dengan memundurkan sendok yang akan masuk ke mulutnya
"Hmm, aku udah gak selera makan kalo kamu gak makan"balas Hasna dan meletakkan sendok di tangannya
"Hufhh, ya udah iya. Aaaa..."ucap Arka mengalah dari pada istrinya ngambek
"Beneran?"tanya Hasna memastikan
"Iya,sekarang aaaa...."jawab Arka dengan membuka mulutnya, dan dengan semangat Hasna menyuapkan rawon miliknya
"Enak mas?"tanya Hasna dengan senyum manisnya
"Lumayan"jawab Arka dengan terpaksa, dia tak terlalu suka dengan rawon
"Ish...enak gini juga, dasar gengsi"ucap Hasna karna jawaban Arka
__ADS_1
"Iya sayang, enak kok"balas Arka dengan senyum semanis mungkin
tanpa mereka sadari, bayangan hitam yang merupakan anak buah Carlos sedang mengintai mereka dan mengawasi janin dalam perut Hasna, saat dia tau jika kandungan Hasna lemah, bayangan hitam itu menghilang lalu masuk ke cap mobil dan memutuskan kabel rem mobil dan merusak mesin mobil Arka kemudian menghilang dari sana
Kakek Nicholas yang merasakan jika cucunya dalam bahaya dia secepat mungkin menghilang dan menemui Hasna dan Arka, dan pas sekali dia datang Arka dan Hasna baru saja masuk kedalam mobil
"Kakek!!"pekik keduanya karna sama-sama terkejut melihat kakek Nicholas didalam mobil
"Jangan jalankan mobil ini"perintah kakek Nicholas dengan mematikan mesin mobil hanya 1 jentikkan jari
"Kenapa?, kita kan mau pulang?"tanya Hasna bingung
"Kalian akan dalam bahaya jika menjalankan mobil ini, mobil ini sudah dirusak oleh anak buah Carlos, dan jika kalian menyalakan mesinnya hingga panas, mobil ini akan meledak, ayo keluar"jelas kakek Nicholas lalu menarik kedua cucunya
"Sebentar"jawab Arka dengan menyalakan sirine bahaya di mobilnya yang berhubungan langsung dengan jam tangan Ayah Arga,Opa Abaraham, Adhi dan Aryo dan jam tangan miliknya
"Arka dalam bahaya"ucap mereka berempat di tempat berbeda
"Ayok sayang, pelan-pelan"ucap Arka dengan menuntun Hasna keluar dari mobilnya
"Jangan mendekati mobil itu dulu, 1 menit lagi mobil itu akan meledak"ucap kakek Nicholas
"Meledak, astaghfirullah pasti akan mengenai warung rawon yang kita singgahi barusan kalo benar akan meledak"ucap Arka
"Kamu mau ngapain mas, mau kemana?""tanya Hasna khawatir melihat Arka berdiri melangkah pergi
"Aku harus pindahin mobil aku dari sana sayang, itu aka bahaya buat orang diwarung itu"jawab Arka dengan melepas tangan Hasna yang menggenggamnya
"Jangan lakukan itu mas, bahaya. Aku gak mau kamu kenapa-kenapa. Mobil kamu remnya blong dan kamu gak bisa mindahinnya dengan kamu mengendarainya, kamu akan dalam bahaya kalo kamu maksa"jelas Hasna
"Tapi akan lebih banyak orang yang dalam bahaya kalo gak aku pindahin sekarang"jawab Arka dengan melangkah perlahan
"Mas...akhh..."pekik Hasna merasakan kram diperutnya dan itu berhasil membuat Arka kembali
"Kamu kenapa?"tanya Arka panik
"Sakit mas...tolong jangan pergi mas. Akh..."pinta Hansa dengan meremas lengan Arka
"Bertahan ya, kita tunggu Ayah sama Opa kesini"ucap Arka, dan tak lama sebuah mobil mewah datang dan berhenti di hadapan mereka
__ADS_1
"Masuk Ka"ucap Kakek Nicholas yang masuk kedalam mobil milik Adhi di belakangnya, dan mereka tak sadar jika kakek Nicholas menarik mobil milik Arka dengan kekuatannya dan membawanya menjauh dari kota dan meninggalkannya disekitar rumah kosong dan meledakkannya disana