Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 59


__ADS_3

Setelah acara ulang tahun Anggara selesai, mereka berkumpul di ruang keluarga untuk makan malam bersama dan tasyakuran keluarga inti saja. Hasna membawakan makanan kesukaan semuanya termasuk kedua anaknya, tentu saja di bantu oleh Arsita dan Bunda. Sampinya di meja makan saat mencium bau ayam goreng, Hasna langsung berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perutnya, tentu membuat Arka panik dan sampai disana Arka terkejut karna istrinya sudah pingsan didalam, dengan segera dia membawa Hasna ke kamarnya, semuanya memilih untuk ikut ke kamar Arka karna memastikan kondisi menantu mereka


"Bangun sayang...jangan bikin aku khawatir Na?"pinta Arka dengan memberikan minyak angin disekitar hidung dan juga perut istrinya


"Kamu tenang saja Ka, istrimu baik-baik saja, dia hanya perlu istirahat saja"ucap kakek Nicholas yang tiba-tiba muncul membuat semua orang terkejut


"Yeeeyy....tatek!!"seru Rafael melihat Kakek Nicholas datang dan langsung meminta untuk di gendong


"Oiii...Cucu kakek yang gembul. Wahh...makan berapa piring kau ini?, berat sekali??"goda kakek Nicholas tentu saja membuat Rafael cemberut tak suka


"Atu matan ditatih cama Mama, tatu tali tiga piling tatek"jawab Rafael dengan nada kesal


"Wahh...3 piring? hebat!!!, Kakek saja 2 piring cukup 1 hari"balas kakek Nicholas dengan menggendong Anggara


"Talahtan Mama yang tatih matan Ael anyak"jawab Rafael dengan memainkan kalung kakek Nicholas


"Kau tak boleh seperti itu, kau harus bersyukur jika kau berat dan semakin gembul. Berarti kau ini banyak makan banyak rezekinya, kau bisa makan apa saja dan harus mengucapkan Alhamdulillah karna Allah memberikan semua yang kau mau dan kau inginkan sekarang atau nanti, dan Mamahmu sayang padamu karna dia memberikanmu makan banyak berarti kau makmur"jelas kakek Nicholas entah paham atau tidak yang jelas anak itu menatap kakek Nicholas dengan begitu serius


"Ahh sudahlah, kau ini menyebalkan. Aku menjelaskan panjang lebar kau malah menatapku tak berkedip. Aku tau aku tampan dan berwibawa, tapi jangan menatapku seperti itu aku tak akan baper dengan ditatap oleh bocil sepertimu"ucapnya kembali dan beralih menggendong Anggara.


Semua keluarga yang mendengar kakek Niholas menggerutu dan mengoceh dengan Rafael hanya tertawa geli, Opa Abraham tertawa terbahak melihat wajah Rafael yang seperti orang terpesona dengan ketampanan kakek Nicholas yang sekarang lengkap berusia 1100 tahun



(Bayangin aja kakek Nicholas gantengnya gini, aku gak bisa bayangin cowok aslinya🙈)

__ADS_1


"Berhenti tertawa Abra,aku memang tampan tidak sepertimu yang sudah renta"ejek kakek Nicholas langsung menyugarkan rambutnya kebelakang sambil mengedipkan sebelah matanya


"Ya aku tau itu, aku tua aku kan manusia seutuhnya, sementara kau. Kau kan bukan seutuhnya manusia, kau penguasa alam gaib namun golongan putih, ku tau itu"balas Opa Abraham lalu pergi dari kamar Hasna karna kesal dengan sahabatnya


"Dihh...sudah tua ngambek, tambah tua baru tau rasa kau Abra"teriak kakek Nicholas lalu mengajak Anggara berbicara


"Kau ini sama saja dengan kakakmu, sama-sama berat ya?"ucap kakek Nicholas dan Anggara hanya mengocah dengan bahasanya yang belum terlalu jelas


"Eat?"tanya Anggaraa dengan menatap kakek Nicholas, kakek Nicholas yang tak mengerti lalu menatap Arka dan yang lainnya untuk minta bantuan


"Dia bilang apa?,aku tidak mengerti sama sekali?, eat bukannya makan dalam bahasa inggris. Cucuku hebat bisa bahasa inggris sejak dini"ucap kakek Nicholas bangga


"Dia bilang eat itu berat kakek bukan makan, dia belum mengerti bahasa inggris meski terkadang aku atau Hasna mengajari kedua anak kami bahasa inggris, baru Rafael yang mengerti sedikit"jelas Hasna yang sudah sadar dari pingsannya, ucapannya barusan menurunkan senyum di wajah tampan kakek Nicholas lalu tersenyum kembali


"Tak apa, yang penting kau sehat dan tumbuh pintar jagoan kakek"balas kakek Nicholas lalu menurunkan Anggara dan Rafael


Arka pagi ini sudah berkutat didapur dengan pakaian rumahnya, dia bahkan meliburakan diri ke kantor hanya untuk menjaga istrinya yang hamil muda. Hasna yang sejak kehamilannya beeubah menjadi malas-malasan membuat Arka paham mungkin itu hormon kehamilan hingga membuat Arka sekarang jago memasak dan selalu rutin membuatkan Hasna susu hamil


"Wah...wah...wah... lihatlah juru masak kita sudah berkutat di dapur jam segini, tidak berangkat kekantor wahai juru masak handal?"goda Arsita yang ingin membuatkan susu untuk anaknya


"Aku mengambil cuti untuk beberapa hari ini, aku ingin jagain Nana dan menjadi suami yang baik untuk Nana"jawab Arka tanpa menatap kakaknya yang menuangkan air panas kedalam botol dot, dia masih sibuk membuat sup ikan tuna


"Dihh.. kau ini. Baiklah kau boleh menjadi suami uang baik untuk Nana, tapi kau kan sering sekali bolos kerja. Apa kau tak memikirkan kantormu yang kacau karna kau selalu libur kerja?"tanya Arsita dengan sengit yang tak suka sifat Arka selalu bolos kerja


"Aki tidak bolos kak, lagian aku ini kan bosnya,Kantor itu milikku dan aku bebas mau ambil cuti kapan saja"balas Arka tak mau kalah sengitnya dengan sang kakak

__ADS_1


"Ya kakak tau itu memang kantormu, kau yang mendirikannya sejak kau SMA, tapi apa kau berpikir jika nantinya kau akan bangkrut karna bosnya selalu bolos dan tanpa kau tahu ada orang yang curang bahkan bermain dibelakangmu di kantormu sendiri, bahkan bisa jadi orang kepercayaanmu"ucap Arsita yang sudah mulai kesal sekarang


"Astaga kakak ini. Aku kan sidah pernah bilang pada kalian, jika aku tidak ke kantor aku bekerja lewat rumah, aku juga mengawasi keadaan kantor dan kinerja karyawan dari kamera pengawas disetiap sudut kantor dari rumah. Satu lagi soal jika ada yang berlaku curang atau jahat dilakukan oleh karyawan atau orang kepercayaanku sendiri.


Aku sudah melakukan semuanya didalam ruang kerjaku, semuanya terdeteksi dan diawasi dengan seksama bahkan data kantorpun teratasi dan dalam pengasanku dengan ketat. Jadi kakak jangan khawatir apalagi takut jika aku akan melupakan kantor apalagi tak tau semuanya tentang perusahaanku"jelas Arka lalu pergi ke kamarnya dengan membawa nampan berisi mangkuk sup,nasi,susu hamil untuk Hasna


Arka masuk ke kamarnya dan melihat Hasna yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap, tapi wajahnya pucat dan sempoyongan. Dengan cepat Arka melangkah ke arah Hasna dan menggendongnya ke ranjang dan menyandarkannya disandaran ranjang


"Kamu kenapa?,mutah lagi?"tanya Arka dengan memijit pelipis Hasna dan tangan satunya mengelus perut ratanya


"Hmm, rasanya lebih parah waktu hamil Rafael"jawab Hasna lalu merebahkan dirinya di ranjang


"Aku bikinin jahe anget ya, biar lebih hangat?"tanya Arka dan hanya di angguki oleh Hasna


"Bi Marni, tolong hancurin jahenya ya buat bikin jahe anget untuk Nana, dia muntah terus dari pagi"pinta Arka kepada Bi Marni yang sedang menumbuk kunyit untuk dibuat jamu


"Baik den, akan saya tumbukkan sekarang"jawab Bi Marni


"Nana muntahnya parah ka?"tanya Bunda Klarisa yang mengambil puding buatannya tadi


"Iya Bund, tadi pagi gak parah banget muntahnya. masih normal gitu, tapi tadi hampir aja pingsan karna lemes"jawab Arka dengan sambil menunggu air mendidih


"Ya Allah, coba kau bawa saja ke rumah sakit Ka, jika dia begini terus setiap pagi dan malam. Itu akan membuat kesehatannya menurun dan bayinya lemah karna selalu muntah setiap makan dan minum"ucap Bunda Klarisa


"Iya Bunda, setelah ini aku mau kerumah sakit, titip anak-anak ya Bund saat nanti aku pergi"pinta Arka dengan membawa jahe hangat

__ADS_1


"Iya kamu tenang aja soal anak-anak, mereka baik banget kalo kalian tinggal gak akan rewel asal susunya gak telat aja untuk Angga"jawab Bunda Klarisa dengan tawa kecilnya


"Itu pasti"balas Arka dengan tertawa kecil, dia paham sifat anaknya yang tak bisa jauh dari minuman bernama susu


__ADS_2