Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 47


__ADS_3

Saat ini adalah Hasna kembali ke ruamahnya,dokter sudah memperbolehkan dia pulang setelah rawat inap selama 5 hari di rumah sakit untuk menormalkan kembali kesehatannya. Hasna saat ini sedsng dalam perjalanan pulang bersama Arka yang menyetir mobilnya


Rafa yang tertidur duduk di bangku belakang, di pasangkan sabuk pengaman dan juga kursi khusus untuknya. Jika semua orang dapat melihat pasti mereka akan melihat seorang kakek tua yang duduk disamping Rafa,tapi sayang tak semua orang dapat melihat kakek tua tersebut hanya pilihan kakek tersebut yang dapat melihatnya, siapa lagi kalo bukan kakek Nicholas, dia selalu tenang ketika berdekatan dengan Rafa apa lagi merasakan kekuatannya saja dapat mmbuat isntingnya semakin tajam


"Mas...?"panggil Hasna kepada Arka yang sedang mengemudi


"Kenapa sayang..hmm?"tanya Arka dengan melirik Hasna di sampingnya


"Mampir beli cake ya?,laper..."rengek Hasna dengan mengelus perut besarnya


"Iya sayang!!,nanti kita mampir beli cake di toko depan"jawab Arka dengan mengelus perut Hasna


"Yeeyy"ucap Hasna dengan semangat,dengan mengembangkan senyum manisnya


di perjalanan mereka menemukan toko kue yang lumayan besar,dan disana terlihat begitu ramai membuat Arka berpikir kembali untuk membeli disana,mana mungkin dia membawa Hasna masuk kedalam dengan perut besarnya,pasti disana akan berdesak-desakan. Kasihan istri dan calon anaknya jika berdesakan nanti


"Sayang..?,Kita pindah ketempat yang lain ya sayang, kita cari ke toko lain aja ya,disini terlalu rame,aku gak mau kamu ikut masuk dan berdesak-desakan dengan orang lain"ujar Arka sambil menatap Hasna


"Yah...ya udah deh gak papa"jawab Hasna dengan mengerucutkan bibirnya membuat Arka gemas sendiri melihatnya


Mereka melanjutkan perjalanan yang sempat berhenti tadi untuk mencari toko kue yang Hasna mau,setelah 5 menit perjalanan akhirnya mereka menemukan toko kue yang lumayan besar,tapi tidak terlalu rame seperti toko pertama yang mereka mau datangi tadi


"Kamu tunggu sini aja ya,biar aku yang masuk beliin buat kamu"perintah Arka sambil melepas sabuk pengamannya

__ADS_1


"Aku mau ikut!!,aku mau pilih sendiri aja,aku gak mau kamu yang pilihin,nanti kamu beliin rasa strowberry lagi"jawab Hasna dan ikut melepas sabuk pengamannya dan ikut turun dari mobil


"Ya udah iya,tapi jangan pernah jauh-jauh dari aku apa lagi sampe lepas genggaman tangan aku. Ok?"perintah Arka dan diangguki oleh Hasna dengan semangat


"Siap Komandan!!"jawab Hasna dengan memberikan Hormat kepada Arka lalu mendapatkan hadiah usapan di atas kepalanya oleh Arka


"Kakek...Titip Rafa ya?,aku mau pergi ke toko sebentar"pamit Arka kepada kakek Nicholas yang duduk di bangku belakang bersama Rafael di sampingnya yang tertidur dikursi khususnya


"Hmm...pergilah,aku akan menjaga cucuku dengan aman"jawab kakek Nicholas lalu ikut tidur disamping Rafael


setalah Hasna dan Arka pergi,Kakek Nicholas merasakan sebuah kekuatan gelap datang,entah dari mana?tapi setiap berdekatan dengan Rafael,dia dapat merasakan sebuah kekuatan gelap yang begitu pekat disekitar anak itu


pandangan kakek Nicholas mengedar melihat sekeliling mobil yang dia tumpangi,kakek Nicholas menggenggam tangan Rafael dengan erat saat merasakan kekuatan hitam itu datang. Ternyata benar dugaannya,asap hitam itu ada di belakang mobil Arka,mereka mengikuti mobil Arka dari rumah sakit hingga di tempat mereka berhenti


"Rafael...Nak?,bangun sayang..?,ini kakek Nicholas nak?,kakek ingin meminta bantuanmu untuk memusnahkan mereka. Mau ya nak?"ucap Kakek Nicholas, Ajaib. Rafael langsung terbangun dari tidurnya setelah mendengan ucapan kakek Nicholas


Saat asap hitam itu ingin mencelakai Rafael dengan masuk kedalam mobil dan mencekik lehernya,asap hitam itu terpental dan menghilang entah kemana setelah Rafael membuka matanya dan kalung serta gelang yang dia gunakan mengeluarkan cahaya,seperti yang kakek Nicholas bilang dahulu sebelum Rafael di lahirkan


Asap hitam itu kembali lagi setelah kakek Nicholas menghilng dari samping Rafael,ternyata kakek Nicholas melindungi kandungan Hasna yang diserng dengan cara halus,sehingga sang pemilik tubuh tak menyadari jika dia di serang oleh asap hitam itu. Untung kakek Nicholas dapat merasakannya jika cucunya dalam bahaya


sementara Rafael,meskipun dia masih bayi dan hanya merankak dan duduk,Rafael dapat mengalahkan anak Buah Carlos hanya dengan senyumannya dan gerakan tangan kecilnya membuat asap hitam itu terpental dan hilang. Sesuai dengan ramalan dalam buku peninggalan nenek dari kakek Nicholas, jika anak dari cucu kakek Nicholaslah yang dapat memusnahkan Carlos dan cucu keduanya dia akan menjadi tameng pelindung Kakaknya yaitu calon anak kedua Hasna dan Arka


"Ayok mas,kasihan Rafa sendirian"ucap Hasna melihat kakek Nicholas keluar dari mobil lalu menghilang dari pandangannya

__ADS_1


"Ayo"jawab Arka


mereka masuk kedalam mobil dan melihat Rafael yang sudah terbangun dan menatap mereka yang baru masuk kedalam mobil dan Rafael yang duduk memasukkan ibu jarinya di dalam mulut. Dia langsung melepas ibu jarinya dan mulai menangis meminta di gendong oleh Papanya dan susu dari Mamanya


"Nanti ya sayang gendong Papanya, Rafa ***** dulu sampe kenyang"bujuk Hasna pada putranya yang meminta digendong Arka tapi dia minta susu dari Mamanya


"Nanti ya boy,***** dulu. Nanti Papa gandong sepuas Rafa"ucap Arka lalu melanjutkan perjalanan pulang


Akhirnya Rafa terdiam saat mendengar suara Papanya,dia berubah asik menyusu pada Mamanya dengan memainkan kalung Hasna yang menarik perhatiannya. Akhirnya mereka sampai di rumah milik mereka dengan Rafael tertidur di pangkuan Hasna sambil menyusu yang sedari tadi susah di lepaskan


"Mas bantuin dong. Ini Rafa gak mau lepas susunya"ucap Hasna pada Arka yang telah melepas sabuk pengamannya


"Sebentar sayang!"jawab Arka lalu mengambil Rafa dari gendongan Hasna


"Coba kamu pelan-pelan tariknya,aku bantu bujuk Rafa buat lepasin"ujar Arka kepada Hasna


"Ahh. sakit sayang..jangan digigit nak!"rintih Hasna saat Rafael menggigit sumber makanannya,setelah hamil membuat tubuh Hasna semakin sensitif


"Rafa...nak...lepas ya sayang?,Papa gendong ya?,kasihan Mama nak"pinta Arka dengan menarik bibir Rafael dari sumber makanannya,padahal dia sudah kenyang dan ternyata ucapan Arka berhasil melepaskan, bibir Rafael dari sumber makanannya membuat Hasna menghembuskan nafasnya


"Sakit sayang?"tanya Arka melihat Hasna yang meringis karna merasa nyeri


"Sedikit nyeri sih mas,tapi udah mendingan kok"jawab Hasna

__ADS_1


"Kalo sakit nanti kita periksa kedokter ya?"ajak Arka


"Gak papa kok mas,ini udah sembuh kok"jawab Hasna dan diangguki ole Arka sebagai jawaban


__ADS_2