
Sinar matahari telah datang dengan cahaya yang bersinar terang memberikan kehidupan untuk semua makhluk hidup didunia. Pagi ini Hasna dan semuanya sudah siap untuk kembali kerumah yang telah lama mereka tinggal untuk memberantas kekuatan hitam yang meraja lela dan menghasut manusia jahat untuk lebih jahat dan menjadi pengikut gelapnya
kini mereka tengah masuk kedalam mobil mereka yang sudah terparkir didepan loby hotel yang siapkan petugas keamanan disana, mereka melajukan mobil mereka dengan menyetel sebuah musik dimobilnya. Anak-anak dengan antusias bernyanyi bersama saat mendenger lagu kesukaan mereka diputar dengan voleme sedang
Hasna yang melihat kecerian mereka, tersenyum dengan indah terukir diwajah cantiknya.Arka yang menyadari senyum cantik istrinya itu, dia ikut tersenyum bahagia melihat kebahagian keluarganya
tangan Arka terulur mengambil tangan Hasna dan menggenggamnya erat, lalu dia kecup berulang kali dengan senyum indah diwajah tampannya, matanya melirik Hasna yang sedang tersenyum kearahnya dan menggenggam tangan Arka, hangat dan nyaman itu yang dia rasakan
"Papa?"panggil Anggara yang maju ketengah-tengah orang tuanya
"Kenapa Boy?"tanya Arka menatap sekilas Anggara lalu kembali fokus menyetir
"Mampil matan ciang ya?. Angga lapal"ucap Anggara membuat Arka melirik jam tangannya, ternyata sudah waktunya makan siang, pantas saja, anaknya yang doyan makan sudah minta makan
"Boleh, Papa hubungi Uncle dan yang lainnya untuk mampir cari makan ya?. Kalian mau makan apa?"tanya Arka dengan menatap ketiga anaknya dan Hasna bergantian
"Naci goyeng!!"balas keempatnya bersamaan dan saling tatap lalu tertawa
"Wah..wah..kompak sekali ya kalo soal makanan"sindir Arka
"Iya dong, kita gitu ya gak sayang?"balas Hasna dengan memberikan tos kepada tiga anaknya lalu tertawa bersama
Arka hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri dan anak-anaknya, lalu tangannya mengambil Earphon dan memasangnya ditelinga kanannya untuk menghubungi Agam, agar mampir membeli nasi goreng sesuai permintaan anak-anak dan istrinya
mereka berhenti dikedai yang menjual beraneka makanan dan minuman, seperti nasi goreng tentunya,kedai tersebut terlihat lumayan ramai entah karna makanan mereka enak-enak atau memang karna penjual disana cantik-cantik dan bohai
Ya karna tidak bisa dipungkiri, Arka saja kagum dengan kedai ini, kenapa penjualnya cantik dan bohai semua, rata-rata memiliki tubuh yang begitu memikat kaum laki-laki. Tapi untuk pria keluarga Rafendra tidak semudah itu tergoda dengan semua wanita,hanya satu wanita yang bisa memikat hati mereka. Yang sekarang menjadi istri mereka yang akan selamanya bersama sehidup dan semati, itu prinsip mereka begitupun sebaliknya
"Matanya kemana?"sindir Hasna dengan melenggang pergi mengikuti anak-anaknya
Arka yang mendengar itu hanya tersenyum simpul dengan menatap kepergian Hasna yang tengah memesan makanan kepada seorang pelayan yang datang dengan buku menu ditangannya. Arka melangkah menghampirinya dan duduk disampingnya lalu berbisik
"Kau cemburu Honey?"bisik Arka lalu menggigit kecil telinga Hasna membuat bulu kuduk Hasna berdiri seketika
"Enggak, biasa aja"balas Hasna lalu memilih berbicara dengan anak-anaknya dari pada dengan Arka yang malah tersenyum nakal
"Ouh ya?, lalu kenapa sekarang kau menghindar dari tatapan mataku honey?"bisik Arka lagi dengan tangan mengusap perut Hasna yang ramping
"Tangannya mas, ini tempat umum!!"ucap Hasna pelan dengan menurunkan tangan Arka yang semakin naik meremas dadanya
"Memangnya kenapa?, kau kan istriku. Jadi aku bebas melakukan apapun dan dimanapun bukan?"goda Arka dengan mengedipkan sebelah matanya dan memasukkan tanganya kedalam rok Hasna dan menyentuh pahanya
__ADS_1
"Mas!!"kesal Hasna menggigit pundak Arka membuat Arka mendesis nyeri
"Sayang...kenapa digigit sih?"rengek Arka dengan menunjukkan wajah cemberutnya membuat wanita disana menatapnya gemas
"Ya kamu bikin kesal, makanya jangan resek. Noh, di liatin buaya betina"sengut Hasna membuat Arka menatap wanita disekelilingnya dengan tajam dan mereka langsung memalingkan wajah mereka takut
"Ya maaf, aku kan gak tau kalo mereka lihatin aku. Maaf honey...Ya..ya..ya. Maaf honey, maaf"ucap Arka dengan memeluk Hasna dari samping dan menatap Hasna didepannya dengan wajah cemberut lucu dan mata berkaca-kaca
"Iya aku maafin, sekarang duduk diam dan makan"perintah Hasna tanpa menatap Arka. Arka hanya menurut dan memainkan nasi didepannya
Ayah Arga, Opa Abraham, Agam dan Kakek Nicholas terkekeh dan menahan tawa melihat Arka yang begitu manja kepada Hasna, dan lebih tepatnya takut istri sih. Sekali tatapan tajam dari Hasna. Arka langsung diam dan cemberut takut
"Kenapa di mainin, dimakan?"ucap Ayah Arga kepada Arka yang menundukkan kepalanya, dan Arka menggelengkan kepalanya sebagai jawaban
"Kenapa?, mau Ayah suapi?"goda Ayah Arga dengan terkekeh, dan lagi jawaban Arka hanya menggelengkan kepalanya. Putranya begitu manja dengan wanita yang paling dia cintai, seperti dirinya. Sifatnya akan berubah seketika saat bersama wanita tercintanya
"Ya sudah kalo gak mau"ucapnya kembali
"Aku suapi ya?"tanya Hasna yang melihat Arka hanya menundukkan kepalanya
"Lihat aku mas"pinta Hasna dan Arka langsung menegakkan kepalanya lalu menunduk kembali
"Makan ya?, aku suapin"ucap Hasna dibalas anggukan oleh Arka, dasar bayi besar manja
"Ihhh...Papa taya anat-anat, matan dicuapin"ejek Anggara kepada Arka yang memeluk dari samping, yang lain hanya tertawa mendengar ajekan dari Anggara
"Papamu memang seperti itu, dia akan manja hanya sama Mama saja"balas Ayah Arka dan mereka kembali tertawa
setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk langsung pulang, satu jam perjalanan mereka lalui dengan suasana ramai dan sepi. Malam hari pun datang, dan mereka baru saja sampai tepat pukul 11 malam. Kondisi rumah sudah sepi dan pastinya mereka sudah tertidur
Mereka kembali ke kamar masing-masing, dan kakek Nicholas datang ke kamar Oma Puspa dan duduk disisi ranjangnya untuk menatap wajah cantiknya, meskipun ada sedikit kepirut diwajahnya
"Puspa, aku menepati janjiku. Mereka kembali dengan selamat sayang, aku membawa mereka tanpa kurang satu apapun itu. Aku telah berhasil mengalahkan dia, dia yang sudah membunuh calon putra kita. Aku berhasil"ucap kakek Nicholas dengan menatap Oma Puspa yang tengah tertidur lalu tangannya terulur mengusap perut rata Oma Puspa
"Maafkan Ayah, maaf karna sudah gagal menjaga dan menyelamatkanmu. Ayah gagal melindungi Bundamu dari Carlos jahat itu. Maafkan Ayah sayang. Kau harus tiada sebelum bertemu dan melihat dunia ini. Ayah sayang padamu nak. I Love You anak Ayah"ucap kakek Nicholas mencium perut Oma Puspa yang rata, yang sebelumnya ada calon anaknya disana
Flashback On
Pada hari dimana semua orang tengah berlibur divilla milik Opa Abraham. Semua keluarga berkumpul dan merayakan ulang tahun Ayah Arga yang berusia 5 tahun, semuanya tampak bergembira dan bersuka cita atas ulang tahun Ayah Arga yang merupakan cucu kesayangan dikeluarga Rafendra
saat yang lain tengah asik berkumpul dan bersenang-senang dengan pesta yang terjadi, justru menjadi hari yang buruk antara Oma Puspa dan kakek Nicholas. Kakek Nicholas tanpa sengaja menjumpai Oma Puspa yang tengah mabuk berat dan pengaruh obat yang diberikan oleh sepupunya sendiri
__ADS_1
setelah menghajar sepupu Oma Puspa yang hampir saja melecehkan Oma Puspa. Kakek Nicholas membawa Oma Puspa kesebuah kamar untuk mandi dibawah guyuran sower dan berendam didalam bethup. Oma Puspa terus berbicara tak jelas dan bergerak seperti cacing kepanasan
Kakek Nicholas segera keluar dari kamar mandi, sebelum sesuatu terjadi. Tapi baru saja dia akan meraih knop pintu, tangannya sudah ditarik oleh Oma Puspa dan langsung ******* bibir kakek Nicholas dengan nafsu. Kakek Nicholas yang sedari tadi menahan semuanya,perlahan terbuai dan runtuh sudah pertahanannya
mereka bermain panas didalam kamar mandi untuk pemanasan, dan memulai intinya di dalam kamar diatas ranjang. Bahkan kakek Nicholas telah kalap, dan melakukannya dengan liar membuat Oma Puspa begitu menikmati permainan liar kakek Nicholas
mereka melakukan hingga 4 ronde, hingga pukul 5 pagi mereka baru selesai. Kakek Nicholas terbangun dengan dengan perasaan aneh dan bingung, kenapa kamarnya berbeda dan baunya pun tidak asing, saat melihat disampingnya. Betapa terkejutnya dia melihat Oma Puspa yang sedang menangis dan menatap kakek Nicholas dengan air mata yang mengalir
"A-apa yang?. A-aku telah?"kakek Nicholas tak dapat berkata apa-apa sekarang, dia langsung memeluk Oma Puspa dan mencium pucuk kepalanya
"Maafkan aku, maaf ini salahku, aku akan bertanggung jawab"ucap kakek Nicholas
"Ini bukan salahmu Nicho, ini salah Bram. Dia yang memberiku minuman sialan itu dan kau pun juga"ucap Oma Puspa membuat kakek Nicholas terkejut
"Mak-maksudmu?"tanya Kakek Nicholas bingung
"Kau tak merasakan panas atau birahi setelah meminum minuman dari seorang wanita?"tanya Oma Puspa dengan menghapus air matanya
"Tidak, aku sama sekali tidak merasakan apapun, tapi kepalaku sangat sakit setelah itu. Maka darii itu aku kembali ke kamar, tapi aku malah melihatmu hendak dilecehkan oleh sepupumu sendiri, dan aku menghajarnya. Tapi aku justru yang.."ucapan kakek Nicholas terputus saat Oma Puspa mengecup bibirnya
"Kita sama-sama dijebak Nicho, biarkan saja jika nanti ada kehidupan hadir dirahimku. Aku menerima itu, karna aku mencintaimu, aku takut kau pergi dariku, sehingga aku butuh anak ini menghantikan kehadiranmu nanti"jelas Oma Puspa
"Kau gila Puspa!!, bagaimana kalau Abra mengetahui ini?"kesal Kakek Nicholas
"Tidak masalah, aku akan menjelaskannya"balas Oma Puspa dan menyerang kembali kakek Nicholas hingga kegiatan panas itu terjadi kembali
7 bulan berlalu
Kandungan Oma Puspa, sudah semakin besar dan dia tinggal diistana kakek Nicholas sampai anak mereka lahir, tanpa orang lain tau jika Oma Puspa tengah hamil
"Gawat yang mulia, istana kita diserang oleh Carlos, raja kegelapan. Dia membuat kekacauan di dalam istana yang mulia"lapor salah satu penjaga
"Sial!. Puspa kau masuk ke kamarmu ok, biar aku yang urus ini"ucap kakek Nicholas dan mendapat anggukan sebagai jawaban
tanpa kakek Nicholas tau, Carlos justru masuk lewat pintu belakang dan menyerang semuanya, dan masuk ke kamar kakek Nicholas, dan melihat Oma Puspa tengah ketakutan
Carlos menghampirinya dan melempar Oma Puspa karna menjerit berteriak memanggil kakek Nicholas, hingga perut besarnya membentur ujung meja kayu membuat dia berteriak saat sakit datang, dan darah mulai mengalir dari kakinya. Oma Puspa pingsan ditempat dan kakek Nicholas kembali saat Carlos telah hilang dan mengambil kalung giok milik kakek Nicholas. Kakek Nicholas melihat Oma Puspa sudah pingsan dengan tubuh penuh darah
Kakek Nicholas membawa Oma Puspa ke ahli pengobatan, dan ahli pengobatan mengatakan jika bayi mereka telah tiada karna benturan keras. Kakek Nicholas berjanji akan membalas semua ini kepada Carlos dan meminta ahli pengobatan untuk menyembuhkan Oma Puspa, dan akan mengatakan sejujurnya tentang anak mereka
Flashback Off
__ADS_1