
Setelah selesai makan, Arka ya dia melakukan apa yang dia inginkan pada istrinya, dia mengulangi kembali pergulatan panas mereka yang kesekian kalinya.
Tiba waktunya pukul 5 sore, mereka akhirnya kembali ke rumah baru mereka, rumah yang sudah di beli sebagai hadiah pernikahan oleh Oma dan Opa Arka,Rumah yang sangat megah dan mewah,serta desain yang elegan. Cantik.gumam Hasna melihat rumah ini
"Kita tak perlu bereskan rumah ini, karna rumahnya sudah di bereskan oleh orang suruhan Oma dan Opa.Ayo sayang"ucap Arka
"Ka aku mandi dulu yah,badan aku lengket semua, karna tadi di jalan hampir 2 jam. Capek banget"keluh Hasna dengan melepas hijabnya
"Ya baiklah, jangan kelamaan mandinya! "balas Arka,dan di jawab kerlikan mata oleh Hasna. Dan Arka hanya gelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya
10 menit Hasna mandi, akhirnya dia selesai juga dari kamar mandi menggunakan celana culotte,kaos panjang polos dan di double kemeja tanpa lengan,tanpa menggunakan hijab karna rambutnya masih basah,jalan tanpa memperhatikan Arka, tanpa sadar Hasna membuat Arka menelan salivanya, bagaimana tidak.Dia melihat tanda kissmark yang Arka berikan tadi di hotel, dan sekarang sangat jelas karna di gosok oleh Hasna
Hasna POV
__ADS_1
Aku tanpa sadar membuat suamiku menelan salivanya, aku lupa jika kissmark yang mas Arka buat masih terlihat sanggat jelas di leher jenjangku, karna tanpa sadar aku menggosoknya,aku sadar tatapan matanya yang sedang menahan sesuatu. Dia melangkah ke arahku.Saat aku tengah menutupi hasil karnyanya menggunakan fondesion, dia menecegah tanganku dan aku merasakan benda kenyal dan hangat menempel di leherku.
Dia mencium leherku, dan meninggalkan kissmark nya lagi di leher jenjangku dan membuatku memejamkan mataku merasakan sengatan listrik di sekujur tubuhku, aku marasakan tangannya mulai meremat p****tku yang membuatku melenguh "euh.."lenguhku saat dia mencium. leherku dan mengusap pelan perut rataku.
"M... mas"ucapku gugup mulai merasa nikmat
"Hmm"balasnya karna tengah asik dengan kegiatannya
aku sadar saat tangan besarnya yang awal berada di perutku, naik ke gundukan kembarku lalu meremas salah satu gundukanku.Dia membalik tubuhku menghadapnya dan ******* bibirku dan tangan kirinya melepas pengait braku lalu memasukan tangannya meremas gundukannku secara bergantian, ciumannya mulai turun ke leherku dengan tangannya tetap di aktif bergerak, ouh aku mulai terbuai oleh sentuhannya.
"Udah ya mas, sekarang mas mandi dan ganti baju. Kita ke rumah bunda. hmm? "ucapku dengan menyentuh rahang tegasnya dan dia hanya menganganggukan kepala, aku tau dia tengah menahan hasratnya untuk tidak menyentuhku. Aku kasihan melihatnya seperti itu, tapi bagaimana lagi dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan apa lagi kita sudah berjanji pada bunda Maria untuk ke rumahnya
"Maaf mas Arka"ucapku tanpa dia mendengarnya
__ADS_1
5 menit dia mandi, dia keluar kamar hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya, aku yang baru saja selesai sholat Dhuhur, menoleh padanya dan aku terkejut dia di sampingku dengan berjongkok dan menatapku dengan senyum manisnya
"Kok di sini?, kenapa gak bajuan dulu?,nanti masuk angin mas"pertanyaanku hanya di jawab senyuman manisnya
"Bajuin yah, tanganku ke kilir tadi waktu mau jatuh di kamar mandi"manjanya padaku
"Kamu jatuh? "tanyaku dia hanya mengangguk dan memasang wajah sedihnya
"Sebentar aku ambil minyak gosok dulu, kamu duduk dulu di ranjang mas"ucapku lalu mengambil minyak di laci nakas
"Gak usah sayang, aku gak papa kok.Nanti juga sembuh ini"ucapnya saat aku menggosoknya pelan
"Tapi mas ini kan bisa bahaya kalo di biarin, nanti kalo ada apa-apa gimana?,nanti kalo susah di sembuhin lagi gimana?,nanti tambah sakit mas"ucapku dengan air mata yang jatuh ke tangannya, ya begitulah aku jika mas Arka jatuh atau terluka sedikit saja aku akan menangis
__ADS_1
"Hei kok nangis sih, aku gak papa sayang, udah yah jangan nangis, gak jadi cantik nanti"goda Arka dan Aku hanya memasang wajahnya dengan cemberut