
Pagi harinya, Aryo dan Adhi tengah duduk di taman belakang bersama Opa Abraham dan Ayah Arga, mereka menikmati pagi hari yang menyejukkan dengan hamparan pepohonan dan juga bunga-bunga yang bermekaran di halaman rumah. Saat mereka duduk sedang melaksakan kegiatan masing-masing, Aryo melihat asap hitam muncul dengan cepat dari balik pohon ke arah dalam rumah
"Opa,Ayah?. Asap hitam muncul lagi"ucap Aryo menunjuk asap hitam itu yang menghilang di balik pintu
"Gawat Carlos memerintahkan anak buahnya untuk mengganggu cucuku kembali"jawab Opa Abaraham lalu berlari ke dalam di susul dengan yang lain
"Na..., Ambil anakmu dan kedua sahabatmu, bawa dia keluar dari kamar anak-anak"perintah Opa Abraham dengan tegas, lalu Hasna berlari ke kamar anaknya dan benar saja asap hitam itu datang ke kamar anaknya
"Panggil mas Arka di kamarnya sekarang Dhi,dia ada di kamar mandi"ucap Hasna dengan menggendong Rafa yang masih terlelap
Adhi berlari ke kamar Arka, dia masuk ke kamar Arka dan untungnya, Arka sudah memakai pakaiannya,dengan muka lelah,khawatir,panik dan takut, Adhi menghampiri Arka yang sedang kebingungan
"Kenapa lo?"tanya Arka pada Adhi yang masih mengatur nafasnya
"Di-di bawah. Anak buah Carlos datang ke kamar anak lo, dia-dia ngincar anak lo lagi"jawab Adhi dengan terengah-engah membuat Arka membulatkan matanya karna terkejut,lalu berlari ke lantai bawah menghampiri anak dan istrinya
"Sayang kamu gak papa?"tanya Arka menggendong anaknya yang masih tertidur
"Aku gak papa mas, tapi asap hitam itu berusaha celakai anak kita, dia ingin nyakitin anak kita mas"jawab Hasna dalam pelukkan Arka
"Kamu tenang ya, kita akan minta bantuan kakek Nicholas semoga dia bisa bantu kita menyelesaikan ini,dan ada cara buat ngalahin Carlos"ucap Arka dan di balas anggukam oleh Hasna
"Bibi, bawa Rafa ke tempan aman, sama yang lain juga ya, biar kita disini yang akan menghadang dia mendekati mereka"perintah Arka dengan menyerahkan Rafa bersama dengan Vito dan Damar
__ADS_1
"Baik Tuan muda, permisi. Berhati-hatilah"jawab Bibi Imah membawa Rafa, bersama dengan kedua sahabat Hasna
"Adhi dan Aryo, kalian pake pelindung yang Nicholas berikan dahulu kepada kalian ya, jangan sampai kalian lengah dalam hal apapun itu"perintah Opa Abraham
"Baik Opa"jawab keduanya lalu berlari bergabung bersama Arka dan Hasna
Mereka berlima melawan asap hitam itu dengan bantuan pelindung yang di berikan kakek Nicholas,dengan pintarnya mereka menyebar ke berbagai sisi dan memudahkan mereka melawan asap hitam itu. Asap hitam itu mulai menyerang dengan mengeluarkan asapnya dan menyebarkan ke seluruh ruangan dan menyebabkan Adhi dan Aryo melemah karna pusing akibat asap hitam itu mereka hirup.
Kekuatan mereka melemah karna Aryo dan Adhi pingsan,Arka dan Hasna bersama Opa Abraham kewalahan melawan asap hitan itu. Hasna dengan memusatkan pikirannya, dia menciba memanggil kakek Nocholas dan tak beberapa lama, muncul cahaya terang di atas sofa lalu perlahan meredup, dan muncullah kakek Nicholas, namun sayang baru muncul sudah di serang dan membuat dia terjungkal ke lantai
"Aduhhhh.... sialan kau Bram,kau sudah membuat aku terjungkal hah?"ucap Kakek Nicholas dengan menggosok pantatnya yang sakit
"Ayolah Nicho, jangan kau ajak dia berbicara, bantu kita cepat!!!!"ucap Opa Abraham dengan kesal melihat tingkah sahabatnya yang masih saya berceloteh dengan asap hitam itu
"Diam aku Abra, aku sedang berbicara dengannya"jawab Kakek Nicholas lalu berceloteh kembali dengan asap hitam itu.
"Ya baiklah aku bantu kalian"jawab Kakek Nicholas lalu dia mulai membaca mantra
"Suatu yang hitam berubah menjadi putih, suatu yang putih berubah menjadi hitam. Jangan ubah dia menjadi kegelapan ubahlah menjadi cahaya, musnahlah kau kedalam cahaya"ucap Kakek Nicholas dengan cepat (anggap mantranya gitu ya gaes)
Tiba-tiba semua asap hitam mulai menghilang dan lenyap,hingga tersisa sosok asap hitam itu, lalu matanya yang merah menatap Hasna dengan marah, Arka dan Opa Abraham yang melihat itu menyatukan kalung giok dan juga gelang milik Arka lalu mereka mengarahkan kedua pelindung itu ke arah asap hitam itu dan seketika asap hitam itu terserap ke dalam kalung giok itu dan keadaan berubah menjadi sunyi
"Kamu gak papa sayang?"tanya Arka pada Hasna yang sedikit terluka di pelipiskan karna terpental saat berusaha memanggil kakek Nicholas
__ADS_1
"Aku gak papa mas, cuma sedikit pusing kok. Kamu gak papa kan?"jawab Hasna dengan berbalik bertanya tentang luka dikepala Arka
"Aku gak papa, kepala aku udah sembuh kok"jawab Arka lalu menarik Hasna kedalam pelukkannya
"Kalian tak apakan?"tanya kakek Nicholas yang masih kesakitan di pantatnya karna terjatuh tadi
"Kita gak papa kok Kek. Kakek gak papa kan pantatnya?"goda Arka dengan menatap tangan kakek Nicholas yang masih menggosok pantatnya
"Gak papa kau bilang, ini pantatku benjol karna jatuh begitu keras dari atas sofa, baru aja dateng udah di gampar aja pantatku lalu terjatuh pantatku lagi yang kena"keluh Kakek Nicholas dan mendapat ejekan oleh Opa Abraham
"Makannya kalau mau muncul tuh lihat tempat dulu, jangan asal ngecling aja. Udah tau sofa,,ehh lo main berdiri aja, udah kena tabok kejungkal pula. Hahahha"ejek Opa Abraham lalu tertawa dengan keras setelah mengejek sahabatnya
"Lo... Wah gue gak akan maafin lo Abra, awas lo ya"ucap Kakek Nicholas lalu mengejar Opa Abraham, mereka bermain kejar-kejaran di dalam ruang keluarga dan disaksikan oleh anak dan cucu mereka
Rafa yang sedang asik meminum susu di botol dotnya, dia melepaskan emutannya dan melihat ke arah Opanya yabg sedang berlari ke sana kemari membuat Rafa tertawa dengan bertepuk tangan, dan yang lain hanya geleng kepala dengan tingkah lansia itu
"Cukup Ayah. Ayah ini sudah lanjut tapi mainnya kejar-kejaran seperti itu, memangnya tidak cape apa?"tanya Oma Puspa dengan membawa kptak P3K untuk mengobati pelipis Hasna dan juga minuman
"Capek Bund, tapi dia tak mau berhenti"jawab Opa Abraham dengan berlari
"Cukup Nicho, kau itu apa tidak lelah berlari mengejar suamiku"tanya Oma Puspa membuat keduanya berhenti
"Ya...ya... ya.. aku berhenti sekarang dan aku akan kembali ke tempatku. Ouh ya cucuku, kau jangan lupa gunakan anting yang kakek sematkan di hijabmu itu, jangan kau lepas meski kau berganti hijab"ucap Kakek Nicholas lalu menghilang begitu saja
__ADS_1
"Dasar Nicho membuat nafasku putus saja"ucap Opa Abraham lalu duduk disebelah istrinya
"Aku dengar ucapanmu Abra"teriak Kakek Nicholas yang entah dari mana dan terdengar begitu nyaring di dalam rumah megah itu