Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Extra Part


__ADS_3

Seorang pemuda berusia 17 tahun,kini tengah mengenakan helmnya untuk pergi kesekolah bersama dengan adik-adiknya. Pemuda tampan dengan postur tinggi semampai,rambut tebal hitam legam, hidung yang kelewat mancung, mata yang sedikit sipit,bola mata biru, lesung pipi menghiasi senyumnya, bibir yang tipis dan sexy. Ya, Rafael Dirga Rafrendra, putra sulung Arka dan Hasna. Tumbuh menjadi pemuda yang baik dan bijaksana, dan berwibawa, namun sayang sifat dinginnya membuat kaum hawa tertantang untuk mendekatinya


"Mama...kita berangkat kesekolah dulu ya?. Assalamualaikum"teriak Medina yang berada di boncengan montor Rafael dengan memeluknya erat


"Waalaikumsalam. Hati-hati nak"ucap Hasna didepan pintu menatap kepergian anak-anaknya kesekolah


"Siap Mama"balas Anggara, sifat tengilnya tak pernah hilang dan selalu menjahili abangnya sendiri hingga berakhir dengan ocehan kesal Rafael


Anggara anak kedua Arka dan Hasna yang berusia 16 tahun, memiliki sifat entah meniru siapa?,mungkin kakek Nicholas atau Opa Abraham. Yang jelas sifat tengilnya tak pernah hilang, manja dan cengeng ketika bersama Mamanya. Tapi diluar dia bisa menjadi dingin dan cuek melebihi cueknya Rafael


Anggara tipe cowok yang terlihat cool diluar, didalam dia akan menjadi bocah dan menjadi anak paling manja dengan Mamanya melebihi Medina. Bibir tipis, rambut tebal mengkilap, hidung mancung, bibi sedikit cubby seperti Mamanya, mata yang sipit dan bola mata hitam pekat dan indah


Medina anak ketiga Arka dan Hasna. Gadis belia berusia 15 tahun, memiliki sifat yang ceria, manja dan sedikit nakal ketika bersama kakak-kakaknya,kemana-mana selalu memakai hijabnya, bibir sedikit tebal, bola mata yang biru kehitaman, hidung yang mancung, mata sedikit bulat serta pipi cubby dan lesung pipi,persis seperti Mamanya. Medina adalah putri satu-satunya dikeluarga Rafendra dan menjadi kesayangan semuanya


Sampainya didepan gerbang sekolah, semua siswa dan siswi telah menunggu didepan koperasi sekolah, parkiran,dilantai atas dan didepan kelas mereka hanya untuk menanti ketiga anak Arka dan Hasna


ya setelah masuk sekolah dan beranjak remaja, Ketiganya adalah menjadi primadona disekolah. Rafael yang menjadi ketua para siswa disana, dia yang paling paham agama dibanding pemuda yang lainnya,yang menjadi imam ketika sholat dan menjadi guru ngaji. Ya meski Rafael masih memiliki kekurangan dalam agama, tapi tak apa asal sekolah yang dulunya hanya berisi dengan tawuran dan alkohol hingga orang tua takut memasukkan anak-anaknya kesana


hingga pada saat tahun ajaran Rafael masuk kesana pertama kali, mulai banyak perubahan hingga sekarang dan kini banyak orang tua yang memilih SMA itu sekolah favorit dan impian para murid dan orang tua


Rafael dan kedua adiknya turun dari montor, mereka sudah disambut dengan tatapan kagum dan ada yang terang-terangan menyatakan perasaannya kepada Rafael dan mendapat teriakan tolak dari semua siswi


"*Omo...Kak Rafael ganteng banget sihh...jadi pengin karungin terus bawa pulang deh"


"Heh!kak Rafael itu punya gue bukan elo, enak aja. Jangan ngimpi ya lo"


"Ihh!!...apaan sih lo, kak Rafael itu hanya milik putri raja, noh gak liat seberapa cantik adiknya, gila cantik poll gak sih?, Apa lagi Anggara pengin gue air keras trus bawa pulang deh"


"Jangan ngarep, mereka semua pasti udah ada pawangnya, gak lihat tuh gelang kak Rafael hitam mana gantungannya sayap sebelah lagi, pasti sebelahnya punya pawangnya deh"


"Hmm...bener banget itu*"


kira-kira begitu bisik-bisik para siswi yang mengagumi ketiganya, yang terkenal dengan ketampanan, kebaikan, kecerdasan dan bijaksananya memberi nasehat


"Bang?, kita ke kelas dulu ya?, nanti istirahat kita kesini lagi"pamit Anggara dengan menuntun Medina disampinya. Rafael hanya menganggukan kepala sebagai jawaban


Rafael melangkah menuju kedalam kelas, ternyata disana sudah banyak teman-temannya yang datang. Rafael melirik jam tangannya dan jam baru menunjukkan 06.05, tapi anak-anak udah banyak banget yang berangkat, 'baguslah' gumam Rafael


"Rafa?"panggil salah satu teman kelas Rafael. Wildan

__ADS_1


"Hmm.."balas Rafael dengan menatap Wildan


"Kita main yuk nanti di Cafe punya Om lo mau gak?, nanti gue traktir deh"ajak Wildan yang memang teman Arka sejak SMP


"Gak, gue ada acara kelurga"balas Rafael dengan membuka bukunya


"Bokap gue baru pulang dari Amerika, nanti bakal ada saudara gue juga pulang kerumah utama"lanjutnya dengan memasang aerphon ditelinganya


"Aishh, ya udahlah. Tapi besok mau kan Fa?"tanya Wildan dengan menatap Rafael penuh harap


"Inshaallah"balas Rafael dengan senyum tipisnya


"Ok deh kalo gitu"ucap Wildan


tak lama, bel masuk berbunyi dan guru mapel ikut masuk ke kelas bersama dengan seorang gadis berhijab dibelakangnya dengan menundukkan kepalanya. Rafael langsung melepas aerphon miliknya dan menyimpannya didalam tempatnya dan meletakkan di saku bajunya


"Assalamulaikum anak-anak"salam guru gendut dengan rambut pendek selalu digerai, guru B. Indonesia. Bu Nur Titin. biasa si panggil bu Nur


"Waalaikumsalam bu"balas anak-anak


"Hari ini kita kedatangan siswi baru pindahkan dari sekolah Amerika. Kenalkan dirimu cantik?"pinta guru tersebut dengan menatap gadis tersebut


"Baiklah Fira, kau boleh duduk disana bersama Rafael"ucap bu Nur dan Syafira menganggukan kepalanya


"Bu, kenapa si murid baru duduk di situ sih, kan Rafa pacar aku"salah satu siswi yang memang tak punya malu


"Terserah buguru, lo jangan pernah ngaku sebagai cewek gue, karna lo bukan tipe gue"balas Rafael dengan lantang menatap gadis tersebut bernama Viona, yang sering dipanggil Vio


"Ihh by kok kamu gitu sih sama aku"ucap Viona tak pernah malu dengan ucapan apalagi tindakannya


"Dihh, udah ditolak berkali-kali aja masih aja ngaku pacarnya, nanti di benci baru tau rasa lo"ejek Melda teman Rafael


"Bebeb Rafa gak akan pernah benci gue, dia kan cinta sama gue ya kan beb"balas Viona


"Cihh dasar gak punya malu"sindir Farasya sahabat Melda


"Diem lo cewek kampung"balas Viona kesal dan Safitri hanya menjulurkan lidahnya


"Sudah diam!, kita mulai pelajarannya"ucap Bu Nur dengan lantang membuat semuanya diam

__ADS_1


Rafael hanya diam saja mendengarkan mereka bicara tak jelas, hanya merusak telinga saja mendengarkan Viona yang memang muka panci.


Pelajaran pun dimulai, dan Syafira mengikuti pelajaran cukup menyenangkan kadang dia tertawa karna lelucon dari guru bahasa indonesia mereka yang sedikit humoris


Rafael menatap Syafira dari samping yang tengah tertawa, terlihat cantik dan imut ditambah dengan lesung pipinya yang sama dengannya, membuat Rafael merasakan aneh pada jantungnya yang tiba-tiba berdetak cepat, tanpa sadar Rafael tersenyum tipis dan mengucapkan kalimat yang membuat Syafira menatapnya bingung


"Cantik"gumam Rafael lalu memalingkan wajahnya saat sadar akan ucapannya


"Kamu ngomong sesuatu?"tanya Syafira dengan wajah imutnya, membuat Rafael gemas ingin mencubit pipinya sekarang


"Gak"balas Rafael dengan wajah datarnya, dan Syafira hanya menganggukan kepalanya lalu menatap kembali bu Nur


"Ok pelajaran telah selesai, ibu akhiri dulu pembelajaran kali ini, tetap sehat dan semangat anak-anak. Assalamualaikum"ucap Bu Nur dengan melangkah keluar setelah anak-anak menjawab salam


Semua siswa dan siswi ke kantin saat jam istirahat telah tiba. Syafira yang anak baru hanya duduk dibangkunya dengan memainkan hpnya. Saat asik bermain hpnya, Syafira dibuat terkejut dengan suara Melda dan Farasya


"Kalian ihh..bikin kaget tau gak?"ucap Syafira menatap kesal kedua teman barunya


"Enggak. Hahaha..."balas keduanya dengan tertawa


"Ayok kantin!, kenapa disini aja sih?"ajak Melda dan di angguki oleh Farasya


"Gak ah, aku ngantuk. Karna semalem baru sampe jam 2 pagi"keluh Syafira membuat Melda dan Farasya tertawa


"Hahaha, kalo gitu lo ikut kita ke UKS"ajak Farasya


"Gak mau, kan aku gak sakit"balas Syafira polos


"Astaga, lo itu perlu tidur makannya kita anter ke UKS, dari pada tidur di kelas, eh tunggu.."ucap Melda menghentikan ucapannya


"Lo sakit Fira?, kok badan lo anget sih?"tanya Melda dengan meraba dahi Syafira


"Aku gak papa kok, cuma pusing aja. mungkin karna semalem gak bisa tidur, karna dipesawat dan baru sampe juga jam 2 pagi"balas Syafira dengan menumpukan kepalanya dilipatan tangannya


"Ya udah deh, kita ke kantin ya?, kita gak lama kok"ucap Melda lalu berjalan kekantin bersama Farasya


Rafael yang baru saja kembali dari kantin dan melihat Syafira yang tertidur dikelas seorang diri, Rafael masuk kekelasnya dan duduk dibangkunya dengan memasang aerphon ditelinganya dan itu merebahkan kepalanya dilipatan tangannya dengan menatap Syafira yang tertidur


Rafael tersenyum tipis menatap wajah Syafira yang begitu cantik dan imut, rasanya Rafael ingin membawanya gadis ini pulang lalu mengurungnya dikamarnya dan memeluknya sepanjang hari. Entah pikiran dan keberanian dari mana Rafael tersenyum manis dan menyentuh bibir tipis Syafira yang tertidur,tiba-tiba senyum Rafael memudar saat merasakan panasnya nafas Syafira membuatnya mengernyit

__ADS_1


tangannya terulur menyentuh dahi Syafira, dan Rafael terkejut saat baru menyadari wajah Syafira begitu pucat dan suhu tubuhnya sangat tinggi bahkan bibirnya bergetar sekarang, tanpa menggu lama, Rafael menggendong Syafira menuju UKS, dan tindakan Rafael menjadi pusat perhatian semua siswa dan siswi


__ADS_2