Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 29


__ADS_3

Pagi hari yang masih sedikit gelap dan cahaya fajar masuk melalui celah jendela kamar dengan nyanyian merdu burung bersautan dari luar dan bertebrangan kesana kemari mencari apa yang mereka butuhkan, kokok ayam berteriak dengan keras memanggil orang-orang untuk bangun dari tidur nyenyaknya,termasuk sepasang suami dan istri yang masih tertidur


Suara keras dari luar rumah mereka sepagi ini membangunkan mereka berdua dan juga mengejutkan beberapa tetangga yang msih beristirahat dan beraktifitas seperti biasa. Arka turun dari ranjang bersama Hasna di sampingnya, mereka pergi ke luar rumah mencari sumber suara keras tadi,mereka terkejut dan Hasna takut di depan rumahs mereka ada kecelakaan mobil dengan mobil tetangga depan rumah Arka yang mungkin hendak keluar rumah dan mobil dari sebelah kiri menabraknya


"Jihan!!. Ada apa ini?"tanya Arka


"Mobil tetangga depan rumah anda yang hendak keluar dari gerbang rumahnya,di kemudikan oleh supir mereka tewas tuan, karna tertabrak dari arah kanan sopir dan mengenai sang sopir hingga tewas, sementara yang tetangga depan dia hanya patah tulang di tangan kanannya dan juga di kaki kanannya"jelas Jihan kepla penjaga rumah Arka


"Apa penyebab mobil itu menabrak mobil pak Herman?"tanya Arka


"Sepertinya pelaku mabuk dan juga terangsang obat perangsang tuan,hingga membuat dia hilang kesadaran dan juga hilang kendali saat mengendara mobil"jawab Jihan


"Baiklah Jihan terimakasih infomu, tolong keluarkan beberapa anak buah kita untuk membantu pemakaman supir pak Herman dan membantu pak Herman ke rumah sakit"ucap Arka pada Jihan

__ADS_1


"Baik tuan,saya pamit undur diri. Permisi Nona!!"pamit Jihan menundukan kepalanya dan mundur lalu pergi


"Kasihan sekali pak Herman mas, dia udah di tinggal meninggal istrinya dua hari lalu, sekarang dia harus ketabrak dan kehilangan supir pribadinya yang dia anggap keluarga sendiri.Huffh"ucap Hasna merasa kasihan dengan pak Herman dan supir kepercayaannya yang meninggal dengan duduk di sofa sambil menghembuskan nafasnya pelan


"Namanya juga takdir sayang, kita gak tau gimana nanti kedepannya bisa jadi bahagia,bisa jadi di buat menangis. Takdir Allah gak ada yang tau sayang, kita hanya manusia yang hanya menjalani kehidupan di dunia ini pun sebentar, kita gak tau kan takdir kita entah nanti, besok, atau kapanpun itu.Udah gak usah di pikirin, nanti Bebynya tegang" jelas Arka di balas anggukan oleh Hasna


Arka kembali kemarnya untuk bersiap pergi ke kantornya dan Hasna pergi ke dapur menyiapkan sarapan untuk suaminya dan susu hamil untuknya. Kandungan yang semakin bertambah usia bertambah besar, saat ini kandungan Hasna berusia 8 bulan, tinggal 1 bulan lagi dia akan melahirkan anaknya, dia tak sabar menunggu anaknya itu lahir.


"Hai sayang.."sapa Arka menuju ke meja makan menghampiri Hasna yang tengah menyusun makanan untuk sarapan mereka dengan mencium pipi isrinya dari arah samping dan tangan di perut buncit istrinya. Lalu berjongkok turun dan mengecup perut buncit istrinya menyapa anaknya yang sebentar lagi lahir


"Sarapan dulu mas, baru ke kantor"ucap Hasna setelah Arka bangkit dan mereka duduk di bangku meja makan


saat makan tidak ada suara,semuanya hening menikmati sarapan, hanya ada suara dentingan sendok yang mengenai piring,Arka yang sudah selesai makan dia meneguk air putihnya dan mengelap bibir merahnya dengan tisu di depannya.Kebiasaan Arka yaitu setelah makan dia harus minum air putih dan juga memakan buah atau salad untuk pencuci mulut katanya

__ADS_1


"Sayang aku brangkat ya, aku akan pulang agak telat hari ini karna ada meeting dengan beberapa klaien dari Luar Negeri dan juga Luar Kota hari ini. Gak papa kan?"tanya Arka


"Gak papa mas, nanti juga Bunda,kak Arsita dan juga Abian akan kesini kok,jadi aku punya temen deh saat kamu pulang larut nanti"jawab Hasna dengan muka cerianya


"Ok kalo gitu aku brangkat"pamit Arka dengan mengecup dahi dan bibir Hasna di depan para penjaga yang tengah memalingkan wajahnya agar tak menyaksikan adegan uwuw Tuan muda dan Nona mudanya


"Hai anak Papa, Papa kerja dulu ya pagi ini, kamu jangan nakal sama Mama ya sayang, kalo kamu nakal sama Mama nanti Papa hukum kamu sayang"ucap Arka di depan perut buncit istrinya yang sedari menendang saat di ajak bicara oleh Arka, dan saat Arka memberi ancaman seakan bayinya mengerti ucapan Arka,secara tiba-tiba tendangannya berhenti membuah Hasna dan Arka tertawa bersama


"Aku berangkat dulu,kamu hati-hati di rumah ya, kalo ada apa-apa hubungi aku langsung"ucap Arka berdiri menatap istrinya


"Iya mas, aku nanti hubungin kamu kok kalo ada apa-apa,disini juga banyak penjaga jadi kamu tenang aja ok"jawab Hasna dengan mengelus rahang tegas suaminya


"Ya udah aku jalan sekarang, udah hampir jam 7.Bye sayang. Assalamualaikum"ucap Arka masuk kedalam mobilnya

__ADS_1


"Bye mas, Waalaikumsalam"


__ADS_2