Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 42


__ADS_3

Siang harinya adalah acara ulang tahun Abian, semua teman sekolahnya datang membawa kado untuk Abian, entah apa yang pasti isinya bagus dan keren. Abian menatap Arka yang baru saja keluar dari kamarnya dengan kepala di perban dan baju yang sudah berganti, Abian mendekati Arka dengan mata yang berkaca-kaca, dia menatap kepala Arka yang di perban dan tangannya terulur menyentuh dahi Arka


"Tatit ya Om?"tanya Abian yang akan menangis menatap Omnya yang pasti kesakitan


"Enggak kok sayang, nanti juga sembuh kok. Abian jangan nangis dong,Ian kan jagoan Om, jagoan Papa masa nangis sih. Gak ganteng ah, bukan best friendnya Om ah, Om gak suka punya temen yang cengeng kaya Ian"ucap Arka sengaja agar Abian tak jadi menangis


"Ian ndat cengeng Om, Ian ndat nangis. Om teman Ian, Om blesplen Ian, Ian cayang Om"jawab Abian memeluk leher Arka dengan erat dan di balas pelukan oleh Arka


"Om juga sayang sama Ian, ya udah yuk, sekarang kita rayain ulang tahun Ian"ajak Arka dengan menggendong Abian, tapi baru saja naik ke gendongan Arka. Rafa sudah menangis duluan melihat Abian yang di gendong oleh Papanya membuat semua tamu menatapnya gemas


"Wah...wahh, cucu Opa cemburu ini sama kakaknya, apa cucu Opa ini ingin di gendong juga oleh Papanya?, Papa di ambil kakak"goda Ayah Arga membuat tangis Rafa semakin keras dan mengundang gelak tawa dari yang lain, tapi tidak dengan Oma Klarisa


Bunda Klarisa menatap suaminya kesal, bukannya menenangkan cucunya yang menangis,tapi Ayah Arga palah semakin membuat Rafa menangis, Akhirnya Hasna maju mengambil putranya dan menghiburnya dengan mainan, tapi bayi itu tetap menolak mainan dan apapun yang di berikan, bayi itu tetap menatap Papanya yang memangku Abian dan Rafa tetap menangis


"Ian sama Papa dulu ya, Om Arka mau gendong dedek Rafa dulu"bujuk Agam kepada putranya


"Ian mau cama Om Papa"jawab Abian kekeh tak ingin lepas dari Arka


"Dedek Rafanya nangis sayang, nanti dedek Rafanya marah sama Ian,Nanti Ian gak dikasih kado sama dedek Rafa hayo?"ucap Agam mencoba membujuk Abian


"Ian au tado, Ian cama Papa ya Om"jawab Abian lalu turun dari pangkuan Arka


"Iya sayang, Om ke dedek Rafa dulu ya. Bang makasih ya"ucap Arka lalu menghampiri putranya

__ADS_1


"Haiii, anak Papa kenapa hmm?,jagoan Papa cemburu sama Kakak Ian hmm?, Singanya Papa kok nangis sih, gak ganteng ahh"ucap Arka dengan menggendong Rafa sambil menghapus air mata putranya yang masih mengalir dengan isakan kecil yang masih keluar


"Mas, makan dulu gih. Kamu kan belum sarapan tadi"ucap Hasna membawa piring dengan lauk pauk yang sudah disiapkan


"Nanti aja sayang, Anak aku lagi mau manja sama Papanya dulu. Kamu juga belum makan kan?"jawab Arka lalu bertanya kembali kepada istrinya


"Aku udah makan puding tadi"ucap Hasna dengan meletakkan piring yang di pengangnya ke meja di sampingnya


"Rafa sama Mama yuk, Papanya makan dulu ya"bujuk Hasna pada Rafa, tapi anaknya itu menolak untuk melepaskan pelukkannya


"Ya udah kalo Rafa gak mau, Biar Papa makannya di suapin aja ya?"ucap Hasna dan dengan senang hati Arka menerimanya


"Nana,Arka. Ayok kumpul ulang tahun Abian mau di mulai"ucap Arsita yang sudah berkumpul bersama yang lain


"Kita kesana sayang"ajak Arka dengan menggandeng istrinya


Acara di mulai dengan doa dari seorang ustadz yang di undang untuk mendoakan Abian serta membuka acara ulang tahun, lalu dilanjut dengan menyanyikan lagu bersama anak-anak dengan meriah dan tiup lilin dan potong kue ulang tahun. Abian memberikan kue pertama untuk Mamanya dan di lanjut Papanya dan disusul Arka dan Hasna serta yang lainnya terakhir.


Abian yang sedang bergembira dia tertawa bahagia dan berlari kesana kemari bersama teman-teman yang yang lainnya. Rafa yang ada di gendongan Arka dia menggerakkan kakinya dan tangannya dan ikut tertawa karna melihat Abian dan teman-teman nya berlari dengan tertawa


"Ian duduk nak, ini hadiahnya di bagi buat teman-teman Ian dan anak yatim piatu juga"ucap Arsita mengangkat bingkisan yang sudah terbungkus rapi


"Iya Mama"jawab Abian dan duduk disamping Rafa yang tengah memakan Kuenya

__ADS_1


"Dedet Yapa yapey ya. matannya came pipi Om"ucap Abian yang melihat Rafa yang belepotan


"Iya sayang,biarin aja nanti Om yang bersihin"jawab Arka mengambil tisu


Pembagian bingkisan dan sebuah amplop yang berisi uang seratus ribuan mereka berikan kepada anak yatim dan beberapa baju yang lama tak terpakai terutama milik Arsita. Mereka ingin mengajarkan kepada anak mereka tentang artinya berbagi dan tak membedakan derajat dan kasta dari orang lain


Malam harinya Rafa yang sudah tertidur pulas bersama dengan Vito dan Damar dalam 1 kamar,orang tua mereka masuk ke kamar mereka masing-masing. Arka pergi kekamar mandi, dan Hasna dia ke lemari baju mengambil baju tidurnya untuk malam ini. Arka keluar dari kamar mandi melihat istrinya yang tengah berbaring sambil memainkan cincin gioknya, Arka tau pasti istrinya tengah berkomunikasi dengan kakek Nicholas


setelah selesai, Hasna membuka matanya dia melihat ke arah suaminya yang tengah duduk bersandar di sandaran ranjang,Hasna ikut duduk di sandaran ranjang lalu menatap suaminya dengan serius menbuat Arka menatapnya dengan serius juga


"Kenapa sayang?"tanya Arka pada Hasna yang masih menatapnya


"Kakek bilang, Carlos akan datang saat putra kita genap 2 tahun nanti, dia berusaha untuk mengambil putra kita dan di bawa ke alam gelapnya"jawab Hasna dengan serius


"Kamu percaya sama anak kita. Dia anak yang hebat dia bahkan bisa melawan Richo dengan kekuatan yang di milikinya dengan kalung dan gelang yang di beri kakek Nicholas untuk melindunginya, pasti putra kita akan aman sayang. Kau tenang saja ya, kita akan bantu putra kita, semampu dan sekuat kita hmm?"ucap Arka dengan memeluk istrinya memberikan ketenangan


"Iy mas"jawab Hasna lalu melepas pelukkannya


"Ya udah sekarang tidur ya, udah malem"ucap Arka di balas anggukan oleh Hasna


mereka membaringkan tubuhnya di ranjang, dan saling berpelukkan, setelah merasa istrinya tertidur, Arka menarik selimut sampai batas dadanya dan menutupi tubuh kecil istrinya ,dia juga ikut memejamkan matanya karna mengantuk


"Good Night sayang"ucap Arka mengecup pucuk kepala istrinya lalu Ikut tidur

__ADS_1


__ADS_2