
Setelah hujan reda, serta jalanan kembali lengang. Mereka bergegas kembali ke hotal untuk beristirahat disana selama 1 hari, dengan kondisi tubuh yang belum vit setelah selesai berperang melawan sang raja kegelapan
Kakek Nicholas saat ini memilih untuk satu mobil dengan Hasna, karna dia harus menjaga cucunya itu dari makhluk asap hitam itu. Ingatannya kembali berputar, dimana saat Rafael mengatakan mahkluk asap hitam itu mencoba masuk keperut Hasna, membuat kakek Nicholas takut sekarang. Jangan sampai apa yang diucapkan mendiang ayahnya terjadi kepada cucunya saat ini
Flashback On
"Nicho?"panggil Ayah Nicholas, atau Raja Frennaes
"Ya Ayah?, kau memanggil ananda?"tanya Nicholas remaja
"Kapan kau akan menikah putraku?, kini umurmu sudah memasuki usia dimana kau pantas untuk menikah. Umur 128 tahun adalah umur yang sudah matang untuk kau menikah. Kenapa kau begitu betah menyendiri seperti ini?"tanya Raja Frennaes
"Maafkan ananda Ayah. Ananda belum siap untuk membangun bahtera rumah tangga saat ini. Ananda takut Ayah, jika nanti istri ananda akan mengkhianati ananda sama halnya dengan Ibunda, hingga membuat Ayah jatuh sakit seperti ini. Ananda takut akan kecewa dan sakit hati Ayah"balas Nicholas dengan memeluk raja Frennaes
"Ouh putraku. Tidak semua wanita sama dengan Ibundamu sayang, banyak wanita diluar sana yang tulus mencintai dirimu dan mau menerimamu sebagai suaminya. Jangan ingat kenangan menyakitkan Ayahmu ini ketika bersama dengan Ibundamu nak. Ayah begitu bodoh saat itu, sehingga wanita itu tega meracuni Ayah dan berniat membunuhmu.Tapi ingat satu hal putraku!"ucap raja Frennaes dengan mengangkat kepala Nicholas untuk menatapnya
"Ingat apa Ayah?"tanya Nicholas dengan menghapus air matanya
"Menikahlah nak, setidaknya berilah Ayah keturunan darimu. Biarkan anak itu tumbuh sesuai takdir yang telah ditentukan. Bawa mereka menemui sang raja gelapan untuk menghabisinya, hanya mereka yang bisa menghabisi raja kegelapan sampai hancur, karna itu takdir mereka, dan ingat pesan Ayah Nicho!.
Jika antek-antek raja gelepan ada yang masih hidup saat selesai perang nanti, berhati-hatilah nak, dia sedang mengincar rahim cucumu nanti untuk dijadikan anaknya. Setelah anak itu lahir, dia akan menggantikan sang raja gelepan, dan kekuatan jahat kembali lagi dan menghancurkan keturunan Ayah"jelas raja Frennaes
"Maksud Ayah aku akan hidup abadi?, dan aku bisa memiliki keturunan sampai raja gelepan yang jahat itu mati?"tanya Nicholas antusias
"Kau benar nak, tapi kau harus mati sekali untuk kau bisa abadi. Cucu laki-laki sulungmu, dari gadis garis keturunanmu dan reinkarnasi raja langit Nathan Sky lah yang bisa membunuh Carlos. Hanya dia yang bisa membunuh Carlos dengan pedang milik Nathan Sky, Berhati-hati dan jagalah cucu Ayah,dan ingat pesan Ayah tadi, jangan sampai dia melahirkan calon raja kegelapan untuk menghancurkan kedamaian didunia ini. Jaga cucu Ayah Nicho, jaga dia"ucap Raja Frennaes lalu lenyap seketika
"Ayahhhhh!!!!!"tariak Nicholas melihat Ayahnya telah tiada
"Aku berjanji Ayah, aku akan menjaga semua keturunanku, meski aku harus mati sekalipun, Aku akan hidup kembali demi mereka. Aku berjanji padamu"ucap Nicholas dengan memeluk jubah Ayahnya yang tergeletak di ranjang
Flashback Off
Sampainya di hotel, kakek Nicholas tetap melamun mengingat pesan Ayahnya untuk menjaga cucunya, yaitu Hasna dan benar ucapan Ayahnya, jika rahimnya sedang diincar oleh makhluk asap hitam itu untuk dijadikan raja kegelapan. Ahh..****. Sungguh ini membuat dia pusing dan rasanya ingin tidur di istananya saja
"Kakek?"panggil Rafael yang sedari tadi mengoceh kepada kakek Nicholas tapi tak mendapat balasan apapun darinya
"Kakek!!"pekik ketiga bocah itu,membuat kakek Nicholas terkejut
__ADS_1
"Sial!!.. untung aku tidak jantungan. Hufh..."umpat kakek Nicholas dalam hati dengan mentralkan jantungnya yang berdetak tak karuan karna terkejut
"Kenapa?,ada apa kalian memanggil kakek sampai mengejutkan kakek hmm?"tanya Kakek Nicholas ikut turun dari mobil. Baru saja turun dari mobil, sudah banyak wanita yang memekik melihat ketampanan kakek Nicholas
"Kenapa kakek melamun dali tadi?, kita panggil-panggil ndak nyaut?, apa telinga kakek lusak atau putus sambungannya?"tanya Rafael membuat kakek Nicholas mendelik
"Sembarangan kalo ngomong, kakek ini tidak tuli, tidak rusak juga telinganya. Kalian tidak perlu berteriak begitu"ketus kakek Nicholas dibalas kekehan oleh ketiga bocah itu
"Atek atang uyan ya aya Mama?"tanya Medina membuat kakek Nicholas semakin mendelikkan matanya, membuat ketiga bocah itu berlari menghampiri Mama mereka
"Mama....ada hantu malah"pekik Rafael memeluk pinggang Hasna dan bersembunyi disana di susul oleh Angga dan Medina membuat Hasna terkejut
"Astaga kalian ini...Kenapa sayang?, ada hantu dimana hmm?, ini kan hotel, mana ada hantu"ucap Hasna melangkah dengan kesusahan, karna Angga dan Medina bergelayut disana
"Ya Allah anak-anak. Kalian ini kenapa sih?, Mama kan gak bisa jalan sayang kalo kalian gitu!"ucap Arka yang melihat ketiga anaknya yang menempel seperti besi pada magnetnya
"Gak tau nih mas, tiba-tiba turun dari mobil udah lari langsung kaya gini lagi. Katanya ada hantu diluar"balas Hasna dengan melepas pelukkan ketiga anaknya ditubuhnya, setelah lepas. Hasna langsung pergi ke kamar mandi. Jawaban istrinya barusan membuatnya mengernyitkan dahinya,bingung
"Ada hantu dimana memangnya?"tanya Arka yang penasaran
"Tadi diluar Papa, dia melotot sama kami, makanya kami lali"jawab Rafael dengan tertawa, lalu tak lama kakek Nicholas muncul dengan membawa 2 cangkir kopi, berniat berbicara 4 mata dengan Arka. Ehh..dia dibuat terkejut melihat anak-anak disana
Arka mengikuti arah tangan ketiga anaknya, dan melihat disana kakek Nicholas berada yang sedang melotot dengan memegang 2 cangkir kopi. Seketika tawa Arka pecah, dia baru paham sekarang, siapa hantu yang ketiga anaknya maksud
"Jadi...jadi kakek yang mereka maksud hantu?. Hahahah..."tawa Arka bersama dengan ketiga anaknya
"Tertawa saja terus...tertawa sepuas kalian. Aku akan pergi dari sini. Ini kopi untukmu, temui aku di kamar Abraham"ucap kakek Nicholas dengan kesal lalu menghilang dari sana
Arka dan ketiga anaknya masih saja tertawa, dengan wajah kesal kakek Nicholas barusan semakin membuat mereka tertawa keras. Hasna yang mendengar pembicaraan dan tawa mereka hanya geleng kepala, kasihan sekali kakek Nicholas dijadikan bahan lawakan oleh anak-anak
"Mas?"panggil Hasna yang sudah rapih dengan baju tidur panjangnya, dan anak-anak sudah kembali ke kamarnya
"Kenapa?"balas Arka dengan menarik Hasna kepangkuannya
"Kamu gak ke kamar Opa?, tadi kakek minta mas ke sana, Tapi gak tau mas denger atau enggak, karna mas masih aja ketawa sama anak-anak"ucap Hasna membuat Arka terkejut
"Ah...benarkah sayang?, Ya Allah aku gak tau kalo kakek manggil aku, pantes aja kakek buatin kopi untuk aku. Pasti dia mau bicaraain soal penting sama aku, aku pergi dulu ya ke kamar Opa, bye honey"ucap Arka dengan cepat lalu pergi begitu saja
__ADS_1
Sampainya dikamar Opa Abraham. Arka mengetuk pintu kamar itu, dan kebetulan sekali, Kakek Nicholas yang membukanya dan mempersilahkan dia duduk. Arka duduk di sofa dekat ranjang bersama dengan kakek Nicholas sementara Opa Abraham duduk di tepi ranjang
"Ada apa kakek memintaku kemari?, aku yakin ada hal penting yang ingin kakek sampaikan bukan?"tanya Arka dengan menebak
"Kau benar Ka. Aku ada berita penting yang ingin aku sampaikan pada kalian terutama kau Arka, tentang Lia"ucap kakek Nicholas membuat Arka menegang seketika saat nama Lia disebut, ada apa dengan istrinya
"Nana kenapa kek?"tanya Arka kepada kakek Nicholas dengan menggoyangkan bahunya
"Lia dalam bahaya Ka, dia sedang diincar makhluk asap hitam itu. Terutama rahimnya"jawab kakek Nicholas membuat Arka terkejut
"Bagaimana bisa makhluk itu masih ada Kek?, bukankah kita sudah menghancurkan mereka saat itu dan istananya juga hancur berkeping-keping, bahkan pulaunya berubah seperti semula"sangkal Arka dengan menatap khawatir tentang keadaan istrinya
"Aku juga tidak tau Ka, aku ssmpat berpikir. Apa mungkin ada salah satu makhluk yang berhasil lolos atau bahkan tidak ada saat peperangan itu, bisa jadi dia sedang keluar pulau, sehingga dia sendiri yang masih berkeliaran dan berniat membangkitkan raja kegelapan lagi"jelas kakek Nicholas
"Lalu kita harus apa Nicho?, bagaimana cra kita bisa mencegah itu terjadi?"tanya Opa Abraham yang juga ikut takut dengan keselamatan cucu menantunya
"Hanya 2 pilihan penangkalnya"jawab kakek Nicholas dengan mata menatap lurus kearah kaca
"Apa kakek? apa?, bagiamana caranya?"tanya Arka antusias
"Kalung milik Rafael, apa kau ingat saat dikedai kopi waktu itu, saat asap hitam itu akan masuk keperut Lia dan Rafael lemempar kalung miliknya, dan asap hitam itu menjerit lalu menghilang"jelas kakek Nicholas
"Ya aku ingat kakek, kau benar. Tapi apa aku harus mengambil kalung kesayangan dan pelindung untuknya?"tanya Arka kepada Kakek Nicholas
"Tidak jangan, Rafael akan melemah kondisi fisik dan organnya jika dia memberikan kalung itu pada Lia. Hanya satu pilihan kali ini"ucap kakek Nicholas dengan menatap Arka
"Darahmu"balas kakek Nicholas menatap Arka dengan serius
"Apa kau bercanda Nicho?"tanya Opa Abraham tidak suka
"Aku berbicara fakta Abra, darahnya lah yang bisa mencegah kehamilan mahkluk itu dirahim Lia, karna Arka titisan Nathan Sky, hanya dia yang bisa selain kalung milik Rafael"balas kakek Nicholas
"Aku siap kakek, apapun demi istriku tetap selamat"balas Arka dengana lantang, membuat keduanya menoleh
"Kau yakin Ka?"tanya Opa Abraham
"Aku yakin Opa ,demi keselamatan Nana, aku rela mati asal dia tetap selamat"balas Arka membuat kakek Nicholas terkekeh
__ADS_1
"Kau tidak perlu mati bodoh, cukup teteskan darahmu pada minumannya saja. Cukup satu tetes saja. Tapi kau akan melihat istrimu kesakitan nanti saat darah itu masuk keperutnya dan mengalir kerahimnya dengan sendirinya karna darah sucimu dan darahmu sedang melawan benih jahat makhluk itu untuk berkembang"jelas kakek Nicholas
"Bersiap malam ini Arka, istrimu akan ditanam benih oleh makhluk itu saat dia tidur, dan kau siapkan sirup merah yang sudah tercampur dengan darahmu, supaya Lia tak curiga"lanjutnya dan di angguki oleh Arka dan kembali kekamarnya