Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 11


__ADS_3

Dengan tawa mereka melihat tingkah Arka yang menangis karna omelan dan ejekan sang kakak,lain dengan Hasna dia kemudian tersenyum getir mengingat kelurganya yang entah kemana, membuatnya iri dengan lengkapnya keluarga Arka dan bahagianya mereka, tapi tidak dengannya.


Melihat senyum getir calon menantunya, Bunda Maria mendekati Hasna."Kenapa sayang? "tanya bunda Klarisa membuat semua yang di sana beralih menatap Hasna


"Gak papa bund, aku hanya bingung dengan diriku sendiri, apa aku punya keluarga atau enggak? "jawab Hasna dengan metikkan air mata dan segera di hapusnya


"Sayang keluargamu kan sekarang kami, meski kau belum menjadi istri Arka,tapi kami menganggap mu sebagai keluargamu, dan kamu menjadi putri terakhir di keluarga kami"ucap bunda Klarisa dengan membawa Hasna kepelukannya lalu mengecup pucuk kepala Hasna dengan sayang,dan di jawab anggukan dengan sisa tangisnya oleh Hasna


"Ya sudah biarkan Hasna istirahat sementara di sini sampe besok beleh Hasna kembali ke kontrakannya"ucap Ayah Yoga lalu meminum teh hangatnya


"Arsita tolong bawa Hasna ke kamar di sebelah kamarmu yah, biarkan dia beristitahat di sana untuk hari ini lagian ini sudah malam, Arka dia mungkin masih ngambek dan melupakan Hasna"lanjut Ayah Yoga meminta Arsita membawa Hasna

__ADS_1


"Iya Ayah, ayok na!"ajak Arsita dengan menggendong Abian,dan di balas anggukan dengan senyum cantiknya


mereka naik ke lantai dua menuju kamar untuk Hasna, setelah sampai mereka masuk dan Arsita menjelaskan seisi kamar tersebut agar Hasna tidak kebingungan.


"Nah semuanya udah lengkap di kamar ini,dan kamu tingal istirahat aja dengan tenang dan mimpi indah, lusa kami akan datang kerumahmu dengan tujuan baik kok.Ya udah sekarang kamu istirahat.Abian pamit sama ounty sayang! "ucap Arsita.Abian berjabat tangan dengan ounty itu dan berpamitan


"Oty, ian bobo duyu yah?, ecok ayan-ayan ama ian yah oty"ucap Abian dengan bahasa cedalnya


"Iya sayang, mimpi indah ya ganteng, selamat malam sayang"ucap Hasna dengan mencium kening dan pipi gembul Abian


Hasna duduk di sisi ranjang, dan menatap sekeliling kamar, dia tidak pernah membayangkan sebentar lagi akan menjadi anggota keluarga di rumah ini, dia akan menjadi menantu dari kelurga terkaya di Asia dengan segala kekayaannya. Hasna menerawang jauh kehidupan dlu sebelum bertemu dengan Arka, hidupnya penuh dengan tangis, luka,cacian,hinaan dari orang terdekat bahkan tetangganya sendiri menghinanya.

__ADS_1


karna dari keluarga tak punya hanya sebagai penjual asinan. Tapi sekarang semuanya akan berubah dia akan menikah dengan Arka lelaki idaman semua wanita, bukan hanya sekedar tampan tapi juga hartanya yang bergelimang. Namun itu semua tak pernah Hasna harapkan,Hasna hanya berharap keluarga yang tulus dan benar-benar menyayanginya.


waktu azan subuh berkumandang, Hasna bangun dari tidurnya, dia pergi ke kamar mandi dan berwudhu, lalu sholat subuh. Selesai sholat Hasna memilih mandi sebentar selama 10 menit dia keluar, dan berjalan kearah lemari pakaian, dia di buat terkejut dengan isi lemariny, kenapa semuanya pakaiannya kaos pendek dan celana hotpand, dia bertanya pada salah satu pembantu ternyata dlu adalah kamar Arsita ketika masih kecil hingga sebelum menikah, pantas sekarang menggunakan dress di bawah lutut.


pelayan kembali membawa baju lengan panjang serta kemeja tanpa lengan dan juga celana culotte dan hijab senada dengan pakaiannnya terlihat feminim dan elegan.


Hasna melangkah turun ke dapur dan membantu para bibi di sana, sebenarnya mereka menolah Hasna untuk membantu mereka, pasti tuan muda akan mengomeli mereka nanti, tapi mau tidak mau harus mau, karna Hasna yang memaksa untuk membantu dan bilang Arka pasti tidak marah.


disaat sedang asik-asiknya memotong buah-buahan untuk di buat salad, Abian datang kedapur mengejutkan Hasna yang membuat jadi telunjuknya teriris pisau, dan Arka melihat itu segera berlari ke Arah Hasna


"Sayang...kamu gak papa?"ucap Arka lalu menghisap jari itu membuat Hasna terkejut dengan tindakan Arka, dan Arka dengan muka paniknya menggendong Hasna ke arah sofa dan di susul Abian di belakangnya

__ADS_1


"Oty, maap, ian nakal cama oty.Om maap, ian utah bitin oty catit, maap om,oty"ucap Abian dengan muka menyesalnya sudah mengagetkan ountynya hingga terluka dan membuat om nya marah


"Gak papa sayang, udah yang jangan nangis, bukan salah Bian kok, bian kan gak sengaja tadi"ucap Hasna mencoba menenangkan Abian yang akan menangis


__ADS_2