
Mereka kembali ke rumah, dan saat akan ke dapur,Hasna merasakan mulas yang teramat di perutnya dan bagian bawah perutnya, dia merasa sepertinya anaknya akan lahir. Abian yang melihat Ountynya kesakitan bertanya
"Oty ndak papa?"tanya Abian dengan menatap Hasna
"Ounty gak papa sayang,cuma dedek bayinya mau keluar"jawab Hasna lalu beralih menatap Arka
"Sebentar sayang, aku ambil barang-barang di kamar, Bunda tuntun Hasna ke mobil aku akan nyusul sebentar"pinta Arka lalu berlari ke kamarnya
"Ayo sayang,pelan-pelan aja. Tarik nafas....Buang... tarik lagi... buang lagi... ya.. tenang... gak boleh panik ya.."ucap Bunda Klarisa hingga di mana Arka masuk ke mobil dan mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata
Sampainya di rumah sakit Arka mengambil kursi roda dan menggendong istrinya lalu dudukan di kursi roda, dan di dorong ke dalam ruang bersalin, dokter masuk dan memeriksa jalan lahirnya,dan baru pembukaan 8 kurang 2 lagi
hingga waktu berlalu pukul 11 siang,pembukaan sudah lengkap, kini saatnya Hasna untuk melahirkan anaknya yang seperti tak sabaran untuk melihat dunia, dengan mengikuti intruksi dari dokter dan di dampingi suaminya membuat Hasna merasa lebih tenang dan bisa melewati masa di mana dia harus berjuang hidup dan mati untuk buah hatinya agar bisa melihat indahnya ciptaan Allah
"Ayo bu, kepalanya sudah terlihat..sedikit lagi"ucap dokter tersebut
"Ayo sayang, kamu pasti bisa...aku sayang kamu.. semangat sayang untuk anak kita. I Love You "ucap Arka lalu mengecup dahinya membuat Hasna memejamkan matanya merasakan ciuman hangat suaminya
" Ayo bu, 1...2...3...."ucap Dokter lalu Hasna mengejan sekuat tenaga dan akhirnya terdengar suara tangis bayi yang menggema di seluruh ruangan tersebut,
Arka langsung mencium seluruh wajah Istrinya yang sedang mengatur nafasnya dengan meteskan air matanya Arka mengambil tangan istrinya yang menangis juga lalu di kecup punggung tangan itu lalu memeluknya erat
"Makasih sayang!!,makasih kamu udah mau berjuang untuk anak kita.Makasih banyak untuk semuanya.. Aku cinta kamu. Love You"ucap Arka dalam pelukannya
"Lobe You Too mas"jawab Hasna dengan lemah dan dalam tangisnya
__ADS_1
"Permisi pak,bu.Ini anak kalian laki-laki, silahkan langsung di Adzankan dan di beri ASI ya bu?"ucap suster memberikan bayi mereka pada Arka
"Makasih sus"ucap Hasna
"Sama-sama bu, pak permisi"pamit suster lalu pergi dari ruangan tersebut
Hasna di pindahkan ke ruang rawat dan di sana sudah ada Ayah Arga, Oma Puspa, Opa Abraham dan juga Bunda Klarisa yang bergantian menggendong baby boy tersebut dengan bahagia setelah di beri ASI oleh ibunya
"Ihh cucu siapa sih ini ganteng banget hmm"ucap Ayah Arga pada cucunya dan bayi itu tersenyum seakan mengerti apa yang di ucapkan kakeknya
"Ouhh cucu Opa tersenyum hmm,kau begitu mirip dengan Papamu itu. Cucu tampannya Opa yang gembul"ucap Ayah Arga kembali menatap cucunya yang tampan dan gembul itu
"Hai Arga, bisakah kau berikan cucuku itu padaku, aku juga ingin menggendongnya"rengek Opa Abaraham membuat seisi ruangan tertawa
"Baiklah...baik Papa"jawab Ayah Arga memberikan cucunya pada Papanya
"Namanya Rafael Dirga Rafrendra"jawab Arka yang memang sudah menentukan nama untuk anaknya saat masih di.kandungan berusia 8 bulan
"Nama yang bagus nak, kita panggil Rafa saja"ucap Oma Puspa
"Kita setuju. Hai baby Rafa"jawab Bunda Klarisa dan memanggil cucunya yang tersenyum seakn tau itu namanya
Saat sedang di ajak bercerita oleh Opa Abraham dan Oma Puspa tiba-tiba Baby Rafa menangis kencang, dan langsung membuat kedua lansia tersebut terkejut dan bingung bagaimana menenangkannya
"Mas bawa Rafa kesini, mungkin dia haus"ucap Hasna lalu duduk di ranjangnya
__ADS_1
"Anak Papa haus ya hmm?"tanya Arka pada anaknya yang masih menangis membuat wajahnya yang merah semakin merah
"Ya udah kita ke kantin ya, mau beli makan malam, kamu mau nitip ka?"tanya Opa Abraham
"Ahh engga usah Opa, aku udah makan sama Bunda tadi. Nanti juga Bunda ke sini bawa makan malam kok"jawab Arka
"Baiklah kita ke kantin ya"pamit Opa dan Oma dan di angguki oleh Arka
Arka yang melihat anaknya yang begitu semangatnya mendapatkan makanannya, dia gemas sendiri dengan tingkah anaknya itu yang terlihat seperti sangat ke hausan dengan perlahan mulai memejamkan matanya karna mengantuk
Dengan usilnya Arka mencolek pipi anaknya yang cubby seperti Mamanya itu, dan juga menarik ****** istrinya dari mulut beby Rafa dan membuat bayi itu menangis kembali
"Mass ihh!!,jangan dong.Anaknya nangis lagi ini"ucap Hasna kesal pada Arka
"Sebentar doang sayang, nanti juga dia bakal diam sendiri"jawab Arka dan kembali menarik ****** istrinya
"Masss... kasihan anak kamu udah ngantuk,udah ah gak usah di usilin,nanti aja kalo dia udah bangun"ucap Hasna mutlak membuat Arka menghentikan aksinya lalu menatap istrinya
"Kenapa?"tanya Hasna
"Makasih ya, kamu udah mau melahirkan anak aku, kamu udah mau berjuang buat dia makasih juga udah hadir di hidup aku hingga sampai di titik ini"jawab Arka dengan menghapus air matanya karna terharu
"Aku juga makasih sama kamu, karna udah memberikan kesempatan untuk aku hidup bersama kamu, menjadi istri dan ibu dari anak kamu"ucap Hasna lalu merentangkan tangannya dan Arka langsung masuk ke pelukan istrinya
"Love You"ucap Arka
__ADS_1
"Love You Too"Jawab Hasna di sela pelukan mereka