
Sampainya dia dirumah utama, Arka langsung membawa kedua putranya ke kamar miliknya dulu. Hasna merebahkan Anggara di ranjang dan dia pergi ke kamar mandi untuk mengganti bajunya karna Anggara muntah hingga mengenai bajunya, setelah keluar dari kamar mandi, Hasna berniat menghampiri Rafael yang masih tertidur dan ingin mengganti bajunya. Tapi saat melihat diranjang dia terkejut panik, bagaimana tidak Rafael yang tertidur di ranjang dan hanya ditinggal 5 menit ke kamar mandi,anak itu sudah tidak ada di ranjang
"Loh mas...mas Arka!!"teriak Hasna memanggil Arka yang sedang menidurkan Anggara di balkon kamarnya
"Kenapa sih sayang, Angga bangun lagi ini denger suara kamu?"tanya Arka kepada Hasna yang terlihat panik
"Rafael kemana?"tanya Hasn dengan panik
"Dia tidur di ran.."ucapan Arka berhenti ketika melihat ranjang kosong dan anak pertamanya hilang
"Loh Rafael kemana?"tanya Arka yang mulai ikut panik
" Kan aku tinggal ke kamar mandi sebentar, setelah aku balik Rafa engga ada di ranjang, dia kemana. Gak mungkin kan Rafa jalan sendiri secara dia masih sakit"jawab Hasna mulai panik
"Tenang dulu sayang,coba kita keluar dulu ya, Siapa tau Bunda atau yang lain bawa Rafa"ucap Arka menenangkan Istrinya
mereka keluar dari kamar dan melihat seisi rumah kosong, bahkan para maid yang biasa bolak-balik tak terlihat, para penjaga juga sepi. Kemana semua orang, kenapa keadaan rumah sangat sepi sekali
"Mas, semua orang kemana?,Rafa mana mas?"tanya Hasna yang sudah berkaca-kaca karna tak menemukan anaknya
"Sabar sayang, kita keliling lagi ya cari yang lain. Kamu sambil telfon yang lain ya, siapa tau mereka pergi"jawab Arka dengan mengelus pipi Hasna karna istrinya sudah menangis
Mereka berkeliling rumah tapi tak menemukan satu orang pun disana, dan saat mereka sampai di taman belakang,mereka di buat bingung dengan keadaan lampu taman belakang cukup gelap menyusahkan mereka untuk melihat sekeliling. Arka merasa ganjal dengan apa yang terjadi disekitarnya,tak biasanya orang-orang belum menyalakan lampu taman belakang saat waktu hampir petang, dan kondisi rumah begitu sepi. Apa yang terjadi?,batin Arka
baru akan melangkah,mereka dikejutkan dengan suara kembang api dan juga terompet dari arah belakang mereka. Lampu seketika menyala dengan terlihatnya semua anggota keluarga berseta para maid dan penjaga yang ikut bersama mereka semua
__ADS_1
"Happy Anniversary ke 2 tahun kalian"teriak semuanya dan di langit pun bertebaran kembang api bertuliskan Happy Anniversary ke 2 tahun Arka ♥ Hasna
"Kalian yang...?"ucapan Arka terpotong saat sang Bunda memeluk mereka dan mencium kening keduanya
"Selamat ulang tahun pernikahan yang ke-2 nak, Bunda berdo'a. Semoga rumah tangga kalian selalu di lindungi Allah,selalu diberikan kebahagiaan, selalu menjadi pasangan yang romantis dan saling mencintai serta melengkapi,dan semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah hinfmga sekarang hadir 2 malaikat kecil di antara kalian. Semoga mereka menjadi pengikat hubungan kalian hingga Allah yang mengizinkan memisahkan kalian berdua. Aminn"doa Bunda Klarisa lalu memeluk kedua anaknya
"M-makasih Bunda, makasih untuk semuanya. A-aku gak bisa ngomong apa-apalagi dengan semua ini, aku cuma bisa ngomong. Makasih banyak, makasih"ucap Hasna memeluk kedua mertuanya dan juga kedua kakak iparnya dan tak lupa mencium punggung tangan mereka dan Opa Abraham
"Sama-sama kesayangan kita"jawab semuanya kompak
"Rafael juga ikutan sama mereka hmm?,mau bikin Mama jantungan ya?"tanya Hasna kepada putranya dan langsung Rafael berjalan pelan kearahnya dan mencium pipi Mamanya juga Papanya
"Ceyamat uyang aun Mama, Papa"ucap Rafael dengan bahasanya yang meski kurang jelas
"Ya udah sekarang kita potong kue dan kota lanjut makan malam sekalian"ucap Ayah Arga
"Baik Bosss"jawab semuanya lalu tertawa bersama
"Happy Anniversary Sayang"ucap Arka lalu mencium dahi Hasna sayang
"Happy Anniversary juga mas, Makasih karna udah menjadi laki-laki terhebat untuk aku, menjadi Papa yang baik untuk Rafael dan Anggara, menjadi perusai, kekuatan dan ketenangan untuk aku. Makasih karna sudah menjadi laki-laki terhebat dan laki-laki terbaik menjadi pedoman untukku"balas Hasna dengan menumpahkan air matanya
"Itu udah jadi tanggung jawab aku,kewajiban aku, hak aku untuk selalu ada untuk kamu,menjaga kamu,lindungin kamu, mencintai dan menyayangi kamu. Aku mencintai kamu tulus dan aku akan tetap menjadi laki-laki yang terbaik untuk kamu dan Papa terbaik untuk kedua anak kita. Aku sudah berjanji dihadapan Allah hingga maut menjemputku, aku akan selalu setia dan menemani sampai Allah memisahkan kita. I Love You sayang"ucap Arka lalu memeluk Hasna yang menangis di pelukkannya
"I Love You too more"jawab Hasna lirih
__ADS_1
"Ouhh ayolah!!, bisa gak sih romantis-romantisannya sama sedih-sedihnya nanti aja. Kita ini mau makan bukan mau lihat drama percintaan kalian"ucap Aryo lalu mendapat jitakan didahinya oleh Adhi
"Makan aja pikiran lo, mereka itu lagi menumpahkan rasa cinta mereka mumpung sekarang hari ulang tahun pernikahan mereka, jadi lo lebih baik makan nih sdmua makanan biar roti sobek lo hilang sekalian"sanggah Adhi karna kesal dengan sifat sahabatnya yang satu ini
"Ehh..gak boleh gitu dong, roti sobek gue gak boleh hilang, gak lucu banget seorang Aryo kehilangan roti sobeknya"jawab Aryo memegang perutnya
"Ya maka dari itu, lo gak usah makan terus pikirannya"ejek Adh
"Iya...iya...gue gak akan makan banyak lagi, rewel banget lo kaya bini gue"jawab Aryo dan langsung menutup mulut dengan mata membola, dia baru saja keceplosan. Sialan!!
"Ngomong apa tadi?"tanya Dinda dengan melangkah kearah Aryo dengan wajah yang sudah seperti singa siap menerkam
"Gak papa sayang, akukan cuma ngomong kalo aku sama aja kaya kamu yang suka makan, kan kamu hamil dede bayi"bohongnya karna takut tak diberi jatah
"Beneran?"tanya Dinda memicingkan matanya karna tak percaya
"Iya sayang"jawab Aryo dengan mencium bibir Dinda dan memeluknya
"Heh ada anak kecil, gila lo bikin virus untuk kesehatan otak mereka"zengut Adhi yang sudah sangat sebal dengan Aryo
"Dihh, dia kan bini gue, kenapa lo sewot banget sih dari tadi kaya cewek PMS aja tau gak, emosian mulu"ucap Aryo dan tanpa sadar memancing amarah Adhi
"Lo....!!"ucap Adhi dengan menunjuk wajah Aryo dengan muka yang sudah merah, Aryo yang melihat itu bergidik ngeri, dia sadar jika ilmu bela diri yang dia miliki tidak sebanding dengan Adhi apa lagi Arka yang lebih hebat dari mereka
"Sabar Dhi...sabar.., ini anak emang gitu, tapi lo harus sabar banyak anak-anak disini"ucap Arka dengan menepuk pundak Adhi untuk bersabar, dan yang lain hanya cekikikan karna geli dengan tingkah mereka yang seperti anak kecil
__ADS_1