
Malam hari ini, Hasna duduk di ranjang rumah sakit dengan menggendong beby Rafa yang sulit untuk malam ini tertidur, hari kemarin masih bisa tidur saat jam 7 malam, ini hingga pukul 11 malam, beby Rafa tak ingin memejamkan matanya hanya asik memainkan lidah dan juga menatap kedua orang tuanya
"Anak Mama kenapa hmm?,kok gak mau tidur malam ini?.Tidur ya sayang udah malam nak"ucap Hasna dengan menimang anaknya tapi bayi itu tetap saja tak mau memejamkan matanya
hingga Arka masuk sehabis pulang mengambil bajunya,dan melihat istrinya yang masih mengajak anaknya berbicara lalu matanya melirik ke arah jam dinding yang terpajang sudah jam set 12 malam tapi anaknya masih membuka matanya,dan dia mendekati istri dan anaknya,lalu menatap anaknya yang beralih menatapnya
"Kenapa yang, kok beluk bobo beby Rafa?"tanya Arka dengan menoel pipi Rafael yang menatapnya dengan menggerakkan lidahnya
"Gak tau mas,dari tadi gak mau tidur sama sekali, padahal udah nguap tapi gak mau tidur"jawab Hasna
"Hai Boy?,kenapa hmm?,kenapa anak Papa ini gak mau bobo cih, udah malam sayang, bobo ya?,sini Papa gendong"ucap Arka lalu menggendong anaknya dan di timang hingga pukul 1 pagi baru bisa tidur
Arka meletakkan Beby Rafa di box bayinya,setelah meletakkan anaknya yang sudah tertidur dia mengamati wajah anaknya yang tertidur dengan nyenyaknya dan sangat menggemaskan dengan bibir yang sedikit bergerak-gerak mencari sesuatu
"Selamat malam anak Papa, mimpi indah ya Boy"ucap Arka mengecup pipi anaknya pelan
"Say.. Astagfirullah Na, kamu kok tidurnya sama duduk gitu sih, sakit punggung kamu"ucap Arka melihat Hasna tertidur dengan posisi duduk bersandar di sandaran ranjang
"Selamat cantik"ucap lagi mengecup dahi istrinya
Pagi hari yang cerah sekarang Hasna sudah bangun lebih awal karna anaknya bangun lebih awal pukul 3 pagi anaknya sudah menangis keras memenuhi ruang rawat Hasna,membuat Hasna terbangun dengan Arka yang sudah ada di depan box bayi berusaha menangkan anaknya
"Kenapa mas?, kok Rafa udah bangun jam segini?"tanya Hasna menatap suaminya sedang menimang anaknya
__ADS_1
"Gak tau sayang, dari tadi udah nangis tapi gak sekeras ini, ini lebih kenceng dari tadi.Coba kamu susuin dulu deh mungkin haus"jawab Arka di angguki oleh Hasna dengan merentangkan tangannya
"Kenapa anak Mama hmm?,Haus ya?,sebentar sayang"ucap Hasna membuka bajunya bagian atas dan mengelurkan putingnya,tapi anaknya menolak menyedotnya
"Gak mau ya?, trus kamu kenapa sayang?"tanya Hasna bingung dilihatnya popok anaknya masih bersih, tak mengompol apa lagi Pup
"Rafa kenapa sih mas, dia gak Pup,gak ngompol,gak mau minum Asi tapi kok nangis terus sih, di timang juga tetap aja nangis"tanya Hasna pada Arka yang sama bingungnya
Lalu tiba-tiba muncul cahaya terang dari sudut ruang rawat Hasna dan mencullah kakek Nicholas yang tengah tersenyum kearah mereka dan menatap beby Rafa
"Kakek?"panggil Hasna yang sudah tau siapa kakek kandungnya dan keluarga kandungnya selama ini
"Hai cucu ku, kenapa dengan cucuku ini?"tanya Kakek Nicholas
"Tenangkan diri kalian nak, dia hanya takut akan suatu halz, dia melihat perwujudan kakek buyutmu yang menyeramkan itu Ka, dia hanya takut pada Kakek buyutmu dan juga nenek Mirna hingga membuat dia seperni ini. Maklumkan saja anak bayi sepertinya memang lebih peka dan sensitif dengan hal gaib, apalagi anak kalian memiliki kekuatan istimewa, keputusan kakek buyutmu itu salah dengan menikahkan kalian, dan itu menguntungkan aku"jelas Kakek Nicholas
"Maksud kakek kesalahan?"tanya Arka
"Ya kesalahan karna menikahkan kalian, itu sama saja membuka jalan untuk dia mati di tangan anak kalian, dan menjadikan anak kalian kunci sebagai lenyapnya kekuatan hitam di muka bumi ini. Keuntungan untukku adalah aku bisa menghilangkan kekuatan hitam dengan bantuan anakmu ini yang begitu spesial. Kau akan melihat nanti bagaimana dia bisa memusnahkan kekuatan gelap itu"jelas Kakek Nicholas
"Baiklah untuk itu aku akan percaya, sekarang bagaimana anakku bisa diam, dan tujuan kakek kemari secara tiba-tiba apa?"tanya Arka yang membuat Kakek Nicholas tertawa dan Hasna yang terkikik geli melihat suaminya yang mulai kesal
"Baiklah,kau ini sama persis dengan Abra tak pernah sabaran sekali kau"ejek Kakek Nicholas
__ADS_1
"Pakaikan ini padanya,jangan sampai lepas ini dari lehernya, gunakan ini untuk melindunginya hingga dewasa, saat dia mandi atau bahkan bersama orang lain yang tertarik dengan ini jangan pernah dia berikan ini pada siapapun itu meski harus di bayar mahal sekalipun. Ini adalah tameng perlindungan dia dan jangan lupa berdo'a pada Allah untuk melancarkan segalanya"jelas Kakek Nicholas dengan memberikan sebuah kalung dengan bandul setengah sayap dan gelang dengan bandul bulu berwarna emas gelap
"Pakaikan ini pada anak kalian, jangan sampai dia melepaskan ini hingga dia tiada nanti, karna hanya dia yang bisa memuskahkan kekuatan jahat seperti kekuatan kakek buyutmu"ucap Kakek Nicholas di jawab anggukan oleh Arka
"Hai cucuku tenangkan dirimu ok, disini sudah aman untuku, kakek buyutmu ini sudah memberikan perlindungan kuat untukmu,dan aku akan membuka mata batinmu nanti saat kau sudah cukup umur, kau akan membantuku menghilangkan kekuatan gelap dari muka bumi ini ya. Cucuku yang pintar"ucap kakek Nicholas pada beby Rafa seketika beby Rafa berhenti dari tangisnya dan tersenyum manis kepada kakek Buyutnya
"Na, apakah kakek boleh menggendongnya?"tanya Kakek Nicholas dengan sungkan, dia takut tak ijinkan oleh Cucunya itu
"Ah ayolah kakek, kenapa kakek harus bertanya seperti itu pada istriku. Kau ini kakek buyutnya, tentu saja kau boleh menggendong cucu tampanmu ini"jawab Arka membuat Kakek Nicholas tertawa
"Ouh cucuku tampan, kau ini begitu tampan seperti Papamu ini ternyata ya, tapi aku berharap mesummu tak seperti Papa ya"ucap Kakek Nicholas membuat Arka cemberut
"Sudah lah, kakeh begitu senang meledekku saat aku kecil hingga sekarang, kau selalu saja menggodaku seperti itu. Pergilah kek, nanti ada orang yang melihat kakek datang sepagi ini, dengan pakaian serba putih sama seperti rambut dan wajah kakeh, di kira hantu lagi"ejek Arka mendapat jeweran dari kakek Nicholas
"Kau memang sedari dulu selalu saja berbicara seperti itu, dan kau juga selalu mejadi langganan tarikan telinga dariku. Dasar anak nakal"ucap Kakek Nicholas membut Hasna tertawa melihat pertengkaran mereka hingga kakek Nicholas menghilang seketika
"Dasar hantu kakek menyebalkan"ejek Arka di dalam kamar mandi
"Aku mendengarmu bocah"jawab Kakeh Nicholas entah dari mana tak ada wujud tapi ada suaranya membuat Arka bergidik ngeri
__ADS_1