Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek

Menikah Karna Kalung Peninggalan Nenek
Eps 33


__ADS_3

Hari demi hari,bulan demi bulan berlalu begitu secapat saat ini usia kandungan Hasna menginjak usia 9 bulan tinggal menunggu waktunya tiba saja, Hasna yang selalu di sarankan oleh Bunda Klarisa dan Oma Puspa untuk sesekali berjalan-jalan dan keliling taman rumah atau komplek di pagi hari


Pagi ini Hasna di temani oleh Arka,Abian,Oma Puspa dan Bang Agam ayah Abian, mereka berkeliling taman komplek untuk sekedar jalan-jalan dan sesekali melakukan stretching dan berlari pelan di temani candaan Abian membuat mereka tertawa


Saat asik berkeliling, tiba-tiba Abian berhenti lalu menatap 4 orang dewasa tersebut dengan wajah polosnya,seakan ingin menanyakan sesuatu yang membuat dia penasaran sekarang


"Ian ada apa sayang?"tanya Agam


"Papa,itu ada nenet yang temarin dateng te lumah tita"(papa itu ada nenek yang kemarin datang ke rumah kita) tak translate ke


"Betul Ian, memangnya kenapa nak?"tanya Agam kembali menatap wajah anaknya yang masih bingung


"temalin dia minta uang cama oty nana,tlus ditasih matan cama Oma buyut, nenek itu jahat Papa"ucap Abian dengan bahasanya sendiri namun dapat di pahami oleh Papanya


"Kok jahat sih sayang, dia kan hanya minta sedikit makan dan sedekahnya buat dia beli makan untuk anak-anaknya dan keluarganya sayang, mereka hanya bisa melakukan itu karna keterbatasan bukan jahat, mereka kan gak jahatin Ian sama keluarga Ian kan?"ucap Agam memberi penjelasan pada anaknya


"Ndak Papa, tapi nenet itu ndak cuta cama Ian, dia dolong Ian temalin caat Ian mau ambil cucu cama oty nana,tlus Ian liat dia mau putul oty Nana pate tayu"jawaban Abian membuat ke 4 orang dewasa tersebut melemparkan matanya karna terkejut


"Abian gak bohong kan nak?, soalnya Ounty gak rasa dan gak tau apa-apa"ucap Hasna di jawab gelengan kepala oleh Abian


"Ndak Oty,Ian ndak bohong to, Ian liat cendili caat itu dan Ian ndak belani nangic, tana tatut cama nenet itu"jawab Abian

__ADS_1


"Uluh-uluh anaknya Papa kok nangis sih, itu kan kemarin, dan yang kemarin harus di apakan? ."ucap Agam terhenti,mencoba daya tangkap Abian


"Di lupakan Papa"jawab Abian dengan memeluk leher Papanya


"Good Boy, jadi Abian jangan ingat-ingat hari kemarin ya, lupakan hari kemarin yang buat Abian sedih dan nangis, Abian gak suka kan liat Mama sama Papa sedih, nanti Mama sama Papa sedih dan nangis liat Abian nangis"jelas Agam


"Iya Papa, Ian janji, Ian ndak nangic lagi, Ian udah gede dan mau jadi tata,jadi Ian ndak boleh nangic"jawab Abian dengan polosnya mendapat ciuman lembut dari Papanya


"Anak pintar, ya sudah sekarang kita ke nenek itu yuk?"ajak Agam membuat Abian terdiam sesaat lalu menatap Hasna seakan meminta persetujuan


"Ayok sayang, kita ke nenek itu ya, kita tanya neneknya emang jahat sama Ian"ajak Hasna membuat Abian mengangguk kecil


mereka pergi menghampiri nenek pengemis sepertinya usinya seperti Oma Puspa yang duduk di tepi taman, dengan baju lusuh, hijab yang di tambal di bagian dada, rok panjang yang sudah robek dan penuh lobang, tanpa alas kaki, tubuh yang kotor dan juga bau sedikit menyengat membuat orang lain mengusir,menghina dan mencaci makinya sebagai pembawa sial


"Waalaikumsalamsalam"jawab nenek pengemis


"Maaf nek, apa nenek masih ingat dengan kami?"tanya Hasna menatap nenek pengemis


"Ah iya aku ingat, kau istri tuan Rafrendra bukan?"tanya nenek pengemis dengan sinis


"Iya betul,kenapa nada bicara nenek seakan tak suka terhadap saya?"tanya Hasna

__ADS_1


"Tak apa, aku hanya tak suka pada orang yang telah merebut hak milik orang lain"jawab nenek pengemis


"Maksud nenek apa?aku tidak merebut hak milik siapapun nek"jawab Hasna dengan sabar


"Cihh,perempuan sepertimu hanya bisa bersilat lidah, bibirmu busukmu itu sungguh membuatku ingin melenyapkanmu sekarang"ucap nenek pengemis itu dengan nada rendah yang terdengar sinis dan benci


"Apa maksud nenek berbicra seperti itu pada istriku, aku tak pernah berbicara keras pada orang tua manapun, aku selalu menghormati mereka lebih dari orang tuaku, tapi saat ini kau menghina istriku, maafkan aku jika aku melakukan hal yang membuat kehormatanku rusak"ucap Arka dengan nada rendah terkesan menekan, membuat para pengunjung taman menatapnya


"Bela saja istri sialanmu itu, dia sudah membuat cuuku mati karna bunuh diri, dan dia dengan enaknya hidup bahagia bersama keluargamu"jawab nenek pengemis itu dengan berdiri berniat mendorong Hasna namun di cekal terlebih dahulu oleh Arka


"Jangan pernah sentuh tubuh istriku dengan tanganmu ini, aku sudah sabar dengan omonganmu yang membuat istriku sakit hati dan tentu saja membuat hatiku panas dan sakit mendengat omonganmu"ucap Arka melempar tangan nenek pengemis itu dengan kasar dia sudah marah sekarang


"Kau berani melawanku hanya membela perempuan sial ini, kau tak tau apa yang dia lakukan dengan cucuku hingga bunuh diri?"tanya nenek pengemis itu dengan nada tinggi


"Apa yang di perbuat istriku hingga kau membencinya?"tanya Arka


"Kau, kau alasan cucuku tiada, lelaki yang cucuku sukai dan cintai sejak SMA, lalu kau mengenal perempuan sialan ini, dia merebutmu dari cucuku, dia menikahimu tanpa menganggap perasaan cucuku padamu"jawab nenek pengemis itu dengan marah


"Apa cucumu Calista gadis yang selalu menyakiti istriku ketika kuliah hingga masuk rumah sakit berkali-kali,Apa cucumu Calista yang selalu berbuat hal kotor untuk menjebakku menikahinya dengan cara memasukan obat perangsang minumanku, Apa cucumu Calista yang pernah berbuat onar di rumahku dengan mengaku hamil anakku, padahal itu anak lelaki hidung belang di club malam, Apa cucumu Calista yang bermain di Club Malam menjadi seorang ****** hah"ucapan Arka membuat semua orang membelalakan matanya tak percaya termasuk nenek pengemis itu


"Tidak mungkin cucuku melakukan itu semua,yang ada sebaliknya,perempuan sialan ini yang sekarang menjadi istrimu lah yang ******"jawab nenek pengemis itu

__ADS_1


"Jangan kau sebut istriku dengan sebutan itu, apa kau tak sadar diri jika kau sendiri bekerja di klub malam apa kau bukan ******?,apakau harus di sebut perempuan suci jika sudah bermain gila dengan lelaku hidung belang?, aku tau siapa dirimu jadi jangan pernah mengganggu hidup kelurgaku apa lagi istriku. Nenek Nani"ucap Arka menohok di hati nenek Nani membuat nenek itu terduduk di rerumputan dengan muka malunya


__ADS_2