
Hari ini adalah hari dimana Hasna melahirkan anak keduanya, dia sedang berjuangan melahirkan putra keduanya dirumah, karna Hasna ternyata sudah pembukaan sejak semalam dan ini puncaknya. Tanpa seorang tau, pembukaan yang Hasna alami sudah lengkap
"Ayo Nona dorong lagi..."ucap dokter Putri yang menjadi Bidan andalan Hasna sekarang
"Arrggghhh...."teriak Hasna kencang dan tangis bayi menggema didalam kamar tersebut
Oeekk..Oeek...
"Terimakasih sayang, terimakasih sudah berjuang untuk anak kedua kita, Love You"bisik Arka ditelinga Hasna dan Hasna hanya tersenyum sebagai jawaban
"Ini Nona bayi anda, Jika sudah vit langsung saja berikan ASI untuknya ya, Kami pamit undur diri Tuan Muda. Selamat atas kelahiran putra anda"ucap Dokter putri lalu pergi dari rumah Arka
"Papapa..Dededede.."panggil Rafael diambang pintu bersama Abian yang menuntunnya
"Hai sayang, kau mau lihat adikmu hmm?,sini nak?"ucap Arka dan Abian menuntun Rafael untuk masuk kedalam kamarnya
"Dede...Lapa"ucap Rafael menunjuk bayi kecil dalam gendongan Mamanya dan dirinya sendiri
"Iya sayang, ini dedeknya Rafa, dedek udah lahir"jawab Hasna kepada Rafael yang menatap adiknya
"Ounty, apa dedeknya sama seperti kami laki-laki?"tanya Abian yang memang ingin adiknya laki-laki kembali
"Iya nak, Dedeknya laki-laki. Ian tunggu dedek cantik dari Mama ya, nanti dedeknya keluar kok"ucap Arka
"Adik Ian perempuan Om?"tanya Abian kepada Arka yang ternyata dia belum tau
__ADS_1
"Iya sayang, adiknga Ian perempuan. Ian gak boleh pilih kasih sama adik ya, harus sayang sama adik perempuan Ian, gak boleh dinakalin dan gak boleh dijauhin, harus selalu..."ucapan Arka terpotong untuk menguji daya tangkap Abian
"Sayang dan baik sama adik"jawab Abian dengan semangat
"Good Boy, ya sudah sekarang bobo siang ya. Udah jam 1 jadi kalian harus bobo"ucap Hasna melihat jam dinding
Hasna selalu mengajarkan anaknya dan ponakannya ini untuk tidur siang, untuk mengistirahatkan tubuhnya termasuk kinerja otaknya yang selalu berpikir kreatif dalambelajar ataupun bermain
"Siap Mama . Ounty"ucap Abian dan Rafael bersamaan lalu langsung naik ke atas ranjang khusus tapi muat untuk ukuran anak kecil milik Rafael yang ditempatkan di kamar mereka
"Sayang, apa kita kasih nama dia Anggara Haidar Rafendra, gimana?"tanya Arka setelah mengusulkan nama untuk anak keduanya
"Bagus mas,aku suka"jawab Hasna dan mengekus kepala putranya dalam gendongan Arka
"Hai cucu bayiku, ahh.. kau begitu lucu dan tampan"ucap Kakek Nicholas lalu mencium pipi Anggara
"Kenapa semua anakmu lebih sama dengan dirimu Arka, kenapa bukan sama dengan Bundanya?"ucap kakek Nicholas kesal setelah menatap Rafael dan Anggara yang wajahnya sama persis seperti Papanya
"Ya karna aku yang membuatnya dan aku yang membuahi Mamanya dengan kecebongku, Aku yang menggempur Mamanya pagi,siang dan malam. Patut saja anakku sama denganku"ucap Arka dan itu membuat Hasna membulatkan matanya saat mendengarnya
"Ouh iyakah?, tapi rasanya tak adil saja bagiku. Dia anak dari cucuku,cucuku yang mengandung,melahirkan,menyusui dan semuanya, kau hanya bekerja mencari uang dan mengajarinya tentang dunia luar. Tapi kenapa anakmu semuanya sama persis denganmu"keluh Kakek Nucholas dengan menepuk pipinya sendiri merasa bingung dan kesal menjadi satu
"Sudahlah Nicho, kau ini begitu banyak protes sekali. Biarkan saja cucuku sama dengan Papanya, lagian semua anggota keluarga garis keturunannya menurun dari Papanya semua"ucap Opa Abraham yang baru muncul bersama dengan yang lain, dan Hasna dia sudah tertidur dari pada mendengar ocehan kakeknya yang akan terua berlanjut
"Wahh... cucuku begitu tampan dan lucu sekali, dia sama seperti Rafael ketika baru lahir"ucap Bunda Klarisa menggendong baby Anggara sebentar lalu meletakkan kembali kedalam Boxnya
__ADS_1
"Benar sekali Bunda, Siapa Nama anak kalian?"tanya Arsita yang tengah menatap baby Anggara
"Anggara Haidar Rafendra Kak"jawab Arka dengan pelan karna anak dan istrinya sedang tertidur
"Nama yang bagus dan cocok untuk si tampan. Ouh ya, kita keluar dulu ya, nanti kita kembali lagi. Kasian Nana dan yang lain mereka terlihat begitu mengantuk"ucap Bunda Klarisa lalu meminta yang lain keluar
setelah semua keluar, kini hanya ada Arka dan Kakek Nicholas untuk menjaga keempat orang yang sudah tertidur, lalu pandangan Arka teralih ke arah botol yang masih mengeluarkan asap tipis dari dalam
"Kakek membawa apa?"tanya Arka menanyakan botol di tangan kakek Nicholas
"Ah ya, aku sampai lupa ini. Ini adalah ramuan untuk melindungi anak kalian dari asap hitam Carlos. Cukup percikkan saja saat mereka tertidur dan jangan sampai anak buah Carlos tau jika mereka menggunakan perlindungan seperti ini, jika mereka tau, mereka akan mengincar kau atau Hasna yang akan menjadi pancingan"ucap Kakek Nicholas dengan memberikan botol biru itu kepada Arka
"Simpan ini di tempat tanpa anak kecil tau apa lagi Abian, karna dia bisa menetralkan semua obat dan ramuan yang aku buat"ucap Kakekk Nicholas lalu menatap Anggara
"Tanda lahir ini, dia tameng bagi Rafael, dia obat sakitnya Rafael. Cukup sentuh dahi Rafael dengan tangan kecilnya ini, Semua ilmu yang Rafael miliki akan kembali, tapi perlu kau ingat Arka, saat nanti peperangan dengan Carlos, kau harus merelakan salah satu keluargamu tiada"ucapan Kakek Nicholas yang terakhir membuat mata Arka membola
"Maksud kakek apa?"tanya Arka yang mulai gelisah
"Aku tau ini berat untukmu kehilangan keluarga yang begitu kau cintai, tapi hanya itu resiko yang kau miliki saat berperang dengan Carlos, ada salah satu diantara kalian yang mati, entah itu Anakmu atau Istrimu yang akan tiada untuk melindungi dirimu"ucap Kakek Nicholas dengan berat hati untuk memberi tahu
"Gak itu semua gak benar kan?,itu semua bohong kan ?"tanya Arka yang mulai panik
"Semua itu sudah tercatat dalam buku ramalan takdir kalian, kalian memiliki 3 anak dan yang terakhir putri kalian, dia yang akan menghidupkan kembali diantara keluargamu yang mati. Tapi itu cukup sulit karna putrimu harus berusia 5 tahun dan itu hanya diperuntukkan untuk keluarga kecilmu saja. Dan ingat jangan kau tunjukkan apa lagi beritahukan kepada putrimu nanti, jika aku yang telah membuka mata batinnya dan dia akan menjadi gadis Indigo"ucap kakek Nicholas dengan serius lalu menghilang entah kemana
Arka yang mendengar ucapan kakek Nicholas barusan hanya bisa menangis ,bagaimana jika anak laki-lakinya yang tiada dalam perang itu, apa istrinya akan berubah, dia akan menyalahkan dirinya sendiri jika istrinya berubah,tapi bagaimana jika istrinya yang tiada, Apakah dia bisa hidup didunia ini selama 5 tahun lamanya setelah kelahiran putrinya dan apakah dia sanggung hidurp tanpa Hasna di sampingnya?
__ADS_1