
Oma Puspa merasakan usapan lembut diperutnya pun perlahan membuka matanya, dan melihat kakek Nicholas tengah menatapnya dengan air mata yang menetes dipipinya, dengan segera Oma Puspa menghapusnya lalu memeluknya
"Hai..ada apa?, kenapa kau menangis seper ini?"tanya Oma Puspa lembut dengan mengusap pipi kakek Nicholas, hangat dan nyaman itu yang kakek Nicholas rasakan
"Tidak ada. Aku hanya menemuimu untuk mengatakan jika aku sudah menepati janjiku, aku membawa mereka pulang dengan selamat dan tanpa kurang apapun Puspa. Aku telah menepati janjiku padamu untuk mengembalikan keluargamu dengan selamat"jelas kakek Nicholas dengan masuk kepelukan Oma Puspa untuk meredam tangisnya
"Aku merindukan calon putra kita Puspa, kenapa dia harus mati saat itu dengan cara yang begitu membuatku hancur?, Apa aku salah Puspa menginginkan putraku bertahan dirahimmu?, apa aku salah, jika aku mengharapkan putra kita lahir kedunia ini dan memanggil kita dengan sebutan Ayah dan Bunda?. Kenapa tuhan seakan tak pernah adil kepadaku?, kenapa semua yang aku sayang harus tiada, jika tidak tiada mereka harus terluka karna aku. Kenapa Puspa kenapa?"lanjut kakek Nicholas dengan tangisnya yang semakin terisak
"Cukup Nicho, cukup!!. Mereka tiada bukan karnamu, mereka terluka termasuk aku sakit bukan karnamu. Manusia memiliki takdir masing-masing sehingga membuat kami harus seperti itu, kami harus menghadapi semua sesuai takdir yang tuhan tentukan. Ini semua bukan salahmu, ini semua bukan karnamu. Jangan berucap seperti itu, aku mohon Nicho. Hatiku hancur, hatiku sakit saat mendengarmu menyalahkan dirimu sendiri, tolong jangan buat aku semakin sakit dengan hancurnya hatimu seperti ini. Aku mohon kuatkan hatimu, aku tak ingin melihatmu seperti ini"balas Oma Puspa dengan mengeratkan pelukkannya kepada kakek Nicholas yang semakin rapuh
"Dimana Nicho ku yang selalu membuatku tertawa?, dimana Nichiku yang selalu membuatku bahagia jika bersamanya?, kemana perginya Nichoku yang selalu memberikan semangat saat aku rapuh?, kemana kesayanganku menghilang?,kemana pahlawanku?, kemana rajaku?"lanjutnya dengan berbisik ditelinga kakek Nicholas
"Semua hilang Puspa, semua hilang. Aku rapuh Puspa, aku hancur, aku..."ucapan kakek Nicholas terpotong saat Oma Puspa mencium bibirnya dengan lembut
"Jangan katakan apapun Nicho. Aku tidak suka kau berbicara saat kau hancur dan terpuruk, hatiku sakit mendengarnya"ucap Oma Puspa dengan menghapus air mata dipipi kakek Nicholas dan mengesup kedua mata kakek Nicholas yang terpejam merasakan kehangatan dan cinta Oma Puspa
"Tapi memang.."ucap kakek Nicholas kembali terpotong saat Oma Puspa membungkam mulut kakek Nicholas dengan ciumannya.Suasana yang begitu mendukung membuat mereka hanyut dalam setiap sentuhan dan 3 jam bermain, membuat mereka mengatur nafas yang masih memburu dan berpelukan, pukul 2 pagi mereka baru saja selesai dan langsung mandi
matahari mulai muncul memancarkan kebahagiaan yang kini mereka rasakan. Kegelapan dan kejahatan sudah musnah dimuka bumi ini. Hanya mereka manusianya saja akan bagaimana?, apakah mereka akan mengikuti bisikan-bisikan kejahatan dan menjeruskan kelubang kegelapan dan kehancuran bagi mereka yang bermain diatas penderitaan orang lain atau malah sebaliknya. Kita tidak tau!, hanya mereka yang menjalani hidup mereka mau bagaimana dan seperti apa akhirnya nanti
Batapa beruntungnya Hasna mendapatkan pria yang bergitu dia cintai, cinta pertamanya dan menjadi pria terakhir dalam hidupnya. Tak pernah merasakan kasih sayang dari keluarganya sendiri dan kebohongan tentang jati dirinya, kini tergantikan dengan kasih sayang dan cinta dari keluarga suaminya, yang menerima segala kekurangan dan kelebihannya
pagi ini Hasna dan yang lain berkumpul untuk merayakan kemenangan mereka, karna telah berhasil mengalahkan Carlos sang raja gelepan yang membuat mereka tertekan dalam ketakutan. Kini semua tergantikan dengan kebahagiaan ditemani canda tawa anak-anak yang memberikan energi positif dihidup mereka
tak lama, kakek Nicholas dan Oma Puspa datang bersama dengan mereka menjadi pusat perhatian keluarga besar, terutama Oma Puspa yang mungkin lupa atau memang sengaja, ada kissmark dileher sebelah kirinya yang menjadi pusat perhatian semuanya
"Emm...sepertinya ada yang habis berkebun ini"sindir Arka dengan melirik Oma Puspa dan kakek Nicholas
"Siapa?, tak ada yang berkebun disini mas?"jawab Hasna dengan sengaja
__ADS_1
"Ouh..sayangku!!, kau ini polos sekali ya? emm jadi pengin bikin ****** deh"goda Arka dan mendapat cubitan diperutnya oleh Hasna
"Mau aku bikin sate piton kamu itu hah?. Mau?"tanya Hasna dengan tatapan tajamnya membuat Arka menunduk dan memeluk Hasna
"Jangan ya?, nanti bikin dedeknya gimana?. Maaf sayang!!. Ya..ya..ya..maaf!, gak lagi janji!!"ucap Arka dengan wajah bayinya dan mata yang berair membuat Hasna menghela nafas pelan
"Ya aku maafin, tapi nanti malam kamu tidur diluar"balas Hasna membuat Arka membulatkan matanya dan seketika melepas pelukkannya lalu berlari menghampiri Bunda Klarisa yang sedari tadi tertawa geli melihat anak dan menantunya
"Huaaa...Bundaaa..."tangis Arka dalam pelukkan Bunsa Klarisa membuat yang lain tertawa terutama anak-anak melihat tingkah Arka
"Hahaha...Papa taya Angga talo lagi manja cama Mama"ucap Anggara dengan tertawa
"Diam kamu...Huaaa...Bundaaa..."tangis Arka kembali pecah setelah membalas ucapan Anggara, dan Anggara ikut menangis karna ucapan Arka
"Huaaa...Mama...Papa tahat...Huaaaa.."tangis Anggara bebarengan dengan tangis Arka membuat mereka semakin tertawa dan Hasna hanya menggelengkan kepalanya
"Udah ya...cupp...cupp.. anak Mama gak boleh cengeng gini ah, katanya laki-laki tapi nangis, udah ya jangan nangis, sekarang maaafan sama Papa"ucap Hasna menatap Anggara yang cemberut menatap Arka yang tengah menatapnya
"Udah gih sana maafan sama Angga, nanti dia dendam sama kamu"ucap Arsita mendapat geplakan oleh Bunda Klarisa dan Arsita hanya terkekeh
perlahan Arka menghampiri Hasna dan memeluknya dari samping dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Hasna dan menciumnya pelan
"Maaf ya, aku salah"bisik Arka ditelinga Hasna lalu memundurkan kepalanya dan mencium pipi Hasna lama
"Papa, maapin Angga ya?. Angga nakal"ucap Aggara mendapat gelengan dari Arka dan merentangkan tangannya untuk memeluk putranya
"Kemari sayang"ucap Arka meminta kedua anaknya ikut masuk kepelukkannya bersama Hasna dan yang lain ternyum bahagia malihat itu
"We love You both"ucap ketiganya
__ADS_1
"We love you forever"balas Arka dan mencium mereka
perhatian mereka teralih kepada Opa Abraham yang angkat bicara, karna sedari tadi lansia itu hanya tertawa,tersenyum dan menangis
"Kau habis bermain kuda dengan adikku Nicho?"tanya Opa Abraham karna melihat kissmark di leher kakek Nicholas dekat telinga
"Kau?"ucapannya terputus saat Opa Abraham menunjukkan rekaman suara dimana kakek Nicholas dan Oma Puspa tengah bermain manja, yang lain hanya melongo, bagaimana bisa Opa Abraham merekamnya. 'Astaga! memalukan sekali'batin kakek Nicholas dengan wajah merahnya
"Benarkan?, karna wajahmu memerah"ejek Opa Abraham lalu berlari mengitari ruangan karna melihat sahabatnya mulai kesal dan kakek Nicholas mengejarnya
"Astaga Papa, Kakek!, apa tak ingat umur, kaki kalian akan lepas nanti"ucap Ayah Arga lalu menutup mulutnya karna mendapat tatapan mengerikan oleh Opa Abraham dan kakek Nicholas
"Argaaaa..."pekik keduanya lalu mengejar Ayah Arga yang berlari diikuti oleh anak-anak yang marasa senang, terutama Anggara yang begiti bahagia
Rafael menatap kedua orang tuanya lalu tersenyum dan bangkit untuk mencium pipi Arka dan Hasna
"Love You Papa. Love You Mama. We love You"ucap Rafael mewakili adik-adiknya
"We Love You forever"balas Arka dan Hasna lalu berpelukkan bersama dengan dengan ketiga anak-anaknya
kebahagiaan telah datang, membawa cerita yang penuh dengan kenangan. Semuanya bergilir sesuai waktu berjalan. Apa yang Arka harapkan untuk Hasna telah terwujud, dengan kebahagiaan yang mereka dapat sekarang dan semua kejadian yang mereka lalui menjadi sebuah pelajaran dan kenangan yang mungkin tak akan pernah mereka lupakan selama hidup hingga mati
TAMAT
Makasih banyak buat kalian yang udah menjadi pembaca setia aku, sampai kisah ini selesai dan menjadi penyemangat aku dalam menulis novel ini. Maaf juga karna mungkin banyak kata yang gak enak untuk kalian baca, dan mungkin juga menyinggung kalian semua, sehingga kalian gak mau baca cerita aku sampai selesai, gak papa kok yang penting kalian udah mampir
Love You buat semua readersku❤
jangan lupa juga baca ceritaku yang lainnya ya?
__ADS_1
Ahhh...sayang kalian 😍❤